Naima, seorang gadis cantik yang hidup sederhana di desa terpencil, harus menghadapi kenyataan pahit saat ayahnya yang buta. meninggal dunia dan ibunya mengalami depresi berat hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Di tengah keterpurukannya, takdir justru mempertemukannya dengan Sean, seorang pria kaya raya yang memiliki kepribadian dingin.
Akankah pertemuan ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Naima, atau justru membawanya ke dalam lika-liku kehidupan yang lebih rumit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon i'm gresya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
for you
sean tertawa mendengar ucapan naima yang menurutnya tidak masuk akal.
"kau tidak menerima apapun, jangan bercanda dan membuat lelucon nyonya, aku tidak menyukai itu. uang yang ku berikan padanya cukup besar."
naima menatap tajam ke arah sean.
"tapi aku tidak menerima apapun tuan, jika tuan mengira aku menjual tubuhku untuk uang. maka tuan salah besar. jika tuan berkenan, pergilah dari sini sekarang juga" usir naima.
sean tidak menjawab, dia pergi dari villa itu. mikael yang menunggu di dalam mobil, segera menanyakan perihal yang terjadi di antara mereka berdua.
"ada apa, apa kau mengenal nona tadi? " ucap mikael saat sean masuk kedalam mobil.
sean tidak menjawab ucapan mikael. dia hanya membuang wajah tidak sukanya ke arah samping dan itu membuat mikael makin bertanya tanya.
"jalankan mobilnya. kita ke club malam ini" ucap sean, membuat mikael melotot kan matanya.
" bro.. santai, jika ada masalah. solusinya bukan ke club dan bercinta dengan wanita malam" jawab mikael takut kepada reputasi sean yang berada di atas.
"jalankan saja mobilnya dan ikuti perintah ku" ucap sean marah dan meninggikan suaranya.
mikael akhirnya terdiam, dan patuh pada perintah sean. setelah mobil di nyalakan. mereka pergi dari villa itu.
di perjalanan menuju club, sean selalu teringat dengan ucapan naima yang sama sekali tidak menerima apapun dari noah. padahal seingatnya sean, dia memberikan jumlah yang yang cukup besar pada noah, sekitar ratusan jutaan atau lebih karna ingin diberikan setengah pada naima yang malam itu membuat sean bahagia karna naima masih perawan.
sesampainya di club, sean langsung keluar dari mobil dan memasuki club itu. mikael juga langsung keluar saat melihat sean keluar begitu saja.
kaki panjang sean, berjalan lurus. dan sampai ke ruangan noah. sean sama sekali tidak peduli privat noah, dia masuk begitu saja. dan hal yang pertama sean lihat adalah melihat noah yang sedang bercinta dengan seorang wanita.
noah terkejut melihat sean yang masuk begitu saja. wanita itu langsung mengambil pakaian dan mengenakannya asal lalu keluar dari ruangan noah.
noah menatap tajam ke arah sean..
" apa kau tidak punya rasa malu sedikitpun sean. hanya karna kau berkuasa membuatmu jadi semena mena pada orang" marah noah kepada sean.
sean tidak peduli dengan ucapan noah.
"jika aku tidak punya malu lau kau apa!, aku tidak ingin basa basi denganmu. aku hanya ingin menanyakan. waktu aku pergi, setelah memakai wanita itu. apa kau memberi uang kompensasi padanya" ucap sean menatap datar ke arah noah.
noah membulatkan matanya, dia tidak tau harus menjawab apa. karna seingatnya dia tidak memberikan apapun pada wanita itu.
" kenapa kau diam" jawab sean, makin membuat noah tidak bisa berkutik.
" aku memberinya... " ucap mina yang datang tiba tiba ke ruangan itu.
sean menatap datar ke arah mina.
"aku memberikan uang itu padanya" jawabnya lagi sambil berjalan ke arah noah dan berdiri di sampingnya.
"kenapa kau menanyakan hal itu, apa kau merindukan wanita itu. tapi sayangnya wanita itu sudah pergi dan kabur entah ke mana" ucap mina memperjelas kenyataan.
sean menatap kedua pasangan suami istri itu, seolah tidak percaya dengan ucapan mina tadi.
"aku tidak pernah bohong tuan, jika tuan tidak percaya pada noah. maka percayalah padaku. waktu tuan pergi dari kamar itu, aku masuk kedalam dan melihatnya yang masih menangis di tempat tidur. aku mengatakan sepatah kata yang menurutnya membuatnya sakit hati. sebelum aku pergi, aku memberikan uang cash kepadanya. aku tidak tau dia menerimanya atau tidak, tapi setelah aku memberikan uang itu dia bahkan tidak terlihat senang menerima uang itu. aku hanya meletakkan uang itu lalu pergi dari sana" ucap mina pada sean.
sean yang mendengar itu, tidak menjawab dia pergi dari sana tanpa berbicara sepatah kata.
noah yang hampir mau mati, akhirnya duduk di kursinya dan menghembuskan napas panjangnya. mina yang melihat itu, tertawa sinis ke arah noah.
"aku memang terlihat bodoh, tapi itu hanya di hadapan mu saja. aku tidak pernah bodoh jika dihadapan orang lain termasuk sean sendiri. aku melihat semuanya tadi sebelum sean masuk kedalam. apa kau masih suka bermain dengan para wanita, siapa wanita itu. haa" ucap mina marah pada noah.
noah beralasan lagi dan seolah ucapan mina itu salah mengenai nya.
" wanita mana.. aku tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita tadi, dia hanya mengantarkan berkas penting ku. lalu sean masuk dan wanita itu pergi dari ruangan." bohong noah kepada mina.
seperti biasa mina selalu percaya kebohongan noah..
..
naima masih menangis di kamarnya. setelah sean pergi tadi, naima menutup rapat pintu villa dan menguncinya. lalu berlari ke arah kamarnya dan menumpahkan tangisnya di sana.
" hiks.. hiks.. hiks.. , kenapa orang selalu saja menghinaku. didesa aku dihina miskin dan disini aku dihina wanita rendahan. apa aku terlalu menjijikkan dihadapan orang " tangis naima di bawah lantai kamarnya.
dia berdiri dan menidurkan dirinya terlentang di tempat tidur. naima memegang perut ratanya dengan lembut.
"nak... bahkan sebelum kau lahir di dunia ini, ayah mu tidak ingin mengakui mu. dia membenci kita berdua yang hina ini. tapi kau tidak perlu khawatir nak, selama ibu ada. ibu tidak akan membuatmu hidup dalam penderitaan yang pernah ibu alami. kau harus hidup bahagia dan mempunyai pendidikan yang lebih layak. ibu janji itu nak" ucap naima sambil terus mengelus perut ratanya..
~