NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Sembilan Keruntuhan Bintang

​Rasa sakit dari Keruntuhan Pertama hanyalah hidangan pembuka dari siksaan panjang yang telah menanti Lin Tian. Di tengah Makam Pedang Kaisar Kuno yang sunyi, jeritan tertahan bergema di antara jutaan bilah pedang berkarat.

​Gunung energi merah keemasan yang mengambang di atas kepalanya terus menyusut, mengalir deras ke dalam tubuh Lin Tian bagaikan pasir di dalam jam pasir raksasa.

​"Keruntuhan Kedua... mulai!"

​KRAAAK!

​Titik hitam seukuran biji pasir di dantian-nya yang baru saja terbentuk kembali meledak. Kali ini, daya ledaknya dua kali lipat lebih kuat. Tubuh Lin Tian tersentak hebat ke belakang. Kulitnya mulai retak-retak layaknya porselen yang dipanaskan secara ekstrem, memancarkan cahaya keemasan dari balik celah-celahnya.

​Sistem Pengekstrakan Dao bekerja hingga batas maksimalnya, menyuntikkan Esensi Kehidupan Murni secara brutal untuk menambal robekan di organ dalam dan pembuluh darahnya.

​Hari berganti hari di dalam dimensi tertutup tersebut. Waktu seolah kehilangan maknanya di hadapan tekad mutlak seorang kultivator.

​Keruntuhan Ketiga... Keempat... Keenam...

​Pada Keruntuhan Kedelapan, Lin Tian tidak lagi terlihat seperti manusia. Ia nyaris menjadi patung darah yang membeku. Lautan energi raksasa hasil ekstraksi ratusan ribu pil limbah dan herbal beracun kini hanya tersisa seukuran kepalan tangan. Seluruhnya telah ditelan dan dimampatkan secara paksa ke dalam perut bagian bawahnya.

​"Sisa energi... tidak akan cukup untuk Keruntuhan Kesembilan," suara Lin Tian terdengar sangat parau, nyaris seperti embusan angin.

​[Peringatan Kritis! Kepadatan titik keruntuhan mencapai 90%. Energi eksternal hampir habis. Jika Keruntuhan Kesembilan gagal, titik gravitasi Dantian akan menelan Inang dari dalam ke luar (Implosi).]

​Mata Lin Tian, yang dipenuhi pembuluh darah yang pecah, terbuka lebar. Cahaya kegilaan memancar dari pupilnya. Ia tidak akan berhenti di ambang pintu setelah melewati neraka.

​"Jika energi eksternal habis... maka aku akan memakan hukum dimensi ini sendiri!" raung Lin Tian.

​Ia mengaktifkan Benih Niat Pedang Kehancuran di lautan kesadarannya hingga beresonansi dengan Makam Pedang kuno. Seketika, ratusan ribu pedang patah dalam radius beberapa mil bergetar hebat. Niat Pedang pembunuh yang terkandung di dalamnya meledak keluar dan tersedot ke arah Lin Tian layaknya badai.

​"Sistem! Ekstrak Niat Pedang ini, ubah menjadi energi murni, dan dorong Keruntuhan Kesembilan!"

​[Menerima instruksi. Mode Penggilingan Dao diaktifkan!]

​Dengan tambahan energi murni dari Niat Pedang Kuno, Lin Tian mengertakkan giginya dan memutar energi di perutnya ke arah berlawanan untuk yang kesembilan dan terakhir kalinya.

​BZZZZT—BOOM!

​Sebuah ledakan tanpa suara terjadi di dalam dimensi batin Lin Tian. Dunia di sekitarnya terasa berhenti. Rasa sakit yang menyiksanya selama berminggu-minggu lenyap seketika, digantikan oleh keheningan yang sangat damai.

​Di lokasi dantian-nya, tidak ada lagi pusaran gas. Tidak ada lagi serpihan. Yang ada hanyalah sebuah bola kecil sebesar kelereng yang berwarna sehitam malam tanpa bintang, memancarkan cincin cahaya perak di sekelilingnya.

