harap bijak memilih bacaan.
Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.
Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.
ikuti ceritanya disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17.APA DIA Hazard?
ahhh! ehmm! aahh!
Anggi menangis di bawah Hazard yang terus memacu tanpa henti, bahkan kuku Anggi yang menancap di kulitnya tak terasa meski berdarah.
aahh! enggh! aah! ahhh!
Jantung Shara dan yang lainnya berdetak lebih kencang dari biasanya.
bahkan tangan Shara mulai bergetar kecil.
pintu terbuka lebar, wajah mereka semua membeku di tempat,tak menyangka akan melihat adegan segila ini.
Bahkan yang di anggap pria yang tak pernah tertarik pada seorang wanita, melakukan hal yang tak pernah ada di benak Shara.
"Hazard," panggil Shara mendekat pada Hazard yang duduk memunggungi mereka semua tanpa baju, memperlihatkan keringat jagung yang mulai menetes.
Hazard tak bergeming dari tempatnya, wajah Shara semakin memerah kala melihat di bawah Hazard.
"Se–segitunya kamu ingin cepat menikah?"tanya Shara gagap.
"Apa yang kalian lihat, tutup pintunya,"titah Hazard, yang langsung di laksanakan oleh Gadi.
Shara menegang di samping Hazard, tangan kekar itu menarik lengannya hingga terduduk di tepi ranjang.
Tubuh Shara bergetar kecil, apalagi melihat Gadi yang mulai menutup pintu, matanya menyiratkan untuk meminta tolong pada Gadi, yang menyahuti dengan gelengan.
Shara menatap mata hazel Hazard."Kamu telah menganggu fantasi saya Shara, bagaimana kalau kamu yang menggantikan bantal di bawah saya ini."
Shara langsung berdiri dan mengeleng keras, awalnya ia memang berniat menyerahkan Keperawanan pada Hazard, tapi melihat ada harapan bersama sosok yang Ia cintai, ia mulai berubah pikiran.
"Hazard,maaf, aku tidak bisa, kamu kenapa menonton itu," tunjuk Shara pada tablet yang menampilkan tontonan 21+.
Dan Hazard yang duduk di atas guling, sungguh merusak otak Shara.
"Kalau kamu tidak bisa,maka batalkan pernikahan ini, tanpa membuat kedua belah pihak membatalkan kerjasama proyek yang sudah berjalan."
Shara tertegun, kata Hazard sama seperti kata Gadi kemarin malam. "Ka–kamu tidak menginginkan pernikahan ini?"
Hazard turun dari kasur, Shara berbalik ke arah lain, melihat Hazard telanjang, Hazard membuka lemari, memperlihatkan Anggi yang duduk di baluti selimut, Hazard menoleh ke arah Shara yang berbalik.
Hazard memasang celananya, di depan Anggi yang menunduk ke bawah.
"Jika memang kamu tidak menginginkan pernikahan ini, kenapa kamu menerimanya waktu itu?"tanya Shara tetap membelakangi Hazard.
"Itu karena desakan papa dan mama."
Hazard pantas menarik tengkuk Anggi, mencium dalam bibir itu, Anggi memberontak, matanya membola saking kagetnya, jantungnya berdetak kencang, takut Shara melihat apa yang mereka lakukan.
"Kalau begitu, kita bisa katakan pada mereka kalau kita tidak menginginkan pernikahan ini."
Hazard melepaskan ciumannya, dan mengecup pelan bibir Anggi yang kebas.
Hazard menutup lemari. "Tidak semudah itu, mereka tidak peduli, kita sama-sama mau atau tidak, karena bagi mereka, menyatukan dua keluarga akan menambah pengaruh mereka di dunia bisnis, sebenarnya sangat mudah menolak pernikahan ini, tapi resiko yang saya tanggung tidaklah main-main, jadi cari jalan keluarnya."
Suara Hazard yang berat nan dingin membuat Shara merinding di sela rasa leganya ada kesempatan untuk membatalkan pernikahan.
"Memangnya resiko apa yang membuat seorang pewaris tunggal Darkizan ketakutan?"tanya Shara tetap membelakangi Hazard.
Hazard menjilat bibirnya, ia benar-benar kecanduan dengan Anggi, dan pembicaraan ini menganggu waktunya." memangnya jika saya menceritakan resikonya, kamu siap melakukan apapun demi membatalkan pernikahan ini?"
"tentu."
"Termasuk membunuh ayahmu?"
Shara berbalik dengan muka pucat pasi, apa maksud pria ini, mengatakan ia harus membunuh ayahnya.
"Kenapa aku harus membunuh ayahku, memangnya apa kesalahan yang ayaku perbuat?"
