NovelToon NovelToon
Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:18.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sukma Firmansyah

Di tengah kemiskinan setelah menjual segalanya demi membantu ibu mendiang sahabatnya, takdir membawanya pada sebuah keajaiban.
Sebuah gulungan lukisan leluhur yang tak sengaja terkena tetesan darahnya membuka gerbang menuju dimensi lain—sebuah "Ruang Peta Spiritual".
Di sana, waktu berjalan sepuluh kali lebih cepat. Mata airnya mampu menyembuhkan penyakit mematikan, dan tanahnya dapat mengubah tanaman layu menjadi harta karun bernilai miliaran!
Dari seorang gelandangan di kawasan kumuh menjadi taipan pertanian yang disegani. Xia Ruofei memulai hidup barunya: menanam sayuran kualitas dewa, memulihkan tubuhnya, dan menghajar mereka yang berani meremehkannya.
Inilah kisah sang Raja Tentara yang beralih profesi menjadi Petani Legendaris!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Dimensi di Dalam Lukisan

Xia Ruofei samar-samar ingat bahwa saat kakeknya masih hidup, beliau sering mengutak-atik gulungan di tangannya ini. Benda itu tampak seperti barang antik biasa, tidak lebih. Selama bertahun-tahun, Xia Ruofei pun tidak pernah menemukan sesuatu yang istimewa dari benda tersebut.

Ia bahkan masih ingat bahwa saat gulungan itu dibuka, isinya adalah sebuah lukisan. Objek dalam lukisannya sangat sederhana, hanya sebidang padang rumput dengan mata air yang jernih.

Sewaktu kecil, Xia Ruofei pernah bertanya kepada kakeknya tentang asal-usul lukisan itu karena penasaran. Namun, sang kakek sendiri tidak tahu banyak. Beliau hanya tahu bahwa itu adalah benda pusaka yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang mereka.

Tapi, kenapa lukisan yang terlihat biasa saja ini tiba-tiba memancarkan cahaya keemasan?

"Sebenarnya apa yang terjadi?" gumam Xia Ruofei. Dengan ekspresi penuh rasa ingin tahu, ia mengulurkan tangan untuk mengambil gulungan itu dan membukanya perlahan.

Namun, kali ini berbeda. Begitu Xia Ruofei membuka gulungan tersebut, cahaya keemasan itu justru semakin menyilaukan. Kemudian, tiba-tiba ia merasakan kekuatan tarikan yang sangat besar muncul dari dalam lukisan.

Detik berikutnya, pandangannya kabur, rasanya seperti sedang berpindah tempat secara instan alias teleportasi. Saat ia tersadar, ia sudah berada di tempat yang benar-benar asing.

Ini benar-benar aneh.

Insting sebagai anggota pasukan khusus membuat Xia Ruofei secara refleks memasang posisi bertahan. Matanya dengan cepat memindai sekeliling, berharap menemukan tempat persembunyian yang aman untuk menghindari serangan mendadak.

Namun, ia segera menyadari bahwa tempatnya berada saat ini sangat terbuka. Tidak ada tempat untuk berlindung—ia berdiri di atas tanah hitam yang luasnya diperkirakan hanya sekitar satu are. Sejauh mata memandang, ia bisa melihat batas lahan tersebut.

Di luar area satu are itu, semuanya tertutup kabut hijau tipis. Dengan ketajaman mata Xia Ruofei pun, ia tetap tidak bisa menembus apa yang ada di balik kabut tersebut.

Tepat di tengah tanah hitam ini terdapat sebuah mata air yang jernih. Airnya mengalir pelan, membentuk kolam kecil dengan radius sekitar satu meter.

Di samping kolam, tumbuh sebuah tanaman yang tidak ia kenali. Tingginya sekitar satu kaki, dengan daun panjang selebar dua jari. Daunnya berwarna hijau segar dan tampak sangat hidup.

Tentu saja, yang paling menarik perhatian adalah bunga yang tumbuh di tanaman itu.

Bunga tersebut hanya memiliki tiga kelopak, dan masing-masing kelopak memiliki warna yang berbeda: biru, kuning, dan merah.

Meskipun sederhana, bunga tiga warna itu memberikan kesan yang sangat indah dan memikat, seolah-olah di dalamnya terkandung rahasia besar tentang alam semesta.

Bahkan Xia Ruofei, yang masih dalam kondisi syok, tak tahan untuk menatap bunga itu selama beberapa detik.

Namun, ia segera sadar kembali—sekarang bukan waktunya untuk bengong.

Tadi ia jelas-jelas sedang mencari kotak P3K di kamar kostnya. Kenapa tiba-tiba muncul di tempat aneh ini?

Sekeliling dan bagian atas tempat ini semuanya diselimuti kabut hijau pekat yang tidak bisa ditembus pandangan.

Karena itu, prioritas utama Xia Ruofei adalah mencari jalan keluar.

Hal pertama yang ia lakukan setelah mengumpulkan kesadarannya adalah berjalan menuju batas tanah tersebut.

Lahan tanah hitam ini berbentuk hampir melingkar, dengan diameter sekitar 28 hingga 29 meter. Tak butuh waktu lama bagi Xia Ruofei untuk sampai di tepiannya.

Ia mengulurkan tangan dengan ragu-ragu, dan segera menyadari bahwa kabut itu seperti penghalang tak kasat mata. Sebuah kekuatan yang lembut namun sangat kokoh menahan tangannya.

