silahkan baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14
3 tahun setelah papa mamaku meninggal aku mulai belajar menerima kenyataan.Oma mengajarkan aku untuk jadi lelaki kuat.Walaupun aku sering menangis dibelakang oma.Aku rindu mama papaku.
"Drian makan dulu.Oma udah siapin sarapan.Oma mau ke perkebunan.Kamu jaga rumah ya sama bibik merlin".
"Iya oma."Sibuk melukis.
Adrian kecil hanya menghabiskan waktu bernyanyi di paduan suara gereja dan melukis di halaman belakang serta di kamar dia.Drian sosok yang penuh dengan kekosongan tanpa arah tujuan.
"Tuan..Mandi dulu..Bibik sudah siapkan makan siang dibawah.Oma bilang tuan harus makan.Nanti oma marah sama saya."
"Iya bik merlin nanti ian makan."
"Tuan kalau ada apa apa bibik di belakang ya.Sama Miu dan Chik anjing piaraan oma."
"Iya bik merlin."Berteriak dari kamarnya.
"Tuan jangan lupa mandi..Nanti air hangatnya dingin.:
"Iya bik."Masih sibuk melukia
Oma pulang dari perkebunan.Dimeja sudah tersedia bajigur dan roti untuk makan malam.
"Bik..Bik merlin.."
"Iya nyonyah..."
"Miu dan chik udah dikasih makan?"
"Sudah nyonyah.."
"Drian mana?Kenapa belum turun juga."Menengok kanan kiri.
"Dikamar dia nyonyah.."
"Sudah makan dia?"
"Tadi saya sudah siapkan makanan tapi tuan drian hanya makan sedikit."
"Oh ya sudah..panggilkan Adrian ke bawah ya bik.."
Drian yang sedang melukis di meja belajar mendengar suara bik merlin.Seketika drian menyelesaikan dan merapikan semua alat mengambarnya.
"Tok...tok..tok...Tuan dipanggil nyonyah dibawah."
"Iya bik..bentar bik lagi pakai baju."merapikan meja dan bersiap siap turun.
"Ayo bik."Mengengam tangan bik merlin.
"Baik tuan."
Drian turun dari lantai 2 menuju ruang makan.Dengan baju tidurnya lengkap.
"Nyonyah ini tuan driannya."Melepaskan gengaman tangan Drian.
"Bibik istirahat ya besok kita kedatangan tamu.Persiapkan semua dengan baik.Bilang pak Sunaryo untuk bersihkan taman depan ya bik.Semua harus perfect."
"Baik nyonyah."Bik merlin menunduk dan meninggalkan ruang makan menuju kamarnya..
"Oma kok om supir sama bibik lagi bersih bersih sampai ada bnyak piring dikeluarin.Ada acara apa oma?"
"Ada deh sayang.Sudah kamu mandi!
Besok kan imlek kita harus ziarah ke makam leluhur dan mama papa kamu."
"Yah oma kok gitu."Cemberut.
"Sudah sana kamu mandi."mencubit pipi ian.
"Iya oma."Naik ke kamarnya dan masih cemberut.
Hari imlek telah tiba.Adrian pergi ke makam leluhurnya dan ke makam mama papanya.Namun sebelum pergi ternyata tamu sepesial oma datang.Drian yang sedang bermain ditaman sendirian terkejut melihat tamu yang datang.
"Hi..my sister."Marco memeluk oma.
"Hi..kok datangnya lebih cepat dari jadwal?.Katanya datang waktu acara imlek mulai?"Melepaskan pelukan marco.
"Iya..Si cantik anakku minta mainan sekalian aja aku kesini."
"Hi nak siapa nama kamu mei mei?"
"Nita..madam.."Mengulurkan tangannya.
"No..don't call me madam..panggil saja oma.."Menyambut uluran tangan Nita.
"Aku nita oma.Senang ketemu oma."Tersenyum manis.
"Lihat tuh..Koko koko yang ditaman..Dia calon jodoh kamu."
"Mana oma..Iyakah oma?..Asik aku udah punya jodoh.."
"Sudah sana kalian berkenalan."Suruh oma.
"Iya oma.."Berlari kecil ke arah Drian.
