Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Metode
Menyajikan satu persatu makanan, terdapat meja dan satu sofa di kamar Violetta. Menelan ludahnya, penyajiannya seperti restauran berbintang.
Perlahan mencoba mencicipinya. Cita rasa yang benar-benar nikmat. Astaga...jadi makin cinta.
"Kita makan bersama." Pinta Violetta.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya. Saya tidak dapat merasa lapar, haus atau lelah." Sebuah jawaban datar penuh senyuman.
"Sudah aku bilang, makan bukan hanya untuk kenyang. Tapi juga untuk sensasinya." Jelas Violetta, gadis yang berdiri ingin menyuapi sang pemuda.
"Apa ini termasuk permintaan?" Tanya Galan.
"Benar! Ini permintaan!" Geram Violetta, menghela napas kasar.
Pada akhirnya Galan mencobanya, jujur saja dirinya memasak hanya mengikuti resep yang tersimpan dalam sistem.
"Bagaimana?" Tanya Violetta menyipitkan matanya.
"Saya menikmatinya nona..." Jawaban penuh senyuman, yang benar-benar menyebalkan.
Tapi entah kenapa di dekat pemuda ini begitu menyenangkan untuknya.
"Nona telah mengumpulkan 24 poin hari ini. Apa nona ingin menukarkannya dengan uang tunai atau item lain?" Tanyanya menawarkan.
Violetta membuka layar transparan di hadapannya. Ada banyak benda yang berguna disini.
"Apa ini? Penawar? 35 poin?" Tanyanya menatap ke arah layar.
"Penawar yang berlaku untuk racun apapun. Karena itu total poin yang digunakan cukup tinggi." Sang pemuda mulai menuangkan air putih untuk wanita yang tengah makan sembari duduk.
Violetta benar-benar sengaja, memakan menggunakan garpu yang digunakannya untuk menyuapi Galan. Anggap saja ciuman tidak langsung. Rasa ciuman pria tampan memang begitu nikmat.
"Kan ada bantuan sistem. Ini pasti tidak berguna." Gumam Violetta dengan mulut penuh.
"Kemampuan bantuan sistem terbatas. Saya hanya dapat melayani perintah nona. Penawar tidak termasuk diantaranya." Penjelasan yang benar-benar ringkas. Membuat Violetta menghela napas, ternyata memang benar, ada harga, ada kwalitas.
"Galan! Cium aku! Ini perintah!" Pada akhirnya kata itu terucap juga dari protagonis wanita.
"Apa ini berhubungan dengan keberhasilan misi?" Satu pertanyaan dari Galan. Dijawab dengan anggukan kepala oleh Violetta. Tidak peduli pada apapun, yang penting dapat bermanja-manja pada makhluk ini. Biarlah cumi-cumi kering hidup bahagia dengan Dugong.
"Ini adalah cara untuk menggoda Sebastian. Aku tidak pernah berciuman, jadi bagaimana caranya aku dapat menggoda Sebastian." Gumamnya.
Pemuda yang memiringkan kepalanya, raut wajahnya terlihat tanpa ekspresi. Tapi hanya sejenak. Membuat Violetta menelan ludahnya, apa pemuda ini akan menerima alasannya yang asal-asalan. Jujur saja seumur hidupnya mengejar Sebastian, dirinya sudah lelah tidak dianggap dan diduakan.
"Siap melayani anda nona..." Itulah kalimat yang ditunggu-tunggu oleh seorang Violetta. Pada akhirnya pemuda super tampan, berambut putih panjang, bentuk tubuh bagaikan pahatan patung dewa Yunani ini bersedia.
Astaga! Nikmat mana yang engkau dustakan.
Violetta menelan ludahnya, melangkah mendekat. Sedikit lagi, jarak beberapa centimeter. Memanyunkan bibirnya, sembari menutup matanya, berjinjit untuk menggapai bibir pemuda ini.
Tapi.
Satu kecupan mendarat di keningnya. Violetta terdiam membuka matanya, menatap ke arah wajah pemuda ini.
"Nona ini lebih baik untuk kesehatan mental anda." Itulah kata yang diucapkan olehnya. Membuat Violetta tertegun, jantungnya tidak sedang aman-aman saja saat ini.
Jadi ini rasanya dicium pria, walaupun hanya di kening?
Menghela napas kasar, bertahun-tahun mengejar Sebastian yang super cuek padanya. Sering kali menyakiti hati dengan menolaknya. Tapi tiba-tiba orang ini muncul seperti bunga snow drop di lapisan es.
Wajah rupawan yang terkena sedikit sinar matahari. Begitu indah, begitu...
"Nona, sebaiknya lanjutkan sarapan anda." Wajah itu tersenyum, tapi hanya sejenak.
Notifikasi terdengar.
Layar transparan terbuka dengan sendirinya, menunjukkan peringatan merah. Berisikan tulisan.
