Syara gadis jutek yang cantik dan pintar. Yang banyak masalah dalam hidupnya. Lantaran Ia menolak menikah dan kabur di hari pernikahannya. Yang membuat orang tua malu dan marah. Sehingga Syara terpaksa belajar hidup mandiri. Lalu bagaimana dengan calon suaminya . Penasaran, ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Karna baru kali ini Ken membahas masalah cinta dengannya. Biasanya sahabatnya itu cuek dan hanya jadi pendengar saja. Jika melihat teman temannya punya pasangan.
" Kau yakin Ken, tuh hati beku lho sudah mencair hanya karna tuh istri tomboy lho itu Sampai main kabur kaburan. Aku pikir tipe lho yang kalem dan anggun. Tapi ternyata....." kata Devan menggeleng
" Sok tahu lho Dev, dia tidak tomboy. Tapi biasa seperti layaknya wanita. Anggun banget juga tidak tapi cukup baik dari pada Meta, Cindy dan Vla," kata Ken.
" Masa ..apa kau tidak salah pilih, apa dia cantik. Mana lebih cantik dari Farah kakaknya itu," kata Devan menatap Ken Sembari memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana.
" Aku tak bisa bilang seperti apa tipe ku Dev, tapi menurutku. Setiap orang punya selera masing masing," Ken balas menatap Devan.
" Ya harusnya begitu, tapi mungkin kau salah pilih. Kenapa mencari gadis yang brutal dan tidak sopan seperti istrimu itu. Bahkan kau masih nekat menikahinya," kata Devan.
Ken tak menjawab perkataan Devan. Karna ia punya alasan sendiri untuk memilih Syara sebagai istrinya. Biar pun Syara sembrono dan kekanak kanakan. Namun Ken tahu betul alasan Syara.
" Kita tidak satu pemikiran Dev. Tapi asal kau tahu. Tidak semua gadis brutal itu nakal dan tidak tahu adab. Karna pastinya dia punya alasan sendiri untuk menghindar. Aku pun tak menikahi seseorang tanpa alasan kuat. Aku sudah mengenal nya dengan baik," kata Ken penuh penekanan.
" Oh ya, apa kau yakin?" tanya Devan
" Ya...." kata Ken tersenyum. Yang tidak pernah mempermasalahkan kelakuan Syara selama ini. Karna gadis itu memang masih belia dan lebih muda dari nya. Dan itu hal wajar bagi Ken. Selama Syara masih dalam batasan yang wajar.
" Terserah kau, tapi ingat wanita yang kabur dan mempermalukan mu itu. Pasti wanita yang ngak punya rasa malu. Aku yakin dia tidak sebaik yang kau harapkan Ken" kata Devan
" Kau tak berhak menilainya Dev, karna aku lebih tahu dirinya," kata Ken
" Yah ...terserah tapi ingat jika kau dapat masalah jangan berkeluh kesah pada ku," kata Devan.
Membuat Ken tersenyum," Sejak kapan aku berkeluh kesah padamu Dev, yang ada kau yang kepo dengan urusan pribadiku," kata Ken menggeleng gelengkan kepalanya.
************
Malamnya sepulang dari kampus Ken dan Devan menemui Mira dan Haris teman nongkrong mereka semasa kuliah. Setelah tadi Ken menelpon Syara yang belajar bersama Mela. Karna Syara ingin fokus belajar bersama temannya Terpaksa Ken pun membiarkan Syara sendirian di kost mini. Pulangnya ia akan berjanji akan menjemput Syara. Jika Syara sudah mengantuk.
" Hai sepupu, bagaimana dengan MP mu" ledek Mira ketika bertemu Ken di sebuah cafe
" Hmm ....apa itu perlu dibahas?" kata Ken dengan wajah datar
" Hahaha... Mir, Ken mana bisa agresif sih makanya dia di tinggal kabur," sindir Harus tertawa sembari melirik Ken.
" Harusnya kau memilih Farah Ken, lagi pula gadis itu cukup menarik," kata Mira yang juga mengenal Farah.
