NovelToon NovelToon
7-14: Insiden 06-06

7-14: Insiden 06-06

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:108
Nilai: 5
Nama Author: Dean Jeremia Sp

"Bagaimana cara menangkap pembunuh yang dilindungi oleh waktu itu sendiri?"

Insiden 06-06 bukan sekadar kecelakaan beruntun biasa. Di balik pekatnya polusi Jakarta dan pemadaman listrik total, ada konspirasi berdarah yang terencana rapi.

Samuel, seorang penyelidik BPI yang aslinya otaku garis keras, terpaksa harus menggunakan kartu as rahasianya: kemampuan memanipulasi waktu.
Bersama rekan jeniusnya, Ahmad, Samuel harus melompati belasan rute masa lalu, menjinakkan paradoks, dan menahan sakit kepala yang siap meremukkan otaknya. Baginya, angka 7-14 bukan lagi sekadar penanda hari, melainkan hitung mundur menuju kematian orang paling penting dalam hidupnya.
Saat waktu kehilangan maknanya, mampukah sang "Penguasa Waktu" memutus rantai takdir tak kasat mata ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dean Jeremia Sp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14-7 Time Leap

Pukul 18.59 WIB

Samuel menerobos masuk melewati pintu kaca lobby. Wujudnya tidak lagi menyerupai seorang penyelidik elit. Ia basah kuyup, seragam dinasnya kotor penuh noda cokelat, dan darah merah segar terus bercucuran dari dahi, membasahi separuh wajahnya.

Sebuah getaran di pergelangan tangannya memicu satu notifikasi di jam digital. Riza sempat meneleponnya 1 menit yang lalu.

Melihat itu, ada sedikit rasa lega yang menyusup di dada Samuel. Dia masih hidup. Riza masih ada di atas.

Kehadiran Samuel sontak menjadi pusat perhatian di lobby. Beberapa karyawan dan resepsionis apartemen menatapnya dengan pandangan ngeri dan khawatir, sementara sebagian penghuni lain memilih masa bodoh, tetap duduk di sofa sambil memainkan ponsel mereka.

"Pak Penyelidik... ini handuk. Anda tidak apa-apa? Pak? PAK SAMUEL!" seorang petugas keamanan mencoba menahan langkahnya, mengulurkan selembar kain.

Samuel menghiraukan panggilan itu. Ia menepis tangan siapa pun yang mencoba mendekat, fokus mempertahankan kesadarannya yang mulai bergoyang. "Jangan ikuti gue! Gue mau sendiri!" bentaknya dengan sisa suara yang serak dan liar.

Setiap langkah menuju lift terasa luar biasa berat. Langkah demi langkah yang ia ambil rasanya seperti dipaksa menggendong beban beton seberat 20 kilogram di atas pundaknya.

Hingga akhirnya, pintu lift berdenting di lantainya. Samuel berjalan menyusuri lorong menuju unit apartemennya. Namun, begitu jaraknya tinggal beberapa meter, insting penyelidiknya menangkap sesuatu yang ganjil. Atmosfer di sekitar pintunya tercium... mati.

Samuel mendorong pintu apartemennya yang ternyata tidak terkunci.

Cklek.

Mata Samuel membelalak sempurna. Seluruh isi ruangan hancur berantakan. Meja terjungkir, berkas-berkas yang ia rapikan kemarin kini robek dan berhamburan layaknya sampah.

Samuel melangkah masuk, menyeret kakinya yang terluka, menempelkan punggungnya ke dinding koridor dalam apartemen demi menjaga tubuhnya agar tidak ambruk. Rasa sakit di kepalanya berdenyut gila, kakinya perih membara, dan bekas injakan Riza di perutnya tadi pagi kini mendadak terasa ngilu yang luar biasa.

"RIZAA?!" teriak Samuel, suaranya pecah dan bergetar hebat.

Ia berjalan sempoyongan, mencari ke setiap sudut. Sofa tempat mereka kemarin tertidur sambil berbincang dan bercanda kini kosong, menyisakan robekan kain di bantalnya.

Samuel memeriksa ruang kerjanya—hancur total seperti dihantam badai. Dengan napas yang kian sesak, ia menyeret tubuhnya menuju kamar tamu. Kosong. Hanya ada kasur yang tertata rapi, padahal Samuel ingat betul ia tidak pernah merapikan kasur itu tadi pagi.

Samuel berbalik, mengarahkan pandangan terakhirnya ke ujung lorong. Kamar utama. Kamarnya sendiri.

Bruk.

Lutut Samuel menyerah. Kakinya benar-benar sudah tidak sanggup lagi menopang berat badannya. Kehilangan kemampuan berjalan, Samuel menaruh ponselnya yang retak, lalu menggunakan kedua tangannya untuk merangkak di atas lantai, menarik tubuhnya inci demi inci hingga sampai di depan pintu kamar utama yang terbuka lebar.

