NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Di Balik Wajah Datar

Suara teriakan penuh amarah bercampur panik Ryu terdengar menggelegar, membuat burung yang bertengger di ranting pohon langsung terbang berhamburan.

Jordi yang sudah kabur duluan beberapa meter seketika mengerem mendadak hampir terjengkang karena terpeleset.

"Kalau Bos kenapa-kenapa, bonusku hilang."

Secepat kilat Jordi putar balik. Dan begitu sampai di depan Ryu, ia langsung membantunya melepaskan tangan Imah.

"Lepas!" sergah jordi.

"Nggak mau!" Imah memeluk Ryu makin erat.

Ryu mengatupkan giginya kuat. Jordi kesal bercampur panik. Sekuat tenaga ia melepaskan pelukan Imah. Begitu terlepas, pemuda itu mendorongnya menjauh.

"Aduh! Sakit!"

Tak sengaja Jordi mendorong terlalu kuat, membuat Imah jatuh terduduk.

"Mamas ganteng jahat!" Imah memukul tanah dengan bibir mengerucut.

"Bos, cepetan!" seru Jordi yang sudah berjongkok di depan Ryu.

Tanpa pikir panjang Ryu naik ke punggung Jordi.

"Mamas ganteng, jangan tinggalin Imah!"

Wanita itu beranjak berdiri.

"Wanita sedeng! jangan mendekat!" Jordi buru-buru kabur.

"Mamas! Tungguin!" Imah tak tinggal diam. Ia mengejar Jordi.

 

Beberapa menit kemudian...

Jordi sudah memasuki pekarangan rumah Seroja dengan Ryu di punggungnya.

"Bu Dhe! Bu Dhe! Tolongin, Bu Dhe!"

Jordi berjalan cepat hampir berlari. Napasnya ngos-ngosan, hampir megap-megap. Ia masuk ke dalam rumah dengan panik.

Seroja, Bu Dhe dan para wanita yang semula berada di dapur otomatis berkumpul di ruang tamu karena teriakan panik Jordi. Mereka penasaran, apa gerangan yang terjadi.

Dan yang lebih mengejutkan, Ryu tampak digendong Jordi di punggung dengan wajah pucat pasi.

"Ada apa?" tanya Bu Dhe berusaha tenang meski jelas khawatir melihat dua pemuda itu.

"Turunkan dulu Ryu," ujar Seroja dengan suara terkontrol, meski sebenarnya ia juga cemas.

Jordi menurunkan Ryu yang lemas di kursi, tapi matanya tak lepas dari pintu.

"Tutup pintunya! Cepat tutup!"

Ia menyeka peluhnya, menatap ke arah pintu depan dengan ekspresi was-was.

Ryu menutup wajahnya. "Astaga.. memalukan sekali," batinnya pahit. Ingin rasanya ia menghilang dari muka bumi.

"Tenang dulu." Bu Dhe beralih menatap Mbak Sri. "Ambilin air putih."

Namun sebelum Mbak Sri beranjak dari tempatnya berdiri --

"Bu Dhe, dia datang. Dia datang." Jordi refleks bersembunyi di belakang Bu Dhe.

Semua orang refleks menatap ke arah pintu. Seketika ekspresi mereka menjadi random. Ada yang menahan tawa. Ada yang geleng-geleng kepala. Ada yang tepok jidat. Ada yang mengelus dada. Bahkan ada yang menutup mulut dengan bahu bergetar.

"Mamas ganteng! Jangan tinggalin Imah.."

Seorang wanita yang kemungkinan usianya kepala tiga berlari sambil menaikkan rok spannya. Bibirnya merah seperti habis makan ayam mentah. Pipinya lebih dari merona, seperti habis ditampar kenyataan. Rambut panjangnya yang dikepang dua menjuntai di depan dada.

Beberapa warga nampak menyusul dari belakangnya. Mengejar wanita yang mengalami gangguan jiwa karena stres itu.

Bu Dhe melangkah mendekati Imah dengan gerakan tenang.

"Imah, pulang dulu ya," ujar Bu Dhe sambil mengusap lengan wanita itu lembut.

"Bu Dhe, Imah ditinggal mamas ganteng," adu Imah dengan suara manja. Bibirnya mengerucut, kakinya menghentak-hentak, tangannya sibuk memilin ujung kepangannya.

"Mamas gantengnya mau istirahat dulu. Mainnya besok lagi, ya," bujuk Bu Dhe.

"Nggak mau!" tolak Imah. "Aku mau peluk mamas ganteng."

Mata wanita itu menyapu ruangan. Jordi buru-buru bersembunyi di belakang ibu-ibu.

Ryu menegang saat Imah menatapnya dengan senyum lebar.

