NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 17 - Membuat Racun

Xiao Baizi menatap wajah polos Xiao Yun dengan ekspresi kosong, pikirannya menanti jawaban yang akan datang. Xiao Yun pun langsung menganggukkan kepalanya seraya menunjukkan lencana emas milik ayahnya kepada Xiao Baizi. "Aku meminjam lencana Ayah untuk membuka ruangan ini dan mengambil Tungku Teratai Langit, Paman." ujarnya dengan lembut

Bahu Xiao Baizi langsung melonggar. Ia sempat mengira kalau yang membuka ruangan tersebut adalah salah satu Tetua Klan Xiao atau Xiao Qinzi. Akan tetapi, dirinya tidak dapat merasakan sedikitpun aura mereka di Gudang Harta Klan Xiao. Rasa ingin tahu serta resonansi yang dalam antara dirinya dengan Ruang Harta Utama, menarik langkah kakinya menuju lantai lima. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan Xiao Yun.

"Begitu, ya. Sepertinya Anda sedang mempersiapkan sesuatu. Apakah ada yang bisa kubantu?" tanya Xiao Baizi

Xiao Yun berpikir sejenak. "Hmm.. Selama beberapa hari ke depan aku tidak akan pergi dari Gudang Harta Klan Xiao. Jadi, apa Paman bisa memberi tahu Bibi Yi untuk mengantar kebutuhanku selanjutnya ke ruangan yang berada di lantai empat?" ucapnya dengan lembut

"Tentu, Tuan Muda. Aku akan segera memberi tahu Xiao Yi." Xiao Baizi langsung bergegas pergi untuk menyampaikan permintaan Xiao Yun kepada Bibi Yi

Xiao Yun seketika menghela napas panjang saat melihat kepergian Xiao Baizi dari hadapannya. Ia merasa lega, karena Xiao Baizi tidak sadar pada sikapnya yang berpura-pura tidak tahu terhadap kehadiran Tetua Ketiga Klan Xiao tersebut tadi. Rasa ingin tahu terbatas Xiao Baizi, pada rencananya untuk pergi ke Hutan Spirit Beast juga membuat dirinya semakin tenang. Lalu, Xiao Yun segera kembali ke ruangan pribadinya untuk memulai menyiapkan kebutuhan selama berada di Hutan Spirit Beast nanti.

_______

Setelah sampai di ruangan pribadinya, Xiao Yun langsung mengeluarkan Tungku Teratai Langit dari cincin ruangnya dan meletakkan tungku tersebut di bagian tengah ruangan. "Sayang sekali. Meskipun Tungku Teratai Langit sudah kembali ke tanganmu yang menjadi pemilik asalnya. Tetapi, tingkatannya telah menurun jauh dibanding saat masih kau gunakan." ucap Yan yang sudah keluar dari tubuh Xiao Yun

Xiao Yun hanya bisa mendengus pelan. Ia tidak mampu membantah ucapan Yan yang mengandung kebenaran mutlak. Di kehidupan sebelumnya, saat Xiao Yun masih menjadi salah satu eksistensi terkuat di Benua Petarung. Ia tidak hanya dikenal sebagai Kaisar Phoenix sebab keberadaan Yan di dalam tubuhnya. Namun, Xiao Yun juga menyandang gelar Kaisar Pil Suci karena memiliki kemampuan membuat pil serta ramuan obat yang terbaik di Benua Petarung. Ia mendapatkan gelar tersebut dengan bantuan Tungku Teratai Langit di sisinya.

"Wajar saja jika tingkat Tungku Teratai Langit sudah menurun drastis. Tungku ini sudah lama tidak terpakai dan berada di tempat yang jauh dari jangkauan manusia. Ia hanya menjadi pajangan di balik lemari kaca." ujar Xiao Yun sambil mengusap-usap Tungku Teratai Langit yang sudah ia anggap sebagai rekannya

Selepas mengenang sesaat masa lalunya bersama Tungku Teratai Langit dengan ingatan yang masih samar-samar. Xiao Yun langsung menyiapkan beberapa tanaman obat yang memiliki kandungan racun tersembunyi. Bagi beberapa orang, kumpulan tanaman obat yang sudah ia dapatkan adalah benda yang berharga dan luar biasa. Tetapi Xiao Yun mempunyai pandangan yang berbeda. Dengan pengalamannya sebagai kultivator yang sudah menghabiskan banyak waktu sebagai seorang Alkemis.

Xiao Yun sangat memahami setiap kandungan tanaman-tanaman obat yang kasatmata ataupun tersembunyi. Selepas mengambil kumpulan tanaman obat yang ia butuhkan dari peti kayu, Xiao Yun segera memanaskan Tungku Teratai Langit dengan elemen api miliknya. Kedua tangannya menjulur ke depan, mengalirkan energi murni yang akan berubah menjadi kobaran api setiap kali memasuki celah-celah kecil di bagian bawah Tungku Teratai Langit.

