NovelToon NovelToon
TIDUR DOANG TIBA-TIBA JADI MILIARDER

TIDUR DOANG TIBA-TIBA JADI MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arrofy

Kalian pasti pernah kan, seenggaknya sekali seumur hidup, rebahan di kamar sambil menatap langit-langit terus ngehayal: "Coba aja tidur doang bisa dapet duit, pasti gue udah jadi orang terkaya di dunia." Nah, hayalan konyol yang sering kita impikan pas lagi capek-capeknya hidup itu, mendadak jadi kenyataan buat Abdul. Pemuda miskin korban PHK ini doanya dikabulkan secara ajaib. Sekali merem, saldo banknya bertambah 10 juta. Makin nyenyak dia ngorok, makin triliunan uang yang masuk ke rekeningnya secara legal! Tapi ternyata, dapet duit cuma modal tidur itu gak sesantai kedengarannya. Karena gak pernah keluar rumah tapi mendadak kaya raya, Abdul langsung dicurigai satu kampung pelihara babi ngepet, digerebek warga pas lagi enak tidur, dikejar-kejar orang pajak, sampai didatangi mantan pacar yang dulu ninggalin pas lagi sayang-sayangnya, Ups!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrofy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 KEJADIAN TAK TERDUGA II

Suasana teras mendadak hening seketika. Deru mesin jahit langsung berhenti. Jaka terpaku di kursinya dengan wajah yang mendadak pucat pasi, sementara Rian hanya bisa menepuk dahinya sendiri melihat bencana kecil tersebut.

"Ya Gusti!!! Itu kain sutra mahal saya!!!" jerit Ibu RT histeris sambil menunjuk ke arah lantai dengan jari gemetar. "Kenapa bisa jorok begini sih kerjanya?! Itu kain sutra asli, pesanan khusus dari kota, harganya jutaan rupiah!"

Ibu Abdul yang mendengar keributan dari dalam rumah langsung berlari keluar dengan wajah panik. "Ada apa ini? Ya Allah... kok ada tumpahan kopi begini?"

"Ini loh, Bu! Lihat kelakuan pekerja anak Ibu! Masa naruh kopi sembarangan di deket kain pesanan orang? Sekarang kain seragam majelis taklim saya rusak total, gak bakal bisa hilang itu noda kopinya!" omel Ibu RT dengan nada suara yang makin meninggi, wajahnya memerah karena emosi.

Ibu Abdul langsung mendekat, berlutut di lantai untuk mencoba mengambil kain yang terkena kopi dengan tangan gemetar. "A-aduh, Bu RT... maafkan kami, maaf banget. mereka gak sengaja... Nanti coba kami cuci pakai pembersih khusus ya, Bu?"

"Gak bisa dicuci, Bu! Kain sutra kalau udah kena noda pekat begitu ya seratnya rusak, warnanya juga bakal belang! Saya gak mau tahu ya, pokoknya saya minta ganti rugi kain baru yang sejenis! Kalau gak diganti sekarang juga, saya bakal omongin ke warga lain kalau konveksi di sini kerjanya asal-asalan dan gak bertanggung jawab!" ancam Ibu RT dengan ketus, melipat kedua tangannya di depan dada.

Mendengar ancaman dan bentakan yang diarahkan kepada ibunya, dada Abdul seketika bergemuruh menahan amarah. Namun, ia tahu posisi mereka salah dalam hal ini karena kelalaian tata ruang kerja. Ia melihat ibunya yang mulai berkaca-kaca karena merasa tidak enak hati dan takut usaha anaknya hancur karena gosip lingkungan.

Abdul melangkah maju, memposisikan dirinya di depan sang ibu untuk melindunginya dari tatapan tajam Ibu RT.

"Bu RT, tolong tenang dulu dan gak perlu bawa-bawa warga lain. Ini murni kelalaian teknis dari pihak kami karena tempat kerja kami yang terlalu padat. Ibu jangan marahin ibu saya, urusan usaha ini sepenuhnya tanggung jawab saya," ucap Abdul dengan nada suara yang dalam, tenang, namun penuh penekanan.

Ibu RT mendengus kencang. "Tanggung jawab gimana maksud kamu, Dul? Kamu tahu sendiri kan harga kain itu berapa? Jangan cuma bisa ngomong aja!"

Abdul meraba saku celananya, mengambil dompet, dan mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu yang baru saja ia tarik dari bank kemarin. Ia menghitung jumlahnya dengan cepat di depan Ibu RT.

"Ini uang dua juta rupiah, Bu. Saya rasa jumlah ini lebih dari cukup untuk membeli kembali satu rol kain sutra baru yang sejenis di pasar kota, sekaligus sebagai kompensasi atas keterlambatan waktu penyelesaian seragam Ibu," kata Abdul sambil menyerahkan tumpukan uang tunai tersebut secara langsung ke tangan Ibu RT.

