NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:319.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Julukan yang mendarah daging

​Malam peresmian proyek kompleks perumahan elit itu seharusnya menjadi malam kemenangan bagi Danu Subroto. Aula hotel bintang lima itu berkilau oleh cahaya lampu kristal, memantulkan kemewahan yang selama ini menjadi dunia Danu. Di sampingnya, Sekar berdiri dengan anggun mengenakan kebaya biru tua pilihan Riana, namun tangannya yang menggenggam lengan Danu terasa sedingin es.

​Danu bisa merasakan getaran itu. Ia sengaja memakai jam tangan kulit cokelat pemberian Sekar, membiarkannya terlihat jelas di bawah manset kemejanya yang mahal. Baginya, itu adalah pernyataan perang terhadap siapa pun yang berani meremehkan istrinya.

​Namun, badai yang sesungguhnya datang saat sosok wanita dengan gaun merah menyala melangkah mendekat, Lidya.

​"Selamat, Danu" Suara Lidya mengalun merdu, tatapannya juga lembut terlihat jelas jika memuja Danu sebagai seseorang yang pernah menjalin hubungan. Dia datang bersama dengan Rita.

"Aku tidak menyangka kamu benar-benar berani membawa dia ke acara sekelas ini. Kamu tidak takut relasi bisnismu bingung melihat penimbang pakumu tiba-tiba memakai berlian?" Ucap Rita yang menatap setajam silet kepada wanita di samping Danu.

​Sekar merasa seluruh oksigen di sekitarnya tersedot habis. Bisik-bisik di sekitar mereka mulai terdengar seperti dengungan lebah yang menyakitkan. Kata-kata penimbang paku yang diucapkan Rita dengan nada menghina itu meruntuhkan pertahanan Sekar seketika.

​"Rita tutup mulutmu!" Suara Danu merendah, sangat dingin dan penuh ancaman.

"Sekar adalah istriku. Dia memiliki hak lebih besar untuk berdiri di sini daripada kamu yang bukan siapa-siapa!"

"Rita, apa yang kamu katakan. Jangan cari gara-gara!" Tegur Lidya pada sahabatnya.

​Rita tertawa sinis, matanya melirik jam tangan di pergelangan Danu.

"Istri karena tanggung jawab, kan? Semua orang juga tahu, Danu. Kamu memakai jam murahan itu hanya untuk menunjukkan pada dunia kalau kamu adalah pria yang suci karena mau bertanggung jawab atas kesalahanmu. Tapi semua orang tahu, seleramu bukan di pasar malam!"

​Sekar tidak sanggup lagi mendengar kelanjutannya. Ia merasa menjadi beban yang memalukan bagi Danu. Tanpa sepatah kata pun, ia melepaskan tautan tangannya pada lengan Danu.

​"Mas... Sekar mau pulang!" Bisik Sekar dengan suara yang pecah. Jika hanya menghadapi Rita, mungkin dia masih bisa. Tapi saat ini dia harus berhadapan dengan masa lalu Danu untuk pertama kalinya. Ditambah lagi, semua tamu menatap ke arahnya saat ini. Tentu saja jiwa ketidakpercayaan diri atas status dan juga layar belakangnya semakin membuncah.

​"Tunggu Sekar. Kita selesaikan ini..." Danu hendak menahan, namun seorang pejabat penting tiba-tiba memanggil namanya untuk naik ke atas panggung guna sesi pemotongan pita. Sebagai penyuplai utama, Danu tidak bisa mengabaikan protokol tersebut.

​"Mas Danu selesaikan saja acaranya. Sekar pulang sendiri pakai taksi" Ucap Sekar dengan nada yang sangat patuh, namun matanya kosong.

​Tanpa menunggu persetujuan lebih lanjut, Sekar berbalik dan berjalan cepat meninggalkan aula. Ia mengabaikan panggilan Riana yang mengejarnya di lobi. Di dalam taksi menuju rumah, Sekar menangis tanpa suara. Ia merasa perhiasan yang ia kenakan sangat berat, seolah mengejek status sosialnya yang sebenarnya.

