NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Romansa Fantasi / Ibu Pengganti / Mafia / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Malam itu, di balik rimbun ilalang takdir seorang gadis muda yang baru saja lulus sekolah menengah atas itu berubah selamanya. Seorang wanita sekarat menitipkan seorang bayi padanya, membawanya ke dalam pusaran dunia yang penuh bahaya.

Di sisi lain, Arkana Xavier Dimitri, pewaris dingin keluarga mafia, kembali ke Indonesia untuk membalas dendam atas kematian Kakaknya dan mencari sang keponakan yang hilang saat tragedi penyerangan itu.

Dan kedua orang tua Alexei yang di nyatakan sudah tiada dalam serangan brutal itu, ternyata reinkarnasi ke dalam tubuh kucing.

Dua dunia bertabrakan, mengungkap rahasia kelam yang mengancam nyawa Baby Alexei

Bisakah Cintya dan Arkana bersatu untuk melindungi Alexei, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Di sisi Devano dan May, mereka baru aja tiba di depan kontrakan sederhana yang menjadi saksi bisu perjuangan hidup May dan Cintya.

"Ini kontrakan kalian?" tanya Devano. Matanya menelusuri bangunan itu, mencoba memahami kehidupan yang dijalani May dan Cintya.

"Iya, Kak Dave," jawab May sambil tersenyum. "Meskipun kecil, tapi cukup nyaman buat kami berdua. Yang penting kan, ada tempat berteduh dari hujan dan panasnya dunia."

"Ayo, kita duduk di teras aja," ajak May, berjalan lebih dulu menuju teras kecil yang hanya diisi oleh dua kursi plastik yang sudah sedikit pudar warnanya dan sebuah meja kayu dengan permukaan penuh goresan kenangan.

"Sambil kita nunggu Cintya dan Kak Arkana datang."

"Boleh juga," timpal Devano cepat, mengikuti langkah May. "Ngeteh kayaknya ide bagus. Biar makin afdol, cemilannya gorengan anget. Kalau ada?" pinta Devano semakin melunjak.

May tertawa kecil. "Siap! Nanti May buatkan spesial ala anak kos. Dijamin bikin Kak Deve ketagihan. Bentar ya, aku buatin dulu."

May bergegas masuk ke dalam kontrakan, meninggalkan Devano yang termenung di teras. Ia menatap langit malam, membiarkan angin sepoi-sepoi membelai lembut wajah tampannya.

_________&&_______

Kembali ke sisi Arkana dan Cintya, keheningan masih menggantung di antara mereka. Arkana mengangguk pelan, gerakannya kaku dan terlihat dipaksakan, ia kemudian mengulurkan tangannya dan menyentuh tangan Cintya yang berada di pangkuan yang sedang menggenggam ponselnya.

Sentuhan itu lembut, nyaris ragu, namun tetap saja mampu membuat seluruh tubuh Cintya meremang seketika. Seperti ada sengatan kecil yang menjalar ke seluruh tubuhnya, membuat bulu kuduknya berdiri dan jantungnya berdebar tak karuan.

"Gue rasa ... ada yang perlu kita bicarakan," ujar Arkana, suaranya semakin pelan, nyaris berbisik, namun terdengar begitu jelas di telinga Cintya. "Ada sesuatu yang ... nggak bisa gue pendam lagi."

Cintya terpaku, tidak tahu harus berkata apa. Otaknya mendadak ngeblank, meskipun dipenuhi oleh berbagai pertanyaan absurd yang menjajal kepalanya. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa pria dingin ini tiba-tiba bersikap aneh? Apakah ini mimpi? Tapi kalau ini nyata, apa dia harus siap jadi permaisuri es? Atau jadi tukang bikin es batu di kerajaan Arkana?

Arkana menarik napas dalam, seolah sedang mengumpulkan keberanian sambil memilih kata yang tepat. Akhirnya, dengan nada tegas yang terdengar sedikit dipaksakan, ia berujar, "Mulai sekarang, lo milik gue!"

