NovelToon NovelToon
Cintaku Mentok Di Ketua Team Basket

Cintaku Mentok Di Ketua Team Basket

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Idola sekolah
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Cinta pertama, semua orang pasti pernah merasakan, itulah yang di rasakan Briana gadis cantik yang baru saja menginjakkan kakinya di sekolah menengah atas atau SMA.
Briana dia mengagumi kakak kelasnya yang merupakan ketua team basket, hanya saja sampai si pria lulus sekolah Briana tidak pernah mengungkapkan perasannya dia hanya menyimpan rasa suka itu di hatinya.
Hari-hari di sekolah Briana lewati dengan santai walau permasalahan mulai muncul namun dia tidak pernah ambil pusing.
Tiga tahun sudah dia sekolah disana dan saat masuk universitas Briana di pertemukan lagi dengan sang pujaan hati.
Apakah Briana mengambil kesempatan ini untuk mendekati sang pujaan hati?....
Yu baca kisahnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cewek kemarin bersama bang Rian.

Saat kembali ke ruangan bang Rian aku malah di suruh pulang untuk istirahat dan aku pun hanya menurut karena aku pun ngantuk. Aku pulang bersama kak Kan ya dan bang Indra karena mereka harus pulang di rumah sakit ada mama dan papa. Tibanya di rumah aku masuk sedangkan kak Kanaya dan bang Indra mereka langsung pulang ke rumahnya. Setelah masuk rumah aku langsung berjalan ke arah kamar ku dan langsung menjatuhkan tubuhku ke atas tempat tidur. Saking capeknya aku ketiduran dan aku kebangun karena mendengar suara bel rumah.

"Siapa sih, ganggu tidur aja, " umpat ku karena kesal.

Aku pun membuka pintu dan kaget saat melihat siapa yang datang.

"Zahara, " ucap ku.

"Lo bangun tidur? " tanya Zahara melihat penampilan ku.

"Iya, ayo masuk, " jawab ku dan menyuruhnya masuk.

"Lo mau ngapain? " tanya ku setelah di kamar ku dan aku bertanya sambil rebahan.

"Lo lupa, besok kan lo ada janji sama Rio, " jawab Zahara mengingatkan.

"Aduh gue lupa, " ucap ku bangun dari rebahan ku.

"Ya sekarang terserah lo, di batalin juga gak apa-pa, " ucap Zahara.

"Jangan-jangan, ini kan acara lo sama Rio jadi gue bisa anyer lo terus baliknya gue ke rumah sakit lagu, " penjelasan ku.

"Gue gak apa-apa kok kalau batal, gue takut ganggu lo, " ujar Zahara.

"Udah lo tenang aja, lagian abang gue udah baik-baik aja kok, " balas ku.

Setelah bicara dengan Zahara aku pun ke kamar mandi untuk mandi karena seharian ini aku belum mandi. Setelah selesai aku langsung memesan makanan karena di rumah gak ada makanan karena gak ada yang masak. Aku dan Zahara pun makan karena hari sudah malam. Aku pun memberitahu kedua orang tua ku jika aku di temani Zahara dan untuk besok aku datang ke rumah sakit aga siangan. Aku dan Zahara tidur sedikit karut karena kita banyak cerita.

"Riana, lo kenapa gak nyoba buat pacaran sama Yudistira? " tanya Zahara pad aku.

"Gue bekum kepikiran buat pacaran jadi walau gue suka sama seseorang gue gak akan mau pacaran, " jawab ku.

"Kenapa coba?, padahal seru lo kalau kita punya pacar satu sekolah, " ujar Zahara.

"Entahlah gue lebih fokus belajar, " balas ku.

"Ya gue hargai keputusan lo, ya udah tidur deh besok kesiangan, " ucap Zahara lalu berbaring dan menarik selimut.

Aku masih memikirkan ucapan Zahara tentang Yudistira tapi aku benar-benar tidak ada perasaan apa-apa sama dia. Aku pun memutuskan untuk tidur karena sudah larut juga. Paginya aku bangun dan langsung ke luar untuk memesan sarapan. Tak lama Zahara bangun dan menghampiriku yang ada di depan rumah.

"Lo ngapain duduk di sini sendiri? " tanya Zahara.

"Gue lagi nunggu sarapan, " jawab ku.

"Oh, gue mandi dulu, " ucap Zahara lalu masuk kembali.

