NovelToon NovelToon
Bukan Istri Yang Dinginkan

Bukan Istri Yang Dinginkan

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: umi ayi

ini squelnya dokter tampan, sarangheo yang menceritakan kisahnya Alvian.

Alvian Pratama Atmaja dijodohkan oleh sang kakek dengan gadis bercadar yang bernama Nafisah Adelia putri. Alvian tidak mencintai Nafisah karena dia sudah mempunyai wanita dambaannya.

Alvian memberikan perjanjian perceraian setelah enam bulan mereka menikah.

Akankah Nafisah menyetujuinya atau Mala bertahan dengan suami dingin yang tidak mencintainya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi ayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

"Saya suami mu, sudah sepatutnya saya melihat wajahmu.Bahkan lebih dari itu pun saya berhak."

Glek..

Nafisah sungguh sulit bernafas saat ini.Ia memejamkan mata nya saat Alvian melepaskan pengait niqab nya. Dengan per lahan Alvian membuka niqab Nafisah.

Deg..Jantung Alvian kini benar benar seperti akan meledak. Ia juga merasakan sulit untuk bernafas.

Alvian sungguh terpana melihat wanita yang ada didepannya. Matanya tidak berkedip sedikit pun.

Merasa tidak ada pergerakan dari suami, Nafisah membuka matanya dan kini kedua manik mereka bertemu.Ada perasaan aneh pada diri Alvian. Rasa yang tidak tahu apa itu.Yang jelas dia sangat nyaman dengan istrinya.Tidak ingin Nafisah menyebut nama laki laki lain dihadapannya.

"Mas.." Nafisah semakin tercekat Alvian kini semakin mendekatkan wajahnya. Bahkan jarak wajah mereka cuma lima centi. "Tetaplah bernafas sayang." Bisik Alvian ditelinga Nafisah kala merasakan istrinya menahan nafas. seketika membuat darahnya berdesir.Mata nya membola saat merasakan sentuhan lembut di bibirnya. Alvian mengecup singkat bibir Nafisah, kemudian kembali menatap manik Nafisah.

"Siapa yang menyukaimu?" Tanya nya lagi serius.

"Eh..ti..tidak ada mas." Nafisah sangat gugup saat ini.

Dengan cepat Alvian kembali mengecup bibir Nafisah dengan lembut. Kali ini ia mengecupnya dengan waktu yang lama bahkan menuntut. Alvian melumat bibir Nafisah dengan penuh gairah walau Nafisah tidak membalas. Ia menahan tengkuk Nafisah agar lebih leluasa melumat dan mengeksplor seluruh mulutnya. Alvian melepaskan pagutannya karena Nafisah memukul dadanya karena kehabisan oksigen.Mereka ter_engah-engah menghirup kembali pasokan oksigen.

"Jangan bicarakan pria lain didepan ku". Ucap Alvian sambil menyeka bekas Saliva nya ditepi bibir Nafisah.

"Berkemas_lah. Pindahkan semua barang mu kekamar ku".

Nafisah mengerjapkan matanya mencerna apa maksud perkataan Alvian. "Tunggu apa lagi. Ayo cepat pindahkan." Seru Alvian yang melihat Nafisah masih berdiri mematung.

"M.ma..maksud nya mas?"

"Mama akan datang. Jangan buat mama curiga."

"Nafisah yang mengerti arah ceritanya hanya mengangguk dam membereskan pakaian nya dan dibantu Alvian.

Ting tong..

Mendengar bunyi bel rumahnya, Alvian bergegas keluar untuk membukakan pintu.

"Mama.." Alvian menyalami mama nya dengan takzim. "Ayo masuk ma".

"Assalamualaikum". Ucap mama masuk kerumah.

"Waalaikumsalam".

"Mana menantu mama?"

"Dikamar ma."

"Bagaimana kabarnya? Kamu tidak buat menantu mama lelah melayani kamu kan?"

"Ck..Apa sih ma.Gak jelas banget pertanyaannya."

"Gak jelas gimana. Mama kan.." Ucapan mama berhenti kala Nafisah datang memanggil dan menghampirinya.