Hazard menyeringai. "Dia akan melakukan apapun untuk mengikat kita pada pernikahan, dan dia bisa saja membunuh siapa saja, yang menghalangi jalannya pernikahan."
"Kamu bicara apa, jangan melantur Hazard, ayahku bukan pria seperti itu," kesal Shara.
"terserah, tapi cari solusi untuk membatalkan pernikahan ini tanpa membuat kerjasama ini batal."
"Keluar, kalau kamu tidak ingin menjadi objek fantasi ku,"lanjut Hazard dingin.
Shara yang mendengarnya langsung berlari ke arah pintu dan menutup pintu.
Shara berjalan ke arah orang tua Hazard di ruang tamu.
Semua mata memandang wajah ketakutan di wajah Shara, Helena berdiri menghampiri Shara yang wajahnya memucat terus menengok ke belakang.
"Shara," panggil Helena memeluk Shara.
Tubuh Shara bergetar kecil kala Helena memeluknya."kamu kenapa Shara?"
"Tante, om, aku mau ngomong?"
"Kita duduk dulu yah, kamu minum dulu," Helena membawa Shara duduk di sofa.
"Shara, apa Hazard melakukan sesuatu padamu?" tanya tuan Azam.
"Enggak kok om! aku nggak di apa-apain sama Hazard, tapi, aku sama Hazard cuman ngobrol aja,"jelas Shara cepat, agar tak membuat mereka salah paham.terutama pada Gadi yang terus menunduk.
"Om, tante, aku mau ngomong soal pernikahan kami,"ucap Shara.
Helena dan Azam saling tatap, mereka mulai khawatir.
"Shara, om minta maaf kalau Hazard mengatakan sesuatu yang melukai hati kamu, dan–"
"Enggak om, Hazard baik banget sama aku,om jangan salah paham dulu, dan lagi pula, kami sudah lama memikirkan ini dalam-dalam."
Shara menghela napas pelan, dan mulai berfokus menatap kedua orang tua Hazard."Shara, sama Hazard sepakat untuk–"
Shara menjeda ucapannya, menatap mata yang memandang dengan gelisah dan takut.
"Shara!"seru Hazard yang datang memakai stelan santai.
Zuma tersenyum pada Hazard, menimbulkan rasa jengkel di hati Hazard,bahkan Kekehan Zuma bagai ejekan yang di sengaja.
"Zuma,"tegur Azam membuat Zuma menahan tawa.
Zuma tahu betul, Hazard menyembunyikan Anggi di lemari, matanya yang jeli melihat selimut di bawah lemari.
"Kak Shara, bagaimana kalau pernikahan kalian di percepat, dan mungkin bisa di lakukan dalam satu minggu, atau kalau bisa besok saja," Zuma melihat ke arah Hazard yang melihatnya datar.
"Sepertinya, kakak tidak sabar untuk melakukan malam pertama bersama kak Shara."
Mata Hazard memicing, sedangkan Shara wajahnya memerah, matanya terus menatap Gadi yang menunduk.
"Kenapa, kamu sepertinya sangat tidak sabar untuk membagi hak waris Zuma,"desis Hazard.
"Apa maksud kak, fasilitas yang di berikan oleh papa dan mama sudah cukup, apalagi perkerjaan yang kamu berikan padaku tanpa henti, itu sudah cukup untuk memenuhi biaya hidupku, ya, kan, pa, ma, Lagipula aku juga tidak menginginkannya."
Helena dan Azam tersenyum senang."didikan kamu berhasil Mas."
"iya, dia memang putra kita, dia berpikir lebih dewasa dari kakaknya."
Hazard yang mendengar pujian untuk Zuma hanya bisa mengepalkan tangan di saku celana.
Tatapannya tetap tenang dan datar."pernikahan kami akan berlangsung selama satu bulan, jadi tak ada perubahan jadwal, semua sesuai dengan kesepakatan kita sejak awal."
"Awal keputusan di mulai dari kami Hazard, maka kami akan bicara pada orang tua kamu Shara, untuk mempercepat pernikahan ini."
Zuma tersenyum penuh kemenangan.
HUMM YANG LIKE KAYAKNYA CUMAN SATU YA🙃Tapi makasih loh, buat kamu yang suka like setiap bab.
Tapi anehnya nggak ada catatan siapa yang like di Novel ku, bilang hadir buat yang like.
Dan buat Silent readers, jangan nggak di like yah, kalau memang membaca sejauh ini, author cuman minta suport lewat like sama komen kalian aja.
Kalau author ngelunjak, boleh minta bintang ⭐😅