Namun sebelum Imah mendekat, seorang pemuda dari kerumunan yang mengejarnya berkata,

"Imah, kucingmu dikejar kucing jantan. Cepetan bawa pulang."

"Apa?!"

Ekspresi Imah berubah total. Matanya langsung membelalak.

"Beraninya mau ngawinin kucingku!" Wanita itu bergegas pergi sambil mengangkat roknya.

Setelah perempuan itu pergi, Jordi akhirnya duduk lemas di samping Ryu.

"Akhirnya pergi juga," gumam Jordi seperti baru dikejar rentenir.

Sedangkan Ryu menghembuskan napas lega, meski wajahnya masih pucat.

Orang-orang akhirnya tak bisa menahan tawa. Suasana tegang akhirnya pecah.

"Minum dulu," ujar Mbak Sri seraya menyodorkan nampan berisi gelas air putih.

Jordi meneguknya cepat sampai tandas. Sedangkan Ryu minum dengan tenang, gerakannya tidak terlalu cepat ataupun lambat.

Seroja sedikit mendekat. "Sebenarnya kalian dari mana? Kenapa sampai ketemu sama Imah?" tanyanya mewakili rasa penasaran yang lain.

Jordi meletakkan gelasnya di meja. "Bos dari beli kambing sama sapi buat tahlilan. Tapi Bos mabuk gegara bau kambing dan kandang sapi. Muntah-muntah di jalan, sampai terkilir. Eh, malah ketemu perempuan barusan yang tiba-tiba meluk-meluk," jelas Jordi bergidik ngeri.

Semua orang akhirnya beralih menatap Ryu. Pemuda itu tetap duduk dengan punggung tegak dan wajah datar, seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi dalam hati...

Malu?

Jangan tanya. Harga dirinya sebagai CEO rasanya hancur berkeping-keping sejak muntah di kandang sapi, lalu pulang digendong sambil dikejar wanita yang mengalami gangguan jiwa.

Seroja menunduk melihat sepatu dan celana bagian bawah Ryu yang kotor oleh lumpur. Lalu pandangannya naik ke wajah pucat yang tetap datar itu meski semua orang menatapnya.

Seroja memalingkan wajahnya menahan senyum. Ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan Ryu. Seorang pemuda kota dengan mobil mewah, sepatu kulit mengilap, jam tangan mewah, tampilan rapi dan berkelas, tapi berujung masuk lumpur, muntah, terkilir, bahkan dikejar orang gila.

Gadis itu berdehem pelan, mengelola ekspresi wajahnya, lalu maju selangkah lagi ke arah Ryu.

"Kaki sebelah mana yang terkilir?" tanyanya dengan senyuman lembut tersungging di bibirnya.

Ryu refleks mendongak menatap gadis itu. Tak ada riasan mencolok. Bulu mata lentiknya terlihat alami, bibir merah jambunya juga. Namun penampilan sederhana dan sorot matanya yang lembut justru membuat Ryu enggan berpaling.

Seroja kembali berdehem kecil seraya memalingkan wajahnya. Jelas jantungnya berdetak tak normal karena ditatap pria yang sah menjadi suaminya seperti itu.

Bu Dhe dan yang lainnya menahan senyum melihat interaksi mereka.

Tapi bukan Jordi namanya kalau tidak membuat kekacauan.

PLAK!

"Bos!" seru Jordi sambil menepuk paha Ryu. "Lihatinnya ntar kalau berdua di kamar aja. Jangan bikin iri yang jomblo. Ingat kaki. Itu bakal bengkak kalau gak diobati," ujar Jordi memecah suasana hangat tanpa merasa berdosa.

Bu Dhe dan yang lainnya mati-matian menahan tawa karena melihat tingkah Jordi.

Ryu sedikit tersentak, lalu batuk kecil berusaha mempertahankan wajah datarnya.

"Sudah, kalian kembali ke pekerjaan masing-masing sana," ujar Bu Dhe membubarkan kerumunan.

"Seroja," panggil pemuda yang memancing Imah pergi tadi. "Apa benar kamu mau ikut suamimu ke kota?"

"Benar," jawab Seroja singkat.

"Aduh, kalau Seroja pergi, kita nggak bisa berobat lagi, dong," celetuk seorang ibu.

"Padahal menantuku sebentar lagi lahiran," sahut yang lain.

Bu Dhe akhirnya angkat bicara. Suaranya lembut, tapi tegas.

"Seroja adalah seorang istri, jadi harus ikut suami."

Tak ada yang membantah. Satu per satu akhirnya kerumunan itu bubar. Sebagian pulang dan sebagian lagi kembali ke dapur. Tapi jelas mereka sedih karena Seroja akan pergi.

Seroja menghembuskan napas pelan, lalu kembali menatap Ryu. "Jadi, kaki yang sebelah mana yang terkilir?"

