NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:23.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Tari menatap layar, lalu menatap Reza dengan ekspresi jijik yang luar biasa. Karyawan lain mulai menggeser kursi mereka, menjauh dari Reza seolah pria itu membawa penyakit menular.

Pak Dito dari HRD wajahnya mengeras seperti batu. Ia menoleh ke arah Pak Handoko dengan tatapan membunuh.

"Pak Handoko... apa maksud semua bukti ini?" tanya Pak Dito, suaranya bergetar menahan amarah yang meledak-ledak. Reputasinya sebagai HRD dipermainkan mentah-mentah oleh manajer operasional korup ini.

Pak Handoko gemetar hebat. Keringat dingin membasahi seluruh kemejanya. Ia mencoba berjalan mendekati komputer untuk mencabut flashdisk tersebut, namun kakinya tersandung kaki meja, membuatnya jatuh tersungkur dengan memalukan di depan semua stafnya.

"I-itu fitnah! Rekaman suara itu hasil editan AI! Bayu pintar komputer, dia menjebak saya!" teriak Pak Handoko panik, persis seperti alasan yang digunakan Reza beberapa hari yang lalu.

Reza yang ketakutan setengah mati malah melakukan hal yang paling logis bagi seorang pengecut... menyelamatkan dirinya sendiri.

"Bukan saya yang merencanakan ini, Pak Dito! Pak Handoko yang menyuruh saya! Dia bilang kalau saya tidak ikut membantu menggelapkan dana kas, saya yang akan dipecat!" Reza menunjuk atasannya yang masih tersungkur di lantai.

Pak Handoko mendelik marah. "Tutup mulutmu, Reza! Beraninya kamu memfitnah atasanmu!"

"Sudah cukup!" bentak Pak Dito dengan suara menggelegar. "Kalian berdua, ikut saya ke ruangan direksi sekarang juga! Keamanan! Panggil pihak keamanan ke lantai tujuh, amankan dua orang ini sebelum mereka mencoba melarikan diri!"

Dua orang satpam perusahaan segera masuk ke ruangan dalam waktu kurang dari satu menit. Mereka memegang lengan Pak Handoko yang masih meronta dan Reza yang sudah menangis meratapi nasibnya, menyeret mereka berdua keluar dari ruangan divisi.

Bayu berdiri tenang di depan layar proyektor yang kini perlahan meredup dan kembali ke tampilan awal desktop. Ia mencabut flashdisk hitam itu. Sesuai deskripsi dari sistem, flashdisk itu langsung hancur menjadi bubuk hitam di tangannya, lenyap tanpa sisa. Bukti fisik keberadaan teknologi dari masa depan itu terhapus dengan sendirinya.

Pak Dito menghampiri Bayu. Wajah manajer HRD itu masih tegang, namun kali ini tatapannya dipenuhi rasa segan dan permintaan maaf.

"Bayu, saya selaku perwakilan manajemen meminta maaf yang sebesar-besarnya atas insiden ini. Kami hampir saja memecat karyawan yang tidak bersalah. Kami akan menjadikan bukti di layar tadi sebagai dasar pelaporan ke polisi untuk Handoko dan Reza," ucap Pak Dito sungguh-sungguh. "Sebagai kompensasi atas tekanan mental ini, perusahaan akan memulihkan nama baikmu dan saya akan merekomendasikan kenaikan gaji untukmu bulan depan."

Bayu menatap Pak Dito, lalu tersenyum tipis. Senyum yang sama sekali tidak menunjukkan rasa syukur dari seorang karyawan yang baru saja diselamatkan karirnya.

"Tidak perlu repot-repot, Pak Dito," jawab Bayu santai. Ia berjalan kembali ke mejanya, mengambil tas ranselnya, lalu mengeluarkan sebuah amplop putih bersih dari dalam tas tersebut.

Ia menyerahkan amplop itu kepada Pak Dito.

"Apa ini?" tanya Pak Dito bingung.

"Surat pengunduran diri saya, Pak. Berlaku mulai hari ini, detik ini juga," kata Bayu. Suaranya bergema di ruangan yang masih shock itu.

Tari langsung berdiri dari kursinya. "Bay! Lo gila? Nama lo udah bersih, lo malah mau diangkat gajinya, kenapa lo malah resign?"

Bayu menoleh ke arah Tari, pandangannya melembut. "Perusahaan ini sistemnya sudah busuk dari dalam, Tar. Selama masih ada orang-orang seperti Handoko di posisi atas, karyawan bawah seperti kita hanya akan jadi tumbal. Gue udah nggak butuh pekerjaan ini lagi."

Bayu mengambil barang-barang pribadinya yang tidak seberapa dari atas meja. Ia menyampirkan tas di bahu kanannya.

"Bayu, kamu tidak bisa mengundurkan diri mendadak seperti ini. Ada prosedur satu bulan pemberitahuan," kata Pak Dito mencoba menahan.

"Bapak potong saja gaji saya bulan ini sebagai penalti. Lagipula, saya rasa manajemen sedang terlalu sibuk mengurus skandal penggelapan dana untuk mengurus penalti anak bawang seperti saya," potong Bayu elegan.

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut dari HRD, Bayu melangkah menuju pintu keluar. Saat melewati meja Tari, ia berhenti sejenak.

"Tar, makasih ya udah sering belain gue selama ini. Lo orang baik," ucap Bayu tulus. "Kalau lo suatu saat muak dan pengen keluar dari tempat ini, hubungin gue. Gue yakin, sebentar lagi gue bakal butuh asisten yang bisa dipercaya."

Tari hanya bisa menganga tak percaya, menatap punggung Bayu yang berjalan meninggalkan ruangan itu dengan gagah. Langkah pemuda itu tidak lagi berat seperti budak korporat, melainkan langkah seorang raja yang baru saja menghukum pengkhianatnya dan bersiap membangun kerajaannya sendiri.

Bayu menekan tombol lift untuk turun ke lobi utama. Ia menatap pantulan dirinya di pintu lift logam yang mengkilap.

Dendam masa lalunya sudah terbayar lunas. Mulai hari ini, ia memiliki modal lima ratus juta rupiah di rekeningnya dan teknologi mutakhir dari Toko Ajaib di genggamannya. Jakarta bukan lagi kota yang menakutkan baginya. Jakarta kini adalah arena bermainnya.

1
ラマSkuy
nah MC begini yang gua demen 👍
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
/Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!