NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Sistem / Fantasi
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENENANGKAN KAISAR

Di ujung gang, di balik tumpukan peti kayu tua, dia melihat seorang pria terduduk bersandar pada dinding batu.

Pria itu mengenakan jubah hitam legam yang sudah robek di beberapa bagian, rambut hitamnya berantakan, menutupi sebagian wajahnya. Namun yang membuat Rania merinding adalah aura gelap yang keluar dari tubuh pria itu, mana yang sangat tidak stabil, seolah siap meledak kapan saja.

"Sistem, apa itu dia?" batin Rania waspada.

"Target terdeteksi, Kaisar Aron Gild sedang mengalami serangan balik mana akibat luka dalam."

Tanpa buang waktu, Rania langsung mendekat dengan perlahan, dia bisa mendengar napas pria itu yang pendek dan berat.

Kaisar Aron Gild tampak setengah sadar, matanya terpejam rapat, sementara tangannya mencengkeram dadanya sendiri dengan kuku yang hampir menancap di kulit dada nya.

"Jangan... mendekat..." suara pria itu terdengar parau dan penuh tekanan, aura di sekitarnya semakin mengamuk hingga peti kayu di dekatnya hancur menjadi serpihan.

Walaupun matanya terpejam, insting seorang Aron Gild tidak perlu diragukan lagi, dia tahu ada seseorang yang sedang mendekat ke arah nya.

Sementara Rania tidak gentar, sebagai mantan seorang Letnan, dia tahu bahwa pria ini sedang tidak stabil, jika dia meledak, seluruh pasar dan penduduknya akan lenyap, termasuk dirinya.

Oh tidak! Rania tidak ingin mati lagi.

Rania melepas kain penutup kepalanya dan menggunakannya untuk menutupi bagian bawah wajahnya sendiri, menyisakan hanya matanya yang terlihat, dia tidak boleh dikenali.

Dengan gerakan cepat, dia menerjang masuk ke dalam pusaran mana pria itu.

"Sistem! Alirkan poin energiku untuk menetralkan mananya!" perintah Rania sambil menempelkan kedua telapak tangannya di punggung pria itu.

Ding

"Proses Sinkronisasi Dimulai, di potong 50 poin."

Seketika, cahaya putih lembut terpancar dari tangan Rania, beradu dengan aura ungu gelap yang menyelimuti hampir seluruh tubuh Kaisar Aron.

Tubuh Kaisar Aron seketika menegang hebat, saat cahaya energi Rania mulai menyentuh nya, bahkan Rania bisa merasakan betapa panasnya suhu tubuh Aron Gild.

"Tenanglah, jangan dilawan," bisik Rania tepat di belakang telinga pria itu, suaranya lembut sangat menenangkan.

Kaisar Aron Gild yang dalam kondisi setengah pingsan merasakan sensasi aneh, di tengah rasa sakit yang dia alami, tiba-tiba ada aliran dingin yang masuk ke jiwanya.

Harum bunga melati dan sisa aroma roti dari tubuh Rania menyusup ke indra penciumannya, terasa sangat kontras dengan bau darah dan mana yang hangus.

"Siapa..." gumam Aron lirih, mencoba menoleh, namun Rania dengan cepat menekan pundaknya agar pria itu tetap membelakanginya.

"Diam atau kita berdua akan mati," ucap Rania, datar.

Rania menutup matanya, berkonsentrasi penuh menarik energi negatif yang meluap dari jantung Aron dan menggantinya dengan mana murni dari sistem.

Perlahan, aura ungu yang mengamuk itu mulai meredup dan terserap kembali ke dalam tubuh pria tersebut, dan napas Aron mulai teratur, bahkan suhu tubuhnya juga perlahan turun.

Karena kelelahan, kepala Aron terkulai lemas ke belakang, tepat mendarat di bahu Rania.

Rania bisa merasakan napas hangat pria itu menerpa kulit lehernya, detak jantung mereka seolah berdegup dalam irama yang sama selama beberapa detik.

Aron Gild sempat membuka matanya sedikit, di sela kesadarannya yang mulai kembali, dia hanya bisa melihat sepasang mata jernih dan tajam milik seorang gadis, serta sentuhan tangan yang terasa begitu nyaman dan lembut, sesuatu yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya.

"Tangan ini..." batin Aron sebelum kesadarannya benar-benar hilang karena kelelahan.

Ding

"Misi Berhasil! Mana Kaisar stabil."

"Indikator Kiamat Turun 85%."

Hah....

Rania menghela napas panjang dan melepaskan pegangannya, tubuhnya terasa lemas karena kehilangan banyak energi.

Dengan hati Rania merebahkan tubuh Kaisar Aron yang sedang tidak sadarkan diri itu, lalu dia segera bangkit berdiri, menyeka keringat di dahinya, dan menatap pria yang masih pingsan itu sebentar.

"Untung saja tidak meledak, dasar Kaisar menyusahkan," gumam Rania ketus, meskipun jantungnya masih berdegup kencang karena ketegangan tadi.

Rania segera berbalik dan berlari keluar gang sebelum ada pengawal kekaisaran yang menemukannya.

