ratu elok Syakira berasal dari indonesia yang berjuang sendiri di kota besar tianji yang berusaha menyembunyikan identitas aslinya karena masa kecil yang pahit,Xiao mei itulah nama sehari harinya.
bangkit sendiri dari keterpurukan yang di berikan oleh paman nya sendiri bertahan hingga masa sekolah menengah selesai,lalu pergi ke kota dimana tidak ada di pikirannya
Xing Jian hao seorang artis populer tinggi tampan,mapan dan play boy salah satu kelebihannya ,anak satu satunya dari pasangan Xing Deming dan Wang mei ,kehidupan yang bebas seperti tidak memiliki beban dalam hidupnya ,berpetualang dalam dunia hiburan yang selalu di kelilingi wanita cantik
apa jadinya jika ia bertemu dengan wanita yang acuh padanya ???
apakah Jian akan membencinya,,, atau jatuh cinta ????
selamat datang di novel kedua mie atah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mie Atah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.sama sama terluka
Ruangan yang di dominasi dengan warna hitam dan merah warna yang menandakan kekuasaan seseorang itu hening sesaat
Nyonya Xing menuangkan teh tradisional oolongo hijau kedalam cangkir kecil milih tuan Xing dan jian hao
" apa kau belum selesai bermain,,??" tanya taun Xing to the point
Jian hao tersenyum miring " kabarku sehat " jawab jin hao " bukan kah itu pertanyaan yang harus orang tua tanyakan jika sudah lama tidak bertemu anaknya ,,??" tanya jian hao menyindir
" tak perlu ki tanya kan bagaimana kabarmu,,bukan kau selalu sehat karena sering bersenang senang " ucap tuan Xing tidak mau kalah
" minum dulu nak " ucap nyonya Xing
Jian hao menurut dan meminum teh itu tanpa aturan
" lihat lah bagaimana dunia hiburan mengubah mu,,kau sampai lupa tatakrama leluhurmu " tegur tuan Xing
" lǎo gōng( suami ) jin baru saja mau berkumpul dengan kita biarkan dia melakukan nya " bela nyonya Xing,tapi itu tidak berarti apa apa bagi jian hao
" ibu tidak sibuk,,,biasanya selalu sibuk ,??" tanya jian hao menyindir
Nyonya Xing tersenyum " hari ini ibu libur karena ingin bertemu dengan anak laki laki ibu " ucap nyonya xing
" tumben " jawab jian hao santai
" berhentilah bermain main,,kembalilah kerumah dan urus perusahaan "pinta tuan xing
" tidak" tolak jian hao
" apa uang ku masih kurang sehingga kau selalu menolak apa yang aku perintahkan ,,??!!!" tanya tuan Xing mulai emosi menahan suaranya agar tidak menggelegar
" baru kali ini aku menolak permintaan ayah " ucap jin Hao menatap tajam tuan xing " aku selalu menuruti apa yang ayah mau sampai aku kehilangan masa mudaku ,,apa itu masih kurang ,,??" tanya jian hao mulai tersulut
" aku lakukan itu semua untukmu " ucap tuan Xing
Jian Hao tersenyum miring saat mendengar perkataan tuan cing " benarkah,,??? Bukan untuk menjadi mesin pencetak uang ,,??" tanya jin hao
" JIAN HAO,,!!!"teriak tuan Xing menarik nafas lalu membuangnya perlahan agar emosinya reda " sudah lah,,menginap lah disini semalam ,,besok ikut makan malam bersama keluarga Zhang " ucap tuan cing meminum tehnya dengan elegan
Jian hao tertawa garing " baiklah jika itu bisa menjadikan aku anak penurut " ucap jian hao berdiri namun pergelangan tangannya di tahan oleh nyonya Xing " sayang nanti akan ada anak perempuannya tuan Zhang ingin berkenalan dengan mu "
Jian Hao kembali tersenyum miring " sama saja,,tidak ada yang bisa di harapkan " ucap jian Hao menyingkirkan tangan nyonya Xing dan berlalu pergi jin hao menutup pintu dengan keras
jian Hao berjalan dengan amarah " malam ini menginap disini aku mau jadi anak baik " ucap jian Hao kepada asisten Lin,asisten Lin hanya bisa menunduk menuruti permintaan jian hao ,asisten Lin tau perasaan jin hao seperti apa jika setelah bertemu dengan kedua orang tuanya
lantai dua hanya memiliki satu kamar lorong penuh dengan satu pintu berukir indah warna hitam adalah milik jian hao
Bruk
Jian Hao membanting tubuhnya ke atas kasur king size yang empuk
" Mereka tidak menyayangi ku lin " ucap jian hao terpejam tangannya memijat pangkal hidung agar mengurangi rasa pusing di kepalanya
Asisten Lin duduk di sofa single di pojok ruangan " itu cara mereka menyayangi mu jian " ucap asisten Lin menghibur
Puk
bantal melayang ke arah asisten Lin Dan dengan cepat asisten Lin tangkap " kau itu asisten ku atau ayah ku,,??" tanya jian Hao kesal.