"Mama.. Assalamualaikum ma." Nafisah menyalami mertuanya dengan takzim.

"Waalaikumsalam sayang. Gimana keadaan kamu?"

"Alhamdulillah Naf baik kok ma." Nafisah merangkul lengan mama dan membawanya duduk di sofa ruang tamu.

"Kamu cantik banget." puji mama nya. Mama memang sudah pernah melihat wajah Nafisah, jadi dia tidak kaget lagi dengan kecantikan Nafisah.

"Mama mau minum apa? biar Naf buatkan."

"Ah..tidak usah sayang.Mama mau istirahat aja sebentar. Badan mama capek banget rasanya." Mamanya merasa capek karena seharian ini ia nemenin suaminya meeting diluar kota. Suaminya yang tak kenal lelah itu langsung balik lagi kekantor.

"Ya udah. Sayang, antar mama kekamar ya." Ucap Alvian tersenyum.

Nafisah melongo mendengarnya.

"Apa katanya tadi? aku gak salah dengar kan?ucapnya dalam hati.

"Sayang". Nafisah tersadar dari lamunannya.

Yuk mah Naf antar kekamar ." Nafisah menggandeng lengan mertuanya dan berjalan menuju kamar yang sebelumnya ia tempati.

Setelah mengantar mama mertuanya kekamar, Nafisah langsung masuk kamar. Jantungnya berdetak kencang mengingat panggilan sayang dari Alvian.

"Kenapa jantung aku gak bisa diam begini?" Nafisah menyentuh bibirnya mengingat ciuman nya tadi dengan Alvian. Wajahnya seketika memerah mengingatnya.

"Kamu kenapa?" Alvian tiba tiba masuk

"Eh..ti..tidak apa mas".

"Kamu sakit? Kenapa wajah kamu merah begitu?"

"Ha." Nafisah menyentuh wajahnya. "Eng..enggak kok. Naf mau mandi dulu." Nafisah langsung berlari kekamar mandi. Ia sangat malu Alvian melihat wajahnya yang memerah.

Alvian menyunggingkan bibir nya tersenyum melihat istrinya gugup seperti itu.Tak lama Nafisah keluar dari kamar mandi lengkap dengan gamisnya dan jilbabnya. Ia tidak memakai cadarnya karena Alvian meminta dia untuk tidak lagi memakai cadar jika hanya bersama Alvian.

Ia menggelar sajadah untuk sholat Maghrib karena sudah terdengar seruan azan Maghrib.

"Kita jamaah saja.Tunggu sebentar. Aku gak akan lama?" Alvian langsung memasuki kamar mandi.

"Apa katanya tadi? Jamaah? ini bener kan ya Allah?". Gumamnya dalam hati. seketika ia tersenyum dan menyiapkan sajadah untuk Alvian. Dan benar saja Alvian tidak lama dikamar mandi lengkap dengan baju Koko dan sarungnya.

"Ayo". Alvian memakai kopiah dan berdiri dihadapan Nafisah.

Nafisah mendongak menatap seseorang yang berdiri dihadapannya."Masyaallah." Gumam Nafisah pelan. Ia sangat terpesona melihat Alvian mengenakan baju Koko begini. Ketampanannya menjadi berkali kali lipat.

"Kenapa? Alvian mengernyitkan dahinya karena Nafisah hanya diam. "Ayo bersiap".

"iya mas." Nafisah langsung berdiri dibelakang alvian. Alvian memulainya dengan takbir dan melaksanakan sholatnya sebagai imam dan Nafisah sebagai makmum.

"Assalamualaikum warahmatullah. Assalamualaikum warahmatullah." Alvian memberi salam dari Rukun terakhir sholat nya dan diikuti oleh Nafisah. Dan Alvian melanjutkan dengan doa dan diamini oleh Nafisah.

"Aamiin".

Alvian langsung berbalik dan mengulurkan tangannya. Dengan senang hati Nafisah menyambut tangan Alvian dan menciumnya dengan takzim.

