NovelToon NovelToon
Younger, Yet More Mature

Younger, Yet More Mature

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dinar

dr. Nayla Azzura percaya satu hal bahwa cinta tidak pernah benar-benar tinggal.

Menjadi salah satu saksi pernikahan orangtuanya yang hancur sejak usianya masih kecil, membuat Nayla tumbuh menjadi perempuan yang dingin, mandiri, dan sulit mempercayai siapapun. Baginya, memiliki pasangan hanya pandai memberi harapan sebelum akhirnya meninggalkan.

Sampai akhirnya sebuah tragedi kecelakaan kerja mempertemukan Nayla dengan Arsen Mahardika, pengusaha muda yang keras kepala, hangat dan yang paling mengganggu adalah usianya tiga tahun lebih muda dari Nayla.

Awalnya Nayla mengganggap semua hanya lelucon biasa, tapi bagaimana mungkin jika lelaki yang usianya lebih muda tapi pandai bicara tentang sebuah keseriusan?.

Namun Arsen berbeda, iya tidak datang membawa janji besar justru ia datang dengan sejuta kesabaran. Saat Nayla menjauh, menunggu saat Nayla merasa takut, dan membuktikan bahwa tidak semua rumah berakhir hancur.

Karena terkadang... Lelaki yang lebih muda justru lebih tahu cara men

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Satu Langkah Maju

Entah sudah berlama tangisan itu terjadi kini akhirnya mereda juga, meninggalkan mata sembab dengan dada yang terasa jauh lebih ringan. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama akhirnya Nayla benar-benar bisa bernafas dengan lega.

" Ayah...." suara Nayla terdengar serak.

" Hmmm... Kenapa, Nak?" jawab sang Ayah lembut.

" Kalau aku mencoba menjalani hubungan dengan Arsen bagaimana? Jujur aku sudah mulai nyaman dan... Mulai terbiasa dengan kehadiran Arsen" Nayla menunduk dengan senyuman tipis diantara sisa air matanya.

Hening beberapa detik lalu Ayahnya tertawa kecil.

" Ayah... Kok ketawa sih" Nayla mengangkat wajahnya.

" Ayah tahu, Nay. wajah kamu sudah cukup jelas mencerminkan perasaan kamu yang sebenarnya" sang Ayah tersenyum jahil.

Nayla langsung menutup wajahnya karena rasa malu yang mendadak hadir, namun untuk pertama kalinya ia tidak menyangkal karena memang apa yang dikatakan sang Ayah benar mungkin lebih tepatnya Nayla mulai menyukai Arsen.

Laki-laki muda yang memiliki rasa sabar, yang begitu luas dalam menghadapi sikap Nayla dan rasa tulus yang begitu dalam.

" Nay... Ada sesuatu yang belum Ayah ceritakan" mendengar panggilan sang Ayah, Nayla menoleh.

" Apa?" Nayla terlihat bingung.

" Malam sebelum kamu ke rumah Arsen, dia datang ke sini dan berbicara dengan Ayah..." Ayahnya tersenyum kecil dengan tatapan lembutnya.

" Hahhh?" Nayla membeku.

Jantung Nayla langsung berdetak lebih cepat, dan saat Ayahnya menceritakan bagaimana seorang Arsen yang usianya tiga tahun lebih muda darinya meminta izin untuk serius dengannya. Bagaimana beraninya Arsen berjanji dihadapan yang Ayah tidak akan meninggalkannya, membuat air mata Nayla kembali memenuhi matanya.

Bukan karena sedih tapi karena untuk pertama kalinya, ada seseorang yang lebih memilih untuk tetap tinggal bukan seseorang yang datang untuk menyakiti tapi untuk menjaganya.

" Ayah percaya sama dia, tapi yang lebih penting kamu harus percaya kalau kamu layak untuk dicintai" suara Ayahnya pelan, dengan tangan yang menggenggam lembut tangan sang putri.