Xia Ruofei tidak percaya begitu saja. Ia melangkah maju beberapa kali dan mencoba di posisi lain. Hasilnya tetap sama.

Kabut hijau itu terlihat sangat tipis, tapi ternyata bukan hanya menghalangi pandangan, melainkan juga membentuk barikade yang tidak bisa dilihat mata telanjang. Penghalang ini tidak berbahaya, tapi sangat tangguh dan tidak bisa ditembus sama sekali.

"Apa yang harus kulakukan?" Xia Ruofei bergumam gelisah. "Tidak ada jalan keluar..."

Karena merasa buntu, ia hanya bisa kembali ke kolam kecil di tengah lahan.

Tiba-tiba, mata Xia Ruofei membelalak. Ia kembali mengamati sekelilingnya dengan cepat. Semakin ia memperhatikan, semakin terkejut ekspresinya.

"Ini... kenapa tempat ini mirip sekali dengan isi lukisan itu?" gumamnya tak percaya.

Lahan berbentuk lingkaran, mata air jernih di tengah, tanaman tanpa nama di samping kolam, dan kabut hijau di sekelilingnya...

Xia Ruofei ingat pernah melihat lukisan ini sewaktu kecil. Selain fakta bahwa sekarang tanahnya tidak ditumbuhi rumput hijau, semuanya persis sama dengan lukisan yang pernah ia lihat!

"Mungkinkah... aku sekarang berada di dalam lukisan itu?" Sebuah pemikiran berani muncul di benaknya.

Xia Ruofei sendiri terkejut dengan pikirannya itu, tapi semakin dipikirkan, semakin terasa masuk akal. Lagipula, perubahan lingkungan ini terjadi tepat setelah ia membuka gulungan lukisan tersebut.

Xia Ruofei telah mengabdi di militer selama bertahun-tahun dan menerima banyak pendidikan modern. Pada saat ini, ia merasa seolah-olah seluruh pandangan dunianya runtuh seketika.

Ia berdiri terpaku di samping kolam untuk waktu yang lama.

Sebagai mantan anggota Tim Penyerbu Lone Wolf yang telah melewati latihan keras, Xia Ruofei memiliki mental yang sangat stabil. Biasanya, ia tidak akan mudah kehilangan ketenangan. Namun, pengalaman aneh bin ajaib ini tetap saja membuat otaknya mendadak kosong.

Setelah beberapa saat, ia memikirkan masalah serius lainnya—bagaimana cara keluar dari sini?

Jika seorang elit pasukan khusus terjebak di dalam lukisan tanpa bisa berbuat apa-apa, ini benar-benar lelucon besar.

Xia Ruofei tersenyum pahit dan bergumam pada dirinya sendiri.

"Tuhan... Apa aku akan terjebak di sini selamanya? Aku ingin keluar!"

Begitu kata-kata itu terucap, pandangan Xia Ruofei tiba-tiba kabur. Kekuatan tarik dan rasa pening yang familiar itu menyerangnya lagi. Detik berikutnya, ia menyadari bahwa ia sudah kembali berada di kamar kostnya yang berantakan.

Di tangannya, masih tergenggam lukisan tersebut.

Xia Ruofei melongo karena terkejut.

"Apa tempat ini dikendalikan oleh suara? Tidak mungkin, kan?"

Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak menatap lukisan di tangannya. Lukisan ini masih terlihat biasa saja. Gulungan tua itu tampak kusam dan bernoda, jelas menunjukkan jejak usia yang sangat lama.

Xia Ruofei mengamati isi lukisan itu dengan saksama dan semakin yakin bahwa ia baru saja masuk ke dalamnya.

Sebagai seorang elit pasukan khusus, ia secara bawah sadar akan mengingat banyak detail kecil.

Misalnya, tanaman di pinggir kolam yang tidak ia ketahui namanya, serta bunga cantik dengan tiga kelopak di atasnya.

Hanya dengan sekali lirik, Xia Ruofei langsung menemukan tanaman itu di dalam lukisan. Bunganya, bahkan urat-urat daunnya, persis sama dengan apa yang ia lihat di samping kolam tadi.

Ternyata ada rahasia besar yang tersembunyi di balik lukisan ini. Ada sebuah Ruang Peta Spiritual yang misterius di dalamnya!

Xia Ruofei yang biasanya tenang kini tidak bisa menahan kegembiraannya.

Kali ini, dia benar-benar menemukan harta karun!

1
Andira Rahmawati
keren abissss👍👍👍👍
Andira Rahmawati
cerita keren..lanjut thor💪💪
Jujun Adnin
lagi
Luthfi Afifzaidan
lg
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Kang Comen
ok
Jujun Adnin
lanjut
Samadi Kelana
Mantap
Dasef Saputra
Cukup Bagus
Luthfi Afifzaidan
lg
Dasef Saputra
Maaf Thor klau bisa alur ceritanya jangan di bikin monoton,biar yg membaca tidak merasa bosan🙏
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya💞
Pecinta Gratisan
mantap💞 jiwa
JJ opa
alur cerita yang membuat pembaca makin penasaran,👍👍lanjut thor saya pribadi menanti kelanjutan episode🙏🙏
Sukma Firmansyah: hahahaha
sama,ini juga novel yang saya rekomendasikan
tapi aneh pembaca sepi
total 1 replies
Chi Fuyu
up
Sukma Firmansyah: gasssssss
total 1 replies
azizan zizan
alur yang terlalu membosankan pantas lah tidak ramai yang membaca...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!