​Bola itu berputar sangat pelan. Setiap kali ia berputar setitik, setetes cairan energi—bukan lagi gas, melainkan Qi Cair Murni (True Essence)—menetes darinya, jatuh mengisi lautan dantian yang kini luasnya terasa tanpa batas.

​[Ding! Selamat!]

[Inang berhasil menyelesaikan 'Metode Pondasi Bintang Runtuh'.]

[Menerobos ke Ranah Pembentukan Pondasi (Tahap 1 Awal)!]

[Fondasi: Inti Bintang Tanpa Cacat. Kapasitas Qi Cair 100x lipat dari kultivator Pembentukan Pondasi tahap awal biasa. Kecepatan pemulihan Qi seketika meningkat pesat.]

​Gelombang kejut energi meledak dari tubuh Lin Tian, menyapu tanah berkarat di sekitarnya hingga membentuk kawah raksasa. Lapisan darah dan kotoran kering di kulitnya hancur menjadi debu, menampakkan kulit baru yang seputih giok namun memancarkan kilau setangguh baja spiritual.

​Lin Tian perlahan berdiri. Sendi-sendinya berderit pelan layaknya raungan naga kecil.

​Ia mengepalkan tangannya. Kekuatan yang mengalir di lengannya sekarang bukanlah sesuatu yang bisa dibandingkan dengan saat ia masih di Pengumpulan Qi. Udara di sekitarnya melengkung karena gravitasi spiritual yang ia pancarkan.

​"Inilah Ranah Pembentukan Pondasi," Lin Tian mengangkat wajahnya, menatap langit kelabu. "Hanya Tahap 1, tapi kapasitas Qi-ku sekarang terasa seperti samudra yang tak berujung. Tetua Wang Lie... jika telapak tangan apimu menyerangku hari ini, aku tidak perlu mundur selangkah pun untuk menghancurkannya."

​Dengan umur yang kini diperpanjang hingga 200 tahun dan Akar Spiritual Kayu-Api yang kokoh, Lin Tian telah resmi melangkah keluar dari jajaran manusia fana.

​Ia memeriksa waktu internalnya melalui sistem. Ternyata, ia telah menghabiskan waktu dua setengah bulan penuh di dalam dimensi Makam Pedang untuk menyelesaikan sembilan keruntuhan tersebut.

​"Dua setengah bulan," gumam Lin Tian, menyipitkan matanya. "Hanya tersisa setengah bulan sebelum Reruntuhan Kuno Provinsi Timur dibuka."

​Tanpa membuang waktu, Lin Tian menyentuh Plakat Hitam dan menteleportasikan dirinya keluar.

​Puncak Matahari Pusat, Sekte Awan Azure.

​Saat Lin Tian kembali ke dalam gua kultivasinya, sistem menginformasikan bahwa ilusi yang diproyeksikan ke formasi pengawasan Pemimpin Sekte telah berjalan sempurna. Bagi Pemimpin Sekte, Lin Tian tampak seperti sedang berlatih keras secara tertutup selama dua setengah bulan ini, secara bertahap menembus Pembentukan Pondasi Tahap 1 menggunakan energi alam dari kolam.

​Lin Tian berganti pakaian, mengenakan jubah putih Murid Inti Langsungnya yang bersih, dan melangkah keluar gua.

​Suasana di Puncak Matahari Pusat hari ini sangat berbeda. Lonceng sekte berdentang dengan ritme panjang dan lambat—tanda panggilan berkumpul bagi seluruh Tetua dan Murid Inti di Lapangan Awan Mengambang.

​Ketika Lin Tian tiba di lapangan tersebut, ratusan murid inti berjubah putih telah berbaris rapi. Di depan mereka, berdiri jajaran tetua sekte, termasuk Tetua Wang Lie yang menatap Lin Tian dengan kilatan kebencian yang ditutupi dengan buruk.

