NovelToon NovelToon
Sistem Istri Ideal Untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek

Sistem Istri Ideal Untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Bagaimana kalau istri kedua yang diracun… justru mendapat sistem yang membuatnya mustahil diinjak lagi?

Sumarni seharusnya mati sebagai istri kedua yang bodoh, penurut, dan tak pernah dianggap ada.

Namun, setelah Ratna Dewi, seorang editor dari tahun 2026 bereinkarnasi ke tubuhnya, semuanya berubah.

Dengan bantuan Sistem Istri Ideal, Sumarni bisa mendapatkan poin dari setiap penghinaan yang berhasil ia balas dengan elegan.

Poin itu bisa ditukar dengan skill, informasi masa depan, bahkan antidot racun.

Sedikit demi sedikit, Sumarni merebut perhatian, uang, koneksi, bahkan hati pria yang dulu tak pernah melihatnya.

Tapi semakin ia bersinar, semakin berbahaya permainan yang harus ia hadapi.

Karena di rumah itu… hanya ada satu perempuan yang boleh menang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Sudah Saya Buang

Keringat dingin mengalir lambat di tengkuk Sumarni, membawa ketegangan yang membuat udara paviliun seberat timah.

Hanya deru napas berat Harjono yang terdengar, bersahut-sahutan dengan detak jantung Sulastri yang berpacu liar.

Tepat pada saat itu, sebuah layar transparan berkedip lembut di depan mata Sumarni.

[Misi Darurat Berhasil! Anda telah membalikkan tuduhan racun gadung dengan elegan.]

[Perolehan Poin: 500 Poin Sistem Istri Ideal.]

[Bonus Deteksi: Reputasi Sulastri di mata target pria menurun drastis.]

Sumarni menelan ludah, merasakan sensasi hangat setelah notifikasi muncul. Ia melirik lantai tegel abu-abu di bawah kakinya. Sapu tangan Sulastri yang terjatuh di sana tampak bagai bendera putih yang menyedihkan.

"Sulastri," suara Harjono terdengar sangat rendah, bergetar menahan amarah yang hampir meledak.

"Bicara. Jelaskan padaku kenapa matamu hanya mengincar mangkuk itu sejak pertama kali kamu melangkah masuk."

Sulastri tergagap, wajahnya yang tadi merah padam kini memucat bagai kertas koran basah. Ia mundur, tumitnya menabrak kaki meja kayu jati.

"Mas, aku hanya panik," kata Sulastri gemetar. "Mbok Darmi yang memberitahuku. Aku bersumpah demi leluhur kita, Mas! Aku tidak punya niat buruk!"

"Lalu kenapa kamu tidak memeriksa anakku dulu?!" bentak Harjono.

Suara bentakan itu membuat kaca jendela paviliun bergetar. Dimas yang berada di dekapan Sumarni tersentak, merapatkan tubuh mungilnya. Sumarni bisa merasakan detak jantung bocah itu yang sangat cepat akibat ketakutan.

Sumarni mengusap punggung Dimas perlahan, memberikan kehangatan yang tulus dari telapak tangan. "Tidak apa-apa, Le. Ibu di sini. Bapak juga di sini."

Sikap tenang Sumarni menjadi kontras yang menyakitkan bagi Sulastri. Di mata Harjono, Sumarni adalah sosok istri penyabar dan penyayang yang mengutamakan anak. Sedangkan Sulastri terlihat seperti wanita histeris yang haus darah.

"Mbok Darmi yang menghasutku, Mas!" Sulastri menangis, air matanya merusak bedak tebal di pipi. "Dia yang bilang melihat Marni menaruh racun! Tolong percayalah padaku sekali saja!"

Sulastri mencoba meraih lengan kemeja Harjono. Jemarinya berusaha mencengkeram kain tenun tumpal emas yang masih berbau harum setrikaan arang itu.

Namun, Harjono dengan kasar menepis tangan istrinya.

"Cukup, Sulastri!" Harjono mendesis dingin. "Mbok Darmi adalah pelayanmu. Dia tidak akan berani melakukan atau mengatakan apa pun tanpa perintah darimu."

Sulastri terperangah. Ia menatap suaminya dengan mata terbelalak, tidak menyangka bahwa taktik playing victim yang biasa ia gunakan kini sama sekali tidak mempan.

Harjono melangkah mendekat. Setiap derap langkahnya di atas lantai tegel terasa bagai lonceng kematian bagi Sulastri. Aroma tembakau cengkih yang menguar kini terasa menyesakkan.

Plak!

Satu tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri Sulastri.

Suara tamparan itu menggema keras. Kekuatan tamparan membuat tubuh Sulastri terhuyung ke samping, menabrak tepi meja sebelum akhirnya jatuh terduduk di atas tegel dingin.

Sulastri memegangi pipinya yang seketika memerah. Matanya menatap Harjono dengan rasa tidak percaya. Selama bertahun-tahun menikah, ini adalah pertama kalinya Harjono melayangkan tangan ke wajahnya.

"Mas, kamu menamparku?" bisik Sulastri, suaranya serak dan nyaris hilang. "Demi perempuan udik ini? Kamu memukul istri pertamamu?"

"Aku menamparmu karena kamu sudah berani menyentuh batas kesabaranku, Sulastri!" raung Harjono, dadanya kembang kempis. "Kamu mencoba meracuni anak kandungku dan menjebak Marni! Apakah kamu gila?!"