Asisten Lin hanya tertawa " aku membutuhkan mei lin " ucap jian Hao merogoh saku jas nya
" hubungi saja " saran asisten lin
" aku takut tidak dipedulikan " ucap jian Hao matanya setia menatap kontak bernama * wo mei* artinya mei miliku / adik kecilku
Jarinya ragu hanya untuk mengetik satu kalimat
" coba saja,kamu tidak akan tau jika belum mencobanya " ucap asisten lin membuka jas nya dan menaruhnya di sandaran sofa
Jian hao mengikuti apa yang di ucapkan asisten lin
Wo mei : sedang apa
Beberapa menit belum ada tanda Meimei membacanya
Wo mei : mei aku tau kamu sibuk jika sudah luang balas pesanku
" sepertinya aku sudah gila ,,merendahkan diri di hadapan wanita ,,,dan lebih parahnya dia wanita biasa saja " gimana jian hao
Asisten Lin tertawa " kau jatuh cinta jian "
" tidak mungkin ,,!!" elak jian hao
" lalu apa namanya jika bukan cinta,??" tanya asisten lin
" aku hanya membutuhkannya disaat aku butuh bantuannya "
" yaaa terserah kau saja "
Pada kenyataan nya jian hao menunggu balasan dari Meimei
mereka berdua menghabis kan malam dengan menegak minuman beralkohol tinggi hingga jian hao benar benar teler dan tidak sadarkan diri barulah ia merasa sedang tertidur.
*
*
*
nafas tersengal,keringat bercucuran membanjiri wajah Meimei rambut yang kusut karena terlalu banyak gerakan yang di lakukan Meimei,tangannya mencengkram kuat seprei yang Meimei gunakan
" jangannn,,!!! Huh huh ,,,jangan paman Syakira mohon ,,!!!" kepalanya menggeleng kuat bibirnya menggigil
kaki nya mulai bergerak tidak beraturan ,
*dalam mimpinya Syakira yang sudah remaja berlari terseok Seok tanpa arah saat melihat kebelakang Syakira tidak mampu melihat siapa pun tapi kenapa ia harus berlari *
Tangan Meimei memegang erat dadanya yang mulai kehabisan oksigen karena terlalu lama berlari ,keringatnya semakin bercucuran,kaki Meimei bergerak semakin brutal
" aaaaaaa,,,,,, aaaaahhhh,,,,jangan !!! Jangan!!!! JANGAAAAAANNNNN,,,!!!!! HAH,,,HAH,,,HAH,,,
astaghfirullah,, astaghfirullah ya allaaah "
Tangan bergetar Meimei menghapus keringat yang sudah membasahi bagian atas baju tidur nya ,memaksakan bangun dengar perlahan dan kaki gemetar Meimei berjalan menggapai apapun yang bisa Meimei pegang untuk membantunya berjalan
menuruni satu persatu anak tangga menuju dapur saat langkahnya hanya tinggal tersisa satu kali langkah lagi
Bruk
Badan Meimei sudah tidak kuasa menahan tubuhnya Meimei meringkuk di atas lantai yang dingin,keadaan nya sangat mengenaskan rambut panjang yang acak acakan baju tidur yang basah dan tidak beraturan
" hik hik hik ,,,huuuuuu ya allaah mei udah iklas ,,biarin itu jadi masa lalu mei,,huuuuuu hik hik " tangan Meimei meremat dadanya kuat ,Meimei berusaha bangkit berpegangan pada kaki meja Meimei menarik paksa tubuhnya agar berdiri ,setelah berhasil Meimei menuangkan air putih dengan tangan gemetar yang menyebabkan air yang ia tuangkan berhamburan kemana mana bukan masuk kedalam gelas yang Meimei inginkan
Dengan susah payah akhirnya gelas ter isi penuh , Meimei duduk dan meminum air tersebut dengan terburu buru
Prak
Bunyi gelas yang di taruh dengan kasar ,Meimei menelungkup kan kepalanya di atas meja makan dengan tangan sebagai bantal nya ,jarum jam menunjukan angka 2:15 China
Meimei memilih berbaring di atas sofa panjang ruang tv meringkuk memeluk dirinya sendiri ,Meimei berharap mimpi itu tidak pernah datang lagi
Pagi menjelang Meimei membuka matanya perlahan matanya langsung menatap jam yang tepat berada di atas tv " jam enam " gumam Meimei
" ssshhhh" desis Meimei saat tubuhnya bangkit perlahan namun kepalanya terasa berat dan pusing ,perlahan tapi pasti Meimei bangkit sebab ia sudah terlambat untuk melaksanakan sholat subuh
