Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17: Pilihan Berdarah
Hutan Kuno Para Dewa yang biasanya tenang kini berubah menjadi kuali penderitaan. Di satu sisi cakrawala, langit berwarna ungu pekat dengan sambaran petir hitam, menandakan kedatangan Panglima Perang Iblis yang membawa sosok hancur ayah Xiao Yuan. Di sisi lain, tepat di depan mata Xiao Yuan, Yun’er sedang meregang nyawa dalam sebuah proses yang jauh lebih mengerikan daripada kematian fisik.
"Yun'er!" teriak Xiao Yuan, suaranya pecah oleh keputusasaan.
Tubuh Yun’er melayang beberapa inci dari tanah. Cahaya biru safir yang biasanya menenangkan kini berpendar liar, keluar dari pori-pori kulitnya seperti benang-benang sutra yang ditarik paksa oleh tangan tak terlihat. Wajahnya yang cantik membiru, napasnya tersengal-sengal, dan matanya mulai memutih.
"Ini adalah Segel Penukar Jiwa," suara Sang Permaisuri Phoenix Es terdengar gemetar, sesuatu yang jarang terjadi pada sosok setingkat dirinya. "Ling’er... wanita iblis itu telah menanamkan benih kutukan saat dia menyentuh Yun’er di Lembah Kematian. Dia tidak ingin membunuh Yun’er, dia ingin menukar jiwa suci Yun’er dengan roh iblis pemakan nyawa!"
Xiao Yuan mencoba mendekat untuk memeluk Yun’er, namun sebuah benteng energi dingin yang menyakitkan mementalkannya. "Bagaimana cara menghentikannya?! Katakan padaku!"
Permaisuri Phoenix Es menatap ke arah api ungu di kejauhan, lalu kembali ke Xiao Yuan. "Hanya ada satu cara. Seseorang harus menyedot kutukan itu ke dalam tubuhnya sendiri menggunakan Inti Naga. Tapi Xiao Yuan, kau sedang dalam kondisi tidak stabil. Jika kau menyerap kutukan iblis ini saat 'Tanda Buruan Surga' masih ada di dadamu, kau akan meledak! Dan saat itu terjadi, kau tidak akan punya kekuatan untuk menyelamatkan ayahmu."
Xiao Yuan membeku. Kepalanya menoleh ke arah timur, di mana ia bisa mencium bau amis darah yang sangat familiar darah ayahnya, pria yang meskipun gagal melindunginya, tetaplah sosok yang memberinya nama. Ia bisa mendengar tawa Panglima Perang Iblis yang menggema di udara, menantangnya untuk datang jika ia masih punya nyali.
"Yuan... pergilah..." bisik Yun’er dari tengah badai cahaya. Suaranya sangat tipis, hampir hilang tertelan angin. "Selamatkan... ayahmu... jangan... pedulikan aku..."
"Diam! Jangan bicara!" raung Xiao Yuan. Air mata darah mulai mengalir dari matanya yang berwarna biru es.
Dunia seolah berhenti berputar. Xiao Yuan merasakan konflik batin yang merobek jiwanya. Jika ia memilih Yun’er, ayahnya akan mati dalam siksaan yang tak terbayangkan di tangan iblis. Jika ia memilih ayahnya, Yun’er satu-satunya cahaya yang menemaninya di kegelapan jurang akan menjadi wadah bagi roh iblis dan kehilangan jati dirinya selamanya.
"Ling’er... kau benar-benar ingin aku hancur," Xiao Yuan berbisik dengan nada yang sangat rendah, namun penuh dengan niat membunuh yang bisa membekukan lautan.
"Tuan Muda Xiao, tidak ada waktu lagi!" Hong Yue berteriak dari balik pohon. "Panglima Iblis itu mulai memotong jari ayahmu satu per satu setiap sepuluh hitungan! Kau harus memilih sekarang!"
Xiao Yuan memejamkan matanya. Di dalam kegelapan batinnya, ia memanggil Jiwa Naga Hitam dan Naga Perak secara bersamaan.
Wahai naga yang haus darah, apakah kau bersedia menanggung beban ini? suara purba di kepalanya bertanya.
"Bukan hanya bersedia," jawab Xiao Yuan dalam hati. "Aku akan memakan kutukan itu, dan aku akan membantai iblis itu dengan kekuatan yang sama!"
Xiao Yuan membuka matanya. Tanpa peringatan, ia menerjang masuk ke dalam lingkaran cahaya biru yang menyelimuti Yun’er.
DUAR!
Tekanan udara di sekitar mereka meledak. Xiao Yuan mencengkeram bahu Yun’er, dan dengan paksa, ia mulai menarik benang-benang cahaya biru itu masuk ke dalam dadanya sendiri melalui Tanda Buruan Surga.
"TIDAK! KAU AKAN MATI!" Permaisuri Phoenix Es mencoba mencegah, namun terlambat.
Xiao Yuan menjerit kesakitan yang melampaui deskripsi manusia. Kutukan iblis itu mulai merayap di meridiannya, bertabrakan dengan energi naga dan energi Phoenix. Tubuhnya mulai retak; kulitnya di beberapa bagian pecah, mengeluarkan cahaya hitam dan biru secara bergantian.
"Aku adalah naga... naga tidak akan tunduk pada kutukan rendahan!" Xiao Yuan menggeram.
Dengan satu sentakan terakhir, seluruh cahaya biru tersedot masuk ke dalam tubuh Xiao Yuan. Yun’er jatuh pingsan ke pelukan Permaisuri Phoenix Es, jiwanya terselamatkan namun raganya sangat lemah.
