NovelToon NovelToon
Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Sibeban Keluarga Mendapatkan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

seorang pemuda berusia 25 tahun tampak sedang rebahan dengan posisi super tidak estetis di atas bangku kayu panjang.
Dia adalah Kevin Wahyu Wijaya. Lulusan sarjana manajemen dari salah satu universitas swasta di Depok yang gelarnya saat ini hanya berguna sebagai alas tikar saat piknik keluarga.

"Kevin! Lu kagak ada niat nyari kerja apa? Itu si Doni anak RT sebelah udah keterima kerja di SCBD, tiap hari pake kemeja rapi. Lah lu? Dari pagi sampai ketemu pagi lagi kerjaan lu cuma mabar Mobile Legends sambil ngetek di warkop gua!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter: 17

Malam berganti malam, dan popularitas "Nasi Goreng Lidah Dewa" milik Kevin di depan Warkop Berkah kian tak terbendung.

Memasuki hari Rabu, antrean pembeli sudah mengular bahkan sebelum Kevin sempat menyalakan kompor gasnya.

Nabila sampai harus membawa kursi tambahan dari dalam rumahnya demi menampung para pelanggan yang rela menunggu berjam-jam demi sepiring nasi goreng magis tersebut.

Namun, di balik kepulan asap beraroma gurih surgawi itu, atmosfer kompleks pinggiran Depok ini terasa semakin gerah.

Tatapan mata Mpok Lela dan barisan ibu-ibu komplek yang memantau dari kejauhan terasa makin menusuk.

Mereka makin yakin Kevin menggunakan pelaris atau pesugihan karena mustahil seorang mantan beban keluarga bisa mendadak sekaya dan selaris ini dalam hitungan hari.

"Kak Kevin, hati-hati ya,"

bisik Nabila saat mengembalikan piring kosong ke dekat wastafel gerobak.

Wajah manisnya tampak cemas.

"Tadi sore pas Nabila beli sayur di depan, Mpok Lela sama gengnya lagi kasak-kusuk. Mereka bilang mau nyari waktu pas buat ngebongkar 'rahasia' Kak Kevin."

Kevin terkekeh pelan sembari tangan kanannya mengayunkan wajan stainless-steel dengan ritme yang sangat presisi berkat Kecepatan Tangan Pengocok Wajan.

"Rahasia apa, Nab? Rahasia bumbu? Ya tinggal Mas kasih tahu kalau bumbunya cuma pakai bawang putih sama cinta."

"Ih, Kak Kevin! Nabila serius!"

Nabila mencubit pelan pinggang Kevin, membuat cowok itu hampir saja menjatuhkan spatula dewanya.

"Mereka nuduh Kakak melihara babi ngepet tahu! Katanya uang jutaan minggu lalu sama kelarisan nasgor ini gak wajar."

"Tenang aja, Nab. Biarin babi beneran yang ngepet, Mas Kevin mah cuma ngepetin hati kamu aja,"

balas Kevin berkedip jenaka, membuat Nabila kembali mematung dengan wajah semerah kepiting rebus dan buru-buru kabur membawa pesanan es teh manis.

Ding!

[Pemberitahuan Sistem: Target Harem 'Viola' terdeteksi sedang bergerak menuju lokasi Pengguna dengan kendaraan roda empat. Jarak: 500 meter. Update Hubungan: Target merindukan kehadiran Pengguna setelah tidak masuk mengajar hari ini karena pergantian profesi otomatis.]

Kevin hampir saja tersedak asap masakannya sendiri.

"Hah? Si Viola ke sini?! Mau ngapain?!"

Belum sempat Kevin menenangkan kepanikannya, suara raungan mesin mobil sport yang sangat halus namun bertenaga besar mendadak memecah keheningan malam di gang komplek.

Sebuah mobil sedan Mercedes-Benz AMG berwarna putih mengkilap yang harganya setara dengan gabungan seluruh rumah di RT tersebut perlahan masuk dan berhenti tepat di pelataran parkir tanah Warkop Berkah.

Seketika, seluruh aktivitas di warkop berhenti total.

Joko yang sedang mengunyah kerupuk sampai lupa menelan.

Bapak-bapak yang sedang main catur melongo dengan pion yang menggantung di udara.

Bahkan Mpok Lela yang sedang bersembunyi di balik pohon mangga hampir saja menjatuhkan sentolopnya.

Pintu kemudi terbuka, dan sesosok gadis remaja dengan pakaian kasual namun berkelas kaos polo bermerek, celana kulot hitam, dan rambut kuncir kuda yang berkilat indah melangkah turun. Itu Viola.

Aura kecantikan nona muda elite itu langsung mengintimidasi seluruh warkop.

Viola mengedarkan pandangannya yang dingin, mengabaikan tatapan memuja dari para pemuda komplek, sampai matanya menangkap sosok pemuda bertopi hitam di balik gerobak nasi goreng.

Wajah dingin Viola seketika mencair, digantikan oleh senyuman manis yang luar biasa. Dia berjalan anggun mendekati gerobak.

"Mas Kevin! Ternyata beneran di sini!"

seru Viola riang, mengabaikan formalitas sekolah karena mereka sedang di luar jam belajar.

"Pantas aja di sekolah hari ini gak ada, kata Kepala Sekolah Mas Kevin mendadak ambil cuti urusan keluarga. Ternyata malah... jualan nasi goreng?"

