Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14: Kebangkitan Sang Permaisuri
Hawa dingin di Lembah Kematian mendadak menjadi begitu ekstrem hingga oksigen seolah membeku di udara. Xiao Yuan berdiri kaku, matanya terpaku pada sosok pria bertopeng naga emas yang berdiri di samping Hong Yue. Getaran energi yang terpancar dari pria itu sangat menyakitkan bagi Xiao Yuan; itu adalah resonansi frekuensi yang sama dengan bagian tubuhnya yang pernah dicuri.
"Siapa kau?" suara Xiao Yuan parau, setiap kata yang keluar dari mulutnya menciptakan uap es.
Pria bertopeng itu tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengangkat tangannya, dan cahaya keemasan yang murni meledak dari telapak tangannya, membentuk cakar naga raksasa yang mencoba mencabik udara.
"Kau tidak mengenali bayanganmu sendiri, Xiao Yuan?" Hong Yue berbicara dengan nada simPATI yang palsu. "Setelah kau mengambil kembali sumsummu dari Lu Chen, Ling’er tidak tinggal diam. Dia menggunakan teknik terlarang 'Pencangkokan Arwah' dan darah jantungnya sendiri untuk menciptakan pelindung baru. Pria ini adalah bayangan kegelapan dari masa lalumu."
Xiao Yuan menggeram. Ia menyadari bahwa pria ini adalah klon energi yang dibuat dari sisa-sisa sumsumnya yang tertinggal di tubuh Lu Chen, yang kemudian diperkuat dengan alkimia hitam Sekte Awan Langit.
"Jadi, dia mengirim boneka untuk menyelesaikanku?" Xiao Yuan menghunus Pedang Keruntuhan Abadi. "Bahkan jika dia mengirim seluruh tentara surga, aku akan tetap memenggal kepalanya!"
BOOM!
Pria bertopeng itu melesat. Kecepatannya melampaui logika, meninggalkan jejak ledakan emas di tanah. Xiao Yuan menangkis serangan itu dengan bilah pedangnya, namun hantaman itu begitu kuat hingga ia terdorong mundur puluhan meter, menabrak dinding es lembah hingga hancur.
Di saat yang sama, di dalam gua, Yun’er menjerit.
Peti mati kristal itu kini retak seribu. Cahaya biru yang tadinya lembut berubah menjadi badai es yang menyayat. Kakek Gu terlempar ke sudut gua, tak berdaya menahan tekanan aura yang keluar dari tubuh Permaisuri Phoenix Es yang mulai bergerak.
"Yuan! Tolong!" teriak Yun’er.
Mendengar teriakan itu, mata Xiao Yuan berubah menjadi biru safir yang menyala. Ia tidak bisa membiarkan Yun’er terluka. Namun, pria bertopeng itu kembali menyerang dengan rentetan tinju yang dialiri api emas.
"Enyahlah dari jalanku!" Xiao Yuan berteriak. Ia melepaskan teknik Naga Es Neraka. Api hitam yang membeku menyelimuti tubuhnya, membentuk zirah es tipis namun tak tertembus.
SLASH!
Xiao Yuan menebaskan pedangnya dengan teknik Tebasan Keempat: Kehampaan Jiwa. Serangan itu membelah serangan emas pria bertopeng dan melukai dadanya. Namun, pria itu tidak merasakan sakit; ia hanya terus menyerang seperti mesin pembunuh tanpa jiwa.
Di dalam gua, kristal itu akhirnya meledak.
PRANG!
Sesosok wanita dengan gaun biru berkibar berdiri di atas altar. Matanya terbuka, namun tidak ada bola mata di sana hanya ada pusaran badai salju yang tak berujung. Inilah Permaisuri Phoenix Es, namun jiwanya belum sepenuhnya kembali. Yang bangkit hanyalah tubuh yang digerakkan oleh insting pertahanan purba.
Wanita itu mengangkat tangannya, dan seluruh Lembah Kematian bergetar. Pilar-pilar es raksasa mencuat dari dalam tanah, menusuk siapa saja yang ada di sana termasuk para kultivator yang tersisa dan bahkan pria bertopeng naga emas.
"Ibu! Berhenti!" Yun’er mencoba mendekat, namun hawa dingin di sekitar permaisuri itu bisa membekukan darah dalam sekejap.
Xiao Yuan melihat kekacauan itu dari mulut gua. Ia menyadari bahwa jika ia tidak bertindak, permaisuri yang baru bangkit itu akan menghancurkan segalanya, termasuk Yun’er yang ia cintai.
