NovelToon NovelToon
Magic Knight: Sunder-soul

Magic Knight: Sunder-soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Antagonis
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Arion Saga

Arion adalah seorang pemuda biasa yang terobsesi dengan novel fantasi populer berjudul Magic Knight, ia bukan penggemar pahlawan suci kerajaan Ashford, namun seorang antagonis yang namanya samapersis Arion. Arion didalam cerita novel, merupakan seorang antagonis yang dikhianati oleh kerajaannya sendiri, ia putra mahkota yang dilengserkan karena alasan Arion terlalu kejam dan tidak layak untuk menduduki tahta, namun kenyataannya para petinggi istana taku akan kekuatannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Saga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Gerbang Merah Tanpa Penghormatan.

Gemuruh langkah kuda Pasukan Black Knight menggetarkan dinding batu kota perbatasan Kerajaan Beast.

Debu membubung tinggi, menyertai aura intimidasi yang begitu besar hingga burung-burung di sekitar gerbang terbang menjauh dalam kepanikan.

Di barisan terdepan, Arion berkuda dengan zirah hitam barunya, jubahnya berkibar seperti sayap gagak raksasa yang membawa maut.

Penjaga gerbang yang melihat dari atas menara merasa lututnya lemas.

Tanpa perlu bertanya, ia tahu siapa pemimpin rombongan ini hanya dalam sekali lihat; tatapan mata ungu yang dingin dan aura predator yang tak terbendung.

"I-ini hanya kunjungan biasa, kan?"

bisik sang penjaga dengan nada ketakutan yang tak bisa disembunyikan.

Ketegangan sedikit mencair ketika Elara, putri kedua Kerajaan Beast, turun dari dalam kereta logistik yang terjaga ketat, diikuti oleh para pelayan setia dari kastil Arion.

Kehadiran Elara adalah alasan tunggal mengapa panah-panah dari atas tembok tidak langsung dilepaskan.

Berkat status Elara, gerbang besar itu akhirnya terbuka.

Rombongan Arion memasuki wilayah dalam menuju kastil utama.

Jika kastil Arion di kekaisaran manusia adalah simbol kegelapan dan kesunyian, kastil Beast ini adalah definisi dari kemewahan yang berlebihan.

Emas menghiasi pilar-pilar tinggi, dan kain-kain sutra mahal membentang di sepanjang koridor.

Namun, kemewahan itu berbanding terbalik dengan perilaku para pejabat dan pelayan di sana. Mereka yang tidak tahu tentang berita jatuhnya Eric dan pasukannya, memandang rendah Arion dan rombongannya.

"Tuan Anda dipersilakan menunggu di ruang tamu," ucap seorang pelayan ksatria dengan nada lancang, tanpa membungkuk sedikit pun.

"Raja sedang sibuk dengan urusan penting. Jangan membuat keributan." Mendengar itu, atmosfer di koridor kastil mendadak turun hingga ke titik beku.

Liora mencengkeram belatinya hingga buku jarinya memutih, Nyx menghilang ke dalam bayangan dengan niat membunuh yang pekat, dan Hanz sudah siap meremukkan pilar terdekat.

Kemarahan para ajudan dan pasukan Black Knight bergemuruh seperti badai yang siap meledak.

Arion tetap tenang, namun sorot matanya menunjukkan bahwa ia telah kehilangan kesabaran terhadap keramahan palsu ini.

"Sebas," panggil Arion datar.

"Tunjukkan pada mereka siapa 'tamu' yang sebenarnya kita bawa." Sebas membungkuk, lalu memberi isyarat pada pasukan di belakangnya.

Dengan kasar, para prajurit Black Knight melemparkan beberapa tubuh yang terikat rantai ke tengah aula mewah yang berkilauan itu.

BRAK!

Sisa-sisa prajurit Beast yang mereka tawan, termasuk Eric dan beberapa tetua Beast yang sombong, tersungkur dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Tubuh mereka penuh luka, zirah mereka hancur, dan wajah mereka menunjukkan keputusasaan total.

Aula yang tadinya penuh dengan gumaman angkuh seketika menjadi sunyi senyap, sebelum kemudian pecah oleh kekacauan.

Melihat para tetua mereka diperlakukan seperti hewan ternak, para penjaga kerajaan Beast di dalam kastil justru secara impulsif mengacungkan senjata mereka ke arah Arion.

"Berani-beraninya kalian!"

teriak kapten penjaga kastil, mengabaikan fakta bahwa Elara, putri kedua mereka sendiri, baru saja melangkah keluar dari belakang Arion dengan wajah yang penuh kesedihan.

Situasi berada di ujung tanduk.

Ujung tombak dan pedang kini mengarah pada Arion, namun sang Pangeran Hitam itu hanya berdiri diam, memandangi ujung senjatanya sendiri seolah- olah semua ancaman di depannya hanyalah penjaga kastil, mengabaikan fakta bahwa Elara, putri kedua mereka sendiri, baru saja melangkah keluar dari belakang Arion dengan wajah yang penuh kesedihan.

"Kalian mengacungkan senjata pada orang yang membawa pulang putri kalian... dan memulangkan mayat-mayat tetua kalian?" Arion berucap, suaranya menggelegar di seluruh aula.

"Pilihan yang sangat berani."

1
Leon 107
ngak tau lagi apa yang mau dibaca...
Leon 107
pertama...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!