NovelToon NovelToon
Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Showbiz / Reinkarnasi
Popularitas:523
Nilai: 5
Nama Author: ILikeAll9

Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.

Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.

Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.

Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C016: Xavier Valentino, Michael Volkov Lulus & Bergabung, Hari Sahabat Sedunia

...Selamat Baca...

SEKOLAH SWASTA STELLA MARIS, 13 APRIL

Angin musim semi bertiup lembut menerpa halaman sekolah yang dipenuhi kelopak bunga yang berguguran.

Langit biru cerah menjadi latar belakang upacara kelulusan siswa-siswi kelas akhir. Suasana hari ini terasa sangat istimewa, penuh haru sekaligus semangat untuk melangkah ke masa depan.

Di antara barisan siswa yang mengenakan toga wisuda berwarna biru tua dan topi wisuda yang rapi, terlihat dua sosok yang tampak tenang namun matanya berbinar penuh harap.

Xavier Valentino berdiri dengan sikap tegap. Tangannya memegang selebaran jadwal acara, namun pikirannya melayang jauh.

Tidak lama lagi, masa sekolahnya akan berakhir, dan perjalanan sesungguhnya sebagai seorang trainee akan dimulai.

Di sebelahnya, Michael Volkov sesekali menyenggol lengan temannya pelan, wajahnya tidak bisa menyembunyikan senyum lebarnya.

"Akhirnya... hari ini tiba juga ya, Vai," bisik Michael pelan.

"Aku tidak menyangka kita bisa lulus bersama-sama, dan langsung melangkah ke impian kita."

Xavier menoleh dan tersenyum tipis, "Iya, Mike. Selama ini kita berlatih tari, membuat koreografi, dan menulis lagu hanya untuk acara sekolah."

"Tapi sekarang... kita punya tempat yang nyata untuk mengembangkan bakat kita. Terima kasih sudah selalu ada dan mendukungku selama ini."

"Ah, masa iya masih bilang terima kasih? Kita kan sahabat," jawab Michael sambil tertawa kecil.

"Aku juga beruntung bisa jalan bareng kamu. Tanpa kamu, mungkin aku masih saja menyembunyikan suaraku di belakang panggung."

Mereka berdua adalah kombinasi yang sempurna. Xavier yang jenius dalam seni dan koreografi, serta Michael yang memiliki bakat vokal luar biasa.

Kini di usia mereka yang menginjak 16 tahun, buku kehidupan halaman sekolah sudah tertutup, dan halaman baru siap dibuka.

Acara berjalan dengan khidmat dan penuh kehangatan. Saat nama "Xavier Valentino" dipanggil, tepuk tangan terdengar meriah.

Dia berjalan dengan anggun menuju panggung, menerima ijazah dan penghargaan khusus untuk bidang seni.

Tak lama berselang, giliran "Michael Volkov" yang dipanggil, disambut sorakan antusias dari teman-temannya yang tahu betapa hebatnya kemampuan temannya ini.

Saat mereka kembali duduk, tiba-tiba mata Michael terbelalak sedikit dan menunjuk ke arah tribun penonton yang disediakan untuk tamu kehormatan.

"Vai... lihat itu! Sepertinya itu mereka?"

Xavier mendongak cepat, dan jantungnya berdegup lebih kencang.

Di barisan depan, duduk tiga pemuda dengan penampilan yang sangat rapi dan elegan, berbeda dari orang tua wali lainnya.

Di tengah, duduk Ethan Lucifer dengan kemeja putih bersih dan jas tipis, wajahnya tenang namun tatapannya penuh rasa bangga.

Di sebelah kirinya ada Arthur Lesson. Hari ini Arthur tampil sangat gaya, senyumnya lebar dan terlihat santai layaknya seorang investor besar yang datang menyaksikan aset berharganya.

Dan di sebelah kanan Ethan berdiri Leonard Abigaille. Dia tampak paling rapi dan serius, tangannya memegang buku catatan kecil, matanya mengamati seluruh situasi dengan tatapan tajam dan teliti, siap mencatat segala sesuatu.

Mereka benar-benar datang. Ethan menepati janjinya untuk menyaksikan momen penting ini secara langsung, bahkan membawa serta orang-orang terpenting di perusahaannya sekarang.

Ethan menyadari tatapan mereka, lalu dia tersenyum hangat dan memberikan tanda jempol. Arthur ikut melambai dengan semangat, sementara Leonard menganggukkan kepalanya pelan dengan sopan namun tegas.