Tangis Nayla kembali pecah namun kali ini berbeda, bukan tangisan kehilangan, bukan tangisan luka, melainkan tangisan seseorang yang akhirnya berani membuka pintu hatinya.

Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun Nayla tidak lagi takut memikirkan masa depan, karena mungkin untuk pertama kalinya ia juga ingin mencoba mempercayai cinta sekali lagi.

🌟

Pagi itu terasa berbeda entah karena langit yang terlihat lebih cerah, atau karena ada sesuatu yang berbuah dari dalam diri Nayla. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun dipendam seorang diri, dadanya kini terasa lebih ringan setelah tangisannya semalam bersama sang Ayah. Kejadian itu seolah sudah mengangkat sebagian beban yang selama ini ia bawa sendirian, luka itu memang belum hilang sepenuhnya tapi rasa sakit itu kini terasa lebih mereda.

Dan kali ini untuk pertama kalinya, Nayla ingin mencoba tanpa perlu berlari.

Pukul 06.30 pagi ponsel Nayla berbunyi seperti biasa, nama yang muncul di layar ponselnya pun sama seolah seperti absen yang harus hadir tepat waktu.

Arsen Mahardika

Melihat nama itu senyuman kecil langsung muncul dibibir mungil Nayla tanpa sadar, hal yang bahkan membuat Nayla terkejut.

" Selamat Pagi dokter galak 😀😀, apakah sudah bangun?"

" Sudah, Ar... Kamu sudah sarapan?"

Jika biasanya Nayla akan membalas pesan dengan singkat dan sedikit lama, sekarang jari itu langsung mengetik untuk mengirimkan balasan. Setelah pesan terkirim Nayla mendadak menutup wajahnya, karena merasa malu dengan pesan yang ia kirimkan. Entah kemana perginya gengsi dan dingin itu apakah sedang cuti, atau mungkin sudah resign.

" Ya Tuhan... Screenshot... Screenshot... Ini bukan mimpi kan?" begitulah isi balasan pesan dari Arsen.

" Kenapa?"

" Aku sedang memastikan jika pesan ini nyata, dokter Nayla mencair... barusan menanyakan aku sudah sarapan 😍😍"

Dan kali ini Nayla justru tertawa membaca pesan dari Arsen, sudah bisa dipastikan diseberang sana Arsen sedang heboh didalam kamarnya.

Empat puluh menit berlalu dengan kegiatan Nayla mempersiapkan diri untuk bekerja, mobil Arsen ternyata sudah sampai dihalaman rumahnya. Namun kali ini yang keluar lebih dulu adalah Nayla, dengan tangan kanannya membawa satu paper bag kecil berisi sarapan.

Arsen baru saja turun dari mobil langsung mengernyitkan keningnya.

" Hhmm.." Nayla berdehem pelan, sedikit gugup

" A.. Ak... Aku... ini sarapan buat kamu" Nayla menyerahkan paper bag itu kepada Arsen.

Satu detik, sepuluh detik Arsen hanya menatap paper bag itu, lalu menatap Nayla lalu kembali menatap paper bag lagi seolah otaknya sedang mencerna kejadian saat ini.

" Nay... Ini beneran buat aku?" Arsen memastikan.

" Iya..."

Senyuman paling lebar yang pernah Nayla lihat kini muncul diwajah Arsen, setelah Nayla menjawab dan entah kenapa melihat Arsen bahagia membuat hati Nayla terasa hangat.

" Terimakasih ya, akan saya simpan" ucap Arsen dengan tangan kanan yang sudah mengambil alih paper bag kecil itu.

" Itu buat dimakan, Ar. Bukan disimpan" ucap Nayla.

" Bukan... makanan ini mau aku pajang aja biar awet" Arsen menggelengkan kepalanya.

" ARSEN....!!!" gemas Nayla.

Laki-laki itu kini tertawa puas melihat ekspresi Nayla.

