Anita tak pernah menyangka bahwa dia akan hidup abadi akibat kutukan dari keluarganya yang tewas karena ulahnya.
Seluruh keluarga Anita tewas oleh pengkhianatan sahabat karibnya bernama Samantha yang menjebak Anita berbuat jahat mengikuti kemauannya.
Selama dua ratus tahun, Anita hidup dalam ketidakpastian yang menyakitkan hatinya, dia kesepian, sendirian, tak punya keluarga lagi namun dia abadi.
Anita bertekad akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik jika seandainya Tuhan Yang Maha Esa memberinya sebuah kesempatan baru untuk memulai hidupnya jika dia berkeluarga lagi. Dan Anita berharap Tuhan mempertemukan dia dengan keluarganya di kehidupan baru nantinya.
Mampukah Anita berubah dan menjadi ibu tiri yang baik hati ?
Mari kita ikuti serialnya, ya, pemirsa dan terima kasih telah membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14 PENGUMUMAN
"Coba aku lihat ke dalam kamar, siapa tahu orang di kamar ini bisa memberitahukan ku letak kamar Anita..."
Adrian Wilson berjalan perlahan-lahan memasuki ruangan kamar VVIP bernomer satu di hotel Luxury Tumbler.
Langkah kakinya berderap pelan meninggalkan jejak suara di ruangan itu.
"Permisi, ada orang di dalam ?"
Adrian Wilson menyapa sembari mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan kamar hotel.
Terasa sunyi sekali, hampir tidak ada gerakan di kamar itu, Adrian Wilson terlihat keheranan, kenapa kamar tidak ada orangnya sedangkan pintu di depan terbuka.
"Permisi, malam, ada orang disini, saya mau bertanya sebentar mungkin bisa..."
Ketika langkah kakinya telah sampai di dekat area tempat tidur, betapa kagetnya dia saat melihat ke ranjang disana.
"Mereka disini semua..."
Adrian Wilson bergumam pelan seraya menatap lurus ke arah ranjang tidur.
"Astaga, mereka membuatku cemas saja, rupanya semua ada disini, merepotkan saja..."
Adrian Wilson mendongak, menatap langit-langit kamar tidur hotel yang dihiasi temaram lampu.
"Aku cari kemana-mana, ternyata di sini, tidak bilang kalau kamarnya di sini..."
Adrian Wilson mendekat ke arah ranjang tidur hotel dimana Anita Tumbler dan dua anak kembarnya berbaring disana.
"Ya, Tuhan, bikin bingung saja, kenapa tidak menelponku jika Azka juga disini..."
Adrian Wilson duduk di tepi ranjang tidur sembari menatap ke arah Anita Tumbler yang tidur bersama Azka dan Alana kecil, dua anak kembarnya.
Tanpa dia sadari, ujung bibirnya membentuk lengkungan senyuman.
"Kalian bisa juga buat papa panik mencemaskan kalian, coba bilang pada papa kalau bersama Anita disini, jadinya papa tidak harus mencari Azka."
Adrian Wilson melirik ke arah Anita Tumbler yang sedang memeluk Alana.
"Mereka terlihat cocok seperti ibu dan anak saja, pemandangan yang indah, Anita..."
Diam-diam perasaan Adrian Wilson berubah lain, seperti ada sesuatu yang aneh merayap pelan di relung hatinya yang paling dalam ketika melihat kedekatan antara Anita Tumbler dan dua buah hatinya, Alana dan Azka.
Roman muka Adrian Wilson tampak berbeda di bandingkan sebelumnya, sangat murung seperti gelisah.
"Haruskah aku mendengar saran Alana agar aku memiliki seorang istri sehingga Alana dan Azka mempunyai ibu pengganti..."
Adrian Wilson menoleh ke arah Anita Tumbler yang sedang berbaring di sisi Alana kecil sedangkan Azka berbaring meringkuk.
Perlahan-lahan perasaan Adrian Wilson kembali berubah aneh, ada getar asing yang memaksanya untuk mengerti dengan kejadian ini.
"Dan haruskah aku menerima saran Alana untuk menjadikan Anita Tumbler sebagai ibu nya, tapi kami tidak saling cinta, bagaimana bisa kami bersatu dalam ikatan pernikahan ?"
Adrian Wilson menghela nafas panjang seraya memegangi dadanya yang berdenyut perih.
"Sakit rasanya jika membayangkan pemandangan indah ini berlalu begitu saja..."
Adrian Wilson meraba dadanya yang terasa tertusuk nyeri.
Raut wajahnya berubah gelisah serta pikirannya kacau tak menentu karena harus di hadapkan pada dua pilihan rumit.
"Tapi aku juga tidak tahu harus berbuat apa pada kalian, nak. Jika ini yang kalian inginkan maka papa tidak dapat menolak permintaan kalian..."
Adrian Wilson menunduk muram sembari mengusap-usap dadanya yang terus berdenyut pedih.
"Namun aku tak kuasa mengacuhkan permintaan Alana, tapi aku malu harus memulainya darimana sekarang..."
Tiba-tiba ponsel milik Adrian Wilson berdering nyaring karena tidak ingin membangunkan mereka, dia terpaksa mengangkat suara panggilan telepon.
"Ya, kakek, ada apa ?"
Terdengar suara teriakan keras yang disertai cacian maki dari arah telepon.
("HAI, BODOH, APA KAU TIDAK BISA SEGERA PULANG DAN MENIKAH, AKU MALU KARENA ORANG-ORANG MENEGURKU PUNYA ANAK LAKI-LAKI TAK BERGUNA SEPERTIMU DAN JACK !")
Hampir-hampir telinga Adrian Wilson tuli akibat teriakan suara kakeknya yang berasal dari panggilan telepon.