" Jangan membahas itu, kita bertemu disini bukannya untuk membahas masalah proyek mu yang ngadat itu?" kata Ken
" Hahaha . ..ya Ken benar Mir. Lagi pula untuk apa membahas bocah labil. Orang suaminya saja duduk santai disini," kata Haris sambil terkekeh
" Sudah....apa proyek nya masih belum beres. Harusnya kau bekerja sama dengan dokter Gee Mir. Karna sepertinya dia cukup pintar menangani masalah proyek farmasi mu itu" kata Dev yang juga terlibat proyek bersama Mira dan Haris.
" Dokter Gee ..Ken bukannya kau kenal dia?" tanya Mira.
" Ya ....tapi aku tidak tahu jika dia punya usaha Farmasi juga di luar rumah sakit," kata Ken
" Selain itu dia juga ikut terlibat membangun rumah sakit kanker Ken," kata Haris.
" Oh ya, bukannya dia baru pulang dari Amerika. Aku rasa aku mengenalnya. Karna dia alumni kampus di tempatku mengajar,"' kata Devan.
" Hah....apa iya?" kata Mira menatap Dev. " Apa kau bisa mengenalku dengannya Dev. Aku sepertinya mulai tertarik pada pria kaku itu. Dia hampir punya kesamaan dengan Ken," sindir Mela.
" Kenapa dikaitkan dengan ku?" tanya Ken menatap Mira
" Karna dia sama dingin nya seperti mu," kata Mira tersenyum.
" Dasar sepupu kurang ajar," kata Ken
" Hahaha....kau ini, lagian kau suka banget sih Ken memasang wajah datar. Makanya kau di tinggal mempelai wanitamu," ledek Mira lagi. Membuat Ken menatap tajam ke Mira.
" Ok....maaf ,' kata Mira yang tahu Ken tak suka membahas urusan pribadinya menjadi topik pembicaraan publik.
" Hmm.....Mir untuk itu kita akan buat janji dengan dokter Gee. Karna ku rasa proyek ini harus cepat berjalan, Bagaimana Ken?" kata Dev yang mengalihkan pembicaraan
" Ide bagus ," sahut Haris yang mulai serius. Ketika melihat wajah si pemberi modal sedang tak baik baik saja.
" Kenapa Bram belum datang?" kata Dev
" Mungkin lagi dijalan" jawab Haris.
Karna satu anggota dari mereka. Belum datang untuk membahas proyek bersama yang sedang mereka rencanakan malam ini
***********
Disebuah jalan seorang pria menelpon seorang mekanik karna ban mobilnya tiba tiba kempes saat melaju. Membuatnya kesal saat terlambat bertemu teman temannya.
" Bisa saya bantu bang?" tanya seorang gadis yang melihat pria itu seperti panik melihat mobilnya mogok di jalan.
" Huh ...ya nona, apa dekat sini ada bengkel" jawab cepat pria itu pada gadis yang menegurnya.
" Ada .....tuh di ujung jalan sana, belok kiri sedikit. Apa mau saya bantu dorong," kata gadis itu menawarkan diri.
" Ya boleh. Karna bagian derek mobil Sudah tutup," kata pria itu.
" Ya sudah ayo kita di dorong bang," kata gadis itu sembari menyingsingkan lengan baju nya dan berjalan menuju belakang mobil
" Apa kau bisa, begini saja kau masuk dan setir mobilnya. Biar aku yang mendorong ," kata pria itu yang tak lain adalah Bram.
" Ok.. ," kata gadis itu mengangguk. Lalu masuk kedalam mobil Bram . Sedangkan Bram mendorong mobilnya sekuat tenaga
Benar saja, ada bengkel yang masih buka di ujung jalan. Dan setibanya di depan bengkel, gadis itu pun turun dari mobil Bram
" Terimakasih nona, siapa namamu ?" kata Bram ingin berterimakasih
" Syara bang, saya tinggal di kost depan sana. Tadi saya mengantar teman saya pulang mencari bis," kata Syara yang tadi mengantar Mela pulang. Karna mobil Syara belum ia ambil. Jadi Syara tidak bisa mengantar Mela pulang. Dan terpaksa Mela harus naik bis.