Perasaan hangat langsung memenuhi hati Xavier dan Michael. Mereka bukan hanya atasan dan bawahan, tapi benar-benar seperti keluarga besar yang datang untuk mendukung.

Begitu upacara ditutup, halaman sekolah langsung menjadi ramai. Para siswa saling bertukar tanda tangan di seragam, berpelukan, dan berfoto kenangan.

Xavier dan Michael berjalan cepat menuju tempat Ethan dan yang lain menunggu di bawah pohon besar yang rindang.

"Selamat ya, untuk kalian berdua!" sapa Ethan dengan suara yang ramah namun tegas.

"Penampilan kalian tadi sangat bagus. Rasanya baru kemarin kita bertemu di sekolah tanpa sengaja, sekarang kalian sudah lulus sekolah saja."

"Terima kasih banyak, Kak Ethan! Terima kasih juga Tuan Arthur, Tuan Leonard sudah datang," jawab Xavier dengan wajah berseri-seri, sambil mengangkat ijazahnya dengan bangga.

"Sekarang sudah resmi! Tidak ada lagi alasan untuk menunda. Mulai besok, kami bisa fokus penuh 100% di perusahaan!"

Arthur tertawa renyah, mendekatkan wajahnya ke arah mereka berdua dengan senyum jahil khasnya.

"Wah semangatnya... Sudah siap untuk membuat studio menjadi ramai dan menghasilkan banyak uang? Ingat ya, sekarang kalian aset perusahaan yang mahal harganya!"

"Baik, Tuan Arthur!" jawab Xavier dan Michael serentak dengan mata berbinar.

Leonard yang berdiri dengan tenang pun akhirnya membuka mulutnya. Dia membuka buku catatannya sedikit, menatap mereka dengan tatapan perfeksionisnya.

"Selamat menempuh babak baru. Sekolah mungkin sudah selesai, tapi jadwal latihan dan pelatihan di dunia nyata jauh lebih padat dan menuntut kedisiplinan tinggi."

"Aku sudah menyiapkan jadwal khusus untuk kalian mulai besok pagi pukul 07.00 tepat. Jangan sampai terlambat atau ada kesalahan sedikitpun, paham?"

"Paham, Tuan Leonard! Kami mengerti!" jawab mereka serentak.

Ethan menepuk bahu kedua trainee barunya itu dengan lembut namun penuh keyakinan.

"Masa sekolah mungkin sudah berakhir, tapi pelajaran sesungguhnya baru saja dimulai sekarang. Catat tanggal 13 April ini... sebagai hari di mana mimpi kalian resmi menjadi kenyataan."

"Ayo, kita makan bersama dulu untuk merayakannya, dan mulai besok, kita akan bekerja keras untuk satu tahun ke depan!"

Dengan ijazah di tangan dan dukungan penuh dari tim Lucifer Entertainment di belakang mereka, Xavier dan Michael tahu bahwa langkah mereka selanjutnya akan membawa mereka terbang jauh lebih tinggi dari yang pernah mereka bayangkan.

***

Siang, pukul 13.45 WAZ

Tanggal: 15 April – Hari Sahabat Sedunia

Dua hari telah berlalu sejak kelulusan Xavier dan Michael. Kini, seluruh anggota keluarga besar Lucifer Entertainment sudah lengkap berkumpul.

Xavier dan Michael resmi memulai latihan penuh mereka, dan suasana di perusahaan terasa semakin hidup dan hangat.

Hari ini bukan sekadar hari biasa. Di kalender perusahaan yang baru diatur oleh Leonard, tertulis jelas: Hari Sahabat Sedunia.

Meskipun mereka adalah rival dalam latihan dan persaingan bakat, di luar itu mereka adalah sahabat, rekan seperjuangan, dan satu keluarga.

Ethan ingin momen ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak akan terasa indah jika tidak dibagikan bersama orang-orang terdekat.

Di aula utama yang sudah dihias sederhana namun cantik dengan bunga-bunga musim semi dan pita warna-warni, semua orang berkumpul.

Mulai dari Ethan, Arthur, Leonard, Noah, hingga seluruh trainee dari yang tertua sampai yang termuda.

"Baiklah, perhatian sebentar," suara Ethan terdengar jelas, membuat suasana menjadi hening.

"Hari ini adalah Hari Sahabat Sedunia. Kita tidak perlu pesta besar, cukup dengan saling berbagi kebahagiaan."

"Silakan berikan sesuatu yang kecil, entah itu bunga, permen, atau pesan singkat, kepada orang yang kalian anggap penting dan berharga di hidup kalian sekarang."

