NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Pagi hari di gunung kemelut. Di sebuah gua di jurang gunung itu. Seorang lelaki tua masih bersila dalam semedinya, sementara tak jauh darinya seorang pemuda yang baru tumbuh memasak air dan menyiapkan makan pagi.

Pemuda itu Jaka Srenggi, Jaka Srenggi begitu bersemangat karena pagi ini dia akan memulai latihan pertamanya, tapi melihat Petapa muka dua bersemedi cukup serius Jaka Srenggi memutuskan untuk tak mengganggunya.

Jaka Srenggi tak tahu jika gurunya itu sedang berusaha terus melawan pengaruh dari racun kobra yang menggerogoti seluruh tubuhnya, menurut Jaka Srenggi, gurunya itu sedang tidur. Gerakan Jaka Srenggi meskipun pelan ternyata terdengar di telinga Bargola.

Petapa muka dua membuka matanya, wajahnya masih pucat meskipun tak sepucat tadi malam.

"kau sudah bangun Srenggi, aku pikir masih malam." kata bargola membuka percakapan.

"Hehehe!!"

"Iya guru, Srenggi sedang bersemangat karena guru akan melatih Srenggi hari ini." jawab Jaka Srenggi sambil terkekeh.

"Hahahaha!"

"Bagus kalau kau bersemangat. Guru suka semangatmu!" kata Bargola.

Petapa muka dua berdiri dan meminum air masakan Jaka Srenggi. Setelah itu keduanya makan.

"Ayo, ikuti aku!" kata Bargola.

Petapa muka dua menarik kerah baju Jaka Srenggi dan membawanya terbang.

"Guru...!!" jerit Jaka Srenggi ketakutan, dia belum pernah terbang dan bukan hanya itu kecepatan terbang Petapa muka dua juga sangat menambah ketakutannya.

"Diam! Kau ini akan jadi pendekar, jadi kau tak boleh takut!" bentak Petapa muka dua.

Jaka Srenggi diam dan menyembunyikan wajahnya di belakang gurunya.

Petapa muka dua menurunkan Jaka Srenggi di sebuah padang ilalang yang cukup luas, hanya ada satu dua kayu yang tumbuh di padang ilalang itu.

Petapa muka dua berjalan dan berhenti di bawah pohon besar yang sangat rimbun.

"Kemari Jaka!" panggil Bargola.

Jaka mendekat ke arah gurunya.

"Awalnya guru ingin melatihmu latihan fisik terlebih dahulu, guru ingin melatih otot pada tubuhmu. Tapi sepertinya otot dalam tubuhmu sudah tumbuh. Karena kau sudah bekerja di pelabuhan jadi itu menumbuhkan semua otot mu." kata Bargola yang ternyata sudah memperhatikan diri Jaka Srenggi.

"Iya guru! Otot Jaka memang sudah tumbuh besar." jawab Jaka dan menunjukkan ototnya yang sudah seperti otot orang dewasa.

"Karena itu guru akan memulai mengajari mu dasar dari ilmu Kanuragan. Kau harus mengikuti semua petunjuk dari guru."

"Paham!!"

"Jaka akan mengikuti semua perkataan guru.

apapun itu." jawab Jaka Srenggi.

"Yang pertama keseimbangan."

"Ambil batu itu" tunjuk bargola pada sebuah batu sebesar bola kasti.

Jaka Srenggi mengambil batu meskipun tak paham untuk apa batu itu.

"Ini guru!" kata Jaka dan memberikan pada Bargola.

"Letakkan di bawah." kata Bargola menunjuk kebawah.

Jaka Srenggi menjatuhkan batu kecil itu, tak mengerti apa tujuan dari batu kecil itu.

Bargola naik ke atas batu kecil itu dan berdiri dengan satu kaki. tubuh bargola sedikit pun tak limbung, padahal batu itu kecil hanya menampung setengah dari kaki bargola.

"Apa kau melihat yang guru lakukan???"

"Iya guru, Srenggi melihat nya."

"Lakukan sampai kau bisa berdiri seperti berdiri dengan kedua kaki." perintah bargola.

Jaka Srenggi mencoba berdiri di atas batu kecil itu, tubuhnya bergerak ke kiri dan ke kanan, mencari keseimbangan untuk menyeimbangkan tubuhnya.

"lakukan sampai kau menguasai keseimbangan mu."

Petapa muka dua kembali duduk bersemedi membiarkan Jaka Srenggi berusaha untuk melatih keseimbangan tubuhnya.

Jaka Srenggi terus berusaha dan berusaha. meskipun belum benar-benar menguasai tapi Jaka sudah mampu menyeimbangkan tubuhnya di atas batu kecil itu.

