NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Setelah makan siang, Lin Yao mengambil keranjang, parang dan cangkul kecil yang sudah ia persiapkan didapur.

"Kakak, aku pergi kegunung untuk mencari sayuran dan daun bawang ya...?"

Lin Shun menimpali "ayo pergi bersama..! aku akan mengumpulkan kayu bakar."

Mendengar itu, Lin Song yang baru selesai mencuci mangkuk langsung berseru nyaring.

"Aku ikut...!"

Ketiganya pun pergi bersama setelah mengunci pintu rumah dan pagar.

Lin Shun berjalan didepan memberi komando sembari memegang tongkat kayu. Sesekali ia mengetuk atau menyibak rerumputan yang tumbuh dipinggir jalan.

Lin Yao yang mengekori dibelakang, mengedarkan pandangan sembari berpikir.

Yao merasa merasa uang yang didapat dari berjualan pancake amat sedikit. Ia perlu alternatif lain untuk mendapatkan uang lebih banyak.

Sayangnya Lin Yao cuma memiliki keterampilan makan dan memasak. Jika ia dulu mempelajari bela diri, pasti ia akan melakukan hal lain.

Seperti kebanyakan karakter pemeran utama dari novel yang telah ia baca jika mengalami time travel.

Lin Yao akan mencoba peruntungan kali ini. Mungkin saja jika sedikit masuk lebih jauh kedalam hutan, ia bisa menemukan beberapa rempah atau tanaman herbal berharga lainnya.

Lin Yao tenggelam dalam kenangan pikirannya. Ketika masih menjadi blogger makanan diabad modern, ia pernah membuat serangkaian artikel tentang masakan obat untuk mengikuti trend kesehatan serta kebugaran tubuh.

Selama waktu itu, ia mengumpulkan informasi tentang banyak tanaman herbal umum, mempelajari kebiasaan pertumbuhannya, khasiat, serta metode memasaknya.

Lin Yao berharap semoga hal itu bisa membantunya dikehidupannya yang sekarang.

Saat pikirannya masih bergentayangan, kornea Lin Yao membingkai pohon dengan ciri yang amat ia pahami.

Wajah kakunya berbinar, kilat rakus melintas diiris cokelatnya.

Tidak salah lagi, itu pohon kayu manis.

Lin Yao merasakan gelombang kegembiraan yang tak terbendung.

Kayu manis memiliki lapisan kulit yang sangat kaya akan manfaat. Selain bisa dijadikan bumbu masakan, dapat juga untuk pengobatan karena memiliki banyak khasiat.

Salah satunya merangsang keringat, meredakan ketegangan atau kram otot, membuka meridian guna memperlancar aliran darah, meningkatkan energi serta memiliki aroma yang mampu menstabilkan emosi.

"Kakak, itu kayu manis." seru Lin Yao.

Langkah Shun terhenti begitu juga Song. Mereka mengikuti arah yang ditunjuk Lin Yao.

"Kayu manis...?"

Yao mengangguk antusias "kulit pohon itu bisa digunakan sebagai bumbu dan juga obat."

Yao mendekati pohon itu, diikuti oleh kedua saudara lelakinya.

Lin Shun mengamati pohon didepannya, tetapi ia tidak melihat sesuatu yang istimewa. Pohon itu sama saja seperti yang lainnya.

"Yao'er, bagaimana kau bisa mengenali ini..?"

"Kakak, bukankah aku sudah bercerita kemarin..? saat aku tidak sadarkan diri, bukan hanya makanan yang tersaji dihadapanku, tapi ada banyak ramuan obat dan pengetahuan tentang tanaman." jawab Yao sembari mengucap maaf dalam hati.

Mata Lin Shun langsung memerah mendengar ini "pasti karena ibu sangat merindukan kita."

Lin Yao menghela nafas, ia merasa bersalah karena terus-terusan berbohong dan membuat dua lelaki berbeda generasi itu bersedih.

Lin Shun menyeka ekor matanya yang berair "ayo, kita ambil lebih banyak kayu manis lalu menjualnya dipasar kota."

"Bagian kulitnya yang berguna." sela Yao "kita harus hati-hati saat mengupasnya, agar nanti pohon ini tidak rusak dan bisa beregenerasi lagi."

Ketiga saudara bahu membahu membagi tugas dan menghabiskan dua jam lamanya guna menguliti pohon berharga itu.

Bukan cuma satu, tapi mereka menemukan tiga pohon kayu manis.

Lin Yao tidak bisa menahan diri untuk bersorak kegirangan, sedangkan Song ikut melompat senang mengimbangi sang kakak perempuan.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Sampai disatu titik bagian hutan, Lin Shun mengumpulkan kayu bakar lalu mengikatnya bersama gulungan kulit kayu manis.

Lin Yao dan Song menggali kucai dan bawang liar, memetik asparagus, bayam hutan, selada liar dan lobak kaca.

Lin Yao mendongak, matahari perlahan mulai merangkak kebarat. Tapi masih ada waktu beberapa jam lagi, jadi ia memutuskan untuk melanjutkan petualangannya dihutan.

Tak sia-sia, baru melangkah sepuluh meter, Yao menemukan jamur Ganoderma merah dan ginseng putih.

