NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:387.5k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipanggil Juga 28

Hari demi har Arundari semakin merasa ikhlas dengan perpisahan yang dialaminya. Dan sampai saat ini juga dirinya tidak pernah diusik dengan paparazi. Hanya ada beberapa pesan masuk melalui pesan di media sosialnya maupun surat elektronik tentang tawaran wawancara, tapi Arundari enggan menerimanya.

Pasalnya tanpa dia mengungkapkan perselingkuhan Heri dan Jelita, sudah banyak media yang memberitakannya.

Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat nanti dia pun akan memberikan tanggapan atau bahkan pernyataan tentang kasus yang saat ini dialaminya. Ia yakin orang-orang juga akan butuh pernyataan langsung darinya.

Arundari tidak tahu saja, sebenarnya setiap hari banyak sekali awak media yang ingin melakukan wawancara. Akan tetapi mereka sudah putar balik bahkan saat kaki mereka belum sampai di depan pintu gerbang rumahnya.

Sedangkan di tempat lain, suasana yang berbeda dialami Jelita. Setiap hari wanita itu semakin resah dan gelisah. Apalagi Heri juga jarang pulang ke rumah dan lebih memilih untuk tinggal di kantor HTU.

Jelita merasa kesal setiap kali Heri begitu. Tak hanya itu, dia juga selalu geram setiap membuka media sosial karena yang dibacanya hanyalah hujatan dan hujatan.

"Mereka pada kenapa sih? Lagian kan mereka udah pisah dan aku juga udah nikah secara sah juga. Kenapa mereka yang ribut, kan aku juga nggak pernah ngerugiin mereka."

Begitulah ucapan Jelita ketika membaca setiap komentar netizen tentang dirinya dan Heri.

Ada satu hal luar biasa dari wanita itu, yakni dia masih bisa berjalan dengan kepala tegap meski banyak tatapan sinis yang mengarah kepadanya.

Jelita juga masih sangat percaya diri untuk mengunggah kesehariannya di media sosial, padahal hujatan dengan kata-kata yang amat buruk selalu dilontarkan padanya.

"Ih kasian ya, nikah diem-diem. Nggak bisa upload ke sosial media."

"Nggak bisa tuh kayak orang-orang, post foto nikahan, post foto honeymoon, kasih caption romantis."

"Bener, dan yang jelas dia selamanya akan dicap sebagai pelakor meski entah sampai tahun kapan. Dasar wanita nggak tahu diri. Sekarang sumpah ya ogah banget dengerin lagu-lagu yang dinyanyiin dia. Vibes nya jadi horor malahan."

Begitulah kelanjutan komentar para netizen setiap Jelita mengunggah foto maupun cuplikan video youtube tentang karya-karya mereka dan tim HTU.

Dan tak hanya itu, di akun youtube milik HTU pun tak lepas dari komentar buruk serta negatif. Bukan hanya dari wanita tapi dari para pria. Terlebih pria-pira itu konon merupakan penggemar dari Jelita.

"Emang aku peduli apa sama komentar kalian? Bodo amat,"ucapnya. Meski begitu, dia sebenarnya kesal. Hanya saja Jelita tetap berusaha intuk tidak marah.

Wanita itu juga dengan santai datang ke HTU. Dengan wajah riang bak tanpa dosa, dia berjalan melewati rekan-rekannya sambil menyapa riang.

Akan tetapi tidak ada satu pun diantara mereka yang menyambut ataupun membalas sapaan Jelita. Mereka memilih fokus dengan pekerjaan, dan ada juga yang pura-pura sibuk agar tidak melihat Jelita.

"Mas mereka kenapa sih? Kok kayaknya pada tak acuh gitu ke aku. Aku datang nyapa mereka, tapi pada nggak bales sapaan aku nya," tanya Jelita ketika masuk ke ruangan Heri. Atau lebih tepatnya Jelita menggerutu. Dia mengadu kepada Heri.

"Ya kamu masa nggak tahu kalau kita lagi sibuk banget. Soal klien yang minta uangnya dikembalikan itu juga sampai sekarang kan belum selesai. Di tambah aku juga lagi nyari siapa yang bocorin kamera pengawas HTU ke publik. Gara-gara itu citra HTU jadi semakin buruk aja,"jawab Heri tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang ada di depannya.

Jelita mengerucutkan bibirnya. Dia merasa bahwa setelah menikah, banyak sekali perubahan dari suaminya itu. Heri semakin tak acuh. Mungkin memang karena sekarang tengah banyak masalah di HTU, akan tetapi Heri benar-benar tak lagi manis seperti dulu.

Takut suaminya akan kembai berpaling darinya, Jelita entah dapat ide dari mana tiba-tiba melepas jilbabnya. Dia juga datang menghampiri Heri dan duduk di pangkuan suaminya itu.

Tak hanya itu, Jelita juga menarik resleting baju bagian depannya hingga dadanya menyembul ke luar.

"J-jelita, apa yang kamu lakukan?" pekik Heri. Dia terkejut bukan main melihat ulah istri barunya itu.

"Aku kangen sama kamu, Mas. Aku merasa kamu sangat dingin ke aku. Bahkan kita tak lagi bermesraan seperti dulu. Aku kangen banget, Mas,"jawab Jelita dengan perkataan yang manja. Tangannya juga mulai membelai wajah Heri. Ia juga dengan sengaja mencium leher Heri hingga pria itu mendessah.