Xiao Yuan berdiri dengan goyah. Rambut putihnya kini sepenuhnya berubah menjadi warna ungu gelap yang aneh. Aura yang keluar dari tubuhnya bukan lagi aura suci, melainkan aura campuran antara dewa dan iblis yang sangat tidak stabil.
"Kakek Gu, Permaisuri... jaga Yun’er," ucap Xiao Yuan. Suaranya kini berlapis-lapis, terdengar seperti suara monster.
Tanpa menunggu jawaban, Xiao Yuan melesat ke arah api ungu dengan kecepatan yang melampaui batas kemampuan tubuhnya. Ia tidak lagi peduli jika tubuhnya hancur. Ia hanya ingin darah.
Di Tengah Hutan Kuno - Lokasi Panglima Iblis
Panglima Perang Iblis, sesosok raksasa setinggi empat meter dengan zirah berduri dan sayap kelelawar yang robek, sedang tertawa terbahak-bahak. Di depannya, Pemimpin Klan Xiao tergantung dengan rantai berapi, tubuhnya penuh dengan luka sayatan.
"Ayo, manusia lemah! Teriaklah lebih keras! Mungkin putramu yang pengecut itu akan mendengarmu!" Panglima itu mengangkat kapak raksasanya, siap menebas lengan sang ayah.
"Y-yuan... jangan datang..." gumam sang ayah dengan sisa tenaganya.
Tiba-tiba, sebuah suara ledakan udara terdengar dari kejauhan. Sebuah bayangan ungu meluncur jatuh dari langit seperti meteor, menghantam tanah tepat di depan Panglima Iblis dengan kekuatan yang menciptakan kawah sedalam sepuluh meter.
BOOM!
Debu dan api ungu menyebar. Dari dalam kawah, Xiao Yuan melangkah keluar. Namun, penampilannya membuat sang Panglima Iblis sekalipun berhenti tertawa.
Mata kiri Xiao Yuan berwarna perak menyala, sementara mata kanannya berwarna hitam pekat dengan pupil vertikal merah. Di dadanya, tanda kutukan iblis yang ia ambil dari Yun’er kini menyatu dengan Tanda Buruan Surga, membentuk simbol baru yang memancarkan aura kehancuran absolut.
"Kau... kau memakan kutukan itu?" Panglima Iblis terbelalak. "Kau gila! Tubuhmu akan meledak dalam hitungan menit!"
Xiao Yuan tidak bicara. Ia hanya mengangkat tangannya ke arah ayahnya. Rantai berapi yang mengikat sang ayah hancur seketika menjadi abu hanya dengan satu lambaian tangan. Ia menangkap tubuh ayahnya yang jatuh dengan lembut dan memindahkannya ke tempat yang aman menggunakan energi psikis.
"Satu menit sudah cukup untuk mengirimmu kembali ke neraka," ucap Xiao Yuan.
Xiao Yuan menghunus Pedang Keruntuhan Abadi. Bilah pedang itu kini tidak lagi hitam, melainkan berubah menjadi warna ungu yang berdenyut seolah-olah memiliki detak jantung sendiri.
"Sembilan Tebasan Neraka: Tebasan Kelima... Pembantaian Dewa dan Iblis!"
Seluruh hutan mendadak menjadi gelap gulita. Hanya ada satu garis cahaya ungu yang membelah kegelapan. Panglima Iblis mencoba menangkis dengan kapak raksasanya, namun senjata tingkat suci itu terbelah menjadi dua seperti kayu lapuk.
"TIDAK! BAGAIMANA MUNGKIN"
Kalimatnya terputus saat pedang Xiao Yuan melewati lehernya. Namun, serangan Xiao Yuan tidak berhenti di sana. Energi yang meluap dari tubuhnya menciptakan badai pedang yang mencabik-cabik tubuh sang Panglima menjadi jutaan serpihan dalam sekejap mata.
Setelah monster itu musnah, Xiao Yuan jatuh berlutut. Darah mengalir dari setiap lubang di wajahnya mata, hidung, telinga. Kutukan di dalam tubuhnya mulai memberontak karena penggunaan energi yang berlebihan.
Di saat ia hampir kehilangan kesadaran, sesosok wanita mendarat dengan tenang di depannya. Jubah putih emasnya berkilau di tengah kegelapan hutan.
Ling’er.
Dia tidak membawa pasukan. Dia hanya datang sendiri, menatap Xiao Yuan yang sekarat dengan pandangan penuh kemenangan sekaligus kebencian yang mendalam.
"Kau menyelamatkan mereka berdua, Yuan. Sungguh pahlawan yang mengagumkan," Ling’er bertepuk tangan pelan. "Tapi lihat dirimu sekarang. Kau sudah bukan lagi naga, bukan juga manusia. Kau adalah monster yang akan segera hancur. Dan sekarang... aku akan mengambil sumsum naga itu tanpa perlu perlawanan."
Ling’er mengangkat tangannya, sebuah belati cahaya terbentuk di ujung jarinya, siap untuk mengakhiri hidup Xiao Yuan.
Tepat saat belati Ling’er akan menghujam jantung Xiao Yuan, tanah di bawah mereka retak dan sebuah tangan raksasa dari tulang putih muncul, menangkap pergelangan tangan Ling’er. Sebuah suara tua yang sangat kuat bergema dari bawah tanah: "Siapa yang berani mengusik istirahat panjang klan Naga di makam ini?!" Ternyata, tempat pertempuran mereka adalah tepat di atas pintu masuk Makam Leluhur Naga yang sudah hilang selama jutaan tahun. Getaran energi Xiao Yuan telah membangunkan penjaga makam tersebut. Ling’er terlempar mundur, sementara Xiao Yuan mulai tersedot masuk ke dalam celah tanah yang terbuka.
Bersambung....
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