"Guru! guru...! Aku sudah berhasil!" teriak Jaka Srenggi dan itu menggangu semedi Bargola.

Petapa muka dua membuka mata karena jeritan Jaka Srenggi.

"Secepat itu??" gumam Petapa muka dua.

"Coba kau perlihatkan!" pinta Bargola.

Jaka Srenggi dengan antusias memperlihatkan hasil latihannya.

"Seandainya dia hidup di perguruan, Jaka Srenggi pasti akan salah satu jenius di dunia persilatan.

"Lakukan sampai sempurna, gantian kaki kiri dan kaki kanan."

"Baik, akan Jaka laksanakan semuanya guru."

Petapa muka dua cukup kaget dengan kecepatan Jaka Srenggi dalam menerima semua latihan darinya.

"Aku rasa cukup, Kau akan melanjutkan ke tahap berikutnya."

"Ambil posisi setengah jongkok. Dan pertahankan posisi itu."

Jaka Srenggi kembali tak membantah, melakukan semua yang di perintahkan oleh Petapa muka dua.

Petapa muka dua mengambil kayu yang cukup besar.

"Bukkkkk!"

"Usahakan kakimu untuk tak bergetar." kayu besar itu menghantam kaki kanan Jaka Srenggi.

"Aduh, sakit guru!"

"Diam dan jangan mengeluh. Ini termasuk hal dasar dari ilmu Kanuragan"

Jaka Srenggi kembali memposisikan seperti semula.

"Sepertinya hal yang paling mendasar sudah kau kuasai Jaka. Guru sungguh senang memiliki murid berbakat sepertimu." puji Petapa muka dua.

Bagaimana Petapa muka dua tak memuji, hanya dalam satu hari Jaka Srenggi sudah menguasai dasar-dasar dari ilmu Kanuragan, jika di perguruan besar Jaka Srenggi akan dilatih langsung oleh guru besar.

"Kapan Jaka akan berlatih jurus guru??" tanya Jaka Srenggi sangat antusias.

"Sepertinya kau sangat menginginkannya Jaka? Baik, guru akan melatihmu jurus-jurus yang guru miliki."

"Kemari dan ikuti guru." kata Petapa muka dua dan berjalan.

Petapa muka dua berjalan ke arah sebuah batu besar.

"Kau dan guru sama-sama memiliki elemen api. Jadi guru bisa memberikan mu jurus tangan kosong."

"Jurus tangan api."

"Perhatikan!"

Tangan Petapa muka dua memukul sebuah batu.

"Bammmmmmm!"

Batu itu hancur berkeping keping. Jaka Srenggi menelan ludah karena itu sangat mengagetkan bagi dirinya.

"Apa kau ingin mempelajarinya Srenggi??" tanya Petapa muka dua.

"Iya guru! Ajarkan Srenggi jurus itu, ajarkan Srenggi jurus itu guru." pinta Jaka Srenggi dengan permintaan yang sangat antusias.

"Itu jurus tinju api Srenggi. Sebelum ke jurus itu kau harus melewati beberapa tahap. kau kesana ambil tanah keras yang ada!" perintah bargola.

Jaka yang memang sangat antusias berlari dan kembali dengan memundak tanah keras yang cukup besar.

"Perhatikan lagi!"

Petapa muka dua merapatkan dua jarinya, dan menusuk tanah keras itu seperti menusuk menggunakan pedang.

"Itu jurus jari api."

"Jurus pertama dari jurus tangan api. Jika kau ingin menguasainya pertama kau harus berhasil menusukkan jarimu ketanah keras itu. Apa kau akan mau berusaha??" tanya Petapa muka dua.

"Pasti guru. Tapi apa tujuannya guru??" tanya Jaka Srenggi.

"Jurus ini menggunakan jarimu sebagai tumpuan seranganmu, sebagai ahli tangan kosong seseorang harus memiliki sesuatu yang bisa dijadikan senjata,"

"Srenggi paham guru. Srenggi akan mencoba nya."

Jaka Srenggi merapatkan jarinya.

"Aduhhh...!!" Jaka Srenggi meringis sakit saat dia menusuk dengan keras menggunakan jari, jarinya mental karena tanah itu begitu keras.

"Hahahaha!"

"Bagaimana Jaka Srenggi??" tanya Petapa muka dua.

"Sakit guru...!!"jawab Jaka Srenggi malu.

"Apa kau akan menyerah??"

"Tidak guru! Apa aku terlihat seperti orang yang akan menyerah??" kata Jaka Srenggi tetap bersemangat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!