NovelToon NovelToon
Sekolah Kok Menikah

Sekolah Kok Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Romantis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.

Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.

Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.

Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.

Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23.

"Fin, kau mau kemana? duduklah dulu, masa enggak menghargai kedatangan kita sih?" Kata Rahma mencegah kepergian Fina saat baru saja berdiri dari tempat duduk.

"Saya mau pulang Rahma, sore ini kita mau ada urusan keluarga"

Rahma menurunkan tubuh Fina untuk duduk kembali ke kursi. "Duduk dulu Fin, saya serius mau tanya kenapa kamu Nerima ajakan main mereka?"

"Kan tadi sudah saya bilang? Saya ingin berteman dengan mereka, itu saja"

"Pokoknya saya mau kamu enggak boleh berteman dengan Eca apalagi sampai double date, mereka sudah jahat sama kamu Fin"

Kesabaran Fino benar-benar diambang batas, satu detik setelah Rahma sudah melanjutkan pembicaraan nya, Bahkan saat Rahma masih berbicara, Fino menggebrak meja makan yang membuat kedua perempuan itu kaget sekaligus terdiam.

"Mas..." Fina memanggil dengan nada takut.

Fino menunjuk lurus ke arah Rahma. "Kau gak berhak mengatur pertemanan istri saya, saya saja membiarkan istri saya berteman sama siapa saja. Emang kamu siapa!" Lalu Fino mendelik ke arah Fina yang matanya sudah berkaca-kaca. "Ayo pulang sayang, jangan dengerin teman kamu yang sudah gila ini"

Fino menggandeng tangan Fina dan beneran pergi tanpa di tahan oleh Rahma.

Rahma takut sekali pada kemarahan Fino, ia mendelik ke arah Niko, berharap laki-laki itu mau membela nya. Tapi yang ada Niko malah acuh dan tidak peduli, membenarkan tindakan Fino yang barusan ia lihat.

"Lagian kau juga kenapa pakai acara mampir segala kesini? Mereka mau ngapain aja itu terserah mereka, kita gak perlu ikut campur urusan mereka" Sewot Niko.

"Sayang... Tapi saya khawatir kalau Fina di apa-apain sama mereka" Kata Rahma.

"Kamu boleh khawatir sama sahabat sendiri, tapi perlu diingat jangan berlebihan dong, kamu salah kalau seperti itu." Kata Niko.

"..." Rahma kini terdiam.

"Ayo cepat pesan menu yang ada disini kalau kau mau bakso, saya belikan!. terus habis ini kita pulang. Kita enggak jadi main nya" Sewot Niko.

"Lah kok gitu sih?" Tanya Rahma.

"Kau merusak mood saya!" Niko menatapnya tajam.

**

Fina takut pada marahnya Fino, maka dari itu, disaat sudah berada dirumah. Fina memilih menurut dari pada Fino akan mengamuk.

"Apa aja akan saya lakukan mas, tapi tolong jangan mukul saya ih takut banget lihat kamu ngamuk, seumur hidup saya baru lihat kamu semarah itu" Rengek Fina sampai gadis itu memeluk Fino.

"Kau tenanglah sayang, saya enggak terima lihat kamu di atur-atur sama orang lain" Kata Fino, sambil membelai lembut puncak kepala Fina.

"Saya juga engga tau mas kenapa Rahma bisa begitu, baru aja saya rasain bahagia sehabis pulang double date, ada aja orang yang merusak kebahagiaan saya" Rengek Fina, kemudian ia menenggelamkan wajah nya di bidang dada Fino.

Sedangkan Fino masih membelai kepala Fina untuk menenangkan perasaan nya yang carut marut akibat perbuatan Rahma.

"Makan baksonya dulu yuk, mumpung masih anget" Kata Fino. Fina langsung menegak. "Ah iyaaaa lupa" Secara, Fina langsung pergi ke kantong keresek berwarna hitam yang sudah ditaruh diatas meja makan.

Ia menyiapkan bakso untuk suaminya makan, tentunya untuk dia juga.

"Mas, ini sudah saya siapkan. Kita makan baksonya dulu yuk" Ajak Fina.

Fino tersenyum tipis dari arah depan lemari es. Ia mendekat ke istrinya untuk memberikan dua botol berisi air putih yang sudah dingin.

"Mas suapin dong, Hehe" Fina cengar-cengir dengan sifat manjanya yang tiba-tiba keluar.

Singkatnya Fino menyingkirkan anak rambut yang menutup mata indahnya Fina, sesaat itu Fino tersenyum tipis melihat kecantikan sang istri. Sebelum akhirnya Fino menyuapi Fina makan.

Sebagai balasan Fina menyuapi Fino makan, akan tetapi saat mulut Fino terbuka, makanan itu Fina makan sendiri. "Prank hahaha!"

Fino tersenyum seraya menahan tawa.

Disini Fino tidak membalas kelakuan dari istri nya, secara laki-laki menyuapi sang istri saat wanita itu sudah membuka mulutnya dengan mata berkedip-kedip manja.

Kali ini Fina serius untuk menyuapi Fino makan bakso, ia menyuruh Fino untuk membuka mulut, tapi Fino enggan menurut.

"Pasti prank" Kata Fino.

"Enggak sayang beneran, buka ih mulutnya"

Fino tetap merapatkan bibirnya.

"Cepat buka mulutnya mas... atau saya yang paksa kamu buka mulut?" Kata Fina memberi pilihan.

"..." Fino masih merapat bibirnya serapat mungkin. Dengan itu, Fina mencium bibir Fino yang membuat Fino sedikit membuka mulut.

Kelengahan itu membuat Fina memasukan sendok yang sudah diisi bakso ke dalam mulut Fino.

"Kau hari ini sudah dua kali loh mencium bibir saya, saya balas lebih galak nanti, mau?!"

"Silahkan aja, lagian ciuman sama suami itu enak banget kok menurut saya" Kata Fina.

To be continue,

1
Queen Aisyah
dijodohin ama Fina malah sok jual mahal, maunya di jodohin sama mama ya Jan🤭
Queen Aisyah
janur kuning sudah melengkung kali An, kalau kau tau nangis pasti/Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!