Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.5: Pertukaran Kembali
“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, tapi karena terdengar keren, katakan saja semaumu, hehehe.”
[Baik, aku mengerti. Kalau begitu, bergegaslah ke rumahmu! Ada banyak sekali yang mau ku ceritakan padamu.]
“Oke.”
‘Tokyo’s Incident’. Terdapat sebuah portal misterius yang terdengar suara-suara aneh yang dapat membuat kita jadi bosan hidup dan berakhir bunuh diri setelah meninggalkan tempat tersebut.
Yaah... Itu adalah inti dari portal misterius yang nggak jadi ku masuki karena Rei-san keburu datang dan menghentikanku.
Tapi... Kenapa Rei-san tahu aku berada di sana? Mungkin setelah mendengar koran berita yang dibacakannya, diriku tertarik dan memutuskan ke sana dan dia menebak bahwa aku berada di sana.
Apakah alasannya seperti itu? Ahaha, sepertinya benar demikian.Yahh... Apapun yang terjadi aku entah kenapa masih ingin ke sana. Cuman... Nanti aja deh, soalnya dekat dengan rumahku.
Apartemen tempat tinggalku maksudku, hehehe. Tempat pembuangan sampai itu asalnya lahan parkir.
Diubah karena alasan suara-suara aneh yang dapat membuat kita bunuh diri dan bosan hidup.
Menurutku upaya tersebut normal dan tahu-tahu sekarang aku sudah sampai di depan apartemenku.
Begitu tinggi dan memiliki banyak sekali lantai. Terdiri dari 20 lantai dan kamarnya banyak lho!
Lebih banyak dari jumlah lantainya pastinya, hahaha. 1.000 kamar, dan ada 100 yang belum terisi dan semua itu di lantai paling atas.
Satu lantai berarti 200 kamar? Ya, benar sekali. Tak ada hantu kah? Pastinya ada dan hal tersebut normal sekali dalam kehidupan apartemen.
Di sini sendiri ada kasus pembunuhan dulu. Katanya si suami selingkuh dan si istri yang merasa tersakiti memutuskan untuk membunuhnya.
Karena emosinya sudah sangat naik dan tak bisa diredam, buru-buru pergi ke dapur, membawa pisau, membuka pintu secara paksa, dan tamat sudah riwayat suaminya, begitupun si cewek pelakor.
Pelakor itu apa? Entahlah, tapi katanya berhubungan dengan selingkuhan gitu. Aku sendiri tidak terlalu mengerti dan nggak tertarik.
Lalu... Ada lagi kasus pembunuhan yang lebih mengerikan daripada yang itu lho!
Apa itu? Jadi, ceritanya ada seorang ayah tunggal. Dia menemukan seorang bayi dan karena kasihan memutuskan untuk merawatnya daripada bayi itu mati kedinginan.
Bayi ini memiliki seorang ayah, kalau ibunya entah ke mana. Katanya, si ayah ini itu mencari-cari hingga akhirnya ketemu anaknya lagi senang-senang sama pria lain.
Karena marah banget dan kejadian tersebut sudah berlangsung selama seminggu perawatan juga pencarian, si ayah asli ini memukul habis-habisan pria penyelamat ini.
Saat tahu bahwa pria ini baik, dia menyesal dan nasi sudah menjadi bubur, pria penyelamat ini mati.
Kebaikan yang sangat menyedihkan bukan! Niat menolong dan berakhir mati karena salah paham.
Dari kedua cerita itu, apartemen ini malah jadi angker dan mayat dari si suami dan cewek pelakor gentayangan di lantai paling atas.
Kalau pria baik yang menjadi ayah angkat selama seminggu, menghantui lantai tempatku tinggal.
Aku berada di kamar nomor 230 yang berarti lantai dua. Kamar yang menjadi rumahku adalah tempat tinggalnya ayah angkat penyelamat bayi tersebut.
Oh iya! Ibunya kayaknya menelantarkan si anak dan berakhir si ayah asli ini mencarinya. Kurang lebih... Aku Cuma menebak dan aslinya entahlah.
Nggak ada yang tahu seingatku tentang hal ini dan malah menganggapnya si ayah yang menelantarkannya.
Padahal ayahnya terlihat sangat khawatir dan ibunya dikabarkan tiada. Terus... Sudahan dulu ceritanya.
Sekarang, waktunya mengobrol lebih lanjut bersama James Darren. Aku saat ini berada di dalam kamar tidurku.