Pengakuan itu bagaikan petir yang menyambar di siang bolong, meski terdengar lebih seperti pengumuman lelang barang antik daripada ungkapan cinta. Cintya terkejut, matanya nyaris meloncat keluar dari rongganya. Ia nggak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Arkana, si kulkas berjalan, si pria tanpa ekspresi yang lebih cocok jadi model pajangan kulkas, mengklaim dirinya sebagai miliknya? Ini pasti halusinasi! Atau jangan-jangan ... Dia habis kena hipnotis dan sekarang mengira dirinya adalah seorang kolektor barang antik?

"Eh, eh, enak aja!" protes Cintya, reflek menarik tangannya dari genggaman Arkana. Ia berusaha mencerna kata-kata Arkana yang terdengar absurd di telinganya. "Gue bukan barang, ya! Mentang-mentang gue jomblo akut, bukan berarti gue bisa diklaim seenaknya. Emang gue sertifikat rumah, pake diaku-akuin segala!" Ketusnya, berusaha menyembunyikan jantungnya yang berdebar kencang.

Arkana mengerutkan keningnya dalam, bingung dengan celotehan absurd Cintya yang meluncur begitu cepat. Ia tidak tahu harus berkata apa. Gadis ini benar-benar di luar nalar BMKG. Ia sudah susah payah mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaannya, tapi yang ia dapatkan malah serentetan kalimat aneh yang membuatnya semakin bingung. Apa dia salah bicara? Atau dia yang salah orang?

Melihat Arkana yang kehilangan kata-kata dan tampak kebingungan, Cintya semakin menjadi-jadi. Ia merasa harus segera menghentikan kegilaan ini sebelum semuanya terlambat. "Lagian, kalau gue jadi milik Kakak, terus gue dikasih makan apa? Es batu? Jaket tebel? Disuruh nginep di dalem freezer biar awet muda? Gue kan manusia, butuh makan nasi padang sama es teh manis!" Ia menatap Arkana dengan tatapan menantang, seolah menunggu jawaban yang lebih masuk akal. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia berharap Arkana akan mengatakan sesuatu yang bisa membuatnya percaya bahwa pria itu benar-benar menyukainya.

Sebelum Cintya melanjutkan celotehannya yang semakin ngelantur dan berpotensi menghancurkan suasana yang sudah susah payah dibangun bahkan rela menurunkan gengsinya dengan harga mati. Arkana meraih tengkuk Cintya dengan gerakan tak terbaca dan membungkam mulutnya dengan bibirnya. Ia sudah tidak tahan lagi mendengar celotehan Cintya yang semakin membuatnya frustrasi. Ia hanya ingin membuktikan perasaannya dengan cara yang lebih nyata.

Cintya terkejut bukan main, matanya membulat sempurna. Ia tidak menyangka Arkana akan melakukan hal seberani ini. Jantungnya konser dadakan, seolah ada orkestra yang sedang memainkan musik dengan tempo yang semakin cepat dan semakin menggila. Sentuhan bibir Arkana terasa lembut, namun tegas, seolah menyampaikan pesan yang jelas: "Diam, dan rasakan ini. Jangan banyak bicara, nikmati saja."

Awalnya, Cintya masih berusaha memberontak, ingin melepaskan diri dari ciuman Arkana yang tiba-tiba. Ia mencoba mendorong tubuh Arkana menjauh, namun pria itu terlalu kuat untuk dilawan. Semakin lama, sentuhan bibir Arkana terasa semakin nyaman dan membuatnya kehilangan kendali. Ia mulai mengikuti gerakan Arkana, melupakan semua celotehan absurdnya dan hanya fokus pada sensasi yang sedang ia rasakan. Lidah mereka saling bertautan, menciptakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Ciuman itu semakin dalam, semakin intens, hingga membuat Cintya merasa kehilangan pasokan oksigen dan kehilangan pijakan. Ia memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Arkana. Dunia di sekelilingnya seolah menghilang, hanya ada mereka berdua, dalam ciuman yang membungkam segala keraguan dan ketakutan. Ciuman yang seolah bisa menyatukan dua takdir yang berbeda.

