NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:820
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 - Dungeon (4)

Bicara lebih mudah dari bertindak.

Kata-kata itu bukanlah kiasan semata.

Clae mendengus. Dia memiliki kekesalan dalam hatinya.

Clae memutuskan dia akan sampai di puncak bersalju. Tapi itu hanya bualan.

Clae tidak tahu sudah berapa lama dia berada di Dungeon ini. Dia bahkan tidak peduli dengan para pahlawan.

Dia terkadang akan berhasil melewati tempat dalam satu kali jalan. Atau terkadang dia akan mengulang 3 sampai 5 kali untuk tempat yang sama sebelum akhirnya lewat.

Clae saat ini memiliki banyak darah di tubuhnya. Pakaiannya tidak lagi bisa disebut pakaian. Sangat lusuh dan berdebu.

Clae tidak ingat kapan dia mandi terakhir kali. Dia merasa tidak bisa mengenali dirinya sendiri lagi. Tapi saat ini, Clae merasa sepertinya sudah menempuh setengah jalan.

Di awal permainan, Clae tiba-tiba kehilangan jalan yang dia lewati setelah sampai tepi jurang.

Dia mencoba membuat jalan baru. Namun satu hari adalah waktu yang sangat sebentar untuknya. Ditambah, saat malam para monster akan muncul.

Monster sepertinya bisa mendeteksi makhluk hidup yang lebih lemah darinya, khususnya Clae!

Para monster selalu menyerang bahkan jika dia sudah bersembunyi di semak dan atas pohon.

Hanya jika Clae berada di tepi jurang, mereka tidak akan menyerang.

Dari sana Clae mengambil kesimpulan.

Tepi jurang adalah Save Zone (Zona Aman).

Sejujurnya tidak disangka akan ada hal semacam itu disini.

Jika ada sebuah Save Zone di awal permainan. Maka akan ada Save Zone di tempat lain dalam permainan.

Untuk meninggalkan jurang dan membuat jalan selanjutnya ke puncak bersalju. Clae bergerak dengan hati-hati. Menemukan setiap Save Zone.

Terkadang dia akan akan bersembunyi di atas pepohonan atau diantara lumpur, menyamarkan dirinya seperti alam sehingga tidak ditemukan monster.

Lalu, pagi hari berikutnya dia akan meneruskan perjalanannya.

Apakah Clae juga bertemu monster di pagi hari?

Ya, dia bertemu.

Ada banyak jenis monster di tempat ini. Namun, monster di pagi hari lebih lemah dari malam hari.

Saat pertama, Clae bertemu 3 goblin hijau. Dia berhasil membunuh mereka dengan sedikit racun.

Clae tahu dia tidak memiliki banyak kemampuan fisik, jadi dia susah menyiapkan racun dalam tasnya.

Untuk menghadapi musuh, dia menggunakan sebuah ranting yang diolesi racun atau membuat jebakan.

Clae, bukan, Faninda Ruan Nada sering meracik obat selama hidupnya dulu. Baik obat maupun racun dia bisa membuat semuanya. Hanya saja dia tidak pernah membunuh seseorang.

Di dunia ini, tubuhnya sangat lemah disini, dia membutuhkan kekuatan lebih untuk bertahan hidup. Tapi pengetahuannya terbatas. Meski dia sudah belajar tanaman dua hari ini, itu tidak cukup.

Selain itu, dia tidak pernah berencana membunuh siapapun.

Baik dia maupun Clae selalu berfikir hidup berharga akan memberi kesempatan pada orang yang benar.

Itulah mengapa, dia tidak ingin sembarang membunuh orang. Meskipun dia bisa meracik obat sekarang, dia masih membutuhkan kemampuan perlindungan diri. Dia tidak bisa hanya bergantung pada obat-obatan.

Tapi dia tidak berbelas kasih pada monster. Dengan pengetahuan dari dua dunia, membuat racun mematikan cukup mudah.

Setelah Goblin, ada makhluk lebih besar muncul. Clae sedikit terdiam melihat makhluk itu. Itu seperti orc. Namun itu hanya memiliki 1 mata dan sebuah mulut lebar diperutnya yang terlihat sangat mengerikan.

