NovelToon NovelToon
Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

"Dulu aku berjanji di depan Tuhan untuk menjaganya, namun dunia seolah memaksaku untuk ingkar."
Tian hanyalah seorang pria sederhana yang dianggap 'tidak berguna' oleh keluarga besar istrinya, Mega. Pernikahan mereka yang didasari cinta suci harus berhadapan dengan tembok tinggi bernama kemiskinan dan penghinaan. Saat Mega divonis mengidap penyakit langka yang membutuhkan biaya miliaran, Tian tidak menyerah.
Ia menjadi kuli di siang hari, petarung jalanan di malam hari, hingga terseret ke dalam pusaran dunia gelap demi satu tujuan: Melihat Mega tersenyum kembali. Namun, saat harta mulai tergenggam, ujian sesungguhnya datang. Apakah kesetiaan Tian akan tetap utuh saat godaan wanita lain dan rahasia masa lalu Mega mulai terkuak?
Ini bukan sekadar cerita tentang cinta, tapi tentang pembuktian bahwa bagi seorang suami, istri adalah surga yang layak diperjuangkan meski harus melewati neraka dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Darah di Atas Aspal

Dunia seolah berputar dalam gerakan lambat yang menyakitkan. Suara logam beradu dengan aspal menciptakan simfoni kematian yang memekakkan telinga. Van hitam itu terguling tiga kali sebelum akhirnya terhenti dalam posisi miring di pembatas jalan layang. Bau bensin menyengat, bercampur dengan aroma mesiu dari peluru sniper yang tadi menghancurkan ban mereka.

Tian merasakan cairan hangat mengalir di pelipisnya. Pandangannya kabur, namun satu nama langsung memicu kesadarannya. "Mega... Ibu..."

Ia merangkak keluar dari kursi kemudi yang ringsek, mengabaikan rasa sakit luar biasa di bahunya yang kembali berdarah. Di belakang, ia melihat pemandangan yang menghancurkan jiwanya. Mega terlepas dari brankarnya, tergeletak di lantai van yang dingin dengan selang oksigen yang terputus. Ibunya pingsan, terjepit di antara peralatan medis yang hancur.

"Tidak... tidak sekarang!" Tian meraung. Ia menarik tubuh Mega ke dalam pelukannya. "Sayang, bangun! Mega, dengarkan aku!"

Mega terbatuk, darah merembes dari sudut bibirnya. Matanya terbuka sedikit, menatap Tian dengan pandangan yang kosong namun penuh cinta. "Mas... lari... tinggalkan kami..." bisiknya, nyaris tak terdengar di tengah raungan sirene polisi yang semakin mendekat.

"Jangan bicara bodoh!" air mata Tian jatuh membasahi pipi Mega yang pucat. "Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Tidak akan pernah!"

Di luar, lampu sorot dari puluhan mobil polisi dan helikopter mengunci posisi mereka. Suara pengeras suara bergema, memantul di antara gedung-gedung pencakar langit Jakarta 2026. "Tian, Jenderal Yudha! Kalian terkepung! Letakkan senjata dan angkat tangan!"

Jenderal Yudha merangkak keluar dari reruntuhan dengan dahi berdarah, memegang pistolnya dengan tangan gemetar. Ia menatap ke arah kerumunan polisi orang-orang yang dulu adalah bawahannya. "Mereka tidak akan mendengarkan, Tian. Aristha sudah mencuci otak mereka dengan narasi teroris."

Paman Hasan keluar dengan senapan mesin di tangan, matanya berkilat penuh amarah. "Kalau mereka ingin drama, kita berikan mereka perang. Tian! Bawa mereka ke bawah jembatan! Ada jalur evakuasi di pilar ketiga!"

Tian menggendong Mega di punggungnya menggunakan kain jarik milik ibunya yang ia ikat kuat-kuat, sementara tangan kirinya menyeret tubuh ibunya yang mulai sadar. Ini adalah beban terberat yang pernah ia pikul bukan karena berat fisiknya, tapi karena ia tahu satu peluru nyasar saja akan mengakhiri seluruh dunianya.

"Tembak ban mobil mereka! Jangan biarkan mereka mendekat!" teriak Yudha memberikan komando pada Hasan.

Rentetan tembakan pecah di jalan layang. Masyarakat sipil berlarian panik, menciptakan kekacauan yang justru menguntungkan pelarian Tian. Di tengah hujan peluru, Tian berlari menuju tepian jembatan. Ia melihat ke bawah ketinggian sepuluh meter menuju sungai yang kotor dan gelap.

"Tian! Lompat!" teriak Hasan sambil melemparkan bom asap untuk menutupi pandangan polisi.

Tian menatap Mega di punggungnya. Mega memeluk leher Tian erat, menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. "Mas... aku takut," bisiknya.

"Tutup matamu, Sayang. Percaya padaku. Aku adalah surgamu, dan aku akan membawamu ke tempat yang aman," ucap Tian dengan suara yang penuh keteguhan meski hatinya hancur melihat kondisi istrinya.

Dengan sisa tenaga terakhir, Tian melompat dari tepi jalan layang.