​Di panggung utama, Pemimpin Sekte yang mengenakan jubah ungu berdiri dengan tangan di belakang punggung. Pandangannya segera tertuju pada Lin Tian yang baru datang. Mata Pemimpin Sekte sedikit menyipit saat ia merasakan fluktuasi Qi di tubuh Lin Tian.

​"Pembentukan Pondasi Tahap 1... dan fondasinya terasa sangat kokoh," batin Pemimpin Sekte, senyum puas terukir di wajahnya. Semakin kuat "wadah" Lin Tian, semakin berharga ia saat dipanen nanti.

​"Semua Murid Inti telah berkumpul!" suara Pemimpin Sekte menggelegar ke seluruh lapangan. "Setiap lima puluh tahun, Reruntuhan Kaisar Kuno di pusat Provinsi Timur membuka gerbang pelindungnya. Reruntuhan itu adalah medan tempur independen. Hanya kultivator di bawah usia 30 tahun yang bisa memasukinya, membuat Ranah Pembentukan Pondasi sebagai kekuatan tertinggi di sana."

​Para murid inti mendengarkan dengan napas tertahan. Reruntuhan Kuno adalah tempat di mana legenda lahir. Harta karun spiritual kelas Surga, warisan seni bela diri kuno, hingga pil-pil legendaris yang bisa langsung mengangkat seseorang ke ranah Inti Emas konon tersembunyi di sana.

​"Namun ingat," Pemimpin Sekte menaikkan nadanya. "Ini bukan hanya ujian, melainkan zona perang. Tiga sekte besar lainnya dari Provinsi Timur—Sekte Pedang Darah, Kuil Teratai Hitam, dan Istana Es Ekstrem—juga akan mengirimkan elit terbaik mereka. Pembunuhan dan perampasan adalah hal yang lumrah di dalam sana. Yang lemah akan menjadi pupuk bagi reruntuhan!"

​Pemimpin Sekte mengibaskan lengan jubahnya, melepaskan puluhan token giok bercahaya biru yang melayang di atas kepala beberapa murid terpilih.

​"Sekte kita hanya memiliki 50 kuota masuk. Mereka yang menerima token adalah murid yang telah mencapai Pembentukan Pondasi dan dianggap layak untuk bertarung atas nama Sekte Awan Azure!"

​Salah satu token giok itu melayang lurus dan berhenti tepat di depan wajah Lin Tian. Ia mengambilnya dengan tenang.

​Di kejauhan, Tetua Wang Lie menyeringai tipis melihat Lin Tian memegang token tersebut. Rencananya berjalan sempurna. Begitu bocah itu melangkah keluar dari sekte, Tiga Iblis Bayangan Berdarah akan memastikan Lin Tian tidak pernah melihat matahari lagi.

​"Keberangkatan dijadwalkan tiga hari dari sekarang!" seru Pemimpin Sekte. "Persiapkan jimat, pil, dan senjata kalian. Bawa kembali kejayaan untuk Sekte Awan Azure!"

​Setelah barisan dibubarkan, Lin Tian tidak langsung kembali ke guanya. Sebaliknya, ia berjalan santai ke tepi lapangan, menatap ke arah luar sekte. Dunia luar jauh lebih luas dari batas-batas Puncak Awan Surgawi.

​Sistem tiba-tiba berdenting.

​[Ding! Menganalisis fluktuasi niat membunuh dari beberapa titik di sekitar sekte.]

[Hasil: Terdapat formasi pengintai jarak jauh yang diarahkan kepada Inang dari luar batas wilayah sekte. Afinitas energi: Atribut Darah dan Bayangan.]

​Lin Tian tersenyum dingin. Niat Pedang di dalam matanya berdesir pelan.

​"Wang Lie, kau benar-benar kehilangan kesabaran," gumamnya pada dirinya sendiri. "Baguslah. Aku kebetulan sedang membutuhkan darah musuh untuk menguji kekuatan Inti Bintangku sebelum masuk ke Reruntuhan Kuno."

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!