Tak lama sarapan pun datang dan aku langsung membawanya ke dalam. Zahara dia sudah selesai mandi dan menghampiriku yang sedang menyiapkan sarapan.

"Wah enak ni, " ucap Zahara lalu menyiapkan makanannya.

"Dih berdoa dulu kalau sebelum makan, " tegur ku dan Zahara dia hanya tersenyum.

Selesai makan aku pergi mandi dan selesai mandi aku bantu Zahara untuk berdandan walau tidak mencolok ya setidaknya lumayan cantik.

"Pinter juga lo, " puji Zahara.

"Lah gini-gini gue suka lihat kak Kanaya pakai make up jadi gue sedikit ngerti.

" Udah sana ganti bajunya!, baru kita berangkat, "ucap Ku.

Zahara pun mengganti bajunya dan tak lama dia keluar dan penampilannya cantik banget.

" Cantik banget, "ucap ku kagum.

"Makasih, " balasnya.

"Ya udah ayo berangkat, " ajak ku dan kami pun pergi dari rumah ke tempat tujuan dengan menaiki taksi agar cepat sampai.

Tak butuh waktu lama kami sampai dan aku langsung membawa Zahara bertemu Rio. Rio yang kebetulan sedang menunggu kami dia kaget saat melihat aku dan Zahara sampai. Rio berjalan mendekati kami dengan senyum manis.

"Sorry nunggu kami kami, " ucap ku.

"Enggak ko gue juga belum lama sampai kok, " jawab Rio dan aku bisa lihat dia senang melihat Zahara.

"Rio, " panggil seseorang membuat aku melihat ke suara itu.

"Hai, " sapa nya.

"Dwi, kenapa lo ada disini? " tanya ku dan Dwi melirik Rio.

Aku pun langsung melirik Rio karena dia bilang kita hanya bertiga tapi dia malah bawa Dwi.

"Sorry gue gak maksud bohong, semalam dia nginep dan gue gak bisa bohong saat tadi pagi gue bersiap dia bertanya dan langsung minta ikut.

Aku pun melirik Dwi dengan tatapan kesal.

" Sorry-sorry gue tau gue salah, gue cuman kasihan aja sama lo tar lo gak ada tan, "ucap nya.

" Gue gak akan ikut nonton, gue cuman nganterin dong Zahara jadi sorry lo gak ada teman, "beritahu ku membuat Rio dan Dwi kaget.

"Kenapa gak ikut? " tanya Dwi.

"Gue harus ke rumah sakit buat gantiin nyokap gue jaga bang Rian, " jawab ku memberitahu mereka.

"Ya udah gue antar saja, " ucap Dwi dan aku gak bisa menolak karena lumayan juga agar cepat sampai juga.

"Rio gue titip Zahara, gue balik, " ucap ku lalu pergi dengan di ikuti Dwi.

Tibanya di parkiran aku langsung naik ke motor Dwi dan Dwi langsung menjalankan motornya. Tak butuh waktu lama aku sampai di rumah sakit aku pun turun.

"Lo kau ikut apa pulang aja? " tanya ku.

"Gue balik aja deh, gak enak kalau ikut masuk, " jawab nya.

"Ya udah kalau gitu gue makasih, " ucap ku lalu masuk ke dalam rumah sakit.

Aku melangkah masuk ke dalam menuju ruangan bang Rian namun lagi dan lagi aku berpapasan dengan pria yang jagain Haidar. Namun aku gak berani menegurnya atau bertanya. Aku pun tiba di ruangan bang Rian dan langsung masuk.

"Akhirnya datang juga kamu, " ucap mama.

"Maaf tadi ada urusan kecil dulu, " ucap ku sambil memegang tangan mama.

"Ya sudah kamu temani bang Rian mama pulang dulu nanti sore balik lagi, " ucap sang mama lalu pergi.

Aku menatap bang Rian membuat bang Rian bingung.

"Ngapain lo lihatin abang kaya gitu? " tanya nya.

"Abang jujur, cewek yang kemarin siapa? " tanya ku balik.

"Oh itu, dia temen ku, " jawab bang Rian.

"Jangan bohong deh bang, dia cewek yang abang suka kan, namun karena dia orang biasa jadi abang gak bisa dekati dia, " tebak ku dan membuat bang Rian kaget.

"Bang, kalau kamu suka kenapa gak di kejar toh masalah jodoh atau bukan lihat entar aja, "nasehat ku membuat bang Rian kaget mendengar aku berkata seperti itu.

1
Astrireynadiaz
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!