NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:59.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARUS KERAS

Sret

Sret

Sret

Lucian mengerutkan keningnya, telinganya bergerak-gerak cepat.

"Atas! Kanan bawah! Dan... Ibu, yang satu ke arah kaki Paman Ethan!" teriak Lucian, kegirangan.

Ethan dengan sigap menangkap belati yang mengarah ke kakinya dengan tangan kosong.

Dia menatap Lucian dengan bangga, namun Jasmine tidak memberi waktu untuk bersantai.

"Leo! Sekarang kau!" Jasmine berjalan mendekati Leo.

"Jangan biarkan suhu tubuhmu hanya mencairkan salju, gunakan panas itu untuk memanaskan udara di sekitarmu sampai belati ini tidak bisa menyentuhmu!" perintah Jasmine, tegas.

"Tapi aku tidak tahu caranya, Ibu!" jawab Leo tampak panik.

"Insting, Leo! Ingat wajah orang yang menyakiti Ayah semalam! Ingat rasa sakit di bahu kakakmu!" ucap Jasmine memprovokasi emosi putra bungsunya.

Mendengar kata Ayah dan Sakit, mata Leo mulai berkilat merah.

"Mereka... mereka jahat..." bisik Leo, tubuhnya mulai bergetar.

Tiba-tiba, uap panas mulai keluar dari tubuh kecil Leo.

Udara di sekitarnya tampak bergetar hebat karena radiasi panas, Jasmine melemparkan sebuah anak panah tumpul ke arah Leo.

Sret.

Begitu anak panah itu mendekati area Leo, kayu anak panah itu langsung retak dan melambat karena tekanan udara panas yang padat.

"Luar biasa..." gumam Ethan tak percaya.

"Mereka benar-benar membangkitkan kekuatan itu dalam sekejap," ucap Ethan, kagum dengan kedua Tuan muda nya.

"Jangan puji mereka, Ethan! Mereka masih lambat!" ucap Jasmine berteriak, suaranya memenuhi ruangan.

"Ethan, sekarang giliranmu, serang mereka berdua, jangan anggap mereka anak-anak! Jika kau tidak bisa menyentuh mereka dalam sepuluh menit, kau harus berlari mengelilingi kastil tanpa baju di tengah badai salju nanti siang!" perintah Jasmine tegas, tidak menerima bantahan.

"Terdengar adil bagi saya, Pelatih," jawab Ethan tersenyum miring, dia mulai melepaskan jubahnya.

"Leo, Lucian! Jika Paman Ethan berhasil menyentuh kepala kalian, kalian tidak akan dapat jatah makan siang!" ancam Jasmine.

"TIDAK! AKU MAU MAKAN!"

Teriak Leo panik, perutnya adalah kelemahannya, dan Jasmine tahu itu.

Pertarungan dimulai, Ethan bergerak seperti bayangan, mencoba menyergap dari sudut buta.

Lucian berteriak memberi komando arah, sementara Leo menjadi tameng panas yang menghalangi gerakan Ethan.

Sementara Jasmine memperhatikan mereka dari sudut ruangan, tangannya yang tersembunyi di balik punggung sebenarnya gemetar.

Hatinya perih melihat anak-anaknya harus berjuang seperti ini. Namun, bayangan Lucas yang disiksa di sel hitam kembali muncul di benaknya.

"Aku harus kejam, Lucas, aku harus memastikan mereka cukup kuat untuk membawamu pulang tanpa mereka sendiri harus terluka," batin Jasmine sambil mencengkeram lencana perak di saku celananya.

Tiba-tiba, Nyonya Kimberly muncul dari balik pintu rahasia, membawa beberapa botol berisi cairan aneh.

"Bagaimana perkembangan mereka?" tanya Nyonya Kimberly pelan di samping Jasmine.

"Mereka berbakat, tapi mereka masih ragu-ragu," jawab Jasmine tanpa mengalihkan pandangan.

"Mereka masih takut menyakiti Ethan," lanjut Jasmine, melihat ke arah ibu mertua nya.

"Itu karena mereka memiliki hati yang lembut seperti kau yang dulu, Jasmine," ucap Nyonya Kimberly.

"Jasmine yang lembut sudah mati di hari peti mati itu dikuburkan, Ibu. Sekarang, hanya ada seorang wanita yang akan melakukan apa pun demi keluarganya," jawab Jasmine, dingin.

Jasmine kemudian melangkah ke tengah area latihan, menghentikan pertarungan antara Ethan dan anak-anak.

"Cukup!" teriak Jasmine.

Semua berhenti, napas Leo dan Lucian tersengal-sengal.

Bahkan Ethan tampak sedikit berkeringat, terkejut dengan kecepatan reaksi si kembar.

"Besok, kita tidak hanya berlatih fisik," ucap Jasmine, menghampiri anak-anak nya.

Jasmine mengeluarkan sebuah benda logam berbentuk bulat dari sakunya, sebuah granat tangan sederhana yang dia buat semalam menggunakan bubuk mesiu dan serpihan perak.

"Aku akan mengajari kalian cara membuat ledakan yang bisa melenyapkan sihir hitam," ucap Jasmine.