Nita datang ke taman dan mengulurkan tangannya meminta berkenalan.Drian yang sedang menyiram tanaman tak sengaja menyemprotkan air ke dress putih milik Nita.
"Hi..Ko boleh kenalan?"Menadahkan tangan meminta berkenalan.
"Siapa kamu.."Berteriak sambil menyemprotkan air dari selang di taman.
"Koko jahat.Bajuku basah.."Berlari sambil menangis ke arah oma.
Oma yang sedang bersantai dengan papa Nita terkaget akan perlakuan cucunya.
"Oma....koko jahat.."Menangis.
"Driannnnnn....Kesini kamu."dengan muka marah oma memanggil adrian.
"Maaf oma aku kaget.Aku gak tahu ada orang didepanku".
"Kamu gimana si drian."menjewer telinga drian
"Wekkkk...Wekkk.."Nita mengejek.
"Aduhhh oma sakit.."
"Liat tuh calon istri kamu basah bajunya..:
"Ampun oma.Sakit."Memegang tangan oma.
"Malu maluin aja si drian.Kasian kan nita kebasahan.cuaca lagi dingin.Kasian dia nanti kalau sakit gimana?."
"Ma...ma..Maaf oma."
"Bik merlin.Siapin air hangat dan baju chongsam merah di lemari buat Nita."
"Baik nyonyah."
"Berrrr...Dingin..Oma..Dinginnnn."Sambil mengigil kedinginan.
Bik merlin merebus air didalam panci besar untuk mandi Nita dan Drian.
"Nyonya udah siap airnya."
"Drian sama Nita mandi dulu sana.Nanti masuk angin."
"Iya oma."Jawab Nita dan Drian bersamaan.
Nita kecil dan Drian pergi ke kamar mandi sebelah kamar Drian.Mereka mandi berdua.
"Koko tutup bajunya.Jangan Telanjang didepanku.Koko mecum.."Menutup mata ke arah drian.
"Apa to.Udah ayo kita mandi."Mengendong Nita ke bak mandi.
"Byurrrr..Aaaaahhhhh tutup badan koko.."Menjerit sambil menutup matanya dengan tangannya.Muka Nita memerah.
"Kamu harus terbiasa.Karena nantinya pas dewasa kamu calon pengantin aku."
"Bodo amat.Wekkkk..".Sindir Nita..
"Awas kamu ya.."
"Byurr..Byurr.."Mencipratkan air di bak mandi ke tubuh ian.
"Brani braninya kamu..Uhhhh..."Membalas Nita dengan menguyurnya pakai gayung.
Drian dan Nita mandi berdua.Setelah mandi mereka turun untuk minum coklat bikinan oma.
"Nita sayang ini minumannya."
"Makasih oma."
"Sister aku gak bisa lama lama.Aku harus segera pergi ke Japan.Titip Nita ya."
Oma mengantarkan Marco ayah Nita keluar ke depan rumahnya.Marco pamitan pada oma.
"Saya pergi dulu ya sister.Titip Renita jangan lupa always kasih kabar ke aku ya sister."Memeluk oma.
"Tentu saja, kamu gak usah khawatir.Renita bakal aman sama aku.Percayalah, padaku Marco brother."
"Yasudah, saya berangkat ya sister."Masuk ke mobilnya.
"Hati hati ya brother."Melambaikan tangannya.
"Yes sister.Titip Nita ya."
"Oke.serahkan padaku."
Oma memasuki rumah dan mengatakan pada Nita bahwa ayahnya telah pergi ke japan.
"Nita..ta..."
"Iya oma."Sambil menghabiskan coklat yang dibikinkan oma.Bibir Nita blepotan coklat.
"Ih...jorok blepotan bibirnya."Sindir Drian.
"Koko bersihin...Jahat banget".
"Gak mau..dasar jelek."
Oma masuk ke rumah dan duduk diruang makan bersama Drian dan Nita.
"Malam ini ian bobok bareng Nita ya."Tukas oma.
"Apa oma!!!!..Gak mau bobok sama cewek jelek."
"Emank koko ganteng.Ngaca donk ko.uhhhh..Ngeselin banget kamu."Ngedumel sambil cemberut.
"Non..Tuan..kamarnya udah siap kalau mau tidur silahkan naik ya."Ucap Bik merlin.
