NovelToon NovelToon
Jerat Nurani

Jerat Nurani

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:374
Nilai: 5
Nama Author: Si tupai yang merokok

Hino dijebak obat oleh Irmi, kenyataannya Hino sudah punya istri bernama Erni. Bagaimana nasibnya, apakah cerai atau mati?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si tupai yang merokok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Kamar Atas yang Bergetar

Suasana rumah bawah akhirnya senyap setelah badai makian Erni mereda tepat pukul satu dini hari. Hino berdiri di dapur kotor, menatap dua gelas susu hangat yang baru saja ia campuri dengan beberapa butir gerusan obat tidur milik Irmi yang ia curi dari kotak obat. Tangannya sedikit bergetar, namun pikirannya sudah terlanjur mati rasa oleh tekanan yang menyempit dari segala arah. Ia mengantarkan gelas-gelas itu ke kamar Erni dan Irmi secara terpisah, memastikan kedua wanita yang sedang didera lelah batin itu meminumnya hingga habis sebelum akhirnya mereka jatuh tertidur pulas di atas ranjang masing-masing tanpa sempat saling bicara.

Setelah memastikan napas kedua wanita di bawah telah teratur dan dalam, Hino melangkah keluar ke koridor tengah. Ia mendongak menatap anak tangga menuju lantai dua. Rasa frustrasinya malam ini telah berubah menjadi keberanian jahanam yang gelap. Ia tidak mau lagi menjadi bidak yang diancam oleh rekaman ponsel Linda.

Hino melangkah menaiki anak tangga dengan senyap, menuju pintu kamar Linda yang berada di ujung lorong atas. Pintu itu ternyata tidak dikunci rapat, menyisakan celah tipis yang memperlihatkan cahaya lampu meja yang temaram. Hino mendorong pintu itu perlahan, masuk ke dalam ruangan yang beraroma minyak wangi lavender yang pekat.

Linda sedang duduk di tepi ranjangnya, baru saja meletakkan ponsel pintarnya di atas meja nakas. Ia tersentak kaget saat melihat bayangan tinggi Hino tiba-tiba sudah berdiri di dalam kamarnya, mengunci pintu dari dalam dengan bunyi klik yang dingin. Di sudut ranjang sebelah dalam, Risa tampak tertidur lelap dengan selimut yang menutupi setengah wajah polosnya akibat kelelahan menangis sore tadi.

Linda bangkit, mencoba menegakkan arogansinya sebagai seorang dosen meskipun dadanya mulai berdegup kencang melihat sorot mata Hino yang merah dan liar. "Hino... mau apa kau malam-malam begini masuk ke kamarku? Keluar, atau aku bangunkan mahasiswa di sebelahku ini!"

Hino tidak menjawab dengan kata-kata. Ia melangkah lebar, memangkas jarak dalam dua detik. Sebelum Linda sempat melangkah mundur, tangan kekar Hino sudah mencengkeram kedua pergelangan tangan dosen itu, mendorong tubuh matangnya ke atas kasur busa di sudut yang jauh dari jangkauan Risa.

Linda terengah, matanya membelalak menatap wajah Hino yang berada hanya beberapa senti di atas wajahnya. "Hino... mau apa kamu?! Lepaskan!"

"Bungkam kamu lah, Linda!" bisik Hino, suaranya terdengar sangat rendah, serak, namun sarat akan dominasi pria yang tidak lagi memiliki rasa takut pada hukum atau ancaman. "Kau pikir kau bisa terus memeras hidupku dengan rekaman sialanmu itu? Malam ini, mari kita lihat apakah otak intelektualmu itu masih bisa berpikir jernih saat tubuhmu sendiri ikut terjerat dalam kegilaan ini."

Linda mencoba memberontak, namun berat tubuh Hino yang menindih panggulnya membuat seluruh tenaganya menguap. Saat bibir Hino mendarat kasar di lehernya, ketakutan Linda mendadak meleleh menjadi debaran aneh yang selama ini ia sangkal di dalam catatan riset sosiologinya. Arogansi sang dosen runtuh total malam itu di bawah remasan tangan Hino yang kasar, mengubah kamar atas menjadi ladang pergulatan rahasia yang bergetar hebat di balik keheningan malam komplek.

***

Keesokan paginya, pukul sepuluh, matahari telah bersinar terik membakar aspal di depan komplek kontrakan. Hino berjalan keluar dari gerbang dengan jaket hitamnya, melangkah terburu-buru menuju gerai minimarket depan untuk mengambil draf buku catatan retur barang penting yang tertinggal di dekat meja kasir utama. Langkah kakinya mendadak terhenti di dekat deretan pohon mangga samping warung kelontong depan.

Bu Hina sedang berdiri sendirian di sana, menghitung lembaran uang hasil dagangan paginya. Suaminya, Pak Baskoro, baru saja berangkat dua jam yang lalu menggunakan mobil double-cabin untuk dinas luar kota selama tiga hari mengurus proyek pengaspalan jalan Pemda di kabupaten sebelah, meninggalkan wanita hedon lokal itu kesepian di rumah besarnya.

Melihat Hino berjalan lewat, Hina langsung mencibir, sengaja mengibaskan tangan kanannya agar gelang emasnya bergemerincing nyaring. "Aduh, Mas Kepala Toko... lemas sekali jalannya pagi ini? Habis digilir rahim di bawah, ya? Atau semalam kurang jatah?"

Hino menatap sekeliling jalanan kampung yang sedang sepi dari lalu lalang warga. Keberanian gelap yang ia dapatkan setelah menundukkan Linda semalam membuat mental Hino berubah total pagi ini. Ia melangkah mendekati Hina, menyudutkan tubuh wanita berusia tiga puluh enam tahun itu ke balik batang pohon mangga yang besar, jauh dari pandangan rumah warga.

Hina tersentak, punggungnya membentur kulit pohon yang kasar saat tubuh tinggi Hino mengunci ruang geraknya. "Eh, Hino... kau mau main-main denganku, ya? Suamiku Baskoro itu kontraktor Pemda! Jangan kurang ajar!"

Hino tertawa kecil, sebuah tawa dingin yang membuat nyali Hina mendadak menciut. Ia memajukan wajahnya, menempelkan dada bidangnya pada tubuh Hina hingga wanita paruh baya itu bisa merasakan embusan napas Hino yang memburu di lehernya. Tangannya meraba pinggang Hina dengan cengkeraman yang kuat, membuat deretan gelang emas wanita itu terhimpit.

"Kau mau main-main denganku, Hina? Suamimu sedang pergi tiga hari ke luar kota," bisik Hino tepat di depan bibir Hina yang mulai gemetar ketakutan sekaligus mendadak terangsang oleh kedekatan fisik yang intim ini. "Ngapain aku harus takut pada suamimu? Nama kita hampir sama, aku Hino kamu Hina. Jadi, lebih baik kau diam dan ikut menikmatinya daripada aku harus mempercepat kehancuran proyek suamimu minggu depan. Pilih diam, atau aku genjot kau sekarang juga di rumah besarmu?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!