"Hati Alvian sungguh bergetar saat Nafisah mencium tangannya." Ya Allah jika ini takdir ku maka aku akan ikhlas menerimanya." Ucap Alvian dalam hati.

"Naf. Aku ingin bicara sesuatu".

Nafisah langsung mendongak menatap Alvian. "Bicara apa mas?"

Alvian menghembuskan nafas sebelum ia bicara. "Kita menikah karena perjodohan dan tidak ada cinta diantara kita berdua." Alvian menarik nafas dan menghembuskan kasar.

Nafisah menunduk mendengarkan apa yang akan suaminya katakan. Ia sudah siap dengan perkataan yang mungkin akan menyakitinya.

"Naf. Aku ingin kita menerima pernikahan ini dan memulai semuanya dari awal. Kamu mau kan?"

Nafisah langsung mendongak menatap Alvian. Kini manik mereka saling bertemu menyelami perasaan masing masing.

"M..Maksud mas?"

"Kita jalani pernikahan kita dengan sesungguhnya. Walau kamu dan aku belum mencintai satu sama lain, tapi seiringnya waktu pasti cinta itu akan tumbuh."

"Mas. Naf sudah cinta dengan mas saat mas mengucapkan ijab qobul didepan para saksi dan dihadapan Allah.Saat itu Naf sudah memberikan cinta Naf hanya untuk suami Naf." Ucapnya dengan bergetar.

Deg..

Alvian sangat senang mendengarnya kalau Nafisah hanya memberikan cintanya untuknya seorang.

Alvian menggenggam tangan Nafisah. "Maka Izinkan aku belajar untuk mencintaimu." Ucapnya dengan menatap manik Nafisah.

"I..iya mas." Nafisah sangat gugup dilihat seperti itu. Apalagi wajah Alvian kini semakin mendekat. Dan kini Alvian kembali menyatukan bibirnya dengan Nafisah.Tak hanya kecupan,ia juga melumatnya. "Balas dong." Ucap Alvian saat merasa tak ada pergerakan dari Nafisah. Ia kembali melumat bibir Nafisah dengan lembut. Nafisah juga merespon walaupun sangat kaku.Alvian tersenyum karena Nafisah membalas kecupannya walau sangat kaku.

tok..tok..tok...

Suara pintu digedor membuat mereka kaget dan melepaskan pagut_an mereka.

"Ck..mama. Mengganggu saja."

.

.

.

Jangan lupa like coment dan vote nya ya 🥰🥰

1
Nonik Anda Swl
pean baca di balik cadar aishah x, yg Yusuf istri siti poligami
Lisa Icha
pasangan tom n Jerry 🥰🥰🥰🥰
Lisa Icha
dasar gadis jahil ma bar bar deh Lu Fir🤭
Raudhatul Jannah Lubis: jahil banget ya 😄
total 1 replies
Lisa Icha
ditunggu kebucinan kamu ma Nafisa Al
Lisa Icha
setega itu kamu Alvian Istrimu kelaparan ditinggal sendirian Di rumah mana isi kulkas kosong ngak Ada barang makan
Rahma Lia
Luar biasa
Firli Khalifah
sekarang lanjut crita si fira
Firli Khalifah
tambah seru kayaknya ni
Firli Khalifah
aduh cobaan apa lagi ini
Firli Khalifah
ah buk Sarah kok kayak gitu sih,malah meracuni pikiran sarah duh gak asik ni
Firli Khalifah
gak seru ni masak pemeran utamanya meninggal
Firli Khalifah
jangan bilang kalo Nafisa meninggal
Siti Nurbaidah
Luar biasa
Sugina
jgn LM LM ya thor
Sugina
jgn DA jodoh yg lain ya thurr,kasian Nafisah ny.akvian harus menunggu istri ny kmbali
Raudhatul Jannah Lubis: happy reading kak☺️
total 1 replies
Yoyoh Yohanah
gimana sih ini ceritanya
Vitha Vivi
Luar biasa
A&R
/Smile/
Wahyu Nengsih
Kecewa
Wahyu Nengsih
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!