Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.
Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.
Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Jam kerja pun dimulai dan Budi bekerja dengan perasaan yang jauh lebih waspada namun penuh persiapan.
Hari itu berlalu cukup lancar karena Budi sudah mengetahui dengan pasti karakter asli orang orang di sekitarnya.
Jam pulang kantor akhirnya berbunyi dan Budi bergegas merapikan meja kerjanya.
Dia menolak ajakan makan malam Reno karena ingin segera kembali ke kosan untuk urusan sistem.
Di perjalanan pulang kali ini Budi memutuskan untuk mengambil jalan lurus melewati minimarket.
Dia merasa tidak ada alasan lagi untuk bersembunyi karena masalahnya dengan Maya sudah beres kemarin.
Saat melintas di depan minimarket, Budi sengaja menoleh ke dalam dan melihat Maya sedang berada di meja kasir.
Maya kebetulan juga melihat ke arah luar dan tatapan mereka bertemu.
Maya memberikan senyuman ramah dan melambaikan tangannya sedikit dari balik kaca.
Budi membalas senyuman itu dengan anggukan kepala yang sopan lalu terus berjalan pulang.
Hatinya terasa sangat hangat menyadari bahwa hubungan sosialnya di dunia nyata perlahan mulai membaik.
Setibanya di kamar kos, Budi membersihkan diri dan langsung bersiap menunggu waktu sistem tiba.
Tepat pukul delapan malam, dentingan mekanis itu berbunyi kembali memanggil jiwa petualang Budi.
Ting.
Layar hologram papan Monopoli futuristik terbentang luas menyinari kamar kosnya yang redup.
Budi langsung melirik ke sudut layar untuk mengecek Saldo Sistemnya hari ini.
Tujuh puluh lima ribu rupiah terpampang di sana berkat keuntungan stabil dari Warung Nasi Goreng Pak Mamat.
"Lumayan untuk hasil cuma diam saja selama seharian penuh."
Kotak dialog harian muncul membawa perintah lemparan dadu.
Dua dadu virtual putih melayang di hadapan Budi menunggu untuk dikocok.
Budi mengambil dadu itu dengan senyum optimis dan langsung melemparnya ke atas papan.
Klak klak klak.
Dadu pertama berputar kencang lalu mendarat dengan menunjukkan angka lima.
Dadu kedua memantul dua kali dan berhenti di angka enam.
"Sebelas langkah, ayo jalan yang jauh avatarku."
Karakter chibi Budi melompat tinggi dan mulai berlari melewati petak petak hologram tersebut.
Satu, dua, tiga, empat, terus hingga sebelas langkah berakhir.
Avatar Budi berhenti di sebuah petak berwarna kuning cerah dengan gambar tanda seru besar berwarna hitam.
Tulisan di bawah petak itu berbunyi Kejadian Mendadak.
Budi menautkan alisnya menatap nama petak yang baru pertama kali dia injak itu.
Sebuah kotak peringatan berbingkai kuning muncul menutupi area tengah layar.
Sistem mendeteksi adanya insiden darurat di dunia nyata yang mengancam aset properti milik pengguna.
Saat ini ada dua orang preman pasar yang sedang mendatangi Warung Nasi Goreng Pak Mamat.
Preman tersebut meminta uang keamanan paksa sebesar lima puluh ribu rupiah kepada Pak Mamat yang sedang sepi pembeli.
"Preman pasar berani memalak warung propertiku."
Budi langsung mengumpat kesal melihat pemberitahuan tersebut.
Layar sistem berkedip sebentar lalu memunculkan dua pilihan tindakan yang bisa diambil oleh Budi.
Pilihan Pertama pengguna membayarkan uang keamanan tersebut menggunakan Saldo Sistem untuk melindungi warung.
Pilihan Kedua pengguna menolak membayar yang akan berakibat warung dirusak dan keuntungan pasif dihentikan selama seminggu penuh.
Budi membaca kedua opsi itu dengan sangat teliti.
Ini adalah pertama kalinya sistem meminta Budi untuk mengeluarkan uang bukannya memberikan uang.
Lima puluh ribu rupiah adalah jumlah yang lumayan besar dari total saldo sistemnya yang baru tujuh puluh lima ribu.
Tapi jika dia tidak membayar, kerugian pasifnya selama seminggu pasti akan jauh lebih besar dari lima puluh ribu.
Belum lagi dia merasa kasihan pada Pak Mamat yang berjualan dengan susah payah.
"Sistem, aku pilih opsi pertama."
"Potong lima puluh ribu dari Saldo Sistemku sekarang juga untuk mengurus preman gila itu."
Budi menyentuh layar hologram tepat di kotak Pilihan Pertama.
Ting.
Pilihan diterima dan Saldo Sistem pengguna telah dipotong sebesar lima puluh ribu rupiah.
Sistem akan segera memanipulasi probabilitas dunia nyata untuk mengusir ancaman tersebut.
Sisa Saldo Sistem saat ini adalah dua puluh lima ribu rupiah.
Budi menatap layar dengan tegang menunggu bagaimana cara sistem ajaib ini menyelesaikan masalah preman tersebut.
Sebuah layar kecil muncul di tengah papan memperlihatkan video rekaman cctv virtual dari sudut warung Pak Mamat.
Di video itu terlihat dua orang berwajah garang sedang menggebrak meja gerobak Pak Mamat.
Pak Mamat terlihat ketakutan dan bersiap memberikan uang dari laci gerobaknya.
Tiba tiba sebuah mobil patroli polisi dengan lampu rotator biru menyala terang berbelok masuk ke pertigaan tersebut.
Mobil patroli itu berhenti tepat di depan gerobak Pak Mamat dan dua orang polisi keluar dari dalamnya.
Budi bisa melihat di video itu kedua preman pasar tadi langsung pucat pasi.
Para preman itu buru buru membungkuk sopan kepada polisi dan langsung lari terbirit birit meninggalkan warung.
Kedua polisi itu rupanya hanya mampir untuk membeli nasi goreng bungkusan karena sedang lapar saat patroli malam.
Layar video virtual itu kemudian meredup dan menghilang dari pandangan Budi.
Pemberitahuan masuk dan masalah telah diselesaikan tanpa ada kerugian pada aset properti pengguna.
Warung Nasi Goreng kembali beroperasi dengan aman dan stabil.
Budi menghela napas panjang dan tertawa pelan melihat kehebatan dari manipulasi realitas yang dilakukan sistem.
"Luar biasa, sistem ini menciptakan keajaiban yang sangat masuk akal di dunia nyata."
"Hanya dengan memotong saldo, sistem bisa mendatangkan polisi tepat waktu untuk menyelamatkan warungku."
Malam itu Budi menyadari satu hal penting tentang sistem permainan ini.
Uang yang dia kumpulkan di dalam sistem bukan sekadar angka untuk dicairkan begitu saja.
Uang itu adalah senjata dan perisai untuk melindungi kekayaannya dari ancaman kehidupan nyata.
Budi menutup layar sistemnya dengan perasaan bangga sebagai seorang investor sejati.
Dia merebahkan dirinya di atas kasur siap menyambut esok hari dengan semangat yang lebih membara.