Setelah memastikan bahwa bagian dalam Tungku Teratai Langit sudah cukup panas. Tangan kanan Xiao Yun langsung memasukkan beberapa tanaman obat ke dalam kobaran api yang menyala. Sedangkan tangan kirinya, terus mengalirkan energi murninya sembari menjaga kestabilan suhu api agar tidak menghanguskan tanaman-tanaman obat. Kedua tangannya saling bekerja dengan gerakan yang terukur dan penuh kehati-hatian. Pengalaman serta kemampuannya sebagai seorang Alkemis terbaik pada masa lalu sedang berbicara di ruangan tersebut.

_______

Sudah dua jam berlalu sejak Xiao Yun mulai membuat cairan racun dari kumpulan tanaman obat. Dan hingga kini, posisi tubuhnya yang duduk bersila masih melanjutkan proses pembuatan racun. Keringat yang terus menetes karena paparan panas dari kobaran api di Tungku Teratai Langit, tidak membuat konsentrasinya terpecah-belah. Tatapan matanya tetap lurus dan tajam dengan gerakan kedua tangan yang saling menjalankan perannya masing-masing.

Sementara itu, di samping tubuhnya terdapat sebuah wadah tanah liat berbentuk lingkaran yang berisi kumpulan cairan racun. Walaupun sudah menghabiskan waktu selama dua jam lamanya, cairan racun pada wadah tersebut tampak baru memenuhi setengah bagian. Jumlah tersebut masih sangat jauh dari target yang ia butuhkan.

Proses pembuatan racun pun terus Xiao Yun lanjutkan hingga cahaya matahari yang masuk melalui celah ventilasi. Kini tergantikan oleh sinar rembulan yang terang dan suara jangkrik yang terdengar sesekali. "Hari sudah malam, Yun. Apa kau tidak ingin beristirahat? tanya Yan

Pertanyaan dari Yan langsung membawa kesadaran Xiao Yun kembali ke dunia di sekitarnya. Konsentrasinya untuk membuat cairan racun membuat dirinya tidak sadar kalau hari sudah gelap. Xiao Yun pun segera menurunkan intensitas kobaran api di Tungku Teratai Langit perlahan-lahan dan menghentikan proses pembuatan racun. Dan sekarang, sudah terdapat tiga wadah tanah liat yang terisi penuh oleh cairan racun di sisinya. Itu semua merupakan hasil dari jerih payahnya hari ini.

Setelah berhenti total dari segala kegiatan yang ia lakukan hari ini. Xiao Yun langsung meregangkan setiap anggota tubuhnya yang terasa pegal. Berada di satu tempat dengan posisi duduk yang tidak berubah sedikitpun untuk waktu yang lama. Hampir membuat setiap inci bagian tubuh Xiao Yun mati rasa. Pandangan matanya juga terlihat sangat berat, menunjukkan tanda bahwa tubuhnya sudah mencapai batas.

"Hahh.. Sepertinya aku sudah terbawa suasana dan hampir lupa dengan kondisi tubuhku saat ini." keluh Xiao Yun

"Itu adalah kebiasaan buruk yang seharusnya kau tinggalkan sejak lama, Yun." seru Yan

"Aku tahu. Tetapi, sangat sulit untuk berhenti melakukan.."

BRUK!

Tubuh Xiao Yun seketika terjatuh dan tidur di permukaan lantai yang kasar dan dingin. Rasa lelah telah mengalahkan semua hal pada dirinya. Di sisi lain, Yan juga langsung kembali ke tempatnya setelah melihat Xiao Yun yang tertidur pulas. Cahaya bulan yang menyinari wajah Xiao Yun dengan lembut dan suara jangkrik yang terus terdengar. Menutup dengan indah hari yang panjang dan melelahkan bagi Xiao Yun.

_______

Setelah menjalani hari yang sangat melelahkan kemarin. Tubuh Xiao Yun kini masih tertidur pulas di atas kasur lipat yang lembut. Raut wajahnya yang tampak damai dan nyaman, perlahan menghapus semua rasa lelah di tubuhnya. "Hei, Yun! Bangunlah! Sampai kapan kau akan terus tidur?!"