Ryu terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menunjuk kaki kanannya perlahan.

 

...🔸🔸🔸...

..."Kadang seseorang mulai masuk ke hati bukan saat terlihat sempurna, tapi saat kita melihat sisi paling berantakan dari dirinya."...

..."Tidak semua kedekatan dimulai dari momen indah. Kadang ada yang dimulai dari lumpur, rasa malu, dan kekacauan yang tak terlupakan."...

..."Kadang rasa nyaman datang bukan saat hidup berjalan sempurna, tapi saat seseorang tetap tinggal meski melihat kita di titik paling memalukan."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
abimasta
kamu sendiri aja yang menyelidikinya ryu
Puji Hastuti
seneng liat mereka akur 🤭
Anonim
Ryu berangkat ke kantor, Seroja mengantar hingga ke mobil.

Seroja mengganti celanya dengan celana jins dan mengenakan jaket kulit.

Seroja beneran naik motor sport, Muji berdecak kagum melihatnya.

Itu Nenek tahu kalau Seroja bukan gadis sesederhana yang mereka lihat atau pikirkan. Dan harus bersiap dengan kejutan-kejutan dari Seroja.

Jordi mendapat tugas penting dari Ryu - untuk menyelidiki istrinya.
Anonim
Ryu mendengar Seroja mengatakan kalau Tony yang mengajari naik motor sport, cemburu pastinya.



Dipikirannya bebas menafsirkan bagaimana Tony yang sedang mengajari Seroja naik motor sport.

Nenek melihat reaksi Ryu setelah mendengar itu.

Seroja menjawab pertanyaan dari Nenek. Tony, temannya.

Tony bisa dibilang teman dekat. Begitu penuturan Seroja.
Sri Hendrayani
lanjut
mery harwati
Jordi tolong terima kopi online ku ya, biar otakmu tetep waras disaat bosmu mulai oleng gegara Seroja 🤣💪
mery harwati
Jadi inget sama Vexia & Rayno dalam novel Istriku Badas 🤣
Hampir mirip kisahnya, istri yang disembunyikan tapi bikin penasaran suami dengan segala tindakannya
Apakah Seroja masih ponakan Vexia ya 🤭😃
Anonim
Perbincangan pagi di meja makan - lutut Nenek rasanya tidak terlalu sakit lagi. Terima kasih untuk Seroja dari Nenek yang telah diterapi.

Seroja mau lanjut kuliah, Nenek senang mendengarnya - antusias mendukung Seroja kuliah lagi.

Ryu menawari Seroja pakai mobilnya, disuruh pilih yang Seroja suka. Setelah bertanya Seroja apa bisa bawa mobil.

Seroja malah pilih naik motor. Padahal motor Ryu motor sport wkwkwk.

Ryu mendengar Seroja mau pakai motor sport miliknya sampai hampir tersedak buburnya.

Yang ngajarin Seroja naik motor sport Tony. Nah lho - Ryu cemburu tuh 😄
Siti Jumiati
penasaran kelanjutannya...
lanjut kak nana... 💪🙏
Siti Jumiati
lanjut kak... 🙏
Anonim
Paginya Seroja merasa gulingnya berbeda. Gulingnya terasa lebih keras dan wangi gulingnya tidak seperti wangi gulingnya.

Lucu juga nih Seroja. Meraba tubuh Ryu dari atas ke bawah - yang dikira gulingnya dan mengendus aromanya pula 😄.

Kebayang bagaimana Ryu menegang ketika diraba tubuhnya dan diendus Seroja wkwkwk.

Ryu turun ranjang menuju kamar mandi, repot menjinakkan ularnya yang menegang tuh.
Anonim
Ryu dan Seroja tidur seranjang.

Kebiasaan Ryu tidur bertelanjang dada. Seroja tertegun sejenak melihatnya. Jantungnya mulai tak karuan.

Dalam hati dua insan yang sudah sah sebagai pasabgan suami istri berbeda.

Dalam hati Seroja - apa Ryu bakal minta haknya sebagai suami.

Dalam hati Ryu yang ditanya kenapa tidak pakai baju - apa tubuhku gak bagus. Kenapa dia tidak terpesona sama sekali.

Perbincangan mengalir - mereka mulai tidur.
Dew666
💃💃💃
Anitha Ramto
Ryuh mulai Protektif suruh nyelidiki Seroja,,
Dek Sri
lanjut
Hanima
Kerennn Seroja👍
partini
aku kira di ryu menunggu Seroja pergi dengan motor sport nya, semoga pas pulang nanti side by side pas di lampu merah brrummmm
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana.. Up Bab Baru-nya ya Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Wahhh Bahaya nih! bisa berantem nih nanti mereka! 😁😁😁🙏
Diana Dwiari
ahirrrr cemburu ya ryu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!