NovelToon NovelToon
LAMHA DAN TUAN EL

LAMHA DAN TUAN EL

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: BRATA_YUDHA

Lamha yang masih dalam keadaan berduka karena kehilangan bayinya kini dihadapkan dengan keadaan sulit dimana pemilik kontrakan tempatnya menyewa rumah memaksa Lamha untuk segera mendapatkan uang dalam waktu satu malam.

Dan akhirnya takdir membawanya kepada keluarga Graham. Lamha bekerja disana sebagai ibu susu baby A yang juga baru saja kehilangan ibunya. Pada suatu hari Lamha diminta pulang oleh ibunya dikampung, karena akan ada seorang lelaki yang akan mempersunting Lamha. Dengan berat hati Tuan El (Ayah baby A) terpaksa menikahi Lamha agar tetap berada disisi baby A yang sudah sangat ketergantungan kepada Lamha.

"Aku menikahimu karena baby A sangat membutuhkanmu, maka jangan pernah mengharapkan apa-apa dari pernikahan konyol ini." tuan El.

"Aku menikah denganmu ikhlas karena Allah. Jika kita berjodoh dan ditakdirkan bersama maka cinta akan tumbuh dengan sendirinya." Lamha.

Bagaimana kisah perjalan cinta mereka? apakah Lamha berhasil meluluhkan tuan El yang ternyata sudah memiliki kekasih bernama Mia. Ikuti kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRATA_YUDHA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyemai Biji Terong

Susah payah tuan El menelan salivanya saat melihat lekuk tubuh indah Lamha dalam balutan lingery berwarna cream yang tipis dan transparan. Pentungan hansip yang susah payah ditidurkannya, kini tanpa permisi langsung terbangun dengan gagahnya membuat tuan El merasa kelimpungan menetralisir hasrat yang kian membuncah.

'Apa dia sedang menggodaku? sialan rubah kecil! berani sekali bermain-main dengan Libra Graham! kali ini aku tidak boleh terbuai dari pada ujung-ujungnya aku gigit jari karena ditolak, lebih baik aku jual mahal saja!'. Ucapnya menyeringai.

'Tapi... ah sialan! dia terlalu sexy dan menggoda! mana mungkin aku bisa tahan!' umpatnya dalam hati. Tuan El terus berperang dengan fikiran-fikirannya hingga tak sengaja Lamha terbangun karena merasa kebelet buang air kecil.

Lamha berjalan dengan santainya kedalam kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya. Dan setelah selesai dia kembali lagi ke atas kasur, Lamha belum menyadari kedatangan tuan El yang sejak tadi hanya berdiri didepan pintu sedang memperhatikan gerak-geriknya yang terlihat begitu menggairahkan dimatanya.

Dan saat hendak berbaring, Lamha tersentak kaget melihat tuan El yang sudah berada dikamar.

"Astagfirullah!!" ucap Lamha seraya mengelus dadanya perlahan membuat jakun tuan El naik turun saat melihat tangan Lamha mengelus dadanya.

Lamha spontan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Tuan El merasa sangat kecewa saat tubuh putih, mulus, indah bak gitar spanyol itu ditutupi kain tebal sehingga matanya tak dapat melihatnya lagi.

"Tu-tuan El sudah pulang?" tanya Lamha berbasa basi.

"Ehem!! ya." jawab tuan El yang kini sedang berusaha menetralkan fikiran-fikiran kotornya.

"Sudah dari tadi? kenapa enggak bangunin Lamha?" tanya Lamha dengan lembut.

"Baru saja." jawab tuan El. Setelah itu dia menyimpan tasnya di atas meja, lalu mulai melepas jasnya.

"Mau dibantu?" tawar Lamha saat tuan El membuka jas kerjanya. Tuan El hanya diam saja. Dan dengan malu-malu Lamha membuka selimut yang menutupi tubuhnya lalu menghampiri tuan El, kemudian membantu pria itu melepas jas kerjanya. Setelah itu Lamha membantu melepas dasi tuan El dan saat itu tuan El harus menahan nafasnya karena matanya tak sengaja melihat belahan dada yang begitu menggiurkan untuk di lahap.

"Ba-baju nya sekalian mas?" kini Lamha mengganti panggilannya dengan kata 'mas' dan itu terdengar sangat mesra ditelinga tuan El.