​Sesampainya di rumah besar keluarga Subroto, suasana sunyi menyambutnya. Sekar langsung menuju kamar utama. Dengan tangan gemetar, ia melepas satu per satu perhiasan pemberian Danu, kalung berlian, anting, dan gelang, lalu meletakkannya dengan rapi di atas meja rias. Ia seolah sedang mengembalikan barang pinjaman yang tidak pernah menjadi miliknya.

​Ia mengganti kebayanya yang indah dengan daster katun lamanya yang sudah pudar. Di sana, ia duduk bersimpuh di atas sajadah, menangis sesenggukan. Rasa rendah dirinya kini berada di titik puncak. Ia merasa telah mempermalukan Danu di depan umum. Ia merasa jam tangan itu, hadiah tulusnya, justru menjadi alat bagi orang lain untuk menghina suaminya.

​Dua jam kemudian, suara mobil Danu terdengar masuk ke halaman. Tak lama, langkah kaki yang berat dan terburu-buru menaiki tangga. Pintu kamar terbuka dengan sentakan keras.

​Danu berdiri di sana, masih mengenakan jasnya. Wajahnya tampak sangat lelah, namun matanya memancarkan kemarahan dan kekhawatiran yang bercampur jadi satu. Ia melihat Sekar yang sedang duduk di tepi ranjang dengan daster lusuhnya, kontras dengan tumpukan perhiasan mewah di meja rias.

​"Kenapa kamu pulang sendiri seperti ini Sekar?!" suara Danu menggelegar di kamar yang sunyi itu.

​Sekar berdiri dan menunduk, kembali ke mode pelayan yang sangat patuh.

"Maafkan Sekar, Mas. Sekar hanya ingin pulang agar Mas Danu tidak perlu malu lagi menjelaskan soal jam tangan itu atau soal asal-usul Sekar pada teman-teman Mas"

​Danu mendekat, ia mencengkeram bahu Sekar dengan tangan yang gemetar karena menahan emosi.

"Siapa yang bilang Mas malu?! Mas membawamu ke sana agar mereka tahu siapa wanita yang Mas pilih!"

​"Mas memilih Sekar karena tanggung jawab, bukan?" Tanya Sekar lirih, air mata kembali mengalir.

"Mas Danu tentu masih mempunyai perasaan sama Mbak Lidya. Mereka benar, Mas memakai jam tangan itu hanya untuk membuktikan kalau Mas pria yang bertanggung jawab. Tolong Mas, lepaskan saja jam itu. Jangan siksa diri Mas demi menjaga perasaan saya!"

​Danu terdiam. Ia menatap jam tangan kulit cokelat di pergelangan tangannya, lalu menatap perhiasan yang dilepas Sekar. Ia merasa segala usahanya untuk membahagiakan Sekar justru berbalik menjadi senjata yang melukai istrinya sendiri.

​"Aku tidak akan melepas jam ini" Ucap Danu dengan nada yang kaku dan keras kepala.

"Mas harus bagaimana lagi untuk membuktikan kalau apa yang Mas lakukan ini tulus, Sekar? Mas memakai jam tangan ini atas keinginan Mas sendiri, Mas tulus setulus kamu memberikan ya untuk Mas! Apa usaha Mas selama ini tidak pernah terlihat di mata kamu? Apa kamu tidak bisa merasakannya?" Danu terlihat sangat frustasi.

"Jangan lagi sebut masa lalu. Itu hanyalah sesuatu yang sudah Mas buang semuanya" Lanjut Danu.

"Dan aku tidak ingin melihatmu memakai daster lusuh ini lagi. Kamu adalah istriku, Sekar! Berhenti bertingkah seolah kamu masih buruh di tokoku!"

​"Tapi di mata mereka, saya memang tetap buruh itu, Mas!" teriak Sekar, untuk pertama kalinya ia berani meninggikan suara.