Teriakan lantang berulang-ulang dari Yan yang memecah keheningan ruangan serta menembus masuk telinga Xiao Yun. Langsung membangunkan Tuan Muda Klan Xiao tersebut dari tidurnya. Kedua matanya yang terlihat segar dan penuh semangat perlahan terbuka menyeluruh. Tubuhnya pun seketika bangkit saat merasakan sensasi lembut dari kasur tidurnya. Matanya berkedip beberapa kali dengan posisi kepala yang miring ke satu sisi. "Bukankah semalam aku tertidur di atas lantai? Tetapi kenapa sekarang ada kasur lipat di sini?" gumamnya

"Seorang pelayan perempuan yang selalu kau panggil Bibi Yi yang membawanya ke sini. Lalu, ia memindahkan tubuhmu yang masih tertidur ke atas kasur lipat itu." jelas Yan

Sebuah senyum lembut langsung terukir di wajah Xiao Yun. Napasnya terdengar dalam dan teratur. Perlakuan lembut nan penuh kasih sayang dari Bibi Yi membuat awal hari Xiao Yun dipenuhi oleh kebahagiaan. Kemudian, pandangan matanya segera teralihkan pada beberapa makanan hangat yang tertutup rapi di samping kasurnya. Dan di dekat hidangan tersebut, terdapat selembar kertas berisi pesan singkat yang ditinggalkan oleh Bibi Yi. Tangan kanan Xiao Yun pun segera meraih secarik kertas tersebut dan mulai membaca, "Tuan Muda Ketiga! Maafkan aku, karena masuk ke ruangan Anda tanpa izin terlebih dahulu."

"Xiao Baizi sudah menyampaikan permintaan yang Anda inginkan kepadaku. Jadi, aku membawa beberapa makanan dan kasur lipat agar Anda bisa beristirahat lebih nyaman. Tolong perhatikan selalu kesehatan Anda, Tuan Muda."

Mata biru Xiao Yun yang selalu memancarkan ketenangan dan dominasi kepada orang-orang di sekitarnya. Sekarang tampak berkaca-kaca dengan sorot mata yang lembut setelah membaca isi dari secarik kertas di tangannya. Sebuah pesan singkat yang dipenuhi oleh kasih sayang dan perhatian mendalam, hampir membuat air mata Xiao Yun membasahi pipinya. Bagi beberapa orang, pesan tersebut mungkin terlihat sederhana dan tak bermakna. Akan tetapi, bagi Xiao Yun yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang Ibu di sisinya.

Mendapatkan perhatian serta perlakuan lembut dari Bibi Yi yang selalu merawatnya sejak kecil. Sudah sangat cukup untuk membuat hati kecilnya tersentuh. "Dia benar-benar menyayangimu, Yun." ucap Yan dengan lembut

Xiao Yun hanya mengangguk pelan. Bibirnya tidak mampu mengeluarkan satu kata pun untuk menanggapi ucapan Yan. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah menghela napas panjang untuk mengeluarkan kebahagiaan yang memenuhi hatinya. Senyum lembutnya juga masih tak lepas dari wajahnya. Kemudian, Xiao Yun langsung menyimpan lembar kertas di tangannya ke dalam cincin ruang dan mulai menyantap hidangan di hadapannya.

_______

Beberapa menit kemudian..

Setelah selesai menghabiskan beberapa makanan yang dibawa oleh Bibi Yi serta membersihkan dirinya. Xiao Yun segera kembali melanjutkan proses pembuatan racun di ruangan pribadi. Kobaran api langsung memanaskan bagian dalam Tungku Teratai Langit. Beberapa tanaman obat yang tersisa juga mulai masuk ke dalam tungku melalui gerakan tangan Xiao Yun yang lihai. "Berapa banyak jumlah racun yang kau butuhkan, Yun?" tanya Yan yang sudah mulai bosan

"Sangat banyak." serunya dengan tegas, namun tanpa penekanan. "Aku harus memastikan bahwa jumlah racun yang kubuat sudah cukup untuk melapisi setiap sisi dua puluh pedang yang berada di sana." jelas Xiao Yun

Pandangan Yan seketika tertuju pada dua puluh pedang besi yang tersusun rapi di dalam peti kayu. Mata merahnya memerhatikan dengan saksama kumpulan pedang tersebut dan sesekali melihat ke arah tiga wadah tanah liat di samping Xiao Yun. Pikirannya sedang mencari jawaban dari kerja keras yang Xiao Yun lakukan. "Aku benar-benar tidak menyangka. Seorang Kaisar Abadi yang sangat disegani semasa hidupnya di masa lalu. Akan menggunakan kumpulan racun untuk mempertahankan kehidupannya."

"Menyedihkan sekali." gumam Yan

Kedua mata Xiao Yun langsung melirik tajam ke arah Yan, ekspresinya tampak masam dan dingin. Tangannya sangat ingin menggenggam erat tubuh Yan dan melemparnya ke luar jendela. Namun, ia tidak bisa beranjak dari tempatnya berada. Xiao Yun hanya mampu mendengus pelan untuk meredam rasa kesal di hatinya. "Aku masih percaya dengan kemampuan serta insting bertarungku saat ini. Tetapi, jika aku tidak punya jalan keluar dan harus menghadapi kekuatan yang berada jauh di atasku."

"Hanya ada satu akhir menyedihkan yang akan kudapatkan." ucap Xiao Yun

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!