" Oh begitu, ok terimakasih atas bantuannya. Dan ini .....," kata Bram mengeluarkan dompetnya untuk memberi hadiah
" Tidak perlu bang, saya ikhlas membantu abang. Saya pamit pulang dulu ya," kata Syara tersenyum lalu pergi meninggalkan Bram
" Syara sekali lagi terimakasih," kata Bram yang sempat tertegun melihat gadis cantik itu yang terlihat polos dan baik hati.
" Ya ..." balas Syara.
" Menarik..." kata Bram tersenyum lalu ia pun langsung menemui mekanik untuk minta ganti ban sekalian menitip kan mobilnya Karna Bram akan naik taxi untuk menemui teman temannya di cafe
Sedangkan Syara yang Sudah sampai di kost Mini langsung masuk kamar dan rebahan sebentar.
" Nanti saja aku minta jemputnya. Kepala ku sedikit pusing," kata Syara sembari memijit kepalanya pelan. Karena baru saja Syara menyelesaikan tugas bisnisnya. Dan juga laporan untuk tugas kedokterannya.
" Tok...tok...tok....
" Siapa ?"" kata Syara ketika mendengar suara pintu kamar di ketuk
" Aku Mini" suara Mini terdengar jelas. Membuat Syara beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu.
Clek...kret....
" Kok belum pulang?" tanya Mini saat pintu terbuka lebar.
" Malas min, aku istirahat dulu. Lagi pula pak suami lagi ada meeting ," kata Syara
" Meeting...kebetulan aku libur malam ini ayo keluar cari makanan. Aku yang traktir deh mumpung aku baru gajian," kata Mini tersenyum pada Syara
" Malas...mau kemana sih?" tanya Syara
" Ke cafe MN. Katanya di sana lagi ada group band terkenal manggung," kata Mini.
" Yah... ," kata Syara.
" Ayolah ....lagian malam minggu ini," kata Mini dengan wajah memohon kepada Syara.
" Baiklah, tapi jangan sampai larut malam. Aku ngak bawa mobil," kata Syara.
" Ok ayo berangkat " kata Mini
" Hmm...." kata Syara yang menurut saja karna ia juga perlu healing setelah seharian ini berkutat dengan tugas kuliah.
Namun setibanya disana. Mata Syara mendelik ketika melihat ada cowok yang ditolongnya tadi sedang duduk minum minum bersama beberapa temannya.
" Bukannya dia......" kata Syara yang hanya melirik sebentar. Lalu mencari tempat duduk bersama Mini untuk melihat penampilan band favorit kesukaan Mini di dekat panggung cafe
Ingat Syara ,jika kumpul keluarga dijaga sikap dan tata bicara ya nona muda
Biar jadi istri kesayangan dan kebanggaan
Kau cari penyakit saja
Plis Syara ,dengarkan apa kata suamimu ya
Dan jangan kasih celah pihak ke 3 tuk merusak rumah tangga kalian
Pelakor sekarang lebih ngeri dari dedemit
Adikmu jadi tahu kalau kamu ngarep banget sama Ken
Tetap kalem ya Syara cantik baik pintar
Jangan kepancing ocehan orang mabok
Jangan ya dok ,plis urungkan niatmu
Sainganmu berat Tuan Muda Ken
Dasar kadal buntung modus doang
Jangan cemburu pas lihat sepupu suami yang cewek ya
Tunjukkan pesonamu
Siapakah Kak Gee ini ?
Syara Syara ,selamat kesandung cinta suami dosenmu
Dah lah terima nasib jadi istri kesayangan dosenmu ya Syara
Seperti apa reaksimu Syara saat tahu dosenmu adalah suami sahmu ?
Sedang calonmu sudah tahu sudah paham siapa kamu
Dijamin kamu syock saat tahu calonmu dosenmu juga /Grin//Facepalm/
Kenalan dulu ya Syara meski ujungnya macam tom jerry pula
Bagaimana reaksi keduanya saat dipertemukan lagi ya ?