"Dan Ethan... aku ingin kau membawa sepuluh ksatria Serigala Hitam itu ke sini malam ini, aku ingin menguji kesetiaan mereka secara pribadi," lanjut Jasmine, menatap Ethan dingin.

"Bagaimana caranya, Yang Mulia?" tanya Ethan penasaran.

"Aku akan memberi mereka pilihan, yaitu mengikuti ku menuju neraka untuk menjemput Duke, atau mati malam ini agar rahasia ini tidak bocor, aku tidak butuh prajurit yang ragu-ragu," jawab Jasmine menyeringai licik.

"Jasmine... kau benar-benar berbeda," ucap Nyonya Kimberly, semakin yakin ada sesuatu yang tersembunyi pada diri menuntunnya ini.

"Aku hanya sedang bermain dengan kartu yang ada, Ibu," jawab Jasmine tenang.

"Latihan pagi selesai," ucap Jasmine lantang, suaranya yang tadi setajam silet mendadak melunak.

Begitu kata-kata itu keluar, aura Pelatih yang mengerikan itu menguap begitu saja.

Jasmine mengembuskan napas panjang, dan matanya yang dingin kembali memancarkan kehangatan seorang ibu.

Pria kecil itu langsung berlari ke arah Jasmine dengan kaki kecilnya yang masih basah.

"Ibuuuu! Dingin sekali!" rengek Leo.

Tanpa memedulikan pakaiannya yang ikut basah, Jasmine berlutut dan merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

Leo menghambur ke pelukan ibunya, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Jasmine, tubuhnya masih sedikit bergetar, bukan karena takut lagi, tapi karena sisa suhu dingin dari es tadi.

"Cup, cup...anak pintar, maafkan Ibu ya sayang," bisik Jasmine lembut, menciumi puncak kepala Leo berkali-kali.

Tangan Jasmine mengusap punggung Leo, menyalurkan kasih sayang yang sempat dia simpan selama latihan tadi.

"Gendong, Ibu, Leo capek sekali, kakinya lemas," gumam Leo dengan suara serak khas anak kecil yang ingin bermanja.

Jasmine tersenyum tipis, meskipun badannya tidak sebesar dulu dan dia baru saja menguras tenaga untuk melatih mereka, dia tetap mengangkat tubuh Leo ke dalam gendongannya.

Leo langsung melingkarkan kaki dan tangan kecilnya di pinggang serta leher Jasmine, persis seperti anak koala.

"Lucian, kemari Nak," panggil Jasmine sambil merentangkan satu tangannya yang bebas.

Lucian mendekat dengan langkah yang lebih tenang, meski napasnya masih satu-satu.

Jasmine menarik putra sulungnya itu ke dalam pelukan samping, mencium keningnya dengan penuh rasa bangga.

Cup

"Kalian luar biasa hari ini, ibu sangat, sangat bangga pada kalian," bisik Jasmine di telinga mereka.

Ethan yang berdiri tak jauh dari sana hanya bisa terpaku, dia baru saja melihat seorang wanita yang memberikan instruksi militer dengan kejam, namun dalam hitungan detik berubah menjadi ibu yang begitu lembut. Perubahan emosi yang luar biasa, batin Ethan kagum.

"Duke, bertahan lah sedikit lagi, mereka sedang berjuang untuk membawa mu pulang," batin Ethan, menatap pemandangan di depan nya.

"Ethan," panggil Jasmine tanpa menoleh, masih sibuk mengusap rambut Lucian.

"Ya, Pelatih?" jawab Ethan refleks.

Jasmine tertawa kecil, suara tawa yang sudah lama tidak didengar Ethan.

"Panggil aku seperti biasanya, Latihan sudah usai, dan tolong katakan pada Luna , untuk menyiapkan air hangat dengan aroma lavender di kamar mandi mereka, dan minta pelayan menyiapkan cokelat panas dengan marshmallow ekstra untuk Leo, dan teh kamomil untuk Lucian," ucap Jasmine, mengusap lembut, kepala anak-anak nya.

1
Annida Annida
lanjut tor
Annida Annida
💪
beautyroses
ya allahh ga sabarrr nunggu extraaa selanjutnyaaaa 😍😍
Jas Merah
semangat lagi thor💪💪
Retno Palupi
semoga Lucas selamat dapat berkumpul dg keluarga
Nurhasanah
tegang nya bisa kebawa sampe besok ini 😭😭😭 ... semangatt thor di tunggu lanjutan nya 💪💪💪💪😍😍😍
Libra
ka tmbah lagi , penasaran bgt kelanjutannya
Ari Peny
aduh thor /Sob//Sob//Sob/
Silla Okta
deg deg an akunya Thor,,,, sungguh menguras emosi,,,,, lanjutkan Thor
Kusii Yaati
paling tidak enak pas lagi tegang" nya bersambung /Sob//Sob//Sob/
Fitri Bawono
lanjut thor... makin seru 📹📹📹📹📹
TriAileen
kau membuatku penasaran Thor. kau cut di saat menengangkan
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!