"Makasih ya bik."
"Sama sama nyonyah.Saya pamit tidur dulu ya nyonyah."
"Baik bik.Tolong bilangin pak sunaryo untuk siapin mobil.Besok Ian sama Nita mau saya ajak ke makam leluhur."
"Baik nyonyah."
"Drian,Nita malam ini kalian tidur sekamar ya."
"Gak mau oma."Kompak menjawab bersamaan.
"Drian yang sopan donk sama calon istri kamu.."
menjewer telinga drian.
"Aduhhhh sakit..oma..a..a..ampun oma.Iya oma maaf."
"Yaudah ajak Nita ke kamar sana."
"Iya oma."
Drian mengandeng tangan Nita.Sebelum ke kamar
oma mencium Nita.
"Ayo jelek ke atas tidur."
"Gak mau..uhh.."Ngedumel dan memalingkan muka.
"Udah ayo.."menarik pergelangan tangan Nita.
"Oma aku bobok dulu ya."
"Iya sayang".mengecup kening Nita.
"Aku gak pernah dicium.Kok cuma si jelek yang dicium."Mengerutu.
"Ngapain kamu oma cium.Cucu ngeselin."
"Uh..oma jahat.."
Drian menarik tangan Nita sambil ngedumel gak jelas.Sampailah mereka ke kamar Drian.Drian membuka pintu kamarnya.
"Koko..Bagus banget kamarnya.Banyak lukisannya."Terperanga sambil masuk perlahan.
"Jangan sentuh barang apapun di kamar aku."
"Pelit amat kamu ko..Dasar jelek".Ngedumel dalam hati.
"Biarin..wek..."Mengejek.
"Uhhh jahat..."Nita naik ke kasur dengan cemberut dan mulai tidur.
"Mah..Pa..jangan khawatir Drian gak punya jodoh ya..Drian udah dijodohin sama Nita.Papa mama berkatin Drian ya."Mencium foto kedua orang tuanya.
"Papa.....Jangan tinggalin aku.."menangis terisak isak dengan mata terpejam.
"Jelek kenapa?.Bangun.."Menepuk pipi Nita.
"Koko takut.."Memeluk Drian.
"Gak apa apa ada koko.Udah tidur ya.pegang tangan koko.Kamu gak sendiri kok sayang."Membelai rambut Nita.
"Iya ko..."Tidur dipangkuan drian.
1 malam dirumah Drian telah terlewati.Esok paginya mereka pergi berziarah ke makam leluhur dan keluarga Drian.Hari ini imlek pertama bersama dengan calon jodohku.
"Nyonyah mobil sudah siap."Pak sunaryo menyerahkan kunci mobil mercedes tahun 90an.

"Ayo Nita drian kita berangkat."Teriak oma.
"Ayo jelek.."Drian mengandeng tangan Nita.
"Ayo ko."
Sesampainya di makam keluarga dan leluhur oma menceritakan sedikit kisah Drian pada Nita.
"Sayang, mama kenalin calon istri Adrian.Ini dia, namanya Renita.Kalau saja kalian masih hidup pasti kalian akan bahagia melihat Drian bersama jodohnya."Mengelus nisan anak dan menantunya.
"Oma ini makam siapa?"Polos bertanya.
"Ini papa sama mama drian."
"Papa mama koko oma?."
"Iya sayang.papa mama koko udah jauh ada disurga.Mereka meninggal karena kecelakaan mobil waktu drian masih TK."
"Oma jangan nangis ya ada aku disini."Menyeka air mata Oma.
"Iya sayang.Oma mau kalian berdua dewasa bersama dan akhirnya menikah."
"Aku janji oma apapun yang terjadi walaupun nanti waktu misahin kita aku bakal tetap stay selalu sama ian."
"Iya.Makasih sayang."Mengengam tangan Nita.
"Iya oma."
"Oma ada drian juga oma jangan sedih ya.Drian bakal jagain oma."
"Iya..makasih ya cucu dan calon istri cucu oma."
Nita dan Drian melewati hari imlek dengan sukacita.Banyak sodara serta teman sejawat oma Drian yang hadir dalam pesta imlek yang dibuat oma.
Yuk dukung terus author carany like❣
vote dan selalu fav karyanya
maksih kakak*