'Maaf, bantuan sistem akan berakhir dalam satu menit.'
Violetta membulatkan matanya, pemuda ini begitu manis. Harus segera diajak kawin, bagaimana dalam satu menit harus menikah, kemudian melakukan malam pertama, mempunyai 9 anak yang manis, suami begitu pengertian dan setia, melewati masa tua bersama melihat cucu-cucunya bermain.
"Waktu saya untuk melayani anda hampir habis nona. Apa ada permintaan lain?" Tanyanya.
Mata Violetta bergetar, bagaikan pemuda ini akan menghilang dari hidupnya. Tidak ada yang membelanya lagi. Air matanya mengalir, kemudian berucap."Galan, aku mencintaimu. Kita menikah ya?"
Galan mengernyitkan keningnya. Kemudian tersenyum dan berucap."Waktu untuk bantuan sistem telah habis. Terimakasih telah menukarkan poin anda."
"Tidak!" Teriak Violetta menjerit dalam tangisannya.
Padahal semuanya tetap sama, hanya saja sang pemuda kini tidak terlihat oleh orang lain. Tidak dapat menyentuh orang lain. Benar-benar sistem sial! Kenapa cuma 24 jam, kenapa tidak menemani seumur hidup saja? Kan jadi patah hati... walaupun bukan manusia.
Pintu terbuka.
Menunjukkan Melani yang tertegun menatap ke arah Violetta yang menangis seorang diri. Tidak ada yang melihat, hanya Violetta yang melihat, Galan berdiri tenang di hadapannya.
"Nona, mohon jaga kondisi emosional anda. Protagonis pria mendekat, mungkin nona dapat meningkatkan rasa suka protagonis pria." Ucap Galan yang kini hanya dapat dilihat oleh Violetta.
"Rasa suka bapak pala kau!" Mungkin Violetta ingin berteriak demikian dalam hatinya. Kesal pada pemuda ini, tapi tetap gemas ingin memilikinya.
Tidak boleh seperti ini, dirinya harus tetap tenang memanfaatkan situasi.
"Kakak, dimana kakak menyembunyikan pria penghibur itu. Aku tau kakak cemburu, tapi jangan sampai mengorbankan diri sendiri." Chantika menitikan air matanya.
Violetta terdiam sejenak, air matanya masih mengalir. Padahal kalau batas waktunya seumur hidup, dirinya dapat menikah dengan Galan. Berusaha lebih tenang kemudian berucap."Aku...apa yang aku lakukan?"
"Violetta, Chantika menghubungi Tante. Mengatakan kamu menyewa pria penghibur. Apa benar?" Tanya Melanie, masih mempercayai calon menantu idamannya.
Tangan Violetta gemetar menunjuk ke arah Sebastian dan Chantika."Mereka tidur bersama lagi. Dan kali ini dalam keadaan sadar. A...aku tidak tau salahku dimana."
Sudah terlanjur menangis karena Galan. Jadi sekalian saja lanjutkan akting.
"Ka...kalian!" Bentak Melanie, Sebastian sudah sekali melakukan kesalahan. Dan Violetta memaafkannya, melanjutkan pertunangan. Tapi kesalahan untuk yang kedua kalinya, bahkan dalam keadaan sadar tanpa pengaruh alkohol.
"Tante...kakak berbohong. Kakak yang semalam membawa pria penghibur untuk menginap di kamar kakak. Kak Violetta sendiri yang mengatakan mereka sepasang kekasih. Kakak, maaf aku mengadu pada Tante Melani agar kakak mau berubah. Lupakan pria itu, kakak tau berapa Sebastian mencintai kakak?" Ucap Chihuahua, maaf salah Chantika yang paling cantik. Tapi menggonggong dengan manisnya bagaikan anj*ing kecil.
"Ibu, semalam Violetta benar-benar membawa pria penghibur ke rumah ini. Semuanya bisa aku buktikan, orang itu pasti bersembunyi di dalam kamar." Sebastian melangkah cepat. Mencari guna menghajar sang pemuda.
Entah kenapa dirinya tidak menyukai pemuda yang datang semalam.
Violetta hanya menunduk, kembali duduk tidak mengatakan apapun. Menatap makanan yang dibuatkan oleh Galan. Serta wajah Galan yang tampan, kini berdiri di belakangnya. Andai saja memiliki suami seperti ini.
"Nona, metode apa yang akan nona gunakan untuk merebut perhatian protagonis pria?" Tanya Pemuda berambut putih panjang yang kini berdiri di belakang Violetta.
"Metode anj*ing gila." Gumam Violetta meminum air putih. Galan hanya dapat menghela napas, entah apa yang ada di otak hostnya. Tapi rasa suka protagonis pria memang meningkat, mungkin metode yang tidak diketahui olehnya.
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih
selalu suka cerita yang pake sistem.