NovelToon NovelToon
Boss Kecil, Didunia Kuno! [Boy Lovers]

Boss Kecil, Didunia Kuno! [Boy Lovers]

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Hwang zin bukanlah orang dari era ini,dia lahir di tahun 2028 dan berusia 30 tahun,dia yatim piatu,Dia bekerja keras selama hidupnya.

Dia menjadi koki , petugas pengangkutan barang, bartender,pelayan restoran dan lainnya,dia hidup dengan menghemat banyak uang saat tabungannya mencapai 100 juta dalam 15 tahun hidupnya.

Hwang zin membeli bangunan toko kecil yang lengkap penuh dengan barang-barang grosir dari barang orang tua hingga anak-anak dan makan pokok dan sejenisnya.

dia akan mulai berbisnis tapi siapa kira saat dia dalam perjalan pulang justru mobilnya tertabrak truk dan bangun disini .....bukannya mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembunuhan

Hwang zin mendorong tetangga dan melihat lebih jelas kondisi gadis itu, wajahnya berubah serius."Kenapa kalian tak pergi memangil Dokter!"

Dia segera mencoba mengecek kondisi anak itu namun Ibu anak itu mendorong Hwang zin dengan marah dan air mata yang berlinang.".....Kami hidup miskin bagaimana bisa memangil Dokter!'

Hwang Zin yg di dorong mengerutkan keningnya,begitu juga beberapa orang."....Putrimu terkena racun kau harus mencari dokter!"

"Bagaimana kau tau putriku terkena racun....?"Wanita itu menoleh padanya dengan mata tajam,lalu seolah olah terkejut akan sesuatu.

"Apa kau yg membunuh putriku!"

Orang-orang saling melirik ,apa dia pembunuhnya tapi anak ini terlihat seperti anak baik-baik,dia pindah kesini juga cukup ramah pada mereka.

Wajahnya mengelap,Hwang zin merasa wanita ini semakin bicara omong kosong tanpa padang bulu.

"....Omong kosong apa! Aku bahkan tak pernah melihat putrimu! bibi jangan menuduhku tanpa bukti!"

"Tapi kau tau jika putriku diracun , bagaimana kau tau?!" Ucapnya dengan keras kepala,dia mencengkram bahu putrinya dengan kuat hingga kuku menancap dalam daging.

Alis gadis yg koma itu mengerut,namun tak ada yg bisa melihatnya.

"Lihat saja jari tangannya dan bibirnya!" Bentak Hwang zin tak sabar."... orang bodoh juga tau dia terkena racun!"

Para pria yg menemukan gadis itu sedikit menurunkan obor mereka dan melihat tangan gadis itu membiru.

Paman Li yg juga ada dilokasi segera terkejut."....Bukankah ini tanda-tanda keracunan dari bisa ular dihutan!"

"Paman kamu tau....?!" Hwang Zin menoleh padanya terkejut.

Pria tu itu mengangguk dengan wajah berat."....aku pernah tergigit dan ini sama! Hei cepat bisa saja kita menyelamatkan anak mu!"

Jika tidak ditangani anak ini benar-benar akan mati.

Wanita itu segera mendorong tubuh putrinya pada mereka dan berkata dengan mata merah."...Bawalah! Tapi siapa yg akan membayar uang obatnya!"

Melihat ini orang-orang yg tadinya bersimpati mundur perlahan, bagaimana pun uang pergi ke dokter cukup mahal.

"Paman bawa gadis itu pergi ke dokter terdekat....!"Hwang zin meminta 3 orang yg membawa gadis itu kembali untuk ke dokter.

Ketiganya saling melirik,mereka adalah pemburu hutan ,mereka tak sengaja menemukan anak ini dipingir sungai dan merasa kasihan.

Namun mereka tak tau anak siapa ini,sampai seorang dijalan mengenali anak ini dan membawa mereka ke rumah wanita ini.

Hwang zin melihat mereka dengan serius."Aku yg akan membayar kalian....tolong nyawa anak ini lebih berarti dari pada apapun...."

Wanita itu segera menarik tubuh anaknya lagi dan memeluknya dengan erat, matanya nampak cemas dan gugup."Tidak! Lepaskan putriku kalian hanya ingin membunuhnya...!"

Hwang zin melihat reaksi wanita itu dengan jelas,mulai curiga."Bibi kenapa kau terus menghalangi kami menyelamatkan putri mu?"