Ibu RT tertegun sejenak melihat tumpukan uang tunai di tangannya. Sikap ketusnya perlahan mereda, digantikan oleh rasa terkejut karena tidak menyangka Abdul bisa mengeluarkan uang jutaan rupiah secepat itu tanpa melakukan penawaran atau perdebatan yang panjang.

"E-eh... iya, ini emang cukup buat beli kain baru," gumam Ibu RT sambil merapikan uang tersebut ke dalam tas kecilnya. "Ya sudah, kalau kamu tanggung jawab begini saya hargai. Tapi saya minta minggu depan seragamnya harus sudah beres semua tanpa ada noda sedikit pun!"

"Saya jamin minggu depan semuanya selesai dengan kualitas terbaik, Bu," jawab Abdul tegas sambil mengangguk.

"Ya sudah, saya permisi dulu," ucap Ibu RT yang kemudian berbalik arah dan berjalan keluar dari pekarangan rumah dengan langkah yang jauh lebih tenang dari saat ia datang tadi.

Setelah Ibu RT benar-benar pergi, Jaka langsung berdiri dari kursinya dengan wajah penuh penyesalan. "Dul... maaf banget, Dul. Sumpah, aku bener-bener gak sengaja. Gara-gara sikutku mentok tembok pas mau balik badan tadi. Potong aja gajiku buat ganti rugi uang itu, Dul."

Abdul menggelengkan kepalanya perlahan, lalu menepuk pundak Jaka dengan hangat. "Gak usah, Jak. Ini bukan salah kamu sepenuhnya. Ini salah tempat kerja kita yang emang udah gak layak lagi buat nampung usaha sebesar ini. Gaji kamu gak bakal aku potong sepeser pun."

Ibu Abdul mendekati anaknya sambil memegang lengan Abdul dengan cemas. "Dul, kamu dapet uang sebanyak itu dari mana, nak? Ibu takut kamu dapet uang dari jalan yang gak bener semenjak kamu keluar dari pabrik kemarin."

Abdul tersenyum tulus, menggenggam erat tangan ibunya yang terasa kasar karena usia. "Ibu tenang aja ya, Abdul jamin uang ini seratus persen halal. Ini hasil dari keuntungan pesanan kain luar kota kemarin yang baru cair. Ibu gak usah kepikiran lagi ya."

Meskipun berhasil menenangkan ibunya, di dalam lubuk hati Abdul, tekadnya kini sudah bulat sebulat-bulatnya. Kejadian sore ini adalah sebuah tamparan keras yang menyadarkannya secara penuh. Ia tidak bisa terus-menerus membiarkan ibunya hidup dalam kecemasan dan gangguan operasional kerja seperti ini.

Uang di rekeningnya kini sudah sangat lumayan berkat keberuntungan misterius dari doa-doanya yang selalu terkabul lewat mimpi subuh. Menyimpan uang tersebut di bank tanpa memanfaatkannya secara maksimal adalah sebuah kebodohan.

Abdul memutuskan bahwa besok pagi, ia harus segera mencari tanah luas di sekitar Gang Seng untuk mendirikan sebuah rumah tinggal baru yang mewah untuk ibunya, dan sebuah gedung tempat konveksi yang terpisah tepat di sebelahnya. Rumah harus kembali menjadi tempat istirahat yang tenang, dan bisnis harus berkembang di tempatnya sendiri yang layak.

1
Ahmadi 241215
udah tau nama nya rizki.masih nanya dasar tolol,di cari di kampus nama rizki.kan udah tau wajahnya.klo bikin cerita pakai otak,kalo gak punya otak,ke rumah sakit jiwa aja anjing
irawan muhdi
lanjut Thor
Farhat Syahada
mantapp up truss
BaekTae Byun
buset gw kira ini tentang sistem santai atau sesuai dengan judul ternyata ngga
Arrofy: ini baru awal perjalanan, ikutin terus perjalanan Abdul, akan banyak kejutan di bab2 selanjutnya😍
total 1 replies
Gege
bilang begene biar argo rumah sakit jalan terus.. kalo cepet sembuh rumah sakit kehilangan ATM berjalannya...🤣
Arrofy: hehehe🤣🤣🤣
total 1 replies
Pur Yono
bagus Dull sudah punya uang tetapp baik hati sama teman yang kesulitan👍
Pur Yono
cerdas kamu thor lanjut kembangkan kreatifitasmu
Pur Yono
upterus👍
Pur Yono
author pintar menyesuaikan cerita dengan situasi dan kondisi jaman sekarang upterus💪
Pur Yono
alur ceritanya santai mudah diikuti lanjut👍
Junior Ian
insprative novel 👍👍
Arrofy: terimakasih ya😍
total 1 replies
irawan muhdi
lanjut Thor
Arrofy: di tunggu ya/Chuckle/
total 1 replies
Gege
naaaah novel tema system yang ringan, enak dibaca modelan begene yang bikin hiburan lengkap... Yoo gass thor 10k kata tiap update..💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!