“Bagaimana kalau cerita dari awal saja, James Darren?”
[Baiklah. Usiaku 15 tahun dan sama sepertimu yang ada di dunia kami. Mimpimu maksudku atau... Kenyataan.]
“Aku berarti hilang ingatan?”
[Ya, benar sekali. Kita berdua sama-sama hilang ingatan. Kalau aku wajar sih, karena masih bayi. Namun... Sepertinya kemungkinan lain pun bisa saja terjadi. Sungguh aneh takdir kita ini kan!]
“Ya, kau benar sekali.”
Hilang ingatan, lalu... “Apakah aku yang ada di dunia sana mati?”
[Kau mati oleh ‘Bapak Agung’.]
Mendengar nama itu disebut membuat ekspresiku marah. [Itu ekspresi yang benar! Aku juga pasti demikian, karena telah membunuh kedua penyelamatku.]
“Jika aku tidak salah ingat, di dalam mimpi itu aku punya seorang ayah angkat bernama Aterrapa Yukigo dan anak unta peliharaan kami berdua, yang bernama Tenko.”
[Sepertinya bukan hilang ingatan, tapi ingatan kita diganti ke dalam sebuah mimpi atau mungkin kejadian tertentu.]
“Wow! Konsep yang sangat menarik.”
Dunia di sana keren juga. Untuk sekarang... “Aku tidak tahu di dunia sana ada semacam tujuan bersama atau tidak, lebih baik saranku adalah lupakan dulu saja.”
[Apa maksudmu!?]
“Tenanglah James Darren! Kalau langsung kembali, menurutku bisa saja kita mati lagi lho! Kau juga mati kan?”
[K-kau benar sih, tapi... Memangnya di dunia biasa ini kita mau ngapain?]
“Menjadi kuat kurasa mustahil, tapi mungkin mencari sesuatu yang lain tidaklah mustahil. Hal-hal berbau fiksi banyak sekali di dunia ini.”
[Menarik! Baiklah. Maaf sudah membentakmu tadi dan sekarang ayo langsung cari tahu! Coba cari Penyihir!]
“Penyihir? Baiklah.”
Aku mengeluarkan smartphoneku di saku celana kiriku. “Ini namanya telepon genggam. Berisi banyak sekali informasi di dalamnya. Tinggal cari dan keluar hasilnya.”
[Wow! Keren sekali! Langsung saja! Kita harus cepat-cepat. Semakin cepat semakin baik soalnya.]
“Baiklah, baiklah.”
Dia ini penuh semangat sekali ya! Sepertinya di dunia sana ada banyak sekali yang terjadi padanya begitupun denganku.
Aku takkan mendengarkan ceritanya kah? Ahaha, setelah ini semua entah kenapa malah jadi malas, jadi banyak bertanya aja deh.
Soalnya, sepertinya nanti juga akan saling sambung-menyambung hingga akhirnya menemukan jawabannya.
Perkataanku keren bukan! Hehehe, tentu saja. Walaupun diriku bodoh, tapi dalam hal kayak gini lumayan pintar.
Diriku di dunia sana bodoh atau tidak ya? Hahaha, entahlah.
“Jadi ada aplikasi bernama Toogle di dunia ini. Kalau ditekan langsung muncul tombol pencarian.”
Aku langsung mengetik Penyihir dan muncul segala hal tentang Penyihir begitu selesai pencarian. “Lihat! Apakah di duniamu seperti ini?”
Aku memindahkannya dulu ke tulisan ‘Gambar’ yang ada di sebelah kanannya ‘Semua’.
[Woah! Terlihat menakjubkan. Entah kenapa baju mereka kayak ngeri semua gitu ya! Benar-benar seperti yang ada di buku dongeng. Kalau di duniaku nggak kayak gini sih. Oh benar! Coba cari kata Regresi!]
“Oke.”
Aku langsung mengetiknya dan tak ada hasil. “Kayaknya Toogle punyaku rusak. Maaf ya!”
[Tidak apa-apa. Oh benar! Apakah di dunia ini ada yang namanya perpustakaan?]
“Tentu saja ada. Kalau di online atau di telepon genggamku ini kebanyakan harus bayar. Gratis ada, cuman nggak lengkap-lengkap amat. Jadi... Kalau mau ke perpustakaan, mau besok saja? Setelah pulang kerja, kayaknya bisa ke perpustakaan dekat sini.”
Saling support sabi kali ya😉