**INI ADALAH BOOK KE 2 DARI SEMBILAN GULUNGAN NAGA LEGENDARIS.**
Ketika seluruh semesta terancam, satu pemuda harus memilih: menjadi monster yang menyelamatkan dunia, atau tetap manusia dan membiarkan semua musnah.
Lin Tian, kehilangan segalanya, karena invasi entitas misterius yang melahap dimensi. Kini, sebagai pewaris teknik "Orkestrasi Sembilan Naga," ia melintasi batas dimensi untuk berburu Master mereka: Pemangsa Dimensi yang mengancam 30 dimensi sekaligus.
Di Dimensi Asura, dimensi pejuang brutal, Lin Tian menemukan kekuatan... tapi hampir kehilangan kemanusiaannya. Antara latihan mematikan, pertarungan melawan entitas cerdas, dan persahabatan yang tak terduga, ia belajar kebenaran paling sulit: kekuatan tanpa hati adalah tirani, tapi hati tanpa kekuatan adalah kehancuran.
Bisa kah ia menyelamatkan alam semesta tanpa kehilangan jiwanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 : Latihan Brutal
Fajar merah kembali muncul di langit Dimensi Asura. Namun kali ini, Lin Tian tidak menuju arena umum.
Ia dibawa ke wilayah khusus yang hanya digunakan oleh murid pribadi Kharos.
Dan begitu tiba di sana, ekspresinya langsung berubah serius.
Area pelatihan itu sangat besar, membentang hampir sepuluh kilometer ke segala arah. Namun tempat tersebut sama sekali tidak terlihat seperti lokasi latihan biasa.
Lebih mirip wilayah kematian.
Di satu sisi, terdapat pegunungan hitam yang dipenuhi badai petir merah. Di sisi lain terlihat jurang dalam dengan aliran lava menyala di bawahnya.
Ada padang es yang suhunya terasa membekukan jiwa, sementara beberapa ratus meter dari sana berdiri gurun panas dengan udara yang terdistorsi akibat tekanan energi.
Semua kondisi ekstrem ada di tempat ini.
Dan yang paling mengerikan... Gravitasi di area tersebut jauh lebih berat dibanding wilayah normal Dimensi Asura.
Bahkan saat baru masuk, tubuh Lin Tian langsung terasa tertarik ke bawah dua kali lebih kuat dari biasanya.
Energi spiritual di tempat itu juga sangat padat.
Setidaknya tiga puluh kali lebih pekat dibanding Alam Tingkat Rendah.
Tekanan dari lingkungan nya saja sudah cukup membuat kultivator biasa runtuh.
Lin Tian perlahan menarik napas.
Tempat ini bukan arena latihan. Ini wilayah kematian.
Di tengah area itu, Kharos sudah berdiri menunggu.
Tubuh raksasanya terlihat santai, tetapi tekanan yang keluar darinya tetap terasa mengerikan.
"Lin Tian," katanya saat melihat pemuda itu datang. "Kau datang tepat waktu."
Ia mengangguk kecil.
"Bagus. Disiplin adalah dasar dari kekuatan."
Tatapan emasnya menyipit.
"Hari ini pelatihan mu dimulai dan metodenya... Sangat brutal."
"Peluang hidupmu tidak pasti. Jadi sebelum mulai… apakah ada pertanyaan?"
Lin Tian berpikir sejenak sebelum menjawab.
"Berapa lama pelatihan ini akan berlangsung?"
"Metodenya seperti apa?"
"Dan tujuan akhirnya apa?"
Senyum ganas langsung muncul di wajah Kharos.
"Pertanyaan bagus, kau berpikir secara strategis."
Ia mulai berjalan perlahan sambil menjelaskan.
"Durasi pelatihan tidak pasti, minimal sampai kau mencapai Ranah Transformasi Jiwa Lapisan Kelima."
"Lebih baik lagi jika mencapai Lapisan Keenam."
Tatapannya kini berubah lebih dalam.
"Itu bisa memakan waktu berbulan-bulan, mungkin satu tahun."
Lin Tian diam dan mendengarkan.
"Metodenya sangat sederhana, Kau akan ditempa melalui pertarungan, bertahan hidup, kultivasi, dan pemahaman tentang kekuatan."
"Rasa sakit akan menjadi hal biasa."
"Kematian akan selalu berada di dekatmu, tetapi pertumbuhanmu akan dipaksa terjadi."
Aura Kharos perlahan meningkat.
