"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17
"Dia datang ingin balas dendam atas kematian adiknya yang gila itu, Mayang sangat suka denganku dan gara-gara Mayang Susan menolakku karena tidak mau menyakitkan hati sahabatnya dan memilih menyakitkan hatiku dengan menikahi Bambang kakakku. Aku kecewa dan ingin membalas rasa sakit hatiku dengan Susan lewat sahabatnya" kata Anton tersenyum.
Franz merasa kesal mendengar omongan Anton seperti tidak punya beban atau dosa setelah melakukan kejahatan kepada wanita yang tidak bersalah seperti Mayang.
"Sepertinya kamu Seiko Anton, kasihan sekali Melisa dan Andi memiliki seorang ayah yang sakit jiwa" kata Franz.
"Aku memang sudah gila, semenjak aku yang selalu di manfaatkan orang untuk mengejar impiannya setelah itu aku di tinggalkan, dulu aku diadopsi supaya aku bisa menemani anaknya yang penyakitan setelah anaknya sehat papa selalu membangga-banggakan Bambang pada semua rekan bisnisnya dan tidak pernah membanggakan aku sama sekali walau aku mendapatkan nilai sempurna sekalipun, papa selalu menyuruh aku membantunya di kantor karena Bambang tidak boleh terlalu lelah di saat dewasa malah Bambang yang menjadi CEO di perusahaan itu sedang aku hanya manager biasa, Susan tau betapa aku menyukainya dan wanita itu mendekatiku seakan-akan memberi harapan manis ternyata hanya ingin menggapai kakakku dan memilih pergi dariku untuk menikah dengannya bahkan Susan menyuruhku menikahi Mayang yang sama sekali tidak aku sukai" kata Anton.
"Dan kau yang membuat Mayang jadi gila dan bunuh diri?" tanya Frans.
"Hahahahaha" Anton hanya tertawa menjawab pertanyaan dari Franz.
Setelah mendapat informasi tentang kenapa Hartono ingin membunuh dr Melisa Frans segera menceritakan semua kepada Mesly dan Mesly juga menceritakan kepada Melisa dan berita membuat dokter cantik itu terkejut mendengar semua kenyataan yang dilakukan papanya itu.
"Kemarin aku di culik karena papa membunuh paman Bambang, lalu ada orang yang ingin membunuhku karena papa yang menyebabkan adiknya depresi dan bunuh diri besok apalagi kejahatan yang papa lakukan yang harus berimbas ke aku dan ka Andi" kata Melisa sambil menangis di pelukan Mesly.
"Kemarin ayah menculik mu hanya ingin mengorek informasi siapa yang membantu papamu untuk membunuh orangtuaku gak ada niat mencelakaimu karena aku percaya kamu tidak salah" kata Mesly.
"Maafkan aku ya Mes...," kata dokter cantik itu.
"Iya aku tidak pernah marah padamu Mel" jawab Mesly.
Di tempat lain
Hartono merasa kesal lagi-lagi orang suruhannya gagal menjalankan tugasnya, malah menghilang tak tau kemana membuat Hartono berniat ingin melakukan sendiri aksi balas dendam ya itu.
Melihat Melisa mendatangi sebuah mall seorang diri Hartono segera menghampirinya dan ingin melanjutkan misinya itu dengan berpura-pura kesasar di mall dan meminta pertolongan kepada Melisa.
"Permisi .. bapak boleh nanya kalau mau ke toilet kemana ya nak, anakku tadi pamit mau ke toilet tetapi sampai jam segini belum balik" kata Hartono kepada Melisa.
Melisa mengantarkan sang bapak ke toilet mall tersebut, bahkan wanita itu membantu mencari kedalam karena kata sang bapak anaknya wanita sedang si bapak tidak bisa masuk ke toilet wanita.
Hartono memasang wajah sedih pas mendengar kabar dari Melisa kalau di dalam toilet sepi tidak ada orang.
"Pasti anak bapak sibuk nyariin bapak coba kita tanya keruang informasi" kata Melisa yang tidak mencurigai apapun.
