NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:276k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Bab 16

Langkah Kemuning terseok-seok saat mendengar mertuanya pingsan dan di bawa ke puskesmas oleh tetangganya. Walaupun dia marah kepada Bu Ratih yang sering menyakiti hatinya, dia masih punya tanggung jawab sebagai menantu. Terlebih lagi Aditya saat ini sedang berada di dalam penjara.

"Mau apa kamu ke sini?" tanya Bu Ratih begitu Kemuning masuk ruang rawat.

Wanita paruh baya itu rupanya sudah sadar. Dia melotot penuh kebencian terhadap menantunya.

"Aku dengar ibu pingsan," jawab Kemuning, tenang.

"Ini semua gara-gara kamu!" teriak Bu Ratih sambil menunjuk kepada Kemuning. "Tega sekali kamu memenjarakan suamimu sendiri!"

Kemuning bergeming di tempatnya tak membalas ucapan Bu Ratih. Dia juga tidak menunjukan rasa bersalah atau pun bersikap arogan. 

"Cepat kamu cabut laporan itu. Keluarkan Aditya!" jerit Bu Ratih seperti orang yang tidak waras.

"Aku tidak akan pernah mencabut laporannya," ucap Kemuning tegas, lalu tersenyum tipis. "Karena Mas Aditya dan Lavanya pantas mendapatkan hukuman atas perbuatannya itu!"

"Pergi kamu dari sini!" Bu Ratih menunjuk ke luar ruangan itu. "Kamu bukan menantuku lagi!"

Mendengar itu Kemuning tidak sedih. Justru dia tersenyum, merasa senang. 

***

Berita tentang perselingkuhan dan penggerebekan Aditya semakin meluas. Nama Aditya sebagai juragan ayam potong yang dulu dihormati, kini disebut dengan nada sinis.

Bu Ratih tidak tinggal diam. Dengan wajah tegang dan langkah tergesa, ia mondar-mandir di depan ruang tunggu kantor polisi. Sejak Aditya di penjara, dia beberapa kali  menghubungi kerabatnya, meminta bantuan. Beruntung mendapatkan respon.

“Pokoknya Aditya harus keluar! Ibu enggak terima anak ibu diperlakukan kayak penjahat!” kata Bu Ratih dengan suara bergetar, antara marah dan panik.

“Kita harus sewa pengacara,” ucap salah satu kerabat Bu Ratih.

“Benar juga,” gumam Bu Ratih yang baru kepikiran hal itu. “Kalau begitu kita harus punya banyak uang untuk membayarnya.”

Keluarga besar pun mulai turun tangan. Mereka pun mengumpulkan uang. Bu Ratih sampai menjual semua perhiasan dan mobil milik Aditya yang baru dibeli tahun lalu.

Kemudian mereka mencari pengacara terbaik yang bisa mereka bayar. Segala cara ditempuh untuk mengeluarkan Aditya.

Beberapa hari kemudian, seorang pengacara bernama Burhan, datang menemui Aditya. Dia datang dengan penuh rasa percaya diri.

“Kami akan ajukan penangguhan penahanan,” kata Burhan singkat, namun tegas. “Tapi kamu harus mengikuti semua arahan ku.”

Aditya tersenyum dan mengangguk cepat. Untuk pertama kalinya sejak ditahan, ada secercah harapan di wajahnya.

Keluarga Lavanya pun melakukan hal yang sama. Mereka bekerja sama dengan Bu Ratih dan memberikan uang walau sedikit karena habis untuk pengobatan Pak Bagus yang terkena serangan stroke ringan.

Proses penangguhan tahanan itu tidak instan. Harus mengajukan berkas. Jaminan yang disiapkan. Lalu, melakukan negosiasi. Setelah melalui prosedur yang panjang dan melelahkan, penangguhan penahanan Aditya dan Lavanya pun dikabulkan.

Hari itu, pintu sel terbuka. Aditya melangkah keluar dengan wajah kusut, tetapi sorot matanya berubah. Itu bukan penyesalan, melainkan kemarahan yang dipendam.

Di luar, Bu Ratih langsung memeluknya erat dan tangisannya pun pecah. Ini air mata kebahagiaan.

“Adit, anak Ibu ... kamu enggak apa-apa, kan?” tanya Bu Ratih disela isak tangis dengan suara yang bergetar. Kedua tangannya menangkup wajah Aditya.

“Aku enggak akan tinggal diam, Bu,” gumam Aditya pelan. “Semua ini gara-gara Kemuning.”

Nama itu keluar begitu saja dari mulut Aditya penuh kebencian. Karena laporan istrinya ke polisi, sudah menghancurkan nama baiknya.

Tidak jauh dari sana, Lavanya juga keluar, dijemput oleh orang tuanya. Bu Dewi menangis melihat kondisi putrinya, sementara Pak Bagus hanya diam dengan wajah tegang, duduk di kursi roda.

“Akhirnya kamu bisa bebas,” ujar Bu Dewi tersedu-sedu sambil memeluk anak perempuannya.

“Kemuning harus membayar mahal atas perbuatannya kepadaku!“ desis Lavanya dengan mata memerah menahan amarah.

Bukannya menyesali perbuatannya kemarin, Lavanya justru menyimpan dendam dan kemarahan kepada Kemuning.

