Sepuluh tahun lalu, tragedi berdarah menghancurkan keluarga Samudra. Langit Bumi Samudra (7 tahun) tewas dalam sabotase kecelakaan mobil, sementara adiknya, Cakrawala Bintang Samudra (3 tahun) dinyatakan hilang dan dianggap tewas juga oleh publik. Nyatanya, Sang Kakek menyembunyikan Cakra di luar negeri dengan identitas rahasia demi melindunginya dari musuh.
Kini, Cakrawala kembali sebagai pemuda tampan dan jenius. Di bawah nama samaran Gala Putra Langit, ia menyusup ke dunianya sendiri sebagai mahasiswa biasa. Ia harus menghadapi pengkhianatan Om dan Tantenya sendiri yang haus harta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Pertama
Matahari pagi menyinari pelataran Universitas Samudra dengan begitu cerah. Kampus elit milik Samudra Group itu tampak dipadati oleh ratusan mahasiswa baru. Suasana riuh rendah dengan gelak tawa dan obrolan antusias. Sebagai kampus terpandang di negeri ini, penampakan di parkiran tampak seperti pameran kemewahan. Mulai dari anak pejabat, anak menteri, hingga pewaris pengusaha kakap datang mengenakan pakaian bermerek, dan mengendarai mobil-mobil sport keluaran terbaru. Namun, diantara mereka, banyak juga mahasiswa jalur beasiswa prestasi yang tampil rapi meski sederhana.
"Gila, lihat mobil itu! Itu kan, Porsche terbaru!" seru seorang mahasiswa berkacamata sambil menyenggol lengan temannya.
"Jelaslah, kampus ini isinya sultan semua. Kalau bukan anak konglomerat, minimal otaknya harus sepintar anak-anak beasiswa berprestasi itu," sahut temannya, sembari menunjuk kerumunan mahasiswa lain.
Tiba-tiba, suara deru mesin mobil yang menggelegar memotong obrolan mereka. Sebuah Lamborghini Aventador berwarna merah menyala melaju lambat, membelah kerumunan mahasiswa baru di depan lobi utama. Tepat di belakangnya, menyusul sebuah SUV mewah yang membawa empat pemuda modis; Davin, Rendra, Bimo, dan Reza. Mereka adalah geng Kenzo Pratama Samudra semasa SMA yang terkenal angkuh, sombong, dan suka merundung siapa saja yang dianggap lebih rendah.
Kenzo turun dari mobil pintunya yang membuka ke atas, lalu membetulkan letak kacamata hitamnya dengan gaya angkuh. Rekan-rekan gengnya segera merapat di sisi kanan dan kirinya, membentuk pagar betis informal.
"Selamat pagi, Tuan Muda Kenzo!" sapa seorang mahasiswa senior yang langsung menghampiri, mencoba menjilat demi mendapatkan koneksi.
"Wah, Kenzo! Mobil baru keren banget!" timpal mahasiswi lain dengan mata berbinar-binar kagum.
Kenzo tersenyum miring, melipat tangannya di dada seraya membusungkan dada tinggi-tinggi. Ia sangat menikmati tatapan pemujaan dari orang-orang di sekitarnya. "Biasa saja. Ini cuma hadiah kecil dari orang tuaku karena aku masuk kampus ini," ucap Kenzo dengan nada meremehkan. Ia menatap sekeliling dengan pongah.
"Kalian semua sudah tahu, kampus ini milik keluargaku. Dan akulah satu-satunya putra mahkota serta penerus tunggal dari Samudra Group!"
Para mahasiswa langsung berbisik heboh, semakin kagum dan takjub dengan status absolut Kenzo.
Namun, histeria itu itu tidak bertahan lama. Suara knalpot motor trail yang khas tiba-tiba memecah perhatian massa. Sebuah motor trail kawasaki hijau yang tampak bersih dan terawat merapat ke area parkir motor. Pengendaranya turun, melepas helm full-face miliknya, lalu mengibas rambutnya yang sedikit berantakan.
Dia adalah Cakrawala, yang kini menggunakan identitas Gala Putra Langit.
Gala tampil sangat rapi dengan kemeja putih kasual yang digulung hingga siku, dan celana jins hitam. Badannya yang tinggi tegap, wajahnya yang sangat tampan dengan garis rahang tegas, serta senyum slengeannya langsung membuat area parkir mendadak senyap. Tatapan kagum para mahasiswi yang tadinya tertuju pada Kenzo, kini bergeser sepenuhnya kepada Gala.
"Eh, siapa itu? Ganteng banget!" bisik seorang mahasiswi dengan pipi merona.
"Iya, tinggi banget. Auranya mahal. Malah jauh lebih ganteng daripada Kenzo," sahut yang lain tanpa sadar bahwa suaranya terdengar oleh Kenzo.
Mendengar bisikan-bisikan itu, rahang Kenzo mengeras. Matanya menatap tajam ke arah Gala dengan rasa tidak suka yang amat sangat. Merasa harga dirinya sebagai "Putra Mahkota" diusik oleh anak itu, Kenzo melangkah lebar menghampiri Gala, diikuti oleh keempat teman-temannya.
"Heh, anak baru!" bentak Kenzo sambil menghadang langkah Gala di koridor. Ia menunjuk dada Gala dengan jarinya.
" Punya nyali juga Lo cari perhatian di depan gue. Lo anak beasiswa miskin yang lewat jalur kasihan, ya?"
Gala menghentikan langkahnya. Ia menatap Kenzo dari atas ke bawah dengan tatapan santai, sama sekali tidak terintimidasi. Di dalam hatinya, Gala tersenyum sinis. Ia tahu betul pemuda manja di depannya ini, adalah anak dari tantenya yang serakah.
Gala menggaruk tengkuknya sambil terkekeh slengean. "Cari perhatian? Enggak, tuh. Gue cuma mau kuliah. Lagian, parkiran kan luas, kenapa lo yang sewot?"
"Kurang ajar!" Davin teman Kenzo hendak maju, mendorong bahu Gala. Namun dengan gerakan refleks yang sangat cepat hasil latihan militernya, Gala menggeser tubuhnya sedikit hingga tangan Davin itu meleset ke udara kosong.
Kenzo yang melihat itu semakin meradang. "Lo berani nantang gue di kampus milik keluarga gue sendiri?!"
Ketegangan di koridor itu semakin memuncak, memancing puluhan mahasiswa yang mulai berkerumun. Namun, sebelum adu fisik terjadi, suara pengumuman dari pengeras suara kampus menggema keras ke seluruh penjuru area.
" Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Samudra, harap segera berkumpul di halaman utama sekarang juga. Acara perkenalan kampus dan orientasi akan segera dimulai dalam waktu lima menit. Terima kasih."
Mendengar pengumuman itu, Gala menepuk bahu Kenzo dua kali sambil tersenyum manis yang terkesan mengejek. "Tuh, di suruh kumpul. Jangan sampai telat ya, Putra Mahkota," ucap Gala santai, lalu melangkah pergi mendahului mereka dengan gaya santai tanpa beban.
Kenzo mengepalkan tangannya kuat-kuat, hingga kukunya memutih. "Sialan! Awas lo, nanti. Gue bakal bikin hidup lo di kampus ini seperti di neraka!" umpat Kenzo lirih dengan mata yang berkilat penuh dendam.