Bagian dalam kamar utamanya hancur lebur. Dan di sana... tidak ada tanda-tanda kehidupan Riza. Namun, sebuah seretan noda merah di lantai memaksa Samuel untuk terus menyeret badannya masuk.

Samuel merangkak melewati tumpukan pakaian Riza yang bercampur baur dengan miliknya. Buku-buku bacaan dihancurkan, figur anime kesayangannya patah berkeping-keping di lantai. Samuel menolehkan kepalanya ke arah kanan—tepat ke arah lemari pakaian kayu yang besar.

Pintu lemari itu bergerak. Terbuka secara perlahan karena beban dari dalam.

Krieeek...

Detik itu juga, seluruh pasokan udara di paru-paru Samuel seperti ditarik paksa keluar.

Di dalam sana, tubuh Riza terduduk. Wajah ayunya kini dipenuhi lebam biru keunguan yang mengerikan, efek hantaman brutal dari benda tumpul. Dari dada hingga ke ujung kakinya, kain pakaian Riza koyak, menyisakan barisan lubang bekas tembakan peluru yang mengerikan. Di samping jasadnya, tergeletak sebuah Glock 21 lengkap dengan silencer yang masih hangat.

Tubuh Riza bersimbah darah yang merembes membasahi lantai lemari. Kepalanya menunduk kaku, memancarkan aura dingin kematian yang pekat.

Samuel yang tadi memaksakan diri untuk setengah berdiri, seketika jatuh lemas.

Seluruh dunianya runtuh berkeping-keping. Pandangannya terkunci pada sebuah detail kecil di dada Riza: liontin yang ia belikan tempo hari kini terputus, menempel payah di antara genangan darah.

Sembari merangkak mendekati tubuh kaku itu, suara Samuel bergetar hebat. "Riz... bangun, Riz... Ayo, Riz, jangan bercanda ya..."

Tangis Samuel pecah. Air matanya luruh mengalir di atas lantai yang bersimbah darah. Respons yang ia harapkan tidak pernah datang. Ketika telapak tangan Samuel yang gemetar menyentuh lengan Riza, keseimbangan mayat itu bergeser. Tubuh Riza roboh perlahan ke arah kiri, menyingkap wajahnya seutuhnya.

Samuel tercekat. Sepasang netra Riza terbuka lebar, melotot kaku menatap kekosongan dengan sisa trauma, kengerian, dan rasa takut yang teramat sangat. Wanita itu tidak sekadar dibunuh; ia disiksa dan dipermainkan sebelum nyawanya dicabut.

Rasa sakit fisik di tubuh Samuel lenyap, digantikan oleh kobaran api amarah dan keputusasaan yang murni. Sorot matanya yang sayu mendadak berubah, memancarkan tekad hitam yang mengerikan.

"Gue bakal cari pembunuh lu... Gue bakal selesaikan kasus ini" bisik Samuel, suaranya yang tegar perlahan naik, menggema memenuhi ruangan yang bersimbah darah.

"GUE ADALAH SANG PENJAGA WAKTU!!"

Samuel meraung dahsyat, mengabaikan rasa sakit di dada dan kepalanya yang seakan mau pecah. Dengan sisa tenaga terakhirnya, Samuel mengangkat kedua telapak tangannya tinggi-tinggi. Ia mempertemukannya di depan dada, menepuknya kencang dalam satu gerakan pose memohon yang penuh keputusasaan.

"AKAN GUE UBAH TAKDIR INI!"

Plak!

Begitu kedua telapak tangannya terlepas, distorsi ruang terjadi seketika. Sebuah lubang hitam kecil (mini black hole) tercipta di antara jemarinya, menelan udara dan cahaya di sekitarnya. Lini masa malam itu retak. Kamar yang hancur, lemari kayu, dan jasad Riza di hadapan Samuel perlahan hancur terfragmentasi, lenyap tersedot ke dalam kegelapan.

Dunia berganti menjadi ruang putih yang hampa dan tak berujung. Di tengah kesunyian vertikal itu, sebuah suara yang teramat dingin dan asing menggema dari segala arah, menusuk langsung ke pusat kesadaran Samuel:

"Kau akan tersiksa, Samuel."

Setelah kalimat kutukan itu terucap, ruang putih tersebut pecah berkeping-keping seperti kaca. Pandangan Samuel dilempar ke dalam kekosongan yang absolut, memperlihatkan sebuah pemandangan kosmik yang megah sekaligus mengerikan: untaian waktu, jutaan lini masa yang tak terbatas, saling mengikat dan melilit satu sama lain layaknya rantai raksasa, semuanya bergerak linear menuju satu titik akhir tragis yang sama.

Zasssh!

Kesadaran Samuel ditarik paksa ke belakang, melintasi ruang dan waktu dengan kecepatan yang menghancurkan jiwa.

......7 Juni 2025. Pukul 19.30 WIB......

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!