"Dan tujuan sebenarnya bukan hanya kekuatan." Tatapan emasnya menatap langsung ke mata Lin Tian.
"Aku ingin membentuk karaktermu, kekuatan tanpa karakter hanyalah kehancuran yang tidak terkendali."
Kata-kata itu membuat Lin Tian sedikit terdiam.
Pemahaman itu terdengar sangat mirip dengan ajaran Yeye.
Tanpa sadar, ia mulai melihat kesamaan antara Lin Feng dan Kharos.
Cara mereka berbeda. Namun inti pemikirannya hampir sama.
Lin Tian mengangguk perlahan.
"Aku mengerti, dan aku juga siap."
Kharos langsung tertawa kecil.
"Tidak."
"Kau belum siap."
"Tidak ada seorang pun yang benar-benar siap menghadapi latihan seperti ini."
Ia lalu menyeringai ganas.
"Tapi kau tetap mencoba, dan itu sudah cukup."
Detik berikutnya, Aura besar langsung menyelimuti area pelatihan.
"Pelajaran pertama."
"Ketahanan Hidup."
BOOOOM!
Gravitasi di seluruh area tiba-tiba meningkat drastis.
Dari dua kali gravitasi normal, menjadi enam kali lipat.
Tubuh Lin Tian langsung jatuh menghantam tanah.
DUAAK!
Tanah di bawahnya retak seketika.
Matanya langsung melebar.
Apa ini?!
Seluruh tubuhnya terasa seperti dihancurkan gunung raksasa. Tulang-tulangnya berbunyi keras akibat tekanan mendadak itu.
Bahkan bernapas terasa sangat sulit.
Ia mencoba menggerakkan tangannya, dan nyaris tidak mampu.
Sementara itu, Kharos tetap berdiri santai seolah tidak terjadi apa-apa.
"Gravitasi enam kali lipat," katanya tenang. "Untuk dirimu saat ini… berdiri saja mustahil."
Tatapan emasnya penuh tekanan. "Jadi tugas pertamamu sangat sederhana."
"Berdiri."
Lin Tian mencoba mengangkat tubuhnya, tetapi langsung jatuh lagi.
Kharos tetap memperhatikan tanpa rasa kasihan.
"Kau punya waktu satu jam, jika gagal… pelatihan selesai. Kau akan dikirim kembali ke Alam Rendah."
Tatapannya berubah menjadi dingin.
"Dan kau akan tetap lemah selamanya."
Keheningan memenuhi area latihan. Lalu suara Kharos kembali menggema.
"Mulai."
Satu jam. Tugasnya hanya satu. Cuman Berdiri.
Namun di bawah gravitasi enam kali lipat, hal sederhana itu terasa mustahil.
Tubuh Lin Tian menempel di tanah seperti dihimpit gunung raksasa. Setiap tulang berbunyi keras, sementara otot-ototnya terasa hampir robek hanya karena mencoba bergerak.
Ia memaksa tangannya menopang tubuhnya.
Lalu jatuh lagi.
Mencoba bangkit.
Jatuh lagi.
Dan terus berulang tanpa hasil.
Waktu terus berjalan.
Sepuluh menit pertama, ia bahkan tidak mampu mengangkat tubuhnya.
Dua puluh menit kemudian, ia baru bisa menggerakkan jari sedikit.
Tiga puluh menit berlalu, dan rasa putus asa mulai muncul.
Jika gagal di sini, pelatihannya selesai.
Jika pelatihannya selesai, maka dirinya akan tetap lemah.
Dan jika tetap lemah… Misinya gagal.
Kharos hanya berdiri diam memperhatikan tanpa membantu sedikit pun.
Tatapan emasnya tajam, seolah sedang menguji kehendak Lin Tian sampai batas paling dalam.
Saat tubuhnya hampir menyerah, sebuah suara kembali muncul di benaknya.
Suara Lin Feng.
"Tian… kata mustahil hanyalah sebuah kata."
"Selama kau masih mencoba, semuanya tetap memiliki kemungkinan."
Mata Lin Tian perlahan terbuka.
Benar.
Mustahil bukan alasan untuk berhenti mencoba.
Lalu tiba-tiba sebuah pemahaman muncul di pikirannya.
Gravitasi memang menekan tubuh fisiknya. Tetapi dirinya bukan hanya tubuh fisik.
Ia memiliki energi spiritual.
Selama ini ia terus mencoba melawan gravitasi menggunakan otot dan tenaga biasa.