Tubuh wanita itu menegang.

Paman Li merasakan firasat buruk,Dia segera mendorong wanita yg lengah itu dari anak itu meminta 3 pemburu membawa anak itu ke dokter."...bawa dia kedokteran Heng!"

Ketiganya juga merasa aneh dengan wanita itu,jadi mereka segera mengangkat anak itu ke tandu dan pergi ke Dokter Heng.

Melihat ini wanita itu berteriak dengan histeris pada mereka."...mau dibawa kemana putriku! Pembunuh! Kalian semua pembunuh!"

"Kamu menuduh kami semua pembunuh, kalau begitu ayo panggil petugas!" Hwang zin menunduk melihatnya dengan wajah gelap.

Lolongan wanita itu segera berhenti, wajahnya pucat dan tubuhnya gemetar.

".....Bibi Bong apa kau yg melakukannya?"Tanya Paman Li padanya dengan tegas.wajah orang-orang segera berubah ketakutan.

Apa anak itu diracun ibunya sendiri!

wanita itu menggelengkan kepalanya dengan panik." Tidak! Tidak aku tidak tau apa yg kamu maksud!"

"kau yg meracuni anak mu sendiri dan membuangnya ke sungai....bukankah itu sudah jelas....."ucapan Hwang zin membuat orang-orang semakin ketakutan.

Wanita itu berdiri dengan goyang, melihatnya dengan wajah menakutkan.!"Tidak kau lah pembunuhan ya!"

"percuma kita menanyai, seret saja dia langsung ke Yamen....!"seru seorang dikerumunan dengan kesal.

"Tidak! Bukan aku !bukan aku!"Melihat ini wanita itu mundur' laku berbalik mencoba melarikan diri namun posisinya tak menguntungkannya, dia segera ditangkap.

Hwang zin tak ingin tau soal wanita itu jaid dia berkata pada paman Li bahwa dia akan melihat kondisi anak itu.

Paman Li mengangguk,dan mengikuti rombongan yg menarik Wanita gila itu ke yamen.

Hwang zin datang dengan wajah berkeringat namun saat dia masuk ke klinik dia mendengar dokter tuan itu berkata."...kalian membawanya terlambat, racunnya sudah menyebar...."

"Ibu macam apa dia! Begitu tega meracuni anaknya sendiri!"umpat salah satu dari mereka dengan wajah gelap.

Hwang zin menyapa mereka,lalu pada Dokter Heng."Dokter Berapa-"

Pria tua itu melambaikan tangannya." tidak perlu membayar...aku tak mengeluarkan obat apapun padanya..."

"Terimakasih...." Ucap Hwang zin dengan wajah pucat,lalu pergi dengan jasat anak itu,tapi bukan pulang melainkan langsung pergi ke Yamen.

Saat dia datang ke aula Hakim,semua orang sudah berkumpul disana, wanita itu berlutut ditanah dengan isak tangis.

"Zin.an...?" Paman Li melihatnya dengan gugup. Hwang zin menggelengkan kepalanya. Mata pria tua itu sendu,lalu melirik pada tandu yg dibawa masuk.

Para tetangga menyingkir,mata beberapa-beberapa orang memerah, bagaimana bisa ada ibu sejahat itu.Mereka membaringkannya didepan Hakim daerah,

Hakim daerah meminta seseorang memeriksa tubuh anak itu,saat petugas medis membuka kain,wajah gadis remaja itu pucat,bibir sudah menghitam.

Dia melihat pada jari jari anak itu,dia berbalik pada Hakim daerah." Tuan anak ini diracun...."

Hakim daerah menatap tajam pada wanita dibawah."...Apa alasannya membunuh putrimu?"

"Tuan tuan ampunilah...aku hanya tak bisa lagi menjaganya..." Jawabannya dengan suara gemetar.

Seorang bibi tak tahan dengan kebohongan nya."Tak bisa menjaganya? Kau memiliki begitu banyak perhiasan untuk dipamerkan pada kami setiap hari tapi kau tak bisa memberi makan anak mu!"

Wanita itu semakin pucat ketakutan. Hakim daerah meminta mereka menggeledah rumah wanita ini untuk mencari bukti atau apapun.

"Siapa yg melaporkan kasusnya?"

" Saya Tuan..." Hwang zin membungkuk hormat. Hakim daerah melihat anak yg tak lebih muda dari putarnya."... Apa alasanmu?"