"Aku tidak meracuninya!" jerit Sulastri histeris.

"Pergi dari paviliun ini sekarang juga!" perintah Harjono dingin. "Jangan pernah menginjakkan kakimu di sini lagi. Dan mulai hari ini, seluruh urusan keuangan dapur rumah utama kuambil alih!"

Mendengar keputusan itu, Sulastri merasa dunianya runtuh. Kehilangan kendali atas keuangan rumah utama adalah pukulan yang jauh lebih menyakitkan daripada tamparan di pipinya.

Dua pelayan segera maju membantu Sulastri berdiri. Mereka memapah tubuh nyonya mereka yang tampak lemas. Sulastri berjalan keluar paviliun dengan gontai, meninggalkan keheningan yang bersih.

Setelah pintu tertutup, Harjono menghela napas panjang. Pria itu memijat pelipisnya, mencoba meredakan pening yang tiba-tiba menyerang kepala.

Ia kemudian membalikkan tubuh, menatap Sumarni yang masih memeluk Dimas dengan tenang di sudut ruangan.

"Marni," panggil Harjono dengan suara yang jauh lebih lembut, sangat berbeda dengan nada suaranya saat membentak Sulastri tadi.

"Iya, Mas," jawab Sumarni lembut. Ia menuntun Dimas untuk duduk di kursi kayu sebelum melangkah mendekati suaminya.

"Maafkan aku," ucap Harjono perlahan dengan rasa bersalah di matanya. "Aku hampir saja meragukanmu. Aku hampir membuatmu dan Dimas berada dalam bahaya karena kelalaianku menjaga rumah ini."

Sumarni tersenyum tipis. Ia menyentuh lengan Harjono dengan halus, memberikan ketenangan instan pada pria itu.

"Tidak apa-apa, Mas. Saya tahu Mas Harjono orang yang adil," kata Sumarni tulus. "Yang penting sekarang Dimas aman. Sup itu sudah saya buang, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

Harjono menatap Sumarni dalam-dalam, mengagumi kecerdasan yang tersembunyi di balik kelembutan wanita itu. Rasa kagum dan obsesi yang perlahan tumbuh di dadanya kini semakin kuat.

Sementara itu, di dalam pikiran Sumarni, layar sistem kembali berkedip memberikan pilihan penukaran poin.

[Poin Saat Ini: 750 Poin.]

[Rekomendasi Penukaran untuk Langkah Selanjutnya:]

[Opsi 1: Skill Desain Motif Batik Klasik Era Surakarta (Harga: 300 Poin)]

[Opsi 2: Formula Rahasia Pewarna Alami Malam Batik Tahan Lama (Harga: 400 Poin)]

Sumarni tersenyum dalam hati. Kemenangan kecil atas Sulastri hari ini barulah permulaan. Untuk mandiri dan tidak lagi bergantung pada Harjono, ia membutuhkan bisnisnya sendiri, bisnis batik yang akan membuatnya merdeka.

Tanpa ragu, Sumarni memilih kedua opsi tersebut di dalam benaknya.

[Penukaran Berhasil! Informasi Formula dan Skill Desain telah ditanamkan ke dalam memori Anda.]

Sumarni merasakan kepalanya sedikit berdenyut saat pola batik rumit dan resep pewarna alami mengalir masuk ke memorinya. Aroma malam batik yang khas seolah-olah mendadak tercium di hidungnya.

"Mas," kata Sumarni, memecah keheningan di antara mereka. "Bolehkah saya meminta sesuatu?"

"Katakan saja, Marni. Apa pun yang kamu butuhkan, akan kukabulkan," jawab Harjono cepat, seolah ingin menebus rasa bersalahnya.

"Saya ingin meminta izin untuk menggunakan gudang kosong di belakang paviliun ini," ucap Sumarni dengan tatapan teguh. "Saya ingin menggunakannya untuk menyalurkan hobi menjahit dan membatik saya."

Harjono mengangguk tanpa berpikir panjang. "Tentu saja boleh. Besok akan kusuruh orang untuk membersihkannya dan memindahkan beberapa peralatan membatik tua milik ibuku ke sana."

Sumarni menunduk takzim, menyembunyikan binar kepuasan di matanya.

1
𝐀⃝🥀Weny
cemburu ni ye😂
sukensri hardiati
untuk ukuran pengusaha harjono ni sukses....untuk ukuran suami..?...payaaah...
sukensri hardiati
harjono ni pengusaha batik sekaligus rokok ya....?
𝐀⃝🥀Weny
perlahan² harjono mulai menyukai Sumarni😁 lanjut lagi thor
gina altira
lanjutt
gina altira
Diracun lagiii
Titi Liana
menarik
gina altira
Wah Sulastri bikin fitnah kayaknya
gina altira
hati" Sumarni
gina altira
Lanjuttt thorrr
𝐀⃝🥀Weny
lanjut thor
Anne Soraya
lanjut
Dwi Agustina
Semangat semangat💪💪💪
gina altira
seruu, ceritanya berbeda nih ada sistem nya
𝐀⃝🥀Weny
lanjut up thor
𝐀⃝🥀Weny
tambah up lagi thor😂
irena
harusnya emasnya nanti tersimpan di tasnya Sulastri.. pas saat menuduh si Marni jadi senjata makan tuan.. klo perlu pas ada suaminya.. supaya kelakuan Sulastri ketahuan selama ini suka menindas
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
gina altira
ada" aja
gina altira
Harjono begoo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!