"Jel, ini dikantor,"ucap Heri berusaha untuk menolak apa yang diinginkan oleh Jelita. Ya Heri tahu betul keinginan istrinya itu.

Tapi tembok yang Heri bangun runtuh juga. Jelita yang sangat menggoda benar-benar tidak bisa ditahan oleh dirinya.

Hasrat Heri mencuat, ia pun dengan cepat menyerang Jelita.

"Bagus, seperti ini memang yang aku mau, Mas. Kamu harus tetap berada di pelukanku. Dan aku harap, aku bisa secepatnya hamil. Karena dengan itu kamu nggak akan ninggalin aku,"ucap Jelita dalam hati.

Entah cinta entah obsesi, tapi yang jelas Jelita merasa tak akan bisa melepaskan Heri. Baginya mendapatkan Heri adalah sebuah pencapaian. Sehingga dia tak akan pernah melepaskan pria itu dari genggamannya.

Tempat tak jadi soal bagi dua orang yang terlena oleh hasrat itu. Bahkan mereka tak hanya sekali melakukannya. Hingga di rasa cukup, mereka berdua pun mengakhirinya dengan membersihkan tubuh di kamar mandi.

Tok tok tok

"Untung udah kelar,"ucap Heri saat bari saja keluar dari kamar mandi. Karena kamar mandi di ruangannya tidaklah luas, jadi Heri dan Jelita masuk secara bergantian.

"Ada apa, Nis?" tanya Heri setelah membuka pintu dan melihat siapa yang mengetuk pintunya.

"Ada surat Pak. Ada dua, satu punya Pak Heri satu punya Jelita. Alamat pengirimnya dari kepolisian."

Degh!

Heri terkejut bukan main. Tangannya terulur dengan gemetaran.

Ia membaca sekali lagi kop surat yang dipegangnya, dan benar saja itu adalah dari kantor polisi.

"Te-terimakasih Anis. Kamu boleh kembali ke tempat mu,"jawab Heri.

Anis mengangguk pelan. Dia lalu melenggang pergi tapi sambil terkekeh kecil.

"Babak baru, ini beneran seru. Pengen lihat mukanya si pelakor dapat panggilan dari kantor polisi. Wah on the way masuk penjara tuh. Aku yakin Bu Arun nggak akan maafin dan biarin tuh wanita jalanng bebas gitu aja."

Anis benar-benar sangat puas. Tadi saat menerima surat itu saja Anis sudah nampak senang, tapi dia semakin tambah senang ketika melihat wajah Heri yang nampak terkejut.

"Siapa Mas yang datang,"tanya Jelita sambil keluar dari kamar mandi. Ia mengerutkan alisnya saat melihat wajah Heri yang sangat muram.

"Ada apa Mas?" tanyanya lagi sembari berjalan mendekat.

"A-ada surat pemanggilan dari kantor polisi untuk kita berdua."

APA?

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
itulah resiko ny, menutupi bangkai
Miss Typo
karna rasa bersalahnya jadi Arip ngelakuin itu biar dapet hukuman dari Ady, tapi tetep aja gak dapet hukuman, makin tersiksa deh Arip
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: harusnya ditaruh ke pesantren trus biar taubat sekalian dengan penyesalan
total 1 replies
dewi rofiqoh
Ternyata arip hanya ingin mendapatkan hukuman dari adyaksa, agar ia lebih tenang
dewi rofiqoh
Lanjuut
GiZaNyA
wahhh si Beni gimana ini suruh jangan ngasih tau Arun malah dia jujur... 🤣🤣
sunaryati jarum
Arun itu perjuangan suamimu memenuhi ngidammu harus terluka karena orang di masa lalu
Sindy Sintia
siap2 kena hukuman push up atau lari keliling halaman rumah pak bos ben
Miss Typo
Beni gak bisa bohong di depan Arun 😁
awas lho Ben kena omel pak bos gak tuh karna mlh jujur ke istri tercinta nya 🤣
Lela Angraini
naahh khn ketahuan jga. lebih baik zuzuuurr ady,biar arun nggk marah" nanti ngambeg repot urusannya hluw
Miss Typo
karna dimaafin dan di biarin pergi begitu saja dan gak di hukum Ady, mungkin Arip masih sangat merasa bersalah jadi dia bikin ulah ke Ady biar dapet hukuman, biar ngurangin rasa bersalahnya??? tapi melukai Ady gak tmbh merasa bersalah tuh, walaupun mungkin gak parah 🤔
Miss Typo
aduh,,, ada aja nih yg bikin kesel
Darti abdullah
Arip siapa ya aku kok lupa padahal aku ngikutin dari awal
Dew666
🍎🍎🍎
sunaryati jarum
Apa Arip minta pekerjaan
Samsiah Yuliana
hmm
ada² ajj si Arif itu🥱
dewi rofiqoh
Apa tujuan arip sebenarnya dengan menyerang adyaksa?
Yuliana Tunru
apa mau x si arip aplg melukai ady ..tangkap dan lapor polisi z biar dipenjara lama
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bandel juga si Arif di kasih enk mlh nyusahin orang
Vie
dah gila dia....
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: orang nekad pasti ada alasannya,,, tapi pikiran nya dah buntu
total 3 replies
Sulati Cus
oh... berarti peletnya bkn untuk kamu Ben😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!