_
When npc fallin love?
Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?
Ah, pasti seru!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sesak.
Pagi hari yang cerah, di kamar ayya yang masih berantakan karena penghuninya masih berselimut di dalamnya.
Sang bunda pun datang hendak membangunkan ayya untuk segera mandi dan berangkat ke sekolah.
" Ayya, bangun nak udah jam setengah tujuh." Ucap sela sembari menggoyang sedikit pundak putrinya itu.
" Ayya ga enak badan, bun.. Boleh izin ga masuk dulu, nggak?"
Sela mengernyit dan langsung memeriksa kening ayya, namun suhunya normal hingga membuatnya tak percaya.
" Ayya ga boleh bohong, kalo emang ga enak badan nanti kita periksa aja." Ucapnya.
" Aku ga bohong bunda, aku-.."
Ayya pun terduduk pelan, lalu membuka selimut untuk menunjukkan lututnya yang terluka.
" Lututku luka.. Eh?"
Bukannya menunjuk pada lutut, ayya malah terkejut saat pergelangan kakinya membiru.
" Astaga ayya, kakimu kenapa bisa lebam begini nak? Kamu semalam jatuh?" Tanya sela panik.
Ayya menggeleng pelan, " Semalem ayya nunggu di dalem halte yang mayan tinggi, terus ga sengaja jatuh dan keseleo. ga sakit, tapi lemahnya baru ketahuan sekarang bund.."
Ayya tertegun melihat kakinya yang jauh dari perkiraannya semalam, ia terpaksa bohong jatuh karena aslinya semalam galih hampir menabrak dump truk dan ternyata kaki ayya terjepit di sela motor dan truk tersebut.
dirasa kakinya semakin sakit, ayya pun tak kuasa hendak menangis hingga akhirnya sela langsung mengajaknya ke dokter.
Sementara itu-
Di sekolah, Kania dan Louis seperti biasa jam istirahat sesekali mengintip ayya untuk diajaknya menuju kantin.
Namun ternyata ayya izin tak masuk hingga membuat mereka berdua bertanya-tanya.
" Ayya ga masuk, katanya sih lagi periksa.." Ucap Louis saat willy menanyakan ayya yang biasa diajaknya ke kantin.
Mereka berkumpul di kantin dengan galih yang acuh dan hanya diam memikirkan beberapa perencanaan acara sekolah.
Namun dibalik ke acuhan tentang kabar ayya, galih sebenarnya ingin menyerahkan inhaler yang semalam jatuh di bawah motornya, berhubung sekarang tidak masuk jadi galih simpan kembali di tas nya.
_
Sehari tidak masuk sekolah, nomor ayya pun sulit di hubungi lantaran ia yang fokus pemulihan setelah diperiksa dokter ahli.
Kakinya sudah diperban dan diberi gips, untungnya tulang pergelangannya tidak ada yang geser, hanya lebam area luar saja.
Mungkin dua hari lagi ayya bisa mengikuti pembelajaran di sekolahnya kembali, dan kedua orang tua ayya melarang siapapun untuk menjenguk agar tak mengganggu proses pemulihannya.
Hiks..
Malam ini, ayya duduk terdiam merenungi kejadian malam kemarin, ia masih berfikir positif tentang galih yang entah tidak atau sengaja memperlakukannya dingin malam itu.
" Kak galih marah yaya, tapi itu bukan kesalahan mu kok.
Mungkin juga waktu yang ga pas dipertemuan pertama kita. Jangan sedih yayaa.."
Ayya terduduk di samping jendela kamar dengan ditemani anak anjingnya, si yaya.
Melihat adanya beberapa pemuda yang tengah nongkrong di side yard rumah eyang anna, ayya masih bisa melihat adanya galih dan Louis disana.
" Asik bener yang main." Ucapnya dengan muka pengen.
" Ga apa kan, yaya? Kita masih bisa main disini.."
Woof-woof!!
Anjing itu menaiki ayya untuk tidur di pangkuannya.
Sementara itu di taman samping, Louis dan beberapa teman kost galih itu tengah bercanda ria.
Namun sesekali ia mencuri pandang di balkon yang biasa ayya tempati.
" Masak bang leo ga liat ayya sama sekali? Mungkin dia sakit bang." Ucap Louis.
Galih pun menggedik acuh. " Gue jarang keluar kalo ga ada kalian, so.. kenapa ga lo jenguk aja langsung?" tanyanya pada Louis.
Louis pun tersenyum lebar dan bergegas keluar menuju rumah ayya, namun melihat mobil keluar dari sana membuatnya mengurungkan niat.
" Kayaknya ayya lagi keluar sama ortunya." Duganya seraya kembali masuk ke rumah eyang anna.
_
Keesokan harinya-
Hal pertama yang Galih hendak lakukan sesampainya di sekolah, yakni menunggu kedatangan ayya untuk menyerahkan inhaler yang masih ia saku.
Namun ternyata ayya belum datang sampai bel masuk kelas berbunyi.
" Nanti ajalah." Ucap galih beralih menuju kelasnya.
Kepergian galih pun baru ayya lihat dari pintu gerbang, ayya berjalan tertatih, ayahnya pun dengan sigap menjaga dan mengantarnya sampai ke kelas.