Di atas sajadah Meimei mengangkat kedua tangannya memohon ampunan dan ketenangan jiwa kepada sang pencipta ,tangis nya pecah saat mengingat bagaimana mimpi itu benar benar menghantuinya " tolong ya allaah hilangkan kenangan lama yang menyakitkan itu,,hik hik ,,,Syakira udah iklas ,,hik hik " setiap tetesan air mata yang jatuh ke atas telapak tangannya membawa harapan penuh untuk Meimei
Harapan kehidupannya menjadi lebih baik yang benar benar sudah tidak terhubung dengan masa lalu yang menyakitkan
Selesai sholat Meimei tidak menuju dapur namun bersiap untuk ke cafe ,memakai baju yang santai rok warna baby blue baju kaos tangan panjang yang ditutupi dengan switer rajut tanpa lengan dan hijab pashmina warna yang sama dengan rok yang Meimei pakai
Tidak lupa tas dan ponselnya
Menuju cafe Meimei memeriksa pesan yang masuk salah satunya dari nomer baru yang sudah Meimei ketahui siapa pemiliknya
Meimei: ada apa jerapah 🦒
Meimei melanjutkan langkahnya sampai di cafe mazaj pintunya sudah terbuka mingjie dan Ying hua terlihat sedang merapihkan semua isi toko
" assalamualaina " gumam Meimei saat kakinya melangkah memasuki toko
" Waaah rajin nyaaa " puji Meimei kepada kedua karyawan nya
" harus dong kak,kan bentar lagi gajian ,,biar dapet bonus " ucap Ying hua bercanda
Meimei tertawa mendengar celotehan Ying yue " kak kenapa wajah mu terlihat pucat ,,???" tanya mingjie ,Ying hua yang mendengar perkataan mingjie menghentikan kegiatannya mengelap meja ikut memperhatikan wajah Meimei
" benarkah,,??" tanya Meimei memegang kedua pipinya
mingjie mengangguk merogoh saku celana dan mengeluarkan cermin kecil " coba kakak lihat " ucap mingjie mengarahkan kaca kecil itu ke hadapan Meimei
Meimei memperhatikan wajahnya dengan seksama "kau membawa kaca,,??? " tanya Meimei kaget
" hehehe menjadi pelayan juga harus memperhatikan penampilan kak " ucap mingjie membela diri
Meimei mengangguk " bagus bagus,,, iya juga aku sedikit pucat " ucap meimei
" kakak tidak enak badan ???" tanya ying hua
" sedikit ,,semalam tidak bisa tidur " ucap Meimei berlalu menuju meja kasir
" istirahat saja kak,,biar kasir serah kan kepada roulan " ucap mingjie
" tidak apa,,aku malah bosan nanti ,,," ucap Meimei " ya sudah aku ingin ke dapur lanjutkan kerja kalian "
Meimei mulai menyibukkan diri nya ,tenggelam dalam mengerjakan semua menu yang ada di cafe mazaj ,mulai dari perkuahan ,per bumbuan ,dan kue kue yang akan di pajang di pantry
setengah tujuh para chef cafe mazaj datang " wow sepertinya bulan ini gaji kita bakalan di potong ,,,lihat bos cantik kita sudah sibuk mengerjakan semuanya " ucap guangming sambil berjalan menuju ruang penyimpanan barang milik karyawan
Guang Ming menggulung lengan baju nya dan siap membantu Meimei meracik kuah bakso,ayam kecap untuk mie ayam
Zinxuan menata piring yang kemarin sudah mereka cuci ,Meimei tidak pernah membeda beda kan karyawan ,mereka juga selalu sigap membantu jika memang di butuhkan tenaga lebih ,roulan membantu Meimei merapihkan kue kecil yang sudah matang di pantry
" ming Chang Yue belum datang juga ,,apa dia memberimu kabar,,???" tanya yingyue
Mingjie menggeleng " tidak " ucap mingjie
Ying hua merogoh sakunya mengambil ponsel dan melakukan panggilan atas nama changyue
Ying hua menatap heran ponselnya sebab nomer kontak changyue tidak dapat di hubungi
" semoga dia baik baik saja " gumam ying hua
Ying hua : Chang jika kau melihat pesanku telpon kembali nomerku
pesan Ying hua
Cafe mazaj di buka di jam seperti biasa ,mereka semua siap melayani setiap pembeli yang datang dengan sapaan ramah dan senyuman
Selamat membaca❤️❤️❤️dari othor untuk pembaca jangan lupa like dan komentarnya