Seorang jenderal wanita yang berasal dari benua Padang Utara, harus mati konyol setelah ia dikhianati oleh semua bawahannya yang membunuhnya pada malam setelah mereka memenangkan perang.
Tetapi, setelah kematiannya, dia kembali terbangun dalam tubuh seorang gadis buruk rupa yang merupakan gadis terlemah di Benua Padang Selatan.
Begitu menyadari dirinya yang masuk ke tubuh seorang gadis lemah, maka dia bertekad untuk mengubah jalan hidupnya dan membalaskan dendamnya terhadap orang-orang di benua Padang Utara.
Bagaimanakah perjalanannya menjadi kuat?
Apakah dia akan berhasil membalaskan dendamnya?
Ikuti kisahnya dengan mulai membaca bab 1 pada novel ini..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Mimpi Adelia
Setelah Adelia tidur selama 1 jam, akhirnya bau yang enak dari daging rusa yang dipanggang memenuhi hidung Adelia hingga perempuan itu tidak tahan untuk membuka matanya dan melihat ke arah para pria yang sedang mengiris daging rusa.
Adelia langsung menelan air liurnya, sebab Dia sudah lupa Bagaimana rasa daging rusa, karena ketika dia pergi bertempur ke lembah Padang Utara, dia melakukan puasa daging demi meningkatkan kekuatan dalam tubuhnya.
Sayang sekali, kemenangan yang ia bawa untuk benua Padang Utara malah membuat semua orang menjadi iri dan merencanakan pembunuhan atasnya.
"Makananya sudah siap," ketua perampok datang menghampiri Adelia dengan membawa sebuah piring yang berisi daging sapi yang besar bersama dengan saus yang dikatakan oleh Adelia.
"Bagus, Kalian juga boleh makan sekarang." Kata Adelia menerima makanan itu dan masuk ke dalam kemah untuk menikmati makanannya.
Sementara ketua perampok yang baru saja berbicara dengan Adelia kini terdiam di tempatnya dan sekali lagi tercengang dengan Adelia.
'Kalian boleh makan sekarang' pria itu memikirkan ucapan Adelia dan merasa bahwa Adelia sedang bersikap seperti atasan yang sedang menghadapi bawahannya.
Padahal, Adelia hanyalah tawanannya, jadi perempuan itu harus mengikuti apapun yang ia katakan jika perempuan itu ingin selamat.
"Meski ini tidak benar, tapi aku Mengapa aku merasa bahwa aku harus menuruti ucapannya?" Pikir ketua perampok sembari berjalan pergi meninggalkan Adelia yang telah duduk tenang di dalam kemah.
Setelah menikmati daging rusa yang dipanggang dengan sempurna, Adelia kemudian berbaring di dalam kemah untuk beristirahat beberapa jam sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Perempuan itu awalnya tidur dengan tenang tetapi setelah beberapa lama dia mulai menggelengkan kepalanya dan keringat kembali memenuhi tubuhnya.
Dia sangat gelisah dalam tidurnya sampai dia terbangun karena terkejut dan mendapati ketua perampok sedang menatapnya dengan bingung.
"Kau baik-baik saja?" Tanya ketua perampok yang melihat Adelia seperti baru saja bermimpi buruk.
Adelia menghela nafas, lalu perempuan itu segera duduk dan menatap kepala perampok, "Apakah semua orang sudah beristirahat?" Tanya Adelia.
Dengan cepat, sang ketua perampok menganggukkan kepalanya, "semuanya sudah beristirahat. Tapi,, apakah kau baik-baik saja?" Tanya pria itu yang merasa cemas pada gadis berusia 12 tahun di depannya.
Bagaimanapun, dia akan menjadikan perempuan itu sebagai hadiah untuk tuan besar mereka, Jadi tidak boleh terjadi kesalahan apapun!!!
Adelia menganggukkan kepalanya, "aku baik-baik saja, segera bongkar tenda kita dan kita tinggalkan tempat ini. Sebentar lagi akan hujan badai!" Ucap Adelia segera berdiri lalu keluar dari kemah untuk melihat-lihat cuaca di malam hari itu.
Ketua perampok menghembuskan nafasnya dengan berat lalu pria itu mengikuti seluruh perintah Adelia dan mereka akhirnya menunggangi kuda mereka meninggalkan tempat itu.
Sembari duduk di atas punggung kudanya, Adelia memikirkan mimpi yang baru saja alami, 'Apakah mimpi itu adalah mimpi biasa atau sebenarnya adalah ingatan masa lalu dari garis pemilik tubuh ini?' pikir Adelia dalam hati kembali mengingat adegan dalam mimpinya.
Saat itu ialah adegan di mana seorang bayi kecil dibuang oleh beberapa pelayan ke sungai.
Para pelayan yang membuang bayi kecil itu lalu berkata, "Tuan Putri,, mohon tuan putri untuk tetap hidup. Kelak jika salah satu di antara kami masih hidup,, kami akan mencari tuan putri dan memastikan Tuan Putri akan mengambil seluruh milik tuan putri!!! Tolong!! Tolong tetap hidup!!!"