Byuuurrr!

Air sungai yang dingin menusuk luka-lukanya, namun ia tetap menjaga kepala Mega agar tetap di atas air. Di bawah jembatan, sebuah perahu motor kecil yang sudah disiapkan oleh jaringan lama Paman Hasan menunggu dalam kegelapan.

Mereka berhasil naik ke perahu. Hasan dan Yudha menyusul tak lama kemudian dengan luka-luka baru di tubuh mereka. Perahu itu melesat menembus terowongan air bawah tanah kota.

Di dalam keremangan perahu, Tian membaringkan Mega dan Ibunya. Ia memeriksa jam di tangannya. Sisa waktu: 18 jam. Lampu oranye di kapsul yang tertanam di tubuh ibunya berkedip semakin cepat, seolah-olah waktu sedang menertawakan perjuangan mereka.

"Kita harus ke Penthouse Robert sekarang," ucap Tian, suaranya kini terdengar sangat dingin, seolah rasa sakitnya telah mati. "Pak Jenderal, gunakan sisa aksesmu. Aku akan masuk ke sana. Aku tidak akan meminta lagi, aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milik kita."

Yudha menatap Tian dengan ngeri. Ia melihat sosok "Macan" yang sesungguhnya bukan lagi seorang suami yang memohon, melainkan seorang predator yang sudah kehilangan segalanya dan tidak lagi takut pada maut.

"Robert dijaga oleh tentara bayaran, Tian. Itu bukan apartemen biasa, itu benteng," peringat Yudha.

"Bagus," sahut Tian sambil mengasah pisaunya di bawah sinar lampu perahu yang remang. "Karena aku sedang ingin menghancurkan sesuatu."

Tian menoleh ke arah Mega yang sedang menatapnya dengan takut. Ia mendekat, membelai rambut Mega dengan lembut satu-satunya sisa kelembutan yang ia miliki. "Tidurlah sebentar, Sayang. Saat kau bangun nanti, orang yang menyakitimu tidak akan pernah bisa bicara lagi."

Perahu mereka sampai di dermaga tikus di bawah sebuah gedung mewah. Saat mereka hendak naik melalui lift servis, layar besar di lobi gedung menampilkan siaran langsung: Aristha muncul dengan latar belakang Pulau Bidadari Tua. Ia memegang sebuah remote kontrol. "Tian, aku tahu kau selamat dari kecelakaan itu. Sebagai hukuman karena merusak mobilku, aku akan mempercepat detak jantung ibumu sekarang juga." Tiba-tiba, ibunda Tian mengerang kesakitan, memegang dadanya saat alat di tubuhnya mulai memompa racun secara bertahap. Tian menatap kamera pengawas di lift dan berteriak, "ARISTHA! LIHAT APA YANG AKAN AKU LAKUKAN PADA BENDAHARAMU!" Tian menghancurkan kamera itu dengan tinjunya, sementara lift mulai meluncur naik menuju lantai paling atas.

1
grandi
pasti ada harapan
grandi
Tian selalu kuat ya💪
grandi
sesaknya minta ampun dah/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Di novel 2027 udah dateng ya thor🤣 Happy new year Thor/Facepalm/
christian Defit Karamoy: sebenarnya tahunnya emang saya buat begitu agar lebih menyenangkan 😄
trimakasih selalu suport ya 🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Biar makin semangatt ni Aku bagi /Rose/
christian Defit Karamoy: trimakasih kakakku🙏😍
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semoga tian ga kenapa-napa
christian Defit Karamoy: ikuti terus ya qila🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Banyak banget rintangan nya Tian, semoga tetap kuat ya💪
christian Defit Karamoy: iya kak😭
total 1 replies
studibivalvia
penulisan rapi jadi enak banget bacanya 😎 yuk terus lanjutkan kak semangat
christian Defit Karamoy: siap kak trimakasih🙏
total 1 replies
Arceusssxara
💪
christian Defit Karamoy: siap kak🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Gas terus thor. Sampai tujuan
christian Defit Karamoy: siap trimakasih kak🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ceritanya bagus, semangat terus up nya thor
christian Defit Karamoy
iya bang/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Si manusia satu itu, sangat kejam sekali huh😤
Kenjiro Dominic
span thor
christian Defit Karamoy: siap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ibumu bohong mega jangan dipercai, kesel banget aku sama nenek tua ini rasanya pengen ku pukul pakai kayu mulutnya 1000×
christian Defit Karamoy: /Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
christian Defit Karamoy
amin🙏
Kasychan`●⑅⃝😽
lanjut thor
christian Defit Karamoy: siyap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
yang sabar ya Tian ini ujian
christian Defit Karamoy: /Sob/
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semangat terus Tian, ayo jangan nyerah dulu💪☺
christian Defit Karamoy: siap qila🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
beginilah orang klau sudah cinta dengan seseorang, ia akan melakukan apapun bahkan nyawapun dia pertaruhkan demi orang yang dia cintai, beruntung banget ya mega, btw semangat terus thor up nya, semoga karyanya bisa ramai ya☺
christian Defit Karamoy: amin amin qila🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!