“Semua ini karena wanita mandul itu,” ucap Bu Dewi lirih, matanya memerah. 

Kabar bebasnya Aditya dari tahanan menyebar cepat, jauh lebih cepat daripada kabar saat ia ditangkap. Bukan karena kebenaran yang menang, melainkan karena uang yang berbicara. 

“Harta Bu Ratih habis dijual untuk membebaskan anaknya dari penjara,” ucap seorang wanita paruh baya memakai daster hitam.

“Ya, mau bagaimana lagi ... Aditya itu anak satu-satunya. Pastinya Bu Ratih akan melakukan segala cara untuk membebaskannya,” timbal wanita memakai daster merah.

“Menurutku, Aditya itu tidak tahu diri,” celetuk wanita berdaster biru. “Punya istri baik, malah selingkuh sampai zina. Terus Bu Ratih juga terlalu menuruti Aditya. Apa pun keinginannya selalu dikabulkan.”

Bukannya rasa simpati dan dukungan, diberikan warga kepada Bu Ratih dan Aditya, mereka malah menghujat.

Hari itu, Kemuning datang ke rumah Aditya dengan langkah pelan. Selama ini rumah itu selalu terkunci karena tidak ada penghuninya. Wanita itu tidak berniat tinggal lagi di sana, dia hanya ingin mengambil beberapa barang miliknya yang tertinggal. 

Namun, begitu Kemuning menginjakan kakinya di teras, suara Bu Ratih sudah lebih dulu menyambutnya.

“Kamu masih berani ke sini?” Nada suara wanita paruh baya itu begitu tajam, penuh kebencian yang tidak lagi disembunyikan.

Kemuning diam sejenak. Ia menatap ibu mertuanya, mencoba mencari sisa-sisa kehangatan yang dulu pernah ia rasakan. Namun, kini tidak ada, yang tersisa hanya kebencian.

“Aku cuma mau ambil barangku, Bu,” jawab Kemuning pelan.

“Barang?” Bu Ratih tertawa sinis. “Kamu itu sungguh enggak tahu diri! Sudah mandul, enggak bisa kasih keturunan, masih mau ngerepotin anakku lagi!”

Dulu, kata-kata seperti itu bisa membuat Kemuning menangis semalaman. Namun sekarang, ia hanya berdiri diam. Rasa sakit, tentu saja ada, tetapi tidak lagi melemahkan dirinya

Dari dalam rumah Aditya keluar. Wajahnya terlihat lelah dan kusut, tetapi bukan karena penyesalan, melainkan marah karena harga dirinya yang terluka.

***

Sambil menunggu update bab berikutnya, yuk, baca juga karya temanku ini.

1
Aidil Kenzie Zie
ngapain diceritain lagi bukannya Raisa itu pengacaramu dulu 🤔🤔🤔
Humay Uum
lagi thoor 🤭lanjut
Rahmat Zakaria
Oalah ngono to ceritanya JD senasib di masa lalu ...bahagia selalu ar SM kamuning
Greenindya
amin semoga terkabul 🤲
Ummee
kemuning+Arkatama sama² korban pengkhianatan pasangan... baek² kalian berdua... langgeng sampai maut memisahkan
zahrahaifa
emang dasar nye lu yg gatel bukannye tanya baek nyari solusi sama2 eh malah selingkuh + zina lg... jijay.... skrng minta tolong sm arkatama awas aje lu gatel sm laki orang
Dewi Sri
Asik baca sampai lupa pencet favorit, maap ya thor 😂
ahs@
tegang,takut bersekongkol merencanakan cara merebut arka....🤭
Sri Supriatin
Bravo Kemuning 👍👍👍
Sri Supriatin
Barang busuk biar disembunyiin pasti ketahuan... g kebayang sakitnya kemuning/Scowl//Scowl/
Sri Supriatin
Gemes banget punya laki ky gitu
Sri Supriatin
Habis bc Muara Hati Azalea aq mampir nich thor salam sehat... 👍👍🙏🙏
🌸 Sunshine 🌸: Terima kasih, Kak. Semoga juga suka dengan karya ini
total 1 replies
Retno Harningsih
up
Kar Genjreng
orang niat baik akan di tujukan jalan benar tetapi niat jahat akan di tunjukan jalan terjal Bahkan tidak baik baik saja ,,
Kar Genjreng
nikmat mana lagi yang kau dustakan Adi dan Bu ratih makanya ucapan adalah doa dan mulutmu adalah harimaumu,,,, sekarang merasakan di tolak sana sini di jualan oleh orang yang menjadi penjilat ketika Lo sukses semua nempel seperti cicak begitu Lo terpuruk semua ngabur enak kan,,,menjadi penghianat terhadap wanita yang sudah menolong kalian,,,
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
jangan sampai si Tamara menggoda Arka..
Nancy Nurwezia
makin penasaran, apa yang sedang diobrolkan oleh mereka berdua..
Aidil Kenzie Zie
apa si Mantan ingin balikan ya jadi harus buat drama seperti kisah Kemuning
Aidil Kenzie Zie
Arka nanti jujur y sama Kemuning kalo kliennya si Mantan 🤭🤭
Sun Rise
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!