"Dan di mata Mas, Sekar hanya ibu dari anak ini. Mas tidak perlu membohongi diri sendiri"

​Sekar berjalan menuju sudut kamar, memunggungi Danu. Jarak di antara mereka kini terasa lebih lebar daripada jarak hotel dan rumah. Danu berdiri mematung di tengah kamar, menyadari bahwa semakin ia mencoba menarik Sekar ke dunianya yang mewah, semakin Sekar merasa terasing.

Danu tak tinggal diam, dia merengkuh tubuh kecil Sekar dari belakang. Danu memeluknya dengan erat, mengusap perut Sekar dengan lembut.

"Sayang, sekarang cuma kamu yang ada di dalam hidup Mas. Mas sayang sama kamu Sekar" Lanjut Danu.

Tubuh Sekar agak menegang. Seakan tak percaya dengan apa yang Danu ucapkan.

"Kalau kamu memang tidak bisa percaya diri, dan terus terbebani dengan julukan penimbang paku yang diberikan oleh orang-orang, tolong percaya sama Mas. Cuma itu yang Mas mau dan Mas butuhkan darimu!"

1
Esther
Kamu sudah sah jadi istri Ibas, jangan galak2 nanti jatuh cinta lho Riana😄
Eva Tigan
padahal emang iya..Ibas cinta sama Riana..dan kurasa Dia sudah jujur sama Danu dan ibu nya..hanya saja kalo ibas berkata jujur pasti riana juga tidak akan percaya..Semangat mengejar cintamu Ibas..sudah jadi hak milik hanya saja hatinya belum kamu miliki😊
santi.santi: cieeee cieeee
total 1 replies
Maharani Rani
lanjuttt
Agnezz
tampaknya Ibas harus banyak bersabar menghadapi Riana, adik boss yg arogan. Apalagi Riana menaruh curiga kalo Ibas menjilat Danu biar dapat posisi. Feeling Danu berbeda dengan feeling Riana. Danu pwrcaya penuh pada Ibas. Feeling siapa yg benar, Danu atau Riana? kita lihat saja nanti.
Agnezz: kalo diperhatikan Danu memang berniat menjodohkan Riana dengan Ibas. Buktinya waktu liburan ke pantai, mereka dibiarkan berdua'an jalan sore di pantai.
total 1 replies
Jumi🍉
Hari pertama menikah langsung dikasih paham Ibas kamu Riana, suka nih aku congornya Ibas nggak kalah pedas sama mulut Riana, punya lawan seimbang kamu Riana wkwkwk🤣
Endang Sulistiyowati
iya gapapa skarang ga ada cinta, tp nanti malah terbucin-bucin kalian. Berat nih Ibas jagain Riana di kota sana, secara disana masih ada mantan yg bakal nimbulin konflik.
Hanima
Betullll
Nar Sih
ahir nya sah ya riana kmu jdi istri mas ibas ,samawa buat kalian ,walau pernikahan dadakan karena bls budi menurut mas ibas ,tpi pasti lama,,kalian pasti suka seperti pepatah org jawa tresno jalaran soko kulino ,☺️
SasSya
😂😂😂
padahal "mungkin" karena Cinta
😆😆
kita lihat episode berikutnya
santi.santi: 🫣🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
Fyrly
nanti lama2 kamu juga bucin ma Ibas Riana, tunggu saatnya tiba meski mungkin di awal kalian berdua akan banyak latihan debat 😄😄😄
Shanti Budimanz
karya yang luar biasa 👍🏻👍🏻👍🏻
vania larasati
lanjut
Amel_
sepertinya Ibas dari dulu sdh suka sama Riana , bukan pada Sekar , cuma Riana salah faham
Maharani Rani
lanjuttt
SasSya
heeeeehhh
gerak cepat banget Danu
mau langsung di ijabahkan?
Eva Tigan
Setelah menikah Riana akan sadar betapa cinta dan sayangnya Ibas pada dirinya
siap siap aja bucin setelah menikah ya Riana😊😄
Nureliya Yajid
Menarik thor
Dew666
🌹🌹🌹
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hah duitnya??
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
Semua ingin ending yang indah, penuh ujian, tp disini othor lebih ringan ngasih ujiannya bener2 seperti kehidupan di real pada umumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!