NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Ayo kak Arya, aku sudah lapar sekali!" desak Marina yang secara mengejutkan muncul di lobi apartemen Arya.

Sudah beberapa hari Arya sengaja tidak mencari Luna. Dan hari ini dia tidak bisa menahan rindu lagi. Memutuskan untuk melihat istrinya di apartemen. Tapi sejak pagi, dia tidak menemukan Luna. Dan sampai malam hari, Arya belum bisa melihat istrinya.

Baru saja Arya ingin naik ke apartemen Luna, terdengar langkah sepatu yang mengetuk keras. Seolah bagian bawah sepatunya terbuat dari besi. Dan dia tahu pemilik sepatu itu.

Marina datang dengan kedua tangan siap memeluknya. Tapi Arya yang sudah menyadari kehadiran wanita itu selama beberapa hari terakhir di sekitar apartemen berhasil menghindar. Menggeser dirinya sendiri ke samping sehingga Marina hanya bisa memeluk ruang kosong.

Lalu berulang kali Marina terus saja membicarakan makan malam. Seolah Arya berhutang hal itu padanya. Ingin sekali dia menolak keinginan Marina tapi wanita itu terus saja mengoceh sampai telinganya panas. Dan lagi, mulai banyak orang yang memperhatikan mereka.

"Baiklah"

Terpaksa Arya menyetujui keinginan Marina. Mereka berangkat ke sebuah restoran untuk makan malam. Arya memesan tempat yang lebih private karena tidak ingin terlihat bersama Marina oleh siapapun. Tapi semua langkahnya disalah pahami oleh wanita yang duduk di depannya.

"Kak Arya, kau sungguh baik sekali padaku. Sampai memesan ruangan pribadi hanya untuk makan malam denganku. Membuatku merasa sangat istimewa"

"Aku hanya memenuhi keinginanmu untuk makan malam. Hanya itu"

"Kak Arya tak perlu malu denganku. Aku tahu kak Arya memang selalu baik padaku. Tak pernah menyakitiku. Kecuali saat kau tiba-tiba menghilang begitu saja waktu itu"

Arya memilih tidak berkomentar sama sekali. Yang dia inginkan adalah segera kembali ke apartemen dan menunggu Luna pulang.

"Kak Arya tidak pernah menghubungiku. Juga tidak pernah bisa dihubungi. Kak Arya tak punya media sosial dan itu membuatku sangat khawatir pada keadaanmu"

"Kau tidak perlu khawatir denganku. Kejadian itu hanya kesalahan saja dan sudah lama berlalu. Aku tidak pernah memiliki perasaan apapun padamu."

"Kak Arya tidak memiliki perasaan padaku? Tapi kau begitu bersemangat untuk melakukan hal itu denganku. Bahkan di rumahmu, jadi kupikir ... "

Arya tidak tahan lagi dengan semua hal ini.

"Aku hanya ingin segera bercerai dari Luna"

"Hanya itu? Jadi kak Arya tidak tertarik padaku?"

Arya mendesah.

"Marina, aku bertemu denganmu hanya karena menggunakan jasamu untuk desain interior. Tidak ada alasan lain. Makanan sudah aku pesan, silahkan menikmati!" ucapnya lalu pergi. Tidak peduli lagi dengan Marina yang menghentakkan kakinya di belakang.

Tak menunda waktu lagi, dia pergi ke apartemen untuk menemui Luna. Berdiri lama di depan apartemen istrinya tapi tak mendengar suara sama sekali dari dalam.

"Apa Luna belum pulang? Tapi tokonya tutup hari ini. Kemana dia pergi?"

Sampai tengah malam menunggu, Arya belum melihat istrinya. Luna tidak biasanya berada diluar sampai tengah malam. Istrinya itu sangat takut gelap. Karena itu selalu menutup toko jam 9 malam agar bisa pulang sebelum terlambat.

Merasa tak tenang, Arya segera masuk ke dalam apartemen istrinya. Menduga kalau Luna sakit dan pingsan.

"Luna!" panggilnya.

Luna tidak ada. Tidak ada tanda-tanda keberadaan istrinya di apartemen. Lalu kemana Luna pergi?

