NovelToon NovelToon
Qalbu Yang Terlupa

Qalbu Yang Terlupa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi
Popularitas:26
Nilai: 5
Nama Author: Dri Andri

Dalam kehidupan keduanya, Mahira Qalendra terbangun dengan ingatan masa lalu yang tak pernah ia miliki—sebuah kehidupan 300 tahun silam sebagai putri kesultanan yang dikhianati. Kini, ia terlahir kembali di keluarga konglomerat Qalendra Group, namun fragmen mimpi terus menghantuinya. Di tengah intrik bisnis keluarga dan pertarungan harta warisan, ia bertemu Zarvan Mikhael, pewaris dinasti Al-Hakim yang membawa aura familiar. Sebuah pusaka kuno membuka pintu misteri: mereka adalah belahan jiwa yang terpisah oleh pengkhianatan berabad lalu. Untuk menemukan cinta sejati dan mengungkap konspirasi yang mengancam kedua keluarga, Mahira harus menyatukan kepingan masa lalu dengan kenyataan yang keras—sebelum sejarah kelam terulang kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dri Andri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 15

Mereka naik ke lantai tiga—lantai yang menurut Zarvan jarang dipakai. Koridor gelap dengan lampu redup. Pintu-pintu tertutup yang berdebu. Dan di ujung koridor, sebuah pintu besar dengan gembok kuno.

"Ruangan ini dikunci sejak kakek meninggal sepuluh tahun lalu," jelas Zarvan sambil mengeluarkan kunci dari sakunya. "Dia bilang, ruangan ini cuma boleh dibuka oleh 'orang yang ditakdirkan'. Waktu itu aku nggak ngerti. Tapi sekarang..."

Klik.

Pintu terbuka dengan derit pelan. Zarvan menyalakan lampu—dan Mahira tercekat.

Ruangan itu seperti galeri seni pribadi. Lukisan-lukisan besar tergantung di dinding. Patung-patung kecil di sudut. Manuskrip kuno dalam kotak kaca. Dan di tengah ruangan—

Sebuah lukisan raksasa. Lukisan cat minyak dengan bingkai emas ukir yang sangat rumit.

Lukisan dua orang.

Seorang pria dengan jubah biru gelap dan mahkota kecil di kepala. Berdiri dengan postur tegap, tangan memegang pedang. Mata madu yang teduh menatap lurus.

Dan di sampingnya, seorang wanita dengan gaun sutra hijau. Rambut panjang terurai dengan mahkota bunga melati. Senyum lembut di bibirnya. Mata sewarna madu yang sama.

Mahira melangkah lebih dekat—dan kakinya hampir lemas.

"Ini... ini..."

"Pangeran Dzarwan Al-Hakim dan Putri Mahira Kencana." Zarvan berdiri di sampingnya. Suaranya serak. "Lukisan yang dibuat untuk pernikahan mereka. Pernikahan yang tidak pernah terjadi."

Mahira tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya menatap wajah di lukisan itu—wajah yang identik dengannya. Setiap detail. Setiap lekuk. Bahkan tanda lahir kecil di sudut kiri dagu.

"Ini bukan kebetulan," bisik Zarvan. "Ini bukan halusinasi. Ini nyata, Mahira. Kita... kita adalah mereka. Atau setidaknya, kita membawa jiwa mereka."

Mahira mengangkat tangannya—ingin menyentuh lukisan itu. Tapi sebelum jemarinya menyentuh kanvas—

—visi meledak lagi.

***

*Ruangan yang sama. Tapi bukan galeri. Ini kamar. Kamar besar dengan tempat tidur berkanopi. Aisyara berdiri di depan cermin besar, mengenakan gaun pengantin sutra putih dengan bordir emas.*

*"Kamu cantik," suara Zarvan—atau Dzarwan—terdengar dari belakang.*

*Aisyara menoleh. Pria itu berdiri di ambang pintu dengan jubah pengantin biru gelap. Tampan. Sempurna. Dan matanya... penuh cinta.*

*"Pangeran nggak boleh masuk sebelum upacara," tegur Aisyara sambil tersenyum.*

*"Aku nggak bisa nahan. Aku harus lihat calon istriku." Dzarwan melangkah mendekat. "Besok, kamu akan jadi milikku. Selamanya."*

*"Selamanya," ulang Aisyara. "Aku suka itu."*

*Dzarwan mengangkat tangannya, menyentuh pipi Aisyara dengan lembut. "Aku janji akan jadi suami yang baik. Akan melindungimu. Akan mencintaimu sampai napas terakhirku."*

*"Jangan ngomong soal napas terakhir." Aisyara memukul dadanya pelan. "Kita akan hidup lama. Punya banyak anak. Tua bersama."*

*"Insya Allah." Dzarwan tersenyum. Lalu perlahan, ia membungkuk—*

*—dan mencium kening Aisyara dengan lembut.*

*"Aku mencintaimu, Mahira Kencana. Sejak hari pertama. Selamanya."*

*"Aku juga mencintaimu, Dzarwan."*

*Tapi di balik kebahagiaan itu, bayangan gelap bergerak. Khalil berdiri di luar jendela, menatap dengan mata penuh kebencian.*

*"Ini tidak akan terjadi," bisiknya. "Kalau aku tidak bisa punya dia, tidak ada yang boleh."*

***

"MAHIRA!"

Zarvan menangkapnya sebelum ia jatuh. Mahira terengah-engah, air mata mengalir tanpa henti.

"Aku lihat... aku lihat mereka. Malam sebelum pernikahan. Mereka... mereka bahagia. Mereka... mereka mencintai satu sama lain dengan tulus. Dan Khalil..." ia terisak, "...Khalil merusak semuanya."

Zarvan memeluknya—tidak peduli dengan etika atau batasan. Ia hanya memeluk Mahira yang menangis di dadanya, merasakan sakit yang sama.

"Aku juga lihat," bisiknya di rambut Mahira. "Aku lihat gimana bahagianya Dzarwan. Gimana dia nggak sabar untuk nikah. Untuk hidup bersama. Dan aku juga lihat... gimana semuanya hancur."

Mereka berdua menangis—untuk cinta yang terputus 300 tahun lalu. Untuk kebahagiaan yang tidak pernah terwujud. Untuk janji yang tidak pernah ditepati.

Dan di tengah tangisan itu, Mahira menyadari satu hal:

Ia mencintai Zarvan.

Bukan karena ia Dzarwan. Bukan karena takdir atau kutukan.

Tapi karena dia Zarvan—pria yang memeluknya sekarang dengan kehangatan yang nyata. Pria yang menangis bersamanya. Pria yang bersedia berjuang untuk mereka.

"Zarvan," bisiknya di dada pria itu.

"Ya?"

"Aku... aku nggak mau kehilangan kamu lagi. Aku nggak mau sejarah terulang."

"Nggak akan." Zarvan menarik dirinya sedikit, menatap Mahira dengan mata berkaca-kaca. "Kali ini kita siap. Kali ini kita tahu musuhnya siapa. Dan kali ini..." ia mengusap air mata di pipi Mahira dengan ibu jarinya, "...kali ini aku nggak akan mati ninggalin kamu sendirian."

"Janji?"

"Janji. Dengan nyawaku."

Dan entah siapa yang memulai—tapi jarak di antara mereka menghilang.

Bibir mereka hampir bertemu—

—ketika ponsel Mahira berdering keras. Menghancurkan momen itu.

Mahira menarik diri dengan napas tercekat. Ia meraih ponselnya dengan tangan gemetar—dan wajahnya pucat melihat nama yang muncul.

"Khaerul."

---

**BERSAMBUNG *

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!