Dia tidak tahu bahwa sesaat setelah dia pergi, sebuah cincin kecil milik nya terjatuh di dekat sepatu Aron Gild.

Beberapa menit kemudian, tidak lama dari kepergian Rania, beberapa prajurit kekaisaran datang.

"Yang Mulia!"

Seru mereka berlutut panik melihat kondisi kaisar mereka.

Kaisar Aron Gild perlahan membuka matanya, dia bangun dengan tubuh yang terasa jauh lebih ringan dari sebelumnya, dia meraba jantungnya, mana yang biasanya bergejolak kini terasa tenang, seperti air yang jernih.

"Siapa yang tadi di sini?" tanya Aron dengan suara dingin dan tajam, namun ada kilatan penasaran di matanya.

"Tidak ada siapa-siapa, Yang Mulia, kami baru saja sampai," jawab Dav, tangan kanan Kaisar Aron.

Aron melihat sekeliling nya, dan matanya tertuju pada sebuah cincin perak kecil di lantai yang kotor.

Dengan cepat, dia memungutnya, mengusap debu di permukaannya dengan ibu jarinya. Aroma manis melati dan roti masih tertinggal di sana.

"Gadis itu..." gumam Aron sambil menyeringai tipis, sebuah senyuman yang jarang sekali terlihat.

"Cari tahu siapa saja yang ada di area pasar ini sepuluh menit yang lalu, terutama siapa pun yang berbau seperti bunga melati!" perintah Kaisar Aron, tegas.

Dav dan semua prajurit yang ada di sana, terlihat kebingungan, dengan perintah sang Kaisar, tapi mereka tetap mengangguk dan menjalankan perintah Kaisar Aron.

Di tempat lain, Rania sudah sampai di toko pakaian tempat Lina menunggu, dia berusaha bersikap setenang mungkin, meskipun napasnya masih sedikit memburu.

"Nona! Anda dari mana saja? Dan ke mana kain penutup kepala Anda?" tanya Lina bingung.

"Terbang kena angin tadi," jawab Rania asal sambil mengambil bungkusan belanjaannya.

"Ayo cepat pulang, Lina, sebelum suasana hatiku berubah buruk lagi karena kehabisan energi," ajak Rania, berjalan pergi meninggalkan pasar.

Lina yang melihat Nona nya sudah berjalan lebih dulu, dia segera menyusul di belakangnya.

"Baru melihat punggungnya saja sudah bikin energi habis setengah, bagaimana kalau harus bertatap muka?" batin Rania, mengingat kejadian yang baru saja terjadi.

Kereta kuda yang membawa Rania dan Lina berguncang pelan menyusuri jalanan menuju mansion Belmont.

Di dalam kereta, Rania menyandarkan kepalanya, matanya terpejam, tapi otaknya sedang berpikir keras.

"Nona, Anda benar-benar terlihat lelah. Apa perlu saya menyiapkan air hangat begitu sampai?" tanya Lina dengan nada khawatir yang tulus.

Rania membuka satu matanya, menatap Lina yang sedang memeluk erat bungkusan pakaian baru mereka.

"Tidak perlu, Lina. Aku hanya butuh tenang sebentar, dan ingat, kejadian di pasar tadi, tutup mulutmu rapat-rapat, kalau ada yang tanya kita dari mana, bilang saja kita hanya jalan-jalan di taman kota," ucap Rania, penuh penekanan.

"Baik, Nona. Saya mengerti," jawab Lina patuh.

1
Tiara Bella
Aron keenakan tiap ada sesuatu pasti dicium sm Rania....
T1 T1n
kapan up lagi😭😭
°RhaiKen™
aaaa....so sweet deh.. bucin sudah pda waktunya nieee..🤣🤣
renjani
sistem sableng kayaknya dibuat sama leluhur Aron nih biar dia cepet nikah🤭🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍
Milah Milah
Waah Kaisar Aron sudah menandai kepemilikannya, dan memanggilnya my Queen. Jadi meleleh thor... 🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 rania malu malu meong🤭🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Astiana 💕
baru kali ini sistem menyuruh tuan nya ke jurang kemesuman🤣🤣
beybi T.Halim
sistem nya romantis sekali😁 dikit2 peluk dikit2 cium wahhhh ,terbaik lah💝
kaylla salsabella
lanjut
Milah Milah
Sistem buatan othor emang keren abiz👍
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Pa Muhsid
ciee mak comblang sukses 😍😍😍
Yue Li MZy
lah udah selesai aja, perasaan baru baca.smgtt up nya KA uthor cntikk💪🥰🥰🥰 udah ku kasih vote
guest1053527528
asyeekk Thor resmi kan mereka Thor dengan bumbu2 cinta
Yue Li MZy
kayak akal akalan sistem biar ketahuan 🤭🤭
Yue Li MZy
mau ditaruh mukanya kemana ya kalo gini
Lyvia
padahal udah up byak tp masih aj kurang 😃
suwun thor crazy upnya, matrehat thor
Tri Yoga Pratiwi
menang banyak Aaron 🤭
IG : hofi03_skrniii: kesenangan si kaisar 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!