NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

​Sinar matahari pagi yang cerah menembus celah gorden jendela kamar, membangunkan gue dari tidur yang cukup nyenyak. Gue melirik ke samping dan mendapati Clara masih tertidur pulas dengan posisi kepala yang masih setia bersandar di bahu kanan gue. Wajah polosnya saat tidur beneran kelihatan sangat imut dan damai sekali. Dengan sangat perlahan dan hati hati, gue menggeser kepala mungilnya ke atas bantal empuk agar tidur nyenyaknya tidak terganggu, lalu gue bergegas bangun untuk membasuh muka di kamar mandi.

​Setelah selesai merapikan kemeja hitam yang agak kusut, gue memutuskan untuk langsung pamit pulang agar Clara bisa beristirahat lebih lama karena hari ini dia tidak ada jadwal kelas pagi. Gue menuliskan selembar pesan singkat di atas meja belajarnya, memberi tahu bahwa gue pulang duluan ke apartemen dan memintanya untuk langsung menghubungi gue jika ada keperluan apa pun.

​Gue melangkah keluar dari kamar kos lantai dua itu dengan perasaan yang sangat segar. Kekuatan Fisik Level Dua membuat tubuh gue tidak merasa lelah sama sekali meskipun harus terjaga sampai larut malam tadi. Namun, begitu gue melangkah keluar dari pintu pagar besi kosan dan bersiap untuk berjalan menuju ujung gang, langkah kaki gue mendadak terhenti kaku seketika.

​Di seberang jalan gang yang sempit itu, berdiri sebuah mobil sedan mewah berwarna merah menyala yang sangat gue kenal pemiliknya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, di samping pintu mobil tersebut, berdiri sosok Bella yang sedang bersandar melipat kedua tangannya di depan dada.

​Penampilan Bella pagi ini beneran terlihat sangat memukau namun memancarkan aura dingin yang sangat menusuk. Dia memakai kacamata hitam besar, jaket kulit hitam, dan celana jeans ketat yang memperlihatkan kaki jenjangnya yang indah. Begitu mata jeli Bella melihat sosok gue keluar dari dalam area kosan cewek, dia langsung melepas kacamata hitamnya dengan gerakan kasar, menatap lurus ke arah mata gue dengan tatapan yang sangat tajam, penuh amarah, dan kecemburuan gila yang luar biasa besar.

​Gue menelan ludah pelan dalam hati, beneran tidak menyangka kalau Bella bakal nekat mendatangi tempat terpencil ini sepagi ini. Gue berjalan menghampiri posisinya dengan berusaha memasang wajah setenang mungkin untuk menutupi kepanikan gue.

​"Bella, lu ngapain ada di sini pagi pagi begini. Terus gimana bisa lu tahu alamat kosan terpencil ini," tanya gue dengan nada suara yang sangat tenang mencoba membuka percakapan diplomatis.

​Bella tidak langsung menjawab ucapan gue. Dia melangkah maju mendekati tubuh gue, napasnya memburu cepat menahan emosi yang sudah memuncak sejak semalam di dalam dadanya. Dia mengangkat ponsel pintarnya tepat di depan muka gue, memperlihatkan sebuah aplikasi pelacak lokasi GPS yang sedang menyala aktif memetakan koordinat posisi ponsel gue dengan tanda titik merah tepat di area kosan Clara ini.

​"Kamu tanya gimana bisa aku tahu tempat ini Raka. Sejak semalam aku tidak bisa tidur sama sekali karena mengkhawatirkan kamu yang tidak kunjung pulang ke apartemen. Aku telepon nomor kamu tidak aktif, dan akhirnya aku nekat memakai fitur pelacak lokasi keluarga yang sengaja aku pasang di ponsel kamu kemarin malam," ucap Bella dengan nada suara yang sangat bergetar menahan tangis, matanya mulai berkaca kaca menatap gue penuh tuduhan.

​"Bel, lu dengerin penjelasan gue dulu baik baik," potong gue cepat mencoba meredam emosinya.

​"Penjelasan apa lagi Raka. Buktinya sudah sangat jelas sekali di depan mata aku pagi ini. Kamu bohongin aku lagi kan. Kamu bilang kemarin mau mengurus dokumen di kampus, tapi kenyataannya kamu malah menginap seharian di kosan cewek pelayan restoran imut itu kan. Kamu tega banget ya Raka main di belakang aku padahal aku udah kasih semua fasilitas mewah apartemen aku buat kamu," cecar Bella dengan suara yang mulai serak, air mata kecemburuannya akhirnya menetes membasahi pipi cantiknya yang merona merah karena amarah.

​Aura cemburu seorang wanita kaya yang ego tingginya terluka beneran membuat atmosfer di dalam gang sepi ini mendadak berubah menjadi sangat panas dan mencekam sekali. Poin kasih sayang Bella di layar hologram atas kepalanya mulai berkedip cepat, tanda bahaya besar kalau poinnya bisa drop jatuh bebas jika gue salah memberikan jawaban sedikit saja pagi ini.

​Gue tahu gue harus bertindak cepat dan menggunakan seluruh taktik bermain cantik gue. Gue melangkah maju satu langkah lagi, memperkecil jarak di antara kami berdua, lalu tanpa aba aba gue langsung menarik tubuh indah Bella masuk ke dalam dekapan dada tegap gue. Gue memeluk pinggang rampingnya dengan sangat erat, mengabaikan kedua tangan mungilnya yang sempat memukul mukul dada gue dengan kasar mencoba memberontak melepaskan diri.