Viola menatap gerobak Kevin dengan dahi berkerut, tampak tak percaya kalau pahlawan super yang menghancurkan balok kayu dengan tangan kosong dan menyelamatkan ayahnya kemarin, sekarang sedang memegang sutil dan celemek plastik.

Kevin menepuk dahinya dalam hati. Aduh, rusak pasar gue kalau begini.

"Eh... Viola. Kok kamu bisa tahu tempat ini?"

tanya Kevin canggung, sembari melirik ke arah Nabila yang baru keluar dari warkop membawa nampan.

Langkah kaki Nabila mendadak terhenti begitu melihat sosok Viola yang begitu cantik dan bersinar di dekat Kevin.

Sebagai sesama perempuan, insting Nabila langsung mendeteksi adanya "ancaman" besar.

Ada rasa sesak yang tiba-tiba muncul di dadanya melihat kedekatan gadis kaya itu dengan Kevin.

"Aku minta tolong tim IT Papa buat lacak pelat nomor NMAX Mas Kevin lewat CCTV kota, terus ketemunya di daerah sini deh," jawab Viola dengan santai,

seolah melacak orang lewat CCTV adalah hal yang biasa dilakukan saat bosan.

"Papa mau ngajak Mas makan malam sebagai ucapan terima kasih lanjutan, tapi karena Mas sibuk... aku mau pesen nasi gorengnya aja satu."

"Mau coba masakan supir pribadiku."

Mendengar kata 'supir pribadi', Nabila yang berdiri tidak jauh dari sana langsung membelalakkan matanya.

Dia melangkah mendekat, berdiri di samping Kevin dengan raut wajah yang mendadak protektif.

"Maaf, Mbak. Di sini antreannya panjang banget. Kalau mau pesen, harus ikut nomor antrean di sebelah sana,"

ujar Nabila dengan nada ketus yang jarang sekali dia gunakan, matanya menatap Viola dengan pandangan menantang.

Viola menoleh, menatap Nabila dari atas ke bawah dengan pandangan dingin khas anak konglomerat.

"Oh ya? Tapi aku gak suka mengantre."

"Mas Kevin, bisa kan buatin buat aku duluan? Nanti aku bayar satu porsinya satu juta rupiah."

Satu juta rupiah untuk seporsi nasi goreng warkop!

Seluruh pelanggan di warkop langsung menahan napas berjamaah.

Joko bahkan langsung berdiri dari kursinya, berniat menawarkan porsinya sendiri demi uang satu juta tersebut.

Suasana di depan gerobak mendadak menjadi sangat tegang.

Dua heroine, sang gadis warkop yang polos dan sang nona muda elite yang angkuh, kini sedang saling mengunci pandangan dengan percikan api tak kasat mata yang berkobar di antara mereka.

Kevin berada tepat di tengah-tengah mereka, memegang sutilnya dengan keringat dingin yang mulai bercucuran.

Ding!

[Konfrontasi Harem Terdeteksi!]

[Pilihan Pengguna:]

Dahulukan Viola (Meningkatkan poin Viola, tapi Nabila akan menangis dan mengunci warkop).

Dahulukan Antrean/Nabila (Membuat Nabila senang, tapi Viola akan merajuk dan mengancam melaporkan pekerjaan sampingan Pengguna).

Solusi Dewa: Masak dua porsi sekaligus dengan teknik manipulasi kuliner, lalu paksa mereka duduk di satu meja yang sama.

Kevin menarik napas dalam-dalam, senyuman tipisnya kembali muncul.

"Sistem, pilihan nomor tiga. Mari kita selesaikan ini dengan gaya laki-laki sejati."

"Viola, Nabila, gak usah ribut,"

suara Kevin mendadak berubah menjadi bariton yang menenangkan, sisa-sisa Aura Karisma miliknya memancar kuat.

"Di sini semua pelanggan kedudukannya sama. Tapi, karena wajan Mas bisa muat banyak, Mas bakal masak porsi terakhir untuk malam ini khusus buat kalian berdua."

"Dan kalian... wajib duduk bareng di meja nomor satu."

Kevin langsung menghentakkan sutilnya ke wajan.

Tangan kirinya mengambil dua butir telur sekaligus, memecahkannya dengan satu tangan dengan gerakan akrobatik yang memukau.

Ding!

[Operasi Penjinakan Harem Dimulai! Sisa Waktu Menuju Malam Jumat (Penggerebekan Babi Ngepet): 24 Jam.]

#NOTE

Bagaimana kelanjutan makan malam mencekam antara Viola dan Nabila di satu meja yang sama?

Apakah bumbu nasi goreng dewa Kevin bisa mendamaikan mereka, atau malah memicu perang dunia ketiga di pinggiran Depok?

1
Tri Wahyuni
iya maaf kak ada kesalahan untuk penamaan karakternya, Skrang sudah di perbaiki,makasih udah ngasih tau ya kak👍
ラマSkuy
wait bukannya di bab sebelumnya nama ayahnya Viola itu Herman ya kok dibab ini jadi Wijaya 🤔🤔
ラマSkuy
awalan yang menarik untuk di baca Thor semangat terus berkarya 👍
Hentri Gunawan
lanjut Thor walupun beda dr yg kemarin
Tri Wahyuni: iya maaf ya soalnya kak soalnya kena revisi total
total 1 replies
Tri Wahyuni
jangan lupa kasih likenya ya kak
Hentri Gunawan
lanjut lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!