"Hm!" ucap tuan El yang kini mati-matian menahan gejolak dalam dirinya saat tangan Lamha mulai membuka satu persatu kancing baju miliknya dan tak sengaja jari-jari lentik itu menyentuh dadanya.

"Mas El sudah sholat isya'?" tanya Lamha.

"Sudah, di kantor" jawab tuan El.

"Sudah mas. Mandi dulu ya, sudah makan apa belum?" tanya Lamha lembut. Suara Lamha begitu mendayu-dayu dan terdengar merdu ditelinga tuan El.

"Sudah." jawab tuan El. Lamha berbalik dan menaruh kemeja suaminya ke dalam keranjang tempat pakaian kotor.

"Tidurlah, aku mandi dulu." ucap tuan El lalu berlalu begitu saja ke dalam kamar mandi. Lamha sendiri memilih menunggu dikasur hingga ritual mandi sang suami selesai dan tuan El kini sudah berganti pakaian.

"Kenapa belum tidur?" tanya tuan El saat melihat Lamha yang masih duduk disisi Ranjang.

"Lamha..."

'Apa mas El tidak menginginkannya?' batin Lamha sedikit kecewa. Padahal, tanpa Lamha ketahui dan Lamha sadari, tuan El kini tengah mati-matian menahan nafs*nya agar tak tergoda untuk menyentuhnya.

"Ah ya, ya udah Lamha tidur." ucap Lamha setelah itu buru-buru membaringkan tubuhnya dan berusaha memejamkan matanya.

Tuan El sendiri menyusul Lamha dan tidur dengan posisi menyamping membelakangi istrinya itu. Tuan El berusaha memejamkan matanya, tapi tetap saja dia tidak bisa, ditambah terongnya yang sejak tadi tak bisa dinina bobo kan, membuatnya semakin mengumpat kesal.

'Tidak! aku tidak boleh lemah iman! aku harus tunjukan kepada rubah kecil itu, jika aku kuat menahan nafs*ku. Lagi pula dia bukan tipe ku.' batin tuan El berusaha mengusir godaan-godaan dalam dirinya.

'Tapi... akh! sialan! aku benar ingin mencicipinya! brengsek!' umpatnya dalam hati. Dia terus berperang dengan fikirannya. Rasa gengsi sekaligus rasa ingin bercumbu menyatu menjadi satu lalu saling bertinju menunjukkan mana yang menang dan kalah.

Tuan El merubah posisi tidurnya, kini dia menghadap kearah Lamha yang tengah memunggunginya. Dia susah payah menelan salivanya saat menatap punggung putih dan mulus didepannya.

Tangannya secara gemetar dijulurkan untuk menyentuh punggung mulus itu, tapi saat akan sampai, kembali dia menarik tangannya.

'Hah sialan! tidak! tidak! El! biarkan dia yang meminta!' lagi-lagi rasa gengsinya mencegahnya untuk menyentuh Lamha.

Entah sudah berapa lama tuan El tarik ulur untuk menyentuh Lamha, hingga kepalanya terasa sudah berasap dan akan meledak!

'Bodo amat! dia istriku dan aku berhak menyentuhnya!' ucapnya frustasi.

Tuan El akhirnya melabuhkan tangannya untuk menyentuh pundak mulus Lamha yang terasa licin dan sangat halus membuat terongnya semakin menegang. Lamha sendiri seperti dialiri sengatan listrik saat tiba-tiba tangan suaminya menyentuh pundaknya dan mengelus-elus punggungnya dengan perlahan. Tuan El membalik posisi Lamha agar menghadap ke arahnya.

Lamha menunduk malu saat kini berhadapan dengan suaminya. Tuan El mengambil tangan Lamha lalu menciumi jari-jemari Lamha dengan sangat lembut membuat Lamha merasa sangat disayang.

"Malam ini, aku tidak terima penolakan!" ucap tuan El penuh penekanan.

Lamha hanya diam saja dan saat tuan El memajukan wajahnya hendak mencium bibirnya Lamha mengehentikannya.

"Tunggu dulu mas" ucap Lamha.

"Apa lagi?! jangan bilang mau menolakku!" ucap tuan El.

"Berdo'a dulu." ucap Lamha.