​"Lepasin aku Raka. Aku benci sama kamu. Kamu cowok pembohong jahat," teriak Bella sambil terus menangis di dalam pelukan gue.

​Gue tidak melepaskan pelukannya sama sekali. Gue mengaktifkan Keahlian Manipulasi Pikiran Level Dua secara pasif dipadukan dengan Fisik Level Dua untuk memancarkan kehangatan dan kharisma tinggi seorang pria sejati yang sangat dominan namun penuh kasih sayang pelindung. Gue mengusap rambut panjangnya dengan penuh kelembutan, menempelkan dagu gue di atas kepalanya.

​"Bel, dengerin gue dulu. Semalam itu terjadi situasi darurat yang sangat berbahaya sekali. Mantan manajer mesum restoran yang kemarin gue hajar itu nekat menyewa lima orang preman bersenjata tajam untuk menculik Clara di kosannya ini. Clara ketakutan setengah mati dan langsung meminta pertolongan gue di perpustakaan kampus sore kemarin," jelas gue mulai menyusun narasi kepahlawanan yang sangat masuk akal di otaknya.

​Mendengar kata preman bersenjata tajam, gerakan berontak Bella mendadak terhenti kaku. Rasa khawatirnya sebagai cewek yang sangat mencintai gue langsung mengalahkan rasa cemburu butanya seketika.

​"Terus kamu tidak apa apa kan Raka. Kamu terluka tidak menghadapi mereka semua semalam," tanya Bella dengan suara yang mulai melembut, mendongakkan wajah cantiknya menatap seluruh tubuh gue dengan tatapan sangat cemas memeriksa tanda tanda luka.

​"Gue sama sekali tidak terluka sedikit pun Bel. Gue berhasil menghajar semua preman itu dan mereka semua sudah diangkut oleh mobil patroli polisi ke penjara jam sembilan malam tadi. Alasan kenapa gue terpaksa menginap di sini, itu murni karena Clara mengalami trauma psikologis yang sangat berat. Dia menangis histeris ketakutan dan memohon dengan sangat manja agar gue menemani dia sampai dia bisa tidur nyenyak. Gue sebagai pria sejati masa tega meninggalkan cewek yang hampir diculik sendirian dalam kondisi syok berat begitu Bel. Tapi sumpah demi apa pun, di dalam kamar tadi gue cuma duduk di kursi menemani dia mengobrol sampai tertidur, tidak ada hubungan spesial atau hal melanggar batas yang gue lakukan sama sekali Bel," ucap gue menjelaskan skenario dengan sangat detail dan penuh keyakinan tinggi tanpa ada keraguan sedikit pun di mata gue.

​Gue sengaja menekankan sisi kemanusiaan dan perlindungan hukum agar Bella merasa bangga memiliki kekasih seorang pahlawan, sekaligus menurunkan tingkat kecurigaannya secara drastis pagi ini.

​Bella terdiam seratus bahasa mendengarkan semua penjelasan logis dari gue. Dia menatap mata gue lekat lekat mencari kebohongan, namun kekuatan sistem manipulasi pikiran gue beneran bekerja sangat sempurna tanpa cela melunakkan seluruh dinding ego dan amarahnya. Rasa cemburu butanya langsung menguap lenyap tak berbekas dalam hitungan detik digantikan oleh rasa lega dan rasa cinta yang makin mendalam luar biasa.

​"Ya ampun Raka, maafkan aku ya karena sudah egois dan cemburu berlebihan sampai menyusul kamu ke sini pagi pagi begini. Aku murni cuma takut sekali kehilangan kamu Raka. Aku tidak siap kalau kamu harus berpaling ke cewek lain," ucap Bella dengan sangat tulus sambil menyandarkan wajah cantiknya di dada bidang gue, memeluk pinggang gue balik dengan sangat manja dan erat seolah menegaskan kepemilikannya.

​Layar hologram biru milik sistem mendadak muncul terang benderang di sudut pandangan mata gue memberikan notifikasi kesuksesan yang sangat luar biasa indah.

​"Misi Penjinakan Cemburu Bella Sukses Besar. Target Bella berhasil ditenangkan sepenuhnya tanpa ada penurunan poin kasih sayang sedikit pun. Tingkat kasih sayang Bella stabil menetap di angka Sembilan Puluh Lima Persen. Hadiah Tambahan Poin Sistem bertambah Dua Ratus Poin. Total Poin Sistem saat ini adalah Seribu Sembilan Ratus Poin."

​Gue tersenyum sangat puas membaca notifikasi kemenangan itu. Skill bermain cantik gue beneran berada di tingkat dewa karena bisa menjinakkan bom waktu cemburu cewek kaya sekampus hanya dengan satu pelukan hangat penuh drama kepahlawanan.

​Gue mengecup kening Bella sekilas membuat wajah cantiknya kembali merona merah padam luar biasa bahagia. "Ya udah Bel, sekarang kita balik ke apartemen yuk. Gue laper banget nih belum sarapan dari pagi."

​"Iya ayo Raka, aku bakal masakin makanan paling enak buat kamu di apartemen nanti," jawab Bella dengan senyuman yang sangat manis dan ceria, menggandeng erat lengan kanan gue menuju pintu mobil sedan merah mewahnya. Kerajaan harem gue pagi ini kembali berjalan aman tentram di bawah kendali penuh kekuatan mutlak gue.

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!