Suasana langsung mencair dan menjadi riuh rendah.

Evan Carter yang paling senior tersenyum lebar, ia membagikan permen rasa buah kepada semua orang.

"Terima kasih sudah mau bekerja sama dengan saya. Mari kita capai mimpi bersama-sama!" ucapnya hangat.

Felix Nalendra membawa keranjang kecil berisi bunga kering yang harum. Ia memberikan satu tangkai bunga cantik kepada Ethan.

"Terima kasih, Kak Ethan. Karena Anda, saya bisa menjadi diri saya yang sekarang." Lalu ia juga memberikan bunga kepada Leo dan Adrian sebagai teman dekatnya.

Leo Whitmore yang berasal dari Negara Levia membagikan cokelat khas negaranya yang manis dan unik. Ia memberikan kotak cokelat paling besar kepada Arthur.

"Terima kasih sudah melihat potensi saya, Arthur. Saya tidak akan mengecewakan kalian bertiga." Dia memang disuruh memanggil nama, karena mereka seumuran.

Adrian Louis membagikan kartu ucapan tulisan tangan yang sangat rapi dan indah kepada semua staf, termasuk kepada Noah yang sudah membantu banyak hal teknis. "Terima kasih sudah bekerja keras di belakang layar."

Lucas Elves memberikan gelang persahabatan yang ia buat sendiri kepada Xavier dan Michael, menyambut mereka bergabung ke dalam grup utama. "Selamat datang di tim. Ayo kita buat sejarah."

Alexander Wright memetik senar gitarnya pelan, menyanyikan lagu pendek yang manis sebagai hadiah untuk semua orang.

Sementara Daniel Hart membagikan boneka tangan lucu-lucu, membuat Alfian Vale yang masih kecil tertawa lebar.

Samuel Cooper membagikan keripik buah kering, sedangkan Ryan Scott memberikan stiker lucu untuk menghias tas atau alat latihan teman-temannya.

Xavier Valentino dan Michael Volkov terlihat sangat bahagia. Mereka baru saja resmi masuk, tapi langsung merasa diterima sepenuh hati.

Xavier mengeluarkan sebuah buku catatan kecil dan pulpen khusus. Ia menghampiri Leonard.

"Kak Leonard, terima kasih sudah menyiapkan jadwal yang sangat rapi untuk kami. Saya menghargai ketelitian Kakak," ucap Xavier sopan sambil memberikan pulpen itu.

"Semoga ini berguna untuk mencatat hal-hal penting."

Leonard yang biasanya kaku sedikit tersenyum. "Terima kasih, Xavier. Bekerjalah dengan disiplin seperti biasa."

Sementara itu, Michael Volkov menghampiri Ethan dengan wajah berseri. Ia memberikan sebuah kalung manik-manik kecil buatan tangan khas dari Negara Valeria.

"Ini hadiah dari saya, Kak Ethan. Simbol persahabatan dan perlindungan. Terima kasih sudah memberi kami tempat untuk bersinar."

Ethan menerima kalung itu dengan senyum tulus, lalu mengenakannya di lehernya meski hanya sebentar sebagai tanda menghargai. "Terima kasih, Michael. Hadiahmu sangat berarti."

Setelah semua selesai saling bertukar hadiah, Ethan berdiri di tengah lingkaran mereka.

Ia melihat wajah-wajah ceria di hadapannya. Ada rasa hangat yang memenuhi dadanya, rasa yang tidak pernah ia rasakan di dunia sebelumnya.

"Lihatlah kita sekarang," ucap Ethan pelan namun penuh makna.

"Dulu mungkin kita orang asing, punya mimpi masing-masing. Tapi hari ini, di Hari Sahabat Sedunia ini, aku ingin kalian tahu."

"Kita bukan sekadar perusahaan dan karyawan, bukan sekadar CEO dan trainee."

"Kita adalah keluarga. Kita adalah sahabat yang akan saling menguatkan saat ada yang jatuh, dan akan ikut bahagia saat salah satu dari kita berhasil mencapai puncak."

"Hari ini tanggal 15 April, catatlah tanggal ini sebagai bukti bahwa ikatan kita lebih kuat dari apa pun. Mari kita terus berjalan bersama menuju debut satu tahun ke depan!"

"Waaa!!!" seru semua orang serentak dengan semangat yang membara.

Matahari sore menyinari aula itu, memantulkan cahaya dari mata-mata yang berbinar penuh harapan.

Persahabatan mereka telah terjalin kuat, dan fondasi Lucifer Entertainment kini semakin kokoh tak tergoyahkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!