Adrian Wilson tertegun diam, berdiri mematung tanpa ekspresi, sedangkan telinganya langsung memerah.
"Astaga..., ada apa kek, kenapa marah-marah terus... ???"
("KAU TAHU BAHWA WANITA GILA ITU DATANG DAN MERONGRONG IBUMU AGAR KAU MENIKAHINYA, DAN AKU MUAK MENDENGAR CELOTEHNYA DI RUMAH SETIAP DIA DATANG, BODOH !")
Adrian Wilson terdiam sesaat sembari mengingat-ingat lagi.
"Siapa yang kakek maksudkan itu ???"
("IBLIS SAMANTHA ! DIA SELALU DATANG MENGUNJUNGI IBUMU BAHKAN SELALU MENGIRIMI KAMI SEKERANJANG BUAH BERACUN, APA YANG KAU PERBUAT PADANYA SEHINGGA DIA MINTA KAU NIKAHI, BODOH ???")
"Samantha... ??? Siapa ???"
("APA KAU TIDAK MENGENALNYA SIAPA SAMANTHA ITU, DIA WANITA GILA YANG MENGEJARMU SETIAP HARI, CEPAT PULANG SEKARANG DAN SELESAIKAN URUSANMU ITU DENGANNYA, BODOH !!!")
"Pu-pulang ? Pulang kemana yang kakek maksudkan ? Aku tidak mengerti dengan ucapan kakek ?"
("PULANG KE RUMAH IBUMU DAN BAWA KAKEK PERGI DARI RUMAH INI, KAKEK MAU PINDAH RUMAH, TIDAK BETAH MENDENGAR RENGEKAN WANITA GILA ITU, ADRIAN !")
"Ya, ampun, kakek, sabar dulu sebentar, kita bicarakan baik-baik soal ini lalu kita putuskan yang paling baik bagi semuanya, kek !"
("AKU TIDAK BETAH DAN TIDAK BISA BERSABAR LAGI, CEPAT PULANG DAN URUSI WANITA BERNAMA SAMANTHA ITU, SEKARANG JUGA KEMASI PAKAIANMU DAN PULANGLAH KE RUMAH !!!")
"Tu-tunggu, kakek. Kita coba diskusikan masalah ini, aku juga tidak punya hubungan apa-apa dengan wanita itu, siapa dia dan kenapa bisa dia minta aku bertanggung jawab coba ?!"
("MANA KAKEK TAHU MASALAH KALIAN, JANGAN MEMBANTAH LAGI DAN SEGERALAH PULANG JIKA TIDAK KAKEK AKAN MENENDANGMU DARI DAFTAR AHLI WARIS PERUSAHAAN WILSON !")
"Tapi kami tidak berpacaran bahkan kami juga tidak mempunyai ikatan apa-apa, aku dan Samantha tidak saling kenal bahkan tidak saling cinta, kakek..."
("AKU TIDAK PEDULI SOAL URUSAN KALIAN KARENA YANG AKU TAHU BAHWA WANITA GILA BERNAMA SAMANTHA ITU SELALU MENGUSIK KETENANGAN KAMI DI RUMAH DAN PARAHNYA IBUMU TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA !")
"Haish, apa maksud semua ini ??? Bagaimana wanita gila itu datang ke rumah ???"
("AKU TIDAK PEDULI, SEGERALAH PULANG SEKARANG JUGA, TITIK !")
"Tu-tunggu, kakek. Jangan ditutup dulu telponnya karena aku telah memiliki kekasih disini, bagaimana aku bisa menikahi Samantha ?"
("APA ? KAU SUDAH MENIKAH DENGAN WANITA LAINNYA ? SIAPA DIA ? BERITAHUKAN PADAKU !")
"Eits, tunggu sebentar, sabar dulu baru nanti aku beritahukan pada kakek kalau kakek masih marah-marah maka aku tidak bisa bilang..."
("SIAPA IBU BARU ITU ?")
Terdengar nada suara kakek mulai merendah dan agak sabaran.
"Mmm... !?"
Adrian Wilson segera melirik cepat ke arah Anita Tumbler yang sedang tertidur bersama Alana dan Azka kecil.
Sebersit suatu ide besar terhadap Anita Tumbler, dan Adrian Wilson mulai memikirkan saran dari Alana kecil agar dia segera menjadikan Anita sebagai mama dari kedua buah hatinya, Alana dan Azka.
Adrian Wilson menggaruk-garuk keningnya seperti berpikir serius.
"Bagaimana, ya ? Aku juga bingung harus bilang apa pada kakek tentang dia sebab aku takut nantinya kakek akan menolaknya, tapi kami sudah menikah di sini, kek ?!"
("TINGGAL BILANG SAJA MAKA SEMUA BERESKAN, ADRIAN !!!")
Terdengar nada suara kakek berubah tinggi lagi, sehingga membuat gendang telinga Adrian Wilson berdenyut nyeri.
"Namanya Anita Tumbler... !"
Sejenak suasana berubah hening seketika, tidak terdengar lagi suara berisik dari arah telepon, sedangkan Adrian Wilson masih berdiri termenung. Lantas kakek berkata kembali dengan panjang lebar.
("SAAT KAU PULANG KE RUMAH SEGERA LANGSUNGKAN PESTA PERAYAAN PERNIKAHAN KARENA AKU AKAN MENGUMUMKAN PADA SELURUH TAMU YANG KUUNDANG NANTI BAHWA KAU TELAH MENIKAH DENGAN SEORANG WANITA BERNAMA ANITA TUMBLER DAN BUKAN LAGI MENJADI SEORANG PECUNDANG BODOH SEPERTI GOSSIP YANG SANTER TERDENGAR SELAMA INI, ADRIAN WILSON !")