Clae tidak bisa meracuninya. Tidak peduli bagaimana dia meracik racun. Racunnya tidak sampai ke mulut pada makhluk ini. Dia hanya bisa mengoleskan obat di tangan atau kaki makhluk itu.

Akhirnya, Clae hanya bisa melompat, berlari dan bersembunyi. Untungnya, Orc itu meninggal setelah Clae menggunakan setengah dari obat di tasnya.

'Mengapa makhluk di dunia ini kuat-kuat...'

Clae mengatupkan giginya dan terus berjalan. Dia tidak bisa menurunkan kewaspadaan bahkan untuk sedetik.

Apakah itu berakhir? Tidak.

Goblin lain dengan kulit biru yang lebih kejam. Ular raksasa dengan 3 tanduk di kepalanya. Serigala yang memiliki duri di sekujur tubuhnya. Tanaman merambat pemakan manusia. Dan masih banyak lagi.

Selain para monster, jebakan-jebakan mematikan di hutan juga sangat mempengaruhinya.

Clae terkadang akan berhadapan dengan lubang di tanah. Lubang berisi ranting-ranting runcing yang ditancapkan menghadap ke atas. Atau dia akan berurusan dengan jaring yang dipasang tersembunyi di bawah dedaunan.

Clae bisa merasakan semua jebakan pemburu dipasang di seluruh hutan. Tidak ada tempat yang benar-benar aman untuk bersembunyi.

Namun, tidak semua seburuk itu. Dia terkadang juga menggunakan jebakan untuk lepas dari monster. Itulah bagaimana dia bertahan selama ini.

Entah sudah berapa banyak Clae menderita luka di tubuhnya. Saat ini, dia berhenti di sebuah Save Zone di tengah hutan. Dia berhasil menemukannya ketika mencoba mengejar kelinci untuk dimakan.

‘Sial, sangat menyakitkan. Bisakah dia berhenti.’

Clae benar-benar membenci rasa sakit, memiliki banyak luka seperti ini membuatnya banyak mengerut. Namun, dia tidak berhenti, otaknya terus bekerja.

Tentu saja dia tidak bisa mendapatkan kelinci untuk dimakan, tapi karena mendapatkan tempat berlindung sementara seperti ini, dia merasa itu sepadan.

'Anehnya aku tidak lapar.'

Meski Clae berusaha menangkap kelinci, dia sebenarnya tidak merasa sedikitpun kelaparan. Dia terakhir makan 5 hari yang lalu. Dan dia hanya sesekali mengisi perut dengan meminum embun di daun-daun.

Dia menghitung waktu sesuai gelombang monster malam hari.

"Wow! Kamu berhasil sampai sejauh ini."

Clae mengangkat kepalanya. Seekor kucing dengan jubah merah kembali memperlihatkan dirinya.

Kucing itu memiliki wajah berbeda sekarang. Tidak ada senyum kecil diwajahnya. Sebagi gantinya, kucing itu memperlihatkan deretan giginya yang runcing. Dia tersenyum lebar.

'Sungguh mengerikan.'

"Selamat telah sampai sejauh ini. Sepertinya sebentar lagi kamu akan sampai, meow. Hmm, ini membosankan, bukan begitu, meow."

Kucing itu berputar-putar di udara. Dia naik dan turun sambil mengamati Clae. Clae merasa sangat lelah. Dia tidak menanggapi kucing itu sama sekali. Dengan ekspresi tabah dia memejamkan mata.

"Meow! Bagaimana jika aku menambah keseruan permainan ini. Aku akan memindahkan mu ke tempat lain, meow."

Dia menemukan hal lain selama beberapa waktu ini.

'Sebenarnya ada cara yang lebih sederhana untuk mengakhiri ini lebih cepat.'

Clae menatap langit dengan sengit. Dia akan mengakhiri ini lebih cepat.

Clae berdiri. Memejamkan mata sejenak sebelum menatap langit, fokus pada Baibai.

Dia menemukan sebuah celah dalam ‘permainan’ ini.

Sebelum dia benar-benar dipindahkan. Clae meraih kucing yang melayang itu.

"MEOWWW!!"

Kunci yang selama ini melayang-layang bersinar. Cahaya itu menelan mereka berdua.

Saat Clae ditelan cahaya putih, benda berbulu lembut di tangannya mengikuti. Clae yang kelelahan dan compang camping memperlihatkan bara api dimatanya.

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!