"Hong Yue, jika kau ingin aku tetap hidup untuk kesepakatanmu, bantu aku menahan boneka ini!" teriak Xiao Yuan kepada Ratu Bayangan.
Hong Yue tampak ragu sejenak, lalu ia mendesah. "Ah, kau benar-benar merepotkan, Tuan Muda Xiao." Ia mengeluarkan kipas merahnya, yang saat dibuka, melepaskan ribuan benang sutra beracun yang mengikat pria bertopeng naga emas, menahannya sejenak.
Xiao Yuan memanfaatkan celah itu untuk melesat masuk ke dalam gua. Ia melihat permaisuri Phoenix Es sedang mencekik udara, menciptakan pusaran es yang hampir menelan Yun’er.
"Permaisuri! Lihat aku!" Xiao Yuan berteriak, menyalakan aura Naga Langit dari liontin ibunya.
Cahaya perak dari liontin itu bertabrakan dengan cahaya biru dari permaisuri. Untuk sesaat, badai itu mereda. Sang permaisuri menoleh ke arah Xiao Yuan. Untuk sesaat, pusaran di matanya melambat, dan ia melihat bayangan ibu Xiao Yuan di dalam diri pemuda itu.
"Ye... Ling?" suara sang permaisuri terdengar seperti gesekan es, sangat tua dan penuh kerinduan.
"Aku putranya," ucap Xiao Yuan dengan lantang. "Yun’er adalah putrimu. Jangan hancurkan dia!"
Sang permaisuri menatap Yun’er yang sedang ketakutan. Perlahan, kesadaran mulai kembali ke matanya. Hawa dingin yang mematikan mulai menyusut, kembali masuk ke dalam tubuhnya. Ia jatuh terduduk di atas altar, napasnya terengah-engah.
Namun, ketenangan itu hanya berlangsung sesaat. Dari luar gua, sebuah tawa melengking yang sangat familiar terdengar.
"Sungguh pemandangan yang menyentuh hati. Reuni para pecundang."
Xiao Yuan membeku. Ia mengenali suara itu lebih baik daripada siapa pun. Ia berbalik perlahan dan melihat seorang wanita melayang di udara, mengenakan jubah putih emas dengan mahkota naga di kepalanya.
Ling’er.
Dia tidak lagi tampak seperti gadis lemah lembut yang dulu dikenal Xiao Yuan. Auranya sekarang penuh dengan kegelapan yang disamarkan oleh cahaya suci. Di tangannya, ia memegang sebuah jantung mekanis yang berdetak alat pengendali untuk pria bertopeng naga emas tadi.
"Ling... er..." Xiao Yuan menggeram, nama itu keluar dari mulutnya seperti kutukan.
"Halo, Yuan-er sayang. Kau terlihat jauh lebih tampan dengan rambut putih itu," ucap Ling’er dengan senyum manis yang beracun. "Tapi sayangnya, hari ini aku tidak datang untuk bernostalgia. Aku datang untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milik suamiku yang baru yaitu kepala Phoenix Es dan sumsum nagamu yang sudah berevolusi."
Di belakang Ling’er, muncul ratusan prajurit elit Sekte Awan Langit, masing-masing memegang busur yang anak panahnya telah diolesi darah iblis pemakan energi.
Xiao Yuan berdiri di depan Yun’er dan permaisuri yang lemah, melindungi mereka dengan tubuhnya sendiri. Pedang Keruntuhan Abadi di tangannya mulai membara dengan api hitam yang lebih panas dari sebelumnya.
"Kau ingin kepalaku, Ling’er?" Xiao Yuan tersenyum dingin, senyum yang mengandung janji akan penderitaan yang tak terbayangkan. "Malam ini, aku akan menunjukkan padamu bahwa neraka yang kau berikan padaku... sekarang telah menjadi rumahku."
Ling’er mengangkat tangannya, memberikan sinyal untuk menyerang. Namun, sebelum satu pun anak panah lepas, sang Permaisuri Phoenix Es yang tadi lemah tiba-tiba memegang bahu Xiao Yuan. "Gunakan kekuatanku, Nak. Satukan esku dengan api nagamu. Tunjukkan pada wanita ular ini apa artinya kemurkaan sejati." Xiao Yuan merasakan sebuah kekuatan baru yang luar biasa mengalir ke dalam nadinya Naga Phoenix Kehampaan. Sementara itu, Hong Yue diam-diam menghilang ke dalam bayangan, membawa sebuah kotak misterius yang ia ambil dari dasar altar.
Bersambung....
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