Padahal seharusnya ia memperkuat tubuhnya dengan energi jiwa.
Tatapannya langsung berubah fokus.
"Penguatan Fusi Jiwa!"
Energi spiritual mengalir deras ke seluruh tubuhnya. Otot, tulang, organ, dan meridiannya mulai diperkuat dari dalam.
Tubuh Lin Tian perlahan bergerak.
Gemetar.
Sakit.
Sedikit demi sedikit, ia berhasil mengangkat tubuhnya dari tanah.
Dan tepat di menit keempat puluh lima, Ia akhirnya berdiri.
Meski tubuhnya masih gemetar hebat, ia berhasil.
Kharos terkejut dan akhirnya mengangguk kecil.
"Aku puas. Empat puluh lima menit untuk beradaptasi. Itu sangat cepat."
"Kebanyakan orang bahkan gagal berdiri sama sekali."
Lin Tian baru saja menarik napas lega ketika Kharos kembali berbicara.
"Tapi berdiri hanyalah awal." Senyumnya berubah menjadi ganas. "Sekarang waktunya bergerak."
Lin Tian langsung merasa firasat buruk.
"Sepuluh putaran mengelilingi arena dan untuk gravitasi tetap enam kali lipat."
"Mulai."
Mata Lin Tian langsung melebar.
Sepuluh putaran?
Dengan ukuran arena sebesar ini, berarti hampir empat puluh kilometer. Di bawah gravitasi enam kali lipat.
Ini gila.
Putaran pertama langsung terasa seperti siksaan.
Setiap langkah membuat kakinya terasa hancur. Paru-parunya terbakar, sementara ototnya menegang sampai hampir robek.
Satu kilometer terasa seperti sepuluh kilometer. Namun ia tetap memaksa tubuhnya bergerak.
Putaran kedua jauh lebih buruk. Penglihatannya mulai kabur.
Kesadarannya terasa goyah. Dan di belakangnya, suara Kharos menggema keras.
"Lebih cepat! Kecepatan seperti itu tidak bisa diterima!"
"Kau boleh mati, tapi kau tidak boleh berhenti!"
Lin Tian menggertakkan gigi nya dan terus berlari.
Putaran ketiga hampir menghancurkannya sepenuhnya.
Tubuhnya mulai kehilangan kekuatan. Bahkan pikirannya dipenuhi rasa sakit.
Ia benar-benar merasa berada di ambang kematian.
Tidak sanggup lagi…
Terlalu berat…
Namun sekali lagi, suara Yeye muncul dalam ingatannya.
"Tian."
"Pertumbuhan hanya ada di luar batasmu. Jika selalu nyaman, kau tidak akan pernah berkembang."
Lin Tian mengepalkan tangannya.
Yeye selalu benar.
Dengan sisa tenaga yang hampir habis, ia terus memaksa tubuhnya bergerak.
Melampaui rasa sakit.
Dan saat memasuki putaran keempat, Sesuatu berubah.
Tubuhnya mulai menyesuaikan diri.
Gravitasi yang sebelumnya terasa menghancurkan perlahan mulai bisa diterima. Otot dan tulangnya seperti berkembang langsung di tengah latihan brutal itu.
Tubuhnya berevolusi.
Putaran kelima hingga kesepuluh tetap sangat berat, tetapi tidak lagi terasa mustahil.
Dan akhirnya, Lin Tian berhasil menyelesaikan seluruh putaran.
Empat puluh kilometer. Dengan gravitasi enam kali lipat.
Saat mencapai garis akhir, tubuhnya langsung roboh ke tanah sambil terengah-engah hebat.
Ia nyaris mati.
Kharos berjalan mendekat sambil menatap Lin Tian yang terbaring kelelahan.
"Mengesankan. Sebagian besar murid mati sebelum putaran kelima."
Tatapan emasnya menyipit.
"Tubuhmu beradaptasi sangat cepat, itu semakin membuktikan bahwa kau memang jenius."
Lin Tian bahkan tidak punya tenaga untuk menjawab. Namun Kharos belum selesai.
"Tapi ini baru permulaan."
Ia menunjuk sebuah batu besar di dekat arena.
"Lima menit istirahat. Setelah itu, latihan pertarungan dimulai."
Lin Tian hampir ingin tertawa pahit.
Lima menit istirahat setelah latihan seperti ini terasa terlalu kejam.
Namun di Dimensi Asura, belas kasihan memang bukan sesuatu yang umum.