"Itu.. itu aku tidak tahu dan juga tidak hafal do'anya Lamha." ucap tuan El.

"Besok dihafalkan ya, sekarang cukup baca Bismillah saja untuk memulai dan Alhamdulillah setelah selesai." ucap Lamha lembut.

Tuan El tersenyum, Lamha benar-benar lembut dan juga anggun membuat pesona kecantikannya kian terpancar luar dan dalam.

"Aku janji akan belajar, sekarang bisakah kita mulai?" tanya tuan El yang sudah tidak sabar. Lamha hanya menjawab dengan anggukan.

Setelah mengucap 'Bismillahirrahmaanirrahiim' tuan El langsung merampas bibir Lamha yang sejak tadi menggodanya agar segera dilahap dan dinikmati olehnya. Tuan El yang sudah menahan hasratnya sejak kemarin malam membuat Lamha sedikit kewalahan karena terlalu bersemangat dan tidak sabaran. Tuan El terlihat begitu bernafs* saat mencicipi setiap inci tubuh indah Lamha.

Puas bermain-main dengan bibir Lamha hingga membuatnya sedikit bengkak akibat ulahnya, kini tuan El menurunkan wajahnya ke area leher dan juga dadanya. Dia menciumi dan mengendus aroma tubuh Lamha dalam-dalam. Sungguh tubuh Lamha sangat wangi dan membuatnya mabuk kepayang.

CUP

CUP

CUP

Entah sudah berapa kecupan kepemilikan yang tuan El berikan di sekitar leher dan dada Lamha hingga membuat kulit seputih susu itu kini berubah menjadi merah yang jumlahnya tak dapat dihitung dengan jari.

Dan dengan gesit juga cekatan, tuan El merobek dan melepas kain tipis nan trasparan yang menempel di tubuh Lamha hingga tergeletak dilantai dengan bentuk yang sudah tak karuan.

Tuan El langsung melahap dua bulatan kenyal yang sejak tadi menggodanya. Lamha hanya bisa menikmati dan pasrah saat menerima setiap sentuhan dan perlakuan lembut dari tuan El. Lamha dengan ikhlas menyerahkan tubuhnya agar dinikamati suaminya, dia ingin tuan El puas menjelajahi lautan kenikmatan dunia yang membuat keduanya melayang-layang ke awan.

Malam itu, tuan El benar-benar tak memberi Lamha kesempatan untuk beristirahat barang sejenak. Dia terus menggempur Lamha hingga pagi menjelang. Membuat Lamha terkulai lemas tak berdaya. Rahimnya terasa hangat dan berkedut karena tuan El menumpahkan cukup banyak biji terong yang disemai dirahim Lamha.

"Alhamdulillah" ucap keduanya setelah mengakhiri acara semai menyemai tersebut.

Cup

"Terimakasih" ucap tuan El setelah mengecup kening Lamha.

🍁🍁🍁🍁🍁

Biji terong nya jadi kagak ya? buehehehe...! gak kebayang dah tu sebanyak apa biji terongnya. Emang bener-bener ya timbangan oleng! kasian Lamha sampai dibuat lemes gara-gara dia balas dendam. Ngothor mau ingetin, yang belum like, komentar dan juga vote. Ayo dong dukung authornya. Ini othor capek bertapa mulu di waduk cirata.

1
Maryami
gilaaaaaaa
Maryami
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryami
🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪💪🦾🦾🦾🦾🦾💕💕💕💕💕
Maryami
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maryami
kapok lu
Maryami
petyah apanya, sebal
Maryami
pahlawan jahat, tak sudi
Maryami
jahat anat
Maryami
jakangggggg
Maryami
jgn sampai niat sinicolas tercapai thor
Maryami
👍👍👍👍💪💪💪🦾🦾🦾🦾
Maryami
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Maryami
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪🦾🦾🦾🦾
Maryami
cepat kali berbaikan, enak kali tuan el, kalo dgk kstahuan simia jalang selingkuh nasih aja tu suka xm simia, laki macam apatu
Maryami
tinggalin aja biar kapok
Maryami
sampai bab ini aku suka alurnya thor
Maryami
kok aku tak rela lamha sll disakiti, buat karma thor u suami laknat
Maryami
tinggalin aja biar tau rasa
Maryami
suami lajnat
Maryami
suami sialan, dia boleh macam macam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!