NovelToon NovelToon
GODAANKU

GODAANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Selly, gadis berusia 19 tahun, adalah putri kesayangan keluarga terkaya nomor dua di negara ini. Sejak kecil ia hidup dalam pelukan kasih sayang yang luar biasa—dimanja ayah, disayang ibu, dan dijaga mati-matian oleh kakak laki-lakinya, Rian, yang posesifnya level dewa.

Namun, ada satu hal yang selalu Selly inginkan namun sulit ia dapatkan: Hati seorang Darren Wijaya.

Darren, pria dingin berusia 32 tahun yang merupakan raja bisnis dan orang terkaya nomor satu. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan kekasihnya, Natasha, membuat pria itu menutup hatinya rapat-rapat. Selama bertahun-tahun Selly mengejar, memberi perhatian, dan mencoba menembus tembok dingin itu, namun yang ia dapatkan hanyalah sikap acuh tak acuh dan penolakan.

Hingga suatu hari, rasa lelah dan sakit hati membuat Selly sadar. Ia tidak bisa terus memaksakan diri.

"Cukup, Om... Aku menyerah."

Selly memutuskan berhenti. Ia mulai fokus kuliah, bergaya lebih dewasa, dan mencoba membuka hati untuk Aron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

Sejak hari yang menjadi titik balik dan titik keruntuhan hidupnya itu, perubahan besar dan drastis mulai terlihat jelas pada diri Selly Adhitama.

Gadis yang dulu dikenal oleh semua orang dengan senyumnya yang selalu cerah menyilaukan, tawanya yang renyah dan menular, serta energinya yang selalu meluap-luap seperti matahari pagi yang hangat... kini perlahan namun pasti berubah menjadi sosok yang asing.

Selly menjadi pendiam. Sangat pendiam.

Ia tidak lagi bersorak riang saat bangun pagi, tidak lagi bersenandung lagu-lagu manis saat beraktivitas di rumah, dan tidak lagi terlihat bersemangat mempersiapkan bekal makan siang atau hadiah-hadiah kecil untuk seseorang.

Waktu yang dulu ia habiskan dengan berdandan cantik, memilih baju, dan bersiap pergi ke kantor Darren dengan hati berbunga-bunga... kini ia habiskan hanya dengan duduk diam di sudut kamarnya, menatap dinding kosong, atau tidur seharian lamanya.

Matanya yang dulu selalu berbinar-binar penuh harap dan semangat, kini terlihat sayu, gelap, lelah, dan seringkali tampak bengkak karena habis menangis dalam diam dan kesendirian.

Selly juga jadi orang yang sangat tertutup. Kalau ditanya "kamu kenapa?", jawabnya cuma "enggak apa-apa, cuma capek aja" atau "lagi pusing dikit". Padahal semua orang tahu, hatinya sedang hancur lebur dan berdarah-darah.

Perubahan sikap yang begitu menyedihkan ini tentu saja langsung disadari oleh seluruh anggota keluarga. Papa, Mama, dan terutama Kak Rian... mereka melihat perubahan itu, dan rasanya sedih sekali melihat putri dan adik kesayangan mereka kehilangan cahayanya seperti ini.

Suatu sore yang mendung, suasana di ruang keluarga terasa hening dan suram.

Selly duduk bersandar di sofa besar, memeluk lututnya sendiri dengan tubuh yang tampak kurus dan lemah. Wajahnya pucat tanpa riasan, matanya kosong menatap layar televisi yang menyala tapi tidak ia lihat isinya.

Pikirannya penuh dengan bayangan kejadian tempo hari. Suara Darren yang berkata "Gangguan", "Beban", dan tawa mengejek itu... terus terngiang di kepala bagai lagu yang diputar berulang-ulang tanpa henti.

"Dasar bodoh... dasar gak sadar diri..." gumam Selly pelan pada dirinya sendiri, air mata kembali menetes tanpa ia sadari, jatuh membasahi celana jeans yang ia pakai.

Tiba-tiba, sebuah selendang kain tebal dan hangat terulang menutupi bahu dan punggungnya. Selly mendongak kaget, dan mendapati ibunya tercinta, Nyonya Elara, sedang duduk bersebelahan dengannya dengan wajah penuh kasih sayang dan kepedulian yang mendalam.

Wanita paruh baya itu tidak langsung bertanya atau menasihati. Ia hanya tersenyum tipis, senyum yang penuh pengertian, lalu dengan lembut mengusap air mata yang jatuh di pipi putrinya menggunakan ibu jari tangannya yang hangat dan lembut.