Beberapa saat kemudian, Arkana melepaskan ciumannya dengan enggan, membuat Cintya terengah-engah dan mencoba mengatur napasnya yang tersengal. Pipinya merona merah, dan bibirnya terasa bengkak dan sedikit panas. Ia menatap Arkana dengan tatapan bingung dan sedikit malu. Apa yang baru saja terjadi? Kenapa ia membiarkan pria dingin ini menciumnya? Dan kenapa ia merasa begitu menikmati ciuman itu? Apakah ini yang namanya cinta?

"Sekarang, lo masih mau bilang kalau lo bukan milik gue?" tantang Arkana, suaranya serak dan berat, namun terdengar begitu memabukkan di telinga Cintya. Ia menatap Cintya dengan tatapan yang penuh dengan cinta dan ketegasan, seolah ingin menegaskan kepemilikannya atas gadis itu. Tatapan yang membuat Cintya merasa seperti sedang ditelanjangi di depan umum.

Cintya terdiam, tidak bisa menjawab pertanyaan Arkana. Ia masih terpaku dengan ciuman yang baru saja terjadi, dan pikirannya masih dipenuhi dengan berbagai pertanyaan yang belum terjawab. Apa arti ciuman ini? Apakah Arkana benar-benar menyukainya? Atau hanya sekadar nafsu sesaat?

Bersambung...

1
Umi Zein
mampir kak othor ☝️ diawal ceritanya seru, semoga seterusnya 🥰
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
Takdir Tuhan sungguh baik coz Ortu Arkana udh mengadopsi Alexander mkx hadir Arkana di kluarga Dimitri ❤️🤗😘
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
Wahhh ada Karya Baru lagi 🥳🥳🥳
Jaga ksehatan y, Adeq & kami tunggu Up slnjtx ❤️🤗😘
Marsya
lanjut kak, makin keren dan bikin penasaran, gak sabar deh apa yang akan terjadi selanjutnya. kalau bisa up Doble kak
Eridha Dewi
next thor
Ai Sri Kurniatu Kurnia
bagus thor
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga semua dalam keadaan sehat ya. bagaimana menurut kalian karya ini. jangan lupa support dan tinggalkan jejak ya biar author semangat upnya terimakasih./Applaud//Kiss/
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ: Syalom, Adeq, Sukses Slalu dg Karya Baru Ade ini ya, GBU ❤️🤗😘
total 3 replies
☘️💮Jasmine 🌸🍀
kgn baby al thor
riniandara: baby Al menyapa kak /Facepalm/
total 1 replies
Marsya
lanjut thor
Marsya
Ngeri juga ya
Marsya
siap-siap saja mendapatkan murkanya Arkan
Marsya
semangat Arkana, baby alexie aman sama bundanya
Marsya
makin seru Thor lanjut terus ya.
Miu Miu 🍄🐰
next thor
Marsya: lanjut thor
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
🤩🤩
Eridha Dewi
next thor
riniandara: siap kakak/Good/
total 1 replies
Inah Ilham
baru juga keluar... dah main dor doran aja sih thor
Iqlima Al Jazira
next thor👍
ngga sabar nunggu paman & bunda sah.
kopi untuk mu
Marsya: lanjut Thor, semakin penasaran aja
total 2 replies
V3
Arkana bakal mengamuk nih , siap-siap ja dibantai sama Arkana 🤣🤣
V3
waalaikumsalam kak Rini 🤗
aku mencoba mampir di novel mu 🤗
di awal Bab ceritanya dh seru bgt ,, smg selanjutnya ceritanya bagus
V3: Ok kak Rini 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!