"Tidak perlu nak, boleh bapak minta tolong Carikan taksi aja untuk antar bapak pulang?" kata Hartono meminta tolong.
Melisa membantu bapak itu menuju tempat pemberhentian taksi atau mobil jemputan, saat Melisa lengah Hartono membiusnya dari belakang dan menghubungi supirnya untuk membawa mereka keluar dari mall itu.
Hartono bersandiwara di depan umum kalau anaknya pingsan karena kelelahan dan sedang menunggu supir pribadi datang membuat semua orang tidak curiga sedikitpun dengan pria itu.
Melisa di bawa kerumahnya di pinggir kota, hal itu membuat Mesly bertanya-tanya kenapa Melisa pergi jauh tetapi tidak memberitahunya, Sejak ancaman pembunuhan itu Mesly memakaikan alat deteksi keberadaan Melisa lewat giwang dan cincin wanita itu untuk memastikan keberadaan sepupunya itu.
Di rumah Hartono.
Melisa tersadar dari pingsannya dengan tangan dan kaki yang terikat juga mulut yang di lakban, Hartono yang melihat tawanannya bangun segera menghampiri gadis itu dan tersenyum manis.
"Selamat datang dr Melisa, bagaimana tidurnya apa nyenyak?" tanya pria itu.
Melisa hanya bisa menatap pria yang seumuran dengan papanya itu sambil bertanya "Siapa dia? kenapa aku di culik sama dia?"
Hartono mengerti maksud tatapan mata itu, pria itu membuka lakban di mulut Melisa karena ingin mendengar wanita itu mencaci maki dirinya.
"Tidak ku sangka ternyata Anton memiliki putri yang sangat cantik, kau pasti jadi primadona di rumah bordil mami Rose bahkan mami Rose pasti berani membeli mahal dirimu karena aku yakin kau masih virgin" Kata Hartono sambil mengelus-elus pipi mulus Melisa.
"Siapa kamu? kenapa aku di culik?" tanya Melisa tanpa rasa takut sekalipun.
"Tak perlu kau tau siapa aku, yang pasti kau akan menjadi penghuni rumah bordil mami Rose dan menjadi boneka *** untuk semua pelanggannya" jawab Hartono lalu pergi meninggalkan Melisa di dalam kamar besar itu.
Melisa melihat seluruh isi kamar itu, matanya fokus menatap bingkai foto lama yang terdapat gambar seorang gadis cantik.
"Apa gadis itu yang bernama Mayang? apa aku sekarang ini berada di rumah tuan Hartono itu" ucap Melisa dalam hati.
Tidak berapa lama Hartono datang kembali kekamar itu dengan seorang wanita berpenampilan glamor, wanita yang di panggil dengan nama mami Rose itu melihat dengan takjub kecantikan Melisa yang menurutnya alami tanpa make up di wajahnya.
"Amazing... benar-benar sempurna gadis ini pasti laku keras di pasaran" kata mami Rose sambil membolak-balik wajah Melisa dengan tangannya.
Melisa tidak menunjukan rasa takut sama sekali walau dari lubuk hatinya gadis itu sangat ketakutan, Melisa sangat yakin kalau sepupunya Mesly pasti bisa menemukannya juga menyelamatkannya karena dia menggunakan giwang dan cincin pemberian Mesly itu.
Setelah melakukan pembayaran mami Rose segera membawa Melisa pergi dari rumah Hartono itu.
"Kau sudah aku beli dengan harga yang cukup mahal, kau sekarang menjadi pekerja *** di rumah bordil mami apabila kau tidak patuh kau akan mengalami banyak penyiksaan yang tidak akan bisa kau lupakan seumur hidupmu tapi kalau kau menurut kau akan menikmati semua kenikmatan dunia yang belum pernah kau rasakan" kata mami Rose sambil mengelus-elus punggung tangan Melisa dan menyuntikan sesuatu di tangan gadis itu dan Melisa merasakan seakan-akan tubuhnya melayang dan kemudian tertidur.
Setelah gadis itu hilang kesadaran mami Rose segera menugaskan anak buahnya untuk membawa Melisa pergi meninggalkan rumah Hartono.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..