Dia menceritakan dari awal,yg membuat ekspresi Hakim itu semakin jelek, Hwang Zin melihat padanya."....Dan bibi itu terus menuduh kami sebagai pelaku saat kami berusah menolong anak itu,dia terus berteriak dan mengamuk seolah ingin mengulur waktu......"

" Benar tuan kami bisa bersaksi!"jawab orang-orang silih berganti.

Hakim daerah meminta mereka diam, sebelum melihat pada Hwang zin." Lanjutkan...."

".....Awalnya saya tak curiga,tapi dia terus-menerus menghalangi kami untuk membawa anak itu ke dokter....ibu mana yg tak ingin menyelamatkan anak nya...kecuali dia memang sengaja ingin mengulur waktu agar anak itu....."

Dia tak melanjutkan kata-katanya.

namun Hakim daerah sudah mengerti maksudnya. Dia melirik Wanita itu yg melihat pada pemuda itu dengan kebencian.

Mata Hakim daerah menyipit.".. wanita apa alasanmu!"

"Tuan aku tak melakukan!"bantah wanita itu dengan keras kepala. Sampai rombongan tim medis yg diutus ke rumah tersangka kembai.

"Tuan saya menemukan bubuk racun dimeja dapur bercampur dengan makanan ....."Dokter itu membawa belas makan dimeja depan Hakim daerah.

wanita itu membeku dengan wajah seperti mayat.

Hakim daerah menoleh pada wanita itu dengan marah." ...Nyonya Bong! Kau terbukti bersalah! Dan akan dihukum 10 cambukan dan dihukum 20 tahun' penjaga!seret dia ke tempat hukuman...!"

Penjaga segera menyeret wanita itu pergi dari aula Hakim,saat mereka melewati Hwang zin mata wanita itu penuh kebencian.

Dengan satu tangan yg benas dia mengambil sesuatu dari balik pakaiannya dan mengarahkan pada Hwang zin.

Hwang zin mellihat gerakan dan reflek mengunakan lengannya untuk menahannya.

Splash!- darah membasahi mantel putih yg dia kenakan. Wanita itu segera ditendang oleh penjaga hinga tersungkur ke lantai pisau terlempar kedepan meja Hakim.

Mata semua orang melebar.teriak seseorang dengan ketakutan."... Dia membawa pisau!"

"Dia benar-benar pembunuh!" Teriak orang-orang melihat wanita itu dengan marah dan tak percaya.

Hwang zin menahan lengannya. Pisaunya kecil namun dia memiliki masalah dengan darahnya yg akan terus mengalir seperti air.

".....Lancang berani menyerang orang diwilayah ku! Hukum 20 cambukan untuk nya!" Teriak Hakim daerah dengan marah.

Penjaga segera menarik rambut wanita yg tertawa dengan gila itu ke luar.".... Hahahahahaha Mati ! Kau harusnya mati!"

Dokter segera menghampiri Hwang zin dengan cemas.".. nak tunjukkan lukanya padaku!"

Hwang zin membuka tangannya yg basah oleh darah.luka itu cukup lebar dan dalam, memperlihatkan daging yg terbalah.

Semua orang menarik nafas dingin.

Dokter medis semakin mengerutkan keningnya.wanita itu jelas menyerangnya sekuat tenaga." Kamu masuklah dulu kita perlu menjahit nya..."

" Kasus sudah selesai Kalian bisa kembali....!" Hakim daerah berdiri dari kursinya dan pergi dari aula ,mengikuti Dokter Han.

Para warga bubar dengan wajah masih agak ketakutan.begitu juga dengan paman Li.

Dokter Han merobek lengan bajunya dan membersihkan lukanya dengan kain basah. Hakim daerah mengawasi anak itu.

Hwang Zin tak mengatakan apapun,dia hanya merasa mengantuk.

Melihat dia hampir memejamkan mata Hakim Daerah tak tega melihatnya."Berbaring lah tak apa-apa besok kamu bisa kembali...."

Hwang zin berterima kasih dan berbaring terlentang dan menutup matanya.

Tak lama dia berbaring terdengar nafas teratur darinya.

Dokter Han melihatnya dengan rasa kasihan lalu mencoba mengobati anak itu selembut mungkin.

1
Dania
misi
LING
r
Jack Strom
Nice!!! 😁
Jack Strom
Jejak kumis!!! 😁
Dania: misiiiiiii
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!