NovelToon NovelToon
Love Journey Story

Love Journey Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Persahabatan / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:313
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Geamul

Novel ini menceritakan kisah perjalanan cinta seorang perempuan yang bernama Syajia, nama panggilanya Jia.

Seorang perempuan yang sangat sederhana ini mampu menarik perhatian seorang laki-laki dari anak ketua yayasan di kampusnya dan seorang pemilik kafe tempat ia bekerja.

Tentu keduanya mempunyai cara tersendiri untuk bisa mendapatkan Jia. Namun Jia sudah terlanjur menaruh hatinya pada anak ketua yayasan itu.

Sayangnya perjalanan cinta tidak selalu lurus dan mulus. Banyak sekali lika-liku bahkan jalan yang sangat curam dalam kisah cinta Jia.

Apakah Jia mampu melewati Kisah Perjalanan Cinta nya? Dan siapakah yang akan mendapatkan Jia seutuhnya? Ikuti terus kisahnya di dalam novel ini yang mampu membawamu terjun kedalam Kisah Perjalanan Cinta Syajia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Geamul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebencian

Al pun telah sampai di rumah, ia segera memasuki rumahnya. Sebelum naik ke kamarnya, Al pergi ke dapur untuk mengambil minuman dingin di kulkas.

Saat hendak memasuki dapur, ai melihat sang Ayah dengan seorang perempuan yang sebaya dengan Ayahnya dan mungkin seumuran dengan almarhumah ibunya.

Al sangat terperanjat melihat pemandangan itu, hati Al terasa panas. Ia pun tak sengaja menjatuhkan tasnya sehingga Ayah dan perempuan itu terkejut dan menoleh ke arah Al.

Al segera mengambil tasnya yang jatuh lalu berlari menuju luar rumah dan tidak pernah pulang lagi ke rumah. Al pun memutuskan untuk hidup sendirian diluaran sana.

Sudah 3 tahun Ibunya pergi, keadaan rumah pun begitu sangat berbeda. Semenjak Ibunya sakit, sang Ayah selalu pergi keluar kota. Saat Ibunya Al menghembuskan napas terakhir, Ayahnya tak langsung datang.

Dan sekarang, ia tak sedikit pun memahami perasaan Al dan malah berduaan dengan seorang perempuan di rumahnya. Keadaan ini pun semakin membuat Al membenci Pak Wijaya.

Dan hari ini, Al benar-benar marah besar atas apa yang Pak Wijaya lakukan. Dia pun pergi meninggalkannya dan tak pernah mau di hubungi oleh sang Ayah. Pak Wijaya sangat khawatir dengan keadaan Al diluaran sana. Pak Wijaya selalu terus berusaha mencari anak satu-satunya itu.

Sudah satu minggu berlalu, Al masih belum pulang kerumah. Dan hari ini, seperti biasa Jia menjalankan tugas dari Pak Wijaya untuk mengajari Al. Jia pun bergegas pergi ke rumah Al.

“Assalamulaikum,” Jia mengetuk pintu dan sesekali menekan tombol bel. Namun, belum ada jawaban. Ia sudah cukup lama berdiri di depan pintu rumah Al.

“Mungkin mereka gak ada di rumah, aku pulang aja deh,” ucap Jia. Saat Jia membalikkan badannya dan melangkahkan kaki, terdengar suara yang membuka kunci dari balik pintu. Pintu pun terbuka dan Jia langsung menoleh ke arah pintu.

“Nak Jia,” ucap Pak Wijaya.

“Assalamu’alaikum Pak.” Jia langsung meraih tangan Pak Wijaya untuk menyalaminya.

“Kamu sudah lama disini?” tanya Pak Wijaya dengan wajah yang pucat.

“Enggak kok Pak.” Jia pun tersenyum dan menyadari bahwa wajah Pak Wijaya terasa pucat.

“Ya sudah, ayo masuk!”

Jia pun memasuki ruang tamu di rumah besar itu. Lalu, diikuti oleh Pak Wijaya. Keduanya duduk bersebrangan.

“Maaf Pak, wajah Bapak agak pucat, Bapak baik-baik saja kan?” Jia mulai khawatir.

“Bapak baik-baik saja kok,” jawab Pak Wijaya yang tersenyum namun tak seperti biasanya, bibirnya tersenyum namun raut wajahnya seperti merasakan kesakitan.

“Kalau ada apa-apa, Bapak jangan sungkan ya bilang sama saya.”

Pak Wijaya pun hanya menganggguk.

“Oh iya Pak, kedatangan saya kesini. Saya mau belajar bareng Al dan sekalian mau tanya kenapa seminggu ini Al tidak masuk kuliah,” Jia sangat penasaran dengan jawaban Pak Wijaya atas kalimat terakhirnya.

“Sebelumnya, Bapak minta maaf. Karena Bapak tidak bisa membujuk Al untuk pulang, dan Bapak juga tidak tahu sekarang Al ada dimana,” jawab Pak Wijaya yang terlihat sedih.

Jia pun sangat kaget mendengar jawaban dari pak Wijaya. Dan ia sangat bingung dengan masalah dalam kehidupan Al. ‘Ada apa lagi sih sama anak itu? ' batin Jia. Jia pun memastikan kembali jawaban yang di ucapkan oleh Pak Wijaya.

“Maksud Bapak, Al pergi dari rumah dan belum pulang?”