Kedatangan ayya yang terlambat itu membuat seluruh perhatian kelas terpusat padanya, terlebih saat melihat kaki ayya yang memakai perban.
" Wellcome ayyaa.. Loh??"
" Ayyaa, kaki kamu kenapa?? Jadi kamu ga cuma periksa tapi sakit parah?"
" Oh Tuhan kasihan ayya, pasti sakit banget itu ya?"
" Kok bisa? kamu jatuh atau gimana sampe kakinya diperban?"
Pertanyaan demi pertanyaan tak berhenti mereka layangkan sehingga membuat ayya bingung menjawabnya dari mana dulu, untung guru biologinya tegas dan segera mendahulukan ayya untuk duduk.
Kakinya hampir 80% pulih sehingga ia tak terganggu selama pelajaran berlangsung, namun sayangnya ia tak bisa banyak jalan sekedar menuruni anak tangga.
Sampai saat bel istirahat berbunyi, Louis dan Kania berlari lebih dulu untuk segera menemui ayya di kelasnya.
Sampai di sana pun mereka langsung dramatis saat melihat kaki ayya dibungkus.
" Astaga-naga ayyaa.. Kaki lo kenapa dibungkus anjay?" Kania heboh.
Ayya pun tergelak. " Ya, dibungkus karena ga suka makan diluar."
Pftt.. Louis yang tadinya syok itu menjadi tertawa.
" Ga usah ngelawak deh lo ayy, kita khawatirin lo tapi sayang om radit ngelarang biar lo cepet pulih. Sedih bet cok!"
" Hehe, maaf ya.. Ayahku ada benernya sih, nih udah 80% pulih, coba kalo kalian jenguk mungkin bakal lama sembuh gara-gara ga berhenti ketawa karena lawakan kalian yang receh itu." Ucap ayya.
Louis sontak mengernyit. " Maksud lo ayy? Ga paham gue."
" Ih, ayya bener. Soalnya dia kalo ketawa suka banyak gerak, terus kalo kakinya kepentok bakal makin lama pulihnya." Perjelas Kania.
" Betyulll!" Ayya mengacungkan jempol.
" Oalaaah.. Paham." Louis mengangguk paham.
" Jadi ga bisa ke kantin nih?" Imbuhnya bertanya.
Ayya pun menggeleng. " Dibilang gue masih ga boleh banyak gerak berat."
Hmm.. Kania pun mengajak Louis pergi ke kantin untuk membelikan ayya makanan dan dibawanya kesini nanti.
" Oke, demi kesembuhan seorang cewe somplak ini, gue sama Kania ke kantin buat beliin makan, seblak seperti biasa kan?" Tanya Louis memastikan.
Ayya pun menahan tawa dan menggelengnya.
" Maunya tteokbokki, sama nasi uduk.."
" Anjay, mana nyambung ayy!" Peringat Kania.
huhu, ayya sontak merengut. " Ga nyambung ya? sama kayak sikap doi ke aku.. hiks.."
" Wait-wait!"
Louis terkejut dengan pernyataan ayya barusan, ia berkacak pinggang untuk meminta kejelasan.
" Apasih? jokes doang elah, udah sana pergi cepet sebelum jam masuk bunyi." Usir ayya.
Okey! Kania langsung pergi menyeret Louis yang masih butuh penjelasan lebih si ayya, doi siapa jir??!
_
Antri dan telat, benar dugaan ayya jika Kania dan Louis terlambat karena antrian di kantin, untungnya mereka solid sehingga tak apa jika mereka tak menikmati istirahatnya sendiri.
Mata pelajaran di jam 10 ke atas cukup ringan, hanya pelajaran bahasa Indonesia yang jelas membuat ayya semangat karena dirinya yang suka dengan sastra dan penulisan.
Namun, di 30 menit pelajaran berlangsung ayya dikejutkan dengan panggilan dari nomor yang ia namai Kak galih.
" Apa?! K-kak galih??"
Ayya syok dan menutup mulutnya yang menganga.
" Kak galih telfon aku?? Beneran dia yang telfon??"
Sebisa mungkin ayya sembunyikan notif nama galih agar tak dicurigai teman sebangkunya.
" Duh, angkat ga ya?" Gumamnya bimbang.
Oke, telfon kedua galih membuat ayya mengangkat tanpa pikir panjang lagi.
Sembari membungkuk di bawah meja ayya pun menggeser tanda hijau di layar ponsel, lalu mengangkat telfon galib saat itu juga.
Namun belum sempat ia berucap, terdengar suara galih yang sesak disana.
" Ahk.. Tolong siapapun cepet kesini.." Ucap galih membuat ayya panik.
" Kak galih? are you okay? Kamu dimana sekarang???"
" Aku ada di UKS, sendiri dan butuh bantuan, cepetan.. aku udah ga kuat, dadaku panas.."
" Dada panas?"
Tanpa pikir panjang ayya langsung bangun dan izin pada guru untuk pergi keluar.
Begitu izin ia dapat, ayya langsung berjalan cepat keluar kelas, ayya berjalan tanpa sadar jika kakinya masih sakit, dia sangat mengkhawatirkan keadaan galih sekarang.
_