Meski usianya masih muda, namun itu bisa menghasilkan uang lebih banyak dari pada berjualan pancake.

"Kakak...!" seru Yao mendekati Shun sembari memamerkan hasil penemuannya.

"Woah, Kita panen besar...!" pekik bahagia Shun.

Dengan hati-hati Shun menyimpan dua tanaman langka itu dikeranjang yang sudah dilapisi tanah berlumut.

"Ayo kita pulang...!" ajak Shun melihat semua keranjang telah penuh.

Dengan langkah riang, ketiga saudara menuruni lereng gunung. Sesekali gelak tawa tercipta karena aksi mereka yang saling menggoda.

"Kakak, ayo kita bawa rempah dan herbal ini kekota..!" ajak Yao begitu sampai dirumah.

Lin Shun mengangguk "ayo...!"

Sedikit kayu manis Yao sisakan untuk digunakan sendiri.

Tidak hanya menjual barang saja, tujuan Lin Yao kekota untuk melakukan survei pasar secara menyeluruh.

Menjual makanan didermaga hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan perut saja, tetapi itu tidak dapat memperbaiki kehidupannya.

Setelah menjalani dua puluh lima tahun hidup didunia modern, Yao tidak memiliki hobby khusus. Hal favoritnya adalah menghasilkan uang yang banyak.

Lin Yao sadar, meski uang bukanlah segalanya namun segalanya memerlukan uang.

Makanya tidak ada yang lebih penting dari bekerja guna mendapatkan uang.

Sesampainya dikota, Lin Yao dengan seksama menelisik pertokoan yang ada.

Benda atau makanan apa yang belum dijual serta langka pada masa ini.

Itu menjadi bagian terpenting, karena dengan menemukan sesuatu alarm ide dikepala Yao akan langsung berdering.

Kebetulan hari ini adalah waktunya pasar bulanan digelar. Banyak penduduk dari berbagai desa datang membawa hasil bumi dan perternakan mereka untuk ditukar dengan uang atau bahan pangan.

Setelah berjalan beberapa saat, ketiga saudara tiba digedung Guang Yuan.

Sebuah bangunan yang menyediakan jasa jual beli herbal dan juga klinik pengobatan dengan tabib profesional.

Asisten toko melihat busana lusuh tambal sulam yang dipakai tiga saudara langsung bertanya dengan sedikit ketus.

"Apakah kalian disini untuk melakukan perawatan atau membeli obat..?"

Lin Yao selangkah lebih maju lalu menjawab "salam tuan, kami kemari untuk menjual tanaman obat."

Dahi asisten apoteker itu mengernyit, sebelum berkata untuk menunggu sebentar karena ia akan memanggil penanggung jawab tempat itu.

Tak lama kemudian, seorang pria bertubuh semok berpipi merah muncul menghampiri.

Chen Yuan nama orang itu.

Bola mata Chen Yuan membola sempurna, kala melihat gulungan kulit kayu manis digendongan Lin Shun.

Meski pun kayu manis umum ditemukan dipegunungan pedesaan, hanya sedikit orang yang dapat mengenalnya.

Netra Chen Yuan berbinar, menatap rakus kayu manis yang masih nampak segar dan memiliki kualitas bagus.

"Apa kalian mau menjual kayu manis itu..?" tanya Chen Yuan.

"Benar tuan..!" jawab Shun menurunkan keranjang untuk ditunjukkan kepada pemilik tempat.

Chen Yuan meneliti lembaran kulit kayu manis yang membentang dimejanya.

"Kira-kira berapa harga untuk kayu manis ini tuan..?" tanya Lin Shun.

Chen yuan mengelus janggut sembari mengira-ngira berapakah harga yang pantas untuk benda berharga itu.

"Seratus wen per kati."

Lin mendelik, Yao bersorak dalam hati sedangkan Song cuma bengong menatap kedua kakak dan Chen Yuan bergantian.

Ini diluar ekspetasi mereka, harga itu lumayan tinggi.

Namun Yao ingin mencoba hal yang baru dipelajari, yaitu kemampuan dalam tawar-menawar.

"Tuan, harga ini terlalu rendah. Jika kau mau seratus lima puluh wen per kati."

Yao mengambil keranjang, lalu memasukkan lagi kayu manis yang ada diatas meja kerja Chen Yuan.

Melihat hal itu, Chen yuan dengan cepat mengangkat tangan untuk menghentikan aksi Lin Yao.

"Nona, kalau seratus lima puluh wen aku tidak bisa memberikannya. Tapi jika kau mau, aku akan membeli dengan harga seratus dua puluh wen per kati. Itu sudah harga maksimal yang bisa aku tawarkan."

Lin Yao menatap Chen Yuan tanpa berkedip.

"Konsumsi kayu manis dikota ini masih amat terbatas. Untungnya Balai Guang Yuan memiliki cabang di mana-mana, jadi kami dapat mendistribusikannya. Kalau tidak, kami mana berani membeli sebanyak ini."

Pada akhirnya Yao pun menerima "oke, kami menerima harga itu."

Setelah menimbang dan menghitung, Lin bersaudara menerima uang 680 wen.

1
Zabarra
yo bisa yo tiga saudars 👏👏👏
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!