Arya keluar dari apartemen dan berlari ke toko istrinya. Gelap, tidak ada tanda-tanda Luna datang ke toko hari itu. Hampir saja dia kembali ketika melihat sedikit cahaya di gudang toko. Dengan paksa, Arya membuka pintu toko dan masuk ke dalamnya. Melihat istrinya berbaring di lantai tanpa alas dan bantal, membuat Arya memeriksa dahi Luna.

"Panas"

Segera saja dia mengangkat Luna dan keluar dari toko, membawanya segera ke apartemen. Tak lupa memanggil seorang dokter kenalannya.

"Dehidrasi dan kelelahan. Setelah menghabiskan cairan infus dan beristirahat, dia akan baik-baik saja" kata dokter membuat Arya tenang.

"Baguslah. Apa yang harus kulakukan?" tanyanya.

"Jangan membuatnya kelelahan. Dia harus banyak istirahat"

Setelah mengantar dokter keluar, Arya menghampiri istrinya yang terbaring sakit. Dia meletakkan punggung tangan di dahi Luna, merasa lega ketika tidak lagi merasakan panas.

"Kenapa kau tidur di gudang? Apa yang kau lakukan seharian ini sampai kelelahan? Harusnya aku tidak membiarkanmu sendiri. Aku yang salah"

"Kenapa? Kenapa?" kata Luna dalam tidurnya lalu menangis. Arya mengusap air mata yang mengalir di pipi istrinya dengan lembut.

"Apa yang ingin kau tahu? Aku akan menjawab semuanya. Tapi jangan sakit, kau membuatku sangat khawatir"

"Kenapa? Kenapa?" gumam Luna terus menerus membuat Arya tak tega. Dia segera memeluk istrinya dan keduanya tertidur sampai pagi.

Terbangun, Arya tidak menemukan istrinya di tempat tidur. Dia keluar dari kamar dan mencari ke segala tempat dalam apartemen tapi Luna tidak ada. Segera saja dia turun ke lantai lima dan sampai di depan apartemen istrinya.

"Luna ... Luna!!" panggilnya sembari mengetuk pintu. Tak sabar menunggu tanggapan, dia menggunakan kunci untuk masuk. Sekali lagi, Luna tidak ada di apartemennya. Ketika melihat jam, dia sadar kalau terbangun kesiangan. Pasti istrinya yang sangat rajin itu sedang ada di toko saat ini.

Tanpa mandi atau mengganti baju, Arya berangkat ke pusat kota. Dia menemukan istrinya benar-benar sedang duduk di belakang mesin kasir. Melayani pelanggan yang datang ke toko.

Baru saja dia ingin pergi ke istrinya, seorang wanita lebih dulu berlari ke toko itu. Marina? Apa yang Marina lakukan disini?

Tentu saja Arya membatalkan niatnya pergi ke toko istrinya. Dia hanya memperhatikan Luna dari jauh. Bertanya dalam hati apa yang Marina katakan pada Luna saat ini.

Hanya berselang sepuluh menit, Marina keluar dari toko istrinya. Tidak membeli apapun dan pergi dengan menghentakkan kakinya kuat-kuat ke tanah. Kemudian masuk ke dalam mobil dengan warna coklat yang sudah lapuk dengan banyak sticker di pintunya. Saat mobil itu menyala, suara kasar segera mengganggu banyak orang yang ada disekitarnya. Untung saja tak lama, mobil itu pergi. Menjauh entah kemana.

Arya berjalan ke arah toko dan melihat wajah istrinya memutih pucat.

"Kau baru saja sembuh, dan langsung bekerja. Apa kau ingin sakit lagi?" kata Arya yang dibalas tatapan tajam istrinya.

"Pergilah!"

Arya tidak menerima penolakan. Dia segera mengusir para pelanggan yang datang dan memberitahu mereka untuk datang kembali besok karena toko akan segera ditutup. Setelah pelanggan pergi, dia membereskan toko dan memaksa Luna untuk pulang.

"Badanmu terlalu lemah bahkan untuk melawanku. Kita pulang karena kau harus beristirahat. Diam dan menurut, atau aku harus mengikatmu di kursi!"

Luna memilih untuk diam selama perjalanan sampai di apartemen.

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!