"Sudah sore, Nak. Anginnya mulai dingin dan lembab, jangan duduk kedinginan gitu nanti sakit," ucap Mama Elara lembut, suaranya seakan memiliki kekuatan magis yang bisa menenangkan gejolak badai di hati siapa saja yang mendengarnya.

Selly menunduk, bibirnya mulai bergetar hebat menahan isakan tangis yang sudah lama ia pendam.

"Ma... Selly..."

"Sudah sayang... jangan dipendam sendiri lagi ya..." potong Mama Elara halus dan lembut.

Lalu perlahan, dengan penuh kehangatan, ia membuka kedua lengannya lebar-lebar, mengajak putrinya untuk berlindung di sana.

"Sini... sini peluk Mama dulu..."

Itu saja. Satu ajakan sederhana itu seakan menjadi tombol yang mematikan seluruh pertahanan diri Selly yang sudah ia bangun setinggi tembok.

Gadis itu tidak mampu lagi menahan diri. Dengan langkah yang terasa berat namun penuh kerinduan akan kasih sayang, ia langsung melabuhkan tubuhnya ke dalam pelukan hangat ibunya.

Ia membenamkan wajahnya ke dada bidang wanita itu, memeluk pinggang ibunya erat-erat seakan takut kehilangan, dan akhirnya... isakan tangis yang selama ini ia tahan sekuat tenaga... meledak keluar dengan keras dan pilu.

"Hikss... hikss... Ma... aaaa..."

"Sudah ya... sudah ya Nak... menangislah sepuasnya... Mama di sini... Mama selalu di sini sama kamu..." bisik Mama Elara berulang-ulang sambil mengelus-elus punggung dan rambut putrinya dengan penuh kelembutan, membiarkan Selly meluapkan semua emosi, semua kepedihan, dan semua rasa lelahnya di sana.

Mereka berpelukan lama sekali di ruangan yang hening itu. Hanya terdengar suara isakan tangis Selly yang sangat menyayat hati.

Setelah tangisnya mulai mereda sedikit dan napasnya mulai teratur, Selly mendongak dengan wajah sembab, merah padam, dan terlihat sangat rapuh.

"Ma... Selly bodoh ya Ma? Selly jahat ya? Kenapa sih Selly bisa sebegitu bodohnya memaksakan diri sama orang yang jelas-jelas benci dan jijik sama Selly?" tanya Selly parau, suaranya pecah penuh rasa putus asa dan rendah diri.

Mama Elara menatap putrinya itu dengan mata yang juga mulai berkaca-kaca, namun tatapannya penuh dengan kebijaksanaan dan ketulusan yang luar biasa.

"Tidak sayangku... dengar Mama baik-baik ya..."

"Kamu tidak bodoh, dan kamu sama sekali tidak jahat. Kamu itu gadis yang punya hati terlalu tulus, terlalu baik, dan terlalu suci. Kamu hanya terlalu mencintai sampai akhirnya kamu lupa cara mencintai diri sendiri, kamu lupa cara menghargai dirimu sendiri."

"Tapi lihat kan Ma? Hasilnya apa? Selly cuma dijadiin bahan tertawaan orang banyak, Selly cuma dianggep beban yang nyusahin doang. Selly malu Ma... malu banget sama diri sendiri, malu sama Papa sama Mama..." isak Selly lagi, rasanya sesak sekali di ulu hati.

Mama Elara mengangkat dagu putrinya, memaksanya menatap mata ibunya agar bisa melihat ketulusan di sana.

"Dengar Mama ya, Putri cantik Mama..."

"Kelelahan itu pasti ada batasnya. Menunggu juga pasti ada habisnya. Dan mencintai orang yang bahkan tidak bisa melihat betapa berharganya kamu, orang yang bahkan tidak bisa menghargai ketulusan kamu... itu namanya bukan setia, Nak... itu namanya menyiksa diri sendiri."

Mama Elara menghela napas panjang, lalu mengucapkan kalimat yang begitu menenangkan dan membebaskan jiwa Selly saat itu juga.

"Kalau hati dan kakimu sudah terasa sangat capek... kalau rasanya sudah sakit sekali... berhenti saja ya, Nak..."

"Tidak apa-apa kok untuk berhenti. Tidak ada yang akan marah, tidak ada yang akan bilang kamu gagal, dan tidak ada yang akan menghakimimu."

"Taruh semua beban berat itu di sini. Taruh di hati Mama. Kamu gak perlu pura-pura kuat terus kok. Kamu itu manusia biasa, kamu boleh lemah, kamu boleh menangis, dan kamu punya hak penuh untuk menyerah demi kebaikan dan keselamatan hatimu sendiri."