“Iya. Bapak sudah cari dia kemana-mana, sudah menyuruh orang untuk mencarinya, tapi tetap gak ketemu juga.” Pak Wijaya menundukan kepalanya.

“Bapak yang sabar ya, saya yakin Al pasti pulang. Dan saya juga akan bantu Bapak untuk cari Al sampai ketemu,” Jia berusaha menenangkan Pak Wijaya.

“Terimakasih banyak ya,” lirih Pak Wijaya.

Jia pun pamit untuk pulang, dan langsung mencari keberadaan Al di sekitaran rumah Al. Jia pun meminta bantuan pada Nana untuk mencari Al di kampus juga di taman. Mereka pun sibuk mencari Al dan menghubungi teman-temannya Al.

“Na, kamu udah ketemu sama Al?” tanya Jia lewat telepon.

“Belum nih Ji. Kalau kamu?”

“Sama aku juga belum.” mereka pun terdiam sejenak.

“Eh tapi Na, aku belum nyari Al di satu tempat,” sambung Jia.

“Dimana Ji?”

“Di kafe, aku cari kesana dulu ya.” Jia pun langsung menutup teleponnya untuk menuju kafe.

Sesampainya di kafe, Jia langsung masuk dan mencari keberadaan Al. Ia pun menanyakan pada Mba Tia dan karyawan yang lain. Tapi, sayangnya mereka pun sama sekali tidak ada yang tahu keberadaan Al.

Jia sedikit menyerah, ia beristirahat terlebih dahulu dan duduk di meja yang sering ia duduki dengan Al. sembari merehatkan diri, pandangan Jia mengarah ke jalanan di depan kafe. Memikirkan keberadaan Al sekarang.

Saat sedang melamun, Jia melihat seorang laki-laki yang berjalan di pinggir jalan depan kafe. Laki-laki itu terlihat seperti Al, tanpa pikir panjang lagi Jia pun langsung beranjak dari duduknya dan berlari menghampiri laki-laki itu.

Mulut Jia langsung memanggil nama Al pada laki-laki itu, lalu laki-laki itu pun terhenti langkahnya. Jia perlahan menghampirinya dan membalikan badannya. Ternyata benar, itu adalah Alvino.

Penampilannya berubah kembali seperti Alvino yang pertama kali bertemu dengan Jia yang menabraknya di kantin. Celana sobek itu, sekarang di pakainya lagi. Dan rambutnya yang semula rapi, sekarang berantakan kembali bahkan lebih parah dari sebelumnya. Wajahnya sangat kotor terkena debu kendaraan, Jia pun sangat terkejut melihatnya.

“Al, kamu kemana aja? Kok sekarang kamu jadi gini?” Jia melihat keadaan Al dari ujung kaki hingga ujung kepala. Al pun hanya diam saja, matanya mulai berkaca-kaca.

“Kamu ikut aku!” Jia pun menarik tangan Al dan membawanya ke dalam kafe.

Jia memesankan minuman hangat untuk Al dan membiarkannya beristirahat sampai Al merasa tenang. Jia pun menyuruh Al untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Dengan sabar, Jia menemani Al hingga laki-laki itu bisa menjernihkan kembali pikirannya.

“kalau kamu ada masalah, kamu boleh kok cerita sama aku. Kita kan udah jadi teman,” Jia mencoba mencairkan suasana.

“Maaf Ji, gue gak mau bikin lo susah karena masalah gue,” akhirya Al pun mengangkat suaranya.

“Kamu jangan ngomong kayak gitu, aku ikhlas kok bantuin kamu.”

“Makasih banyak ya Ji.”

Al pun menceritakan semua masalah yang terjadi pada keluarganya. Menceritakan tentang almarhumah Ibunya, menceritakan sikap Ayahnya dan menceritakan semua keadaan yang semula bersinar sampai akhirnya meredup bahkan hampir mati seperti sekarang.

Kejadian itu terjadi begitu cepat, dan hingga yang membuat dirinya seperti ini. Al seperti kehilangan arah ketika ditinggal Ibunya. Sekarang, ia tak punya siapa-siapa lagi. Tapi, saat ia kenal dengan Jia, ia merasa hidup kembali. Kehadiran Jia sedikit menimbulkan warna dalam hidupnya.

Al pun sangat yakin bahwa Jia adalah orang yang dikirim tuhan untuk memperbaiki hidupnya sekaligus memperbaiki hatinya.

“Aku ngerti Al, dan aku yakin masalah kamu akan segera selesai. Kamu jangan merasa sendirian lagi ya! Ada aku disini.” Jia berusaha memberikan semangat pada Al.

“Sekarang, kamu pulang ke rumah ya! Kasihan Pak Wijaya sendirian di rumah, dia sangat khawatir sama kamu,” bujuk Jia.

“Gue masih belum mau pulang.”

“Kenapa Al? terus, kamu mau tinggal dimana?”

“Sementara ini, gue tinggal di rumah temen.”

Jia menghela napas, “Ya udah,kamu jaga diri baik-baik ya! jangan lupa besok masuk kuliah!”

1
Aixaming
Aku gak pernah menyangka kalau membaca cerita bisa membuatku merasa sebahagia ini.
Ayu Geamul: terimakasih ya sudah membaca ceritaku🙌🏻
total 1 replies
Dianapunky
Cocok di hati nih.
Ayu Geamul: terimakasih kak 🥰 jangan lupa mampir lagi untuk baca bab selanjutnya 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!