Diperjalanan menuju rumah sakit kini suasana didalam mobil terasa berbeda, lebih ringan, lebih nyaman, lebih dekat. Nayla bahkan tidak lagi berusaha menjaga jarak dengan Arsen.

" Ar... Ayah sudah cerita sama aku tentang..... Kamu yang meminta izin" Nayla berbicara pelan.

" Iya... Maaf kalau kamu merasa tidak nyaman, aku hanya ingin menjalani semuanya dengan restu yang baik. Maaf kalau aku tidak sempat meminta izin kamu dulu" tangan Arsen kini sedikit menegang dibalik kemudi.

Lampu merah membuat mobil kini berhenti, Arsen menatap kedepan beberapa saat.

" Nay, aku serius dengan hubungan ini dan aku enggak mau main-main" ucap Arsen tanpa ragu.

Ucapan Arsen kali ini sukses membuat jantung Nayla langsung berdebar lebih cepat, karena tidak ada keraguan sedikitpun dalam suara itu.

Hari itu Nayla bekerja seperti biasa, namun untuk pertama kalinya ia tidak lagi merasa sendirian. Ada sesuatu yang telah berubah lebih hangat, sesuatu yang membuatnya beberapa kali tersenyum sendirian.

" Kamu kenapa sih, Nayyyyy" ucap Celine curiga.

" Apa, Cel?" Nayla malah bertanya balik.

" Kamu senyum-senyum sendirian... Lagi jatuh cinta yaaa" goda Celine.

" Iihhb aku enggak senyum, ya...." Nayla langsung meminum kopi dihadapannya.

" Hahahha... Cieeeee" Celine tertawa puas.

1
partini
Thor kehidupan Nayla mirip Vania novel berjudul jodoh pilihan mama ibu nya kaya iblis tapi di sayang bngttttttttttttttttt sama mertuanya
Almeera: Oh ya kak? nanti aku coba mampir yaa 😍😍


Hihihi tapi Nayla ini murni karangan aku aja kak 🙏🙏🥲
total 1 replies
SANG
Lanjut dek💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
partini
suami nya kelihatan kecintaan Banggt kayanya ga mungkin deh slingkuh terus ningalin
partini: iya itu,,karma ga berlaku buat dia
total 2 replies
partini
udah hempas ke laut masa lalu yg menyakitkan,move on be happy kalian berdua seorang anak perempuan butuh ayah nya untuk jadi wali nikah kan
Almeera: Setujuu kak, hidup harus terus berjalan... kalau dia aja bisa santai kita bisa lebih cerah 😍😍
total 1 replies
partini
pastinya apa karam selalu ada berbuat baik di balas baik berbuat jahat di balas jahat juga,,kau memilih yg katanya hak is ok nikmati saja sekarang,kau meninggalkan suami dan anakmu nanti nya kamu dan anakmu di tinggal suami mu selingkuh
Almeera: Kakakkk setuju setiap perbuatan akan ada balasan dari semesta 🙏🙏

Terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak afirmasi positifnya dikarya sederhana ini 😍😍🙏
total 1 replies
SANG
Mantap banget dek💪👍
SANG: Masama dek
total 2 replies
SANG
Keren habis deh💪👍
SANG: Iya dek Kembali kasih
total 2 replies
SANG
Sembilan belas bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Oke dek. 👍💪
total 2 replies
SANG
Aku fokus ya dek😄
SANG
Like iklan plus komen💪👍
SANG
Semangat ya dek💪👍
SANG
Iya, seperti itu lah
SANG
Iya ada apa
SANG
Akhirnya
SANG
Nah bingung kan
partini
ibunya kaya ga bersalah,,dasar ibu lacknat semoga kena penyakit
Almeera: Hehehe 😁😁
total 1 replies
SANG
Baya bunga se kebon untuk adek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Almeera: thankyou kak🙏
total 1 replies
SANG
Kok bingung dek
SANG
Hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!