"Jangan paksakan kakimu buat berlari lagi kalau dia sudah lecet dan sakit berdarah. Jangan paksakan hatimu buat berharap lagi kalau dia sudah hancur berkeping-keping tak tersisa."

"Berhenti saja ya Nak... istirahatlah... demi masa depanmu, demi kebahagiaanmu sendiri..." pesan Mama Elara penuh ketulusan dan cinta yang tak terhingga.

Selly mendengar setiap kata itu, rasanya seperti mendapatkan suntikan kekuatan baru yang luar biasa. Rasa sesak yang mendera dadanya perlahan tergantikan oleh rasa lega yang sangat besar.

"Iya Ma..." bisik Selly lemah, lalu kembali memeluk ibunya erat-erat seakan menggantungkan seluruh hidupnya di sana. "Selly janji... starting hari ini Selly akan berhenti. Selly capek Ma... Selly mau istirahat. Selly mau bahagia lagi."

"Ya sudah, istirahatlah. Mama sama Papa sama Kakak selalu ada buat kamu. Kamu itu berharga banget lho Nak, jangan biarin siapapun bikin kamu merasa kecil dan tidak berharga lagi," ucap Mama Elara sambil mencium kening putrinya lama dan penuh sayang.

Hari itu, di dalam pelukan hangat ibunya... Selly Adhitama secara resmi mengubur rasa cintanya yang besar untuk Darren Wijaya. Sudah cukup. Ia lelah. Ia menyerah. Dan ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

 

(Bersambung...)

1
Ilfa Yarni
otw menikah nih kayaknya
Ilfa Yarni
udahlah rian biari aja kenapa siihereka saling cinta ga bakal bisa dipisahin km hanya akan capek doang
Ilfa Yarni
udah rian restui aja km ga bakal bisa pisahin mereka klo dulu mgkn bisa to sleep Darren udah sadar klo dia jg cinta sama selly
Ilfa Yarni
k. gabakal bisa pisahin mereka rian mereka sama2 saling cinta
fafifufefo
SELLY KAMU KAYA TAPI KALAU UDAH MENYANGKUT HATI SIAPA YANG BISA MELAWAN
Ilfa Yarni
ya udah klo udah begini menikahlah segera drpd nanti kebablasan
Ariany Sudjana
Aron kemana? kok ga muncul lagi?
Ilfa Yarni
Aaaaa selly akhirnya luluh jg hadeeh knp ga tahan sedikit sih biar om darrennya ngejar kejer begitu
wiwi: udah terlanjur cinta sih bun🤭
total 1 replies
falea sezi
situ merasa ganteng ya 🤣 perjaka tua
falea sezi
mau kasih hadiah jd males MC nya oon🤣 cwek. lacur murahan
falea sezi
kn bnrr🤣 lu murahan 🤣 aneh lu
falea sezi
masih mahalan lacur mahal karena di bayar nah selly murahan🤣 pantes daren g mau bodoh bgt ngejar cowok kayak g laku aja lacur aja neh ya di cari pelanggan pas butuh lah selly g dicari dteng sendiri lebih. murah dr lacur
Ilfa Yarni
waduh bahaya orang seperti Darren ini klo udah merasa memilik orang lain bisa celaka klo iseng sedikit saja sama wanitanya
Erna Riyanto
kok Selly jdi gitu...apa GK ingat perlakuan Darren bertahun" kyk apa...gampangan banget...terus Aron jg gmn...hahhh ..GK jelas bgt..
wiwi: sabar sabar😄😄
total 1 replies
Ariany Sudjana
bodoh kamu Selly, mudah sekali percaya dengan omongan Darren
wiwi: 🤣🤣🤣🤣 iya
total 1 replies
Ilfa Yarni
Aaaaa jgn lululh secepat itu selly lawan trus godaa Darren jgn luluh dulu ya
wiwi: sabar🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
jgn pg lululh selly biarkan Darren mati2anemgejarmy seperti yg km lakukan dululibat sampe dmn kegigihannya mendapatkan km kembali
Zhang Wuyang (张五阳)
dasar daren sesat kocak
Zhang Wuyang (张五阳)
milik lu apanya, udah lu sia sia in juga kesetiaan selly sekarang lu berharap apa kocak
Ilfa Yarni
waduh bahaya obsesinya liat skali akan menerjang apapun knp skr kau berubah ada apa dgnmu darren pas slellyudah menyerah mengejarmu km ga Terima emang selly apaan bagimu
wiwi: iya kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!