NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Sang Penguasa

Belenggu Janji Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mafia / Tamat
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Redblue Vixx

Axel Alexander adalah pemimpin perusahaan raksasa yang dingin, tegas, dan tak segan menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalannya. Hidupnya berubah saat Ayranza Geovan terpaksa datang padanya demi menyelamatkan usaha keluarga yang terancam bangkrut. Di mata Axel, Ayranza hanyalah tawaran yang mudah dikendalikan. Sampai pertemuan demi pertemuan membangkitkan perasaan yang tak ia inginkan. Di tengah tekanan bisnis dan ambisi besar, Ayranza harus menjaga adik‑adiknya, Angga dan Arshen Geovan, dari bahaya sekaligus melunakkan hati sang penguasa yang dikenal kejam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redblue Vixx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Bahagia yang Terus Berlanjut

Enam bulan berlalu sejak hari pernikahan itu. Kediaman Alexander tak lagi diisi ketegangan atau persiapan perang dingin, melainkan tawa riang dan kesibukan‑kesibukan kecil yang manis. Angga dan Arshen sudah kembali bersekolah seperti sedia kala, pagi‑siang pulang dengan cerita seru tentang teman dan pelajaran baru. Arshen bahkan mulai ikut klub melukis, sering pulang membawa kertas penuh warna yang ditempelkan di dinding ruang makan sampai penuh.

Suatu pagi saat sarapan, Arshen menunjuk lukisan terbarunya dengan bangga. “Lihat, Kak Axel! Ini rumah kita lengkap dengan taman, kolam ikan, dan kau sedang memegang jaring untuk tangkap ikan!”

Axel tertawa renyah, sesuatu yang makin sering terdengar belakangan ini. “Wah, aku jadi terlihat seperti nelayan ya. Bagus sekali warnanya.”

Ayranza duduk di sebelahnya sambil menuangkan teh hangat. “Dia sudah melukis itu semalam sampai lupa tidur kalau tak kuingatkan.”

Mommy Xena mengangguk puas. “Baguslah kalau dia punya hobi yang sehat. Rumah jadi makin hidup dan cerah.”

Setelah sarapan usai, Axel bersiap berangkat ke kantor. Sebelum melangkah ke mobil, ia sempatkan berhenti sejenak di depan Ayranza di teras depan.

“Hari ini mungkin pulang agak sore,” katanya lembut sambil merapikan ujung rambut istrinya yang tertiup angin. “Ada pertemuan panjang dengan mitra baru dari luar kota. Tak ada hal mencurigakan, cuma pembicaraan rutin.”

Ayranza tersenyum tenang. “Tak apa. Aku dan Arshen mau berkeliling kota sebentar, cari bahan lukisan baru. Ada Leonardo dan dua pengawal biasa ikut.”

“Baiklah. Hati‑hati ya.” Axel mengecup keningnya sekilas lalu melangkah masuk ke mobil yang perlahan menjauh.

Siang itu, saat mereka sedang duduk santai di sebuah taman kota, tiba‑tiba ada pasangan yang berjalan mendekat. Ayranza mengenali mereka: Giancarlo dan Elena. Wajah mereka jauh lebih tenang dan tenteram dibanding dulu.

“Selamat siang, Nyonya Ayranza,” sapa Giancarlo sopan. Elena ikut tersenyum ramah tanpa ada lagi kilat permusuhan di matanya.

“Selamat siang juga,” balas Ayranza hangat, memberi isyarat mereka boleh duduk sebentar di bangku panjang itu. “Bagaimana keadaan kalian sekarang?”

“Lebih baik dari yang kami duga,” jawab Giancarlo lega. “Berkas kasus sudah selesai, perlindungan hukum berjalan lancar. Kami mulai usaha kecil‑kecilan di bidang kerajinan kayu. Tenang dan tak ada drama‑drama besar lagi.”

Elena menambahkan pelan, “Aku juga ikut membantu, sekaligus belajar mengelola pesanan. Rasanya jauh lebih damai daripada sibuk merencanakan kejahatan.” Ia menatap Ayranza tulus. “Terima kasih dulu sudah memberi kami jalan keluar.”

“Tak perlu berterima kasih,” jawab Ayranza lembut. “Yang penting kalian mau berubah dan memulai hidup baru.”

Percakapan berlanjut seputar kehidupan sehari‑hari, hingga Leonardo memberi isyarat waktunya beranjak pulang. Mereka berpamitan saling berjanji akan sesekali berkunjung ke kediaman Alexander nanti.

Sore harinya saat Axel pulang, Ayranza segera menceritakan pertemuan itu. Axel mendengarkan sambil melepas jas dan duduk santai di sofa ruang tengah.

“Senang mendengarnya,” katanya tenang. “Memang lebih baik begitu. Mereka berhak bahagia asalkan tetap di jalan benar.”

Malam itu, setelah Arshen dan Angga tertidur pulas, Axel dan Ayranza duduk berdua di balkon belakang seperti kebiasaan lama. Udara malam sejuk, langit bersih penuh bintang.

“Rasanya hampir tak ada yang kurang sekarang,” gumam Axel pelan sambil merangkul bahu istrinya. “Bisnis berjalan baik, keluarga aman, musuh sudah tiada.”

Ayranza bersandar nyaman, matanya menatap cahaya kota di kejauhan. “Benar. Tapi aku sering berpikir, tak ada jaminan damai selamanya. Kita tetap harus waspada sedikit saja.”

Axel mengangguk setuju. “Memang benar. Tapi sekarang kita punya lebih dari sekadar pengawal atau senjata. Kita punya ikatan kuat yang membuat apa pun terasa lebih mudah dihadapi.”

Tak lama kemudian langkah kaki pelan terdengar mendekat. Ternyata Daddy Xavier dan Mommy Xena ingin ikut duduk sebentar. Mereka membawa dua cangkir cokelat hangat.

“Masih terjaga saja kalian berdua,” kata Daddy Xavier sambil meletakkan minuman di meja kecil. “Ada kabar baru yang mungkin menarik.”

Axel menatap ayahnya penasaran. “Kabar apa itu?”

“Tadi sore dapat surat dari Livia,” jelas Mommy Xena sambil duduk. “Beliau sehat saja di desa tepi danau. Kabarnya sedang merawat seorang anak yatim kecil yang ditinggal tetangganya. Beliau berharap kita bisa berkunjung ke sana suatu hari.”

Axel tersenyum. “Tentu saja bisa. Kita jadwalkan akhir pekan nanti saja sekalian berlibur kecil‑kecilan.”

“Bagus sekali,” sahut Ayranza antusias. “Angga dan Arshen pasti suka sekali bertemu Ibu Livia lagi.”

Malam itu berlalu dalam obrolan hangat yang panjang. Sesekali mereka tertawa mengingat kejadian‑kejadian lucu maupun menegangkan di masa lalu, namun semuanya kini tinggal kenangan berharga yang menguatkan persaudaraan.

Minggu berikutnya, rencana berkunjung terlaksana. Perjalanan ke desa tepi danau terasa santai dan menyenangkan. Arshen tak berhenti bercerita sepanjang jalan, Angga sibuk mengamati pemandangan dan sesekali bertanya hal‑hal mendalam tentang kehidupan pedesaan. Sesampainya di sana, Livia menyambut mereka dengan sukacita luar biasa. Di sisinya berdiri anak kecil berusia sekitar enam tahun, pipinya kemerahan dan matanya berbinar penasaran.

“Ini Nino,” kata Livia lembut sambil menepuk bahu anak itu. “Sudah sebulan tinggal bersamaku. Dia anak yang cerdas dan rajin.”

Arshen segera mendekat dan mengajak Nino bermain, tak lama kemudian mereka sudah akrab sekali berlari‑lari di halaman rumah kayu itu. Siang itu mereka makan bersama di beranda rumah, menikmati masakan sederhana namun lezat buatan Livia. Obrolan beralih ke banyak hal, mulai kenangan masa lalu hingga rencana‑rencana masa depan keluarga besar itu.

Di sela waktu tenang itu, saat Axel dan Ayranza berdiri berdua di pinggir dermaga kecil menatap air danau yang tenang, Axel berbicara pelan penuh harapan.

“Melihat Arshen, Angga, dan sekarang Nino… aku mulai membayangkan rumah kita nanti akan makin ramai dan makin indah.”

Ayranza menoleh dan tersenyum malu namun bahagia. “Aku pun sama. Suatu hari nanti, semoga ada anak‑anak kecil kita yang berlari di taman itu juga.”

Axel meremas jari‑jemari istrinya lembut. “Akan ada. Semua butuh waktu, tapi aku yakin sebentar lagi harapan itu jadi nyata.”

Sore menjelang pulang, Livia berpesan sekali lagi sebelum berpamitan. “Ingatlah, bahaya mungkin takkan datang lagi sehebat dulu, tapi persatuan hati kalian itulah kekuatan abadi yang takkan lekang dimakan waktu.”

Perjalanan pulang ditemani rasa damai yang mendalam. Di dalam mobil, anak‑anak tertidur pulas kelelahan, sementara Axel dan Ayranza saling pandang penuh makna. Cerita mereka yang bermula dari utang, kontrak, dan bahaya maut kini berubah menjadi kisah panjang penuh kasih, persaudaraan, dan harapan cerah yang tak berkesudahan.

 

1
KZ2
Kenapa yang Black Eagle di hapus?
KZ2: Siap beb👍🏻
total 2 replies
Fahri Purba
smangt bossqueee.
Fahri Purba
mkanya jjur kw xavier biar gk lari binimu.
Murni Caem
🌟🌟🌟🌟🌟
Murni Caem
jahat x ferguso eh salah fabrizio ini anak² pun diracuni.
Jhony
tor cpetan hlangkan sih cindy, gedek liatny